
Setelah susah payah Dinda membujuk Susan, akhirnya dia mau tinggal bersama Dinda.
Seperti seorang asisten pribadi, Susan mengikuti Dinda kemanapun dia pergi. Dari jauh selalu Haidar mengawasi mereka.
Banyak yang berasumsi bahwa Dinda dan Haidar menjalin hubungan spesial, terkadang juga Haidar menunjukkan sikap romantisnya pada Dinda.
Dinda dan Haidar sangat cocok, karena Dinda gadis primadona dan Haidar ketua osis yang menjadi dambaan para siswi lainnya.
***
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun.
Tak terasa mereka sudah di akhir semester tingkat SMA. Dua hari lagi merupakan hari kelulusan.
Saat hari kelulusan mereka tak lupa foto dengan Keluarga Rahardian mereka seperti keluarga besar.
Dinda juga foto berdua dengan Haidar dan Susan.
Selang beberapa hari kelulusannya, kejadian 3 tahun lalu Papanya tercium oleh awakmedia, beritanya cepat menyebar luas.
Saham perusahaan turun drastis, keadaan kantor pun kacau balau.
Papanya jatuh sakit karena keadaan itu. Mamanya merawat papanya. Dia tak tau menau tentang bisnis, dia hanya perduli pada kondisi suaminya.
Didalam ruangan VIP rumah sakit
"Papa dan Mama tak usah khawatir, Dinda janji bakal nyelesaiin masalah ini." Ucap Dinda agar Papa dan Mamanya tak cemas
"Papa percayakan perusahaan padamu nak. Papa hanya bisa bantu do'a." Jelas sang Papa
Setelah papanya tertidur. Mamanya menceritakan kejadian 3 tahun lalu kepada Dinda Susan dan Haidar. Dia juga memberitahu dalang peristiwa itu agar mempermudah mereka mencari bukti.
"Mama tenang aja aku bakal dibantu Paman Ferdian Haidar dan Susan." Jelasnya agar Mamanya tak khawatir
"Mama percaya kamu sayang. Maaf mama tak bisa bantu apa*." Jawab Mamanya
Mereka kini menuju Gedung Perusahaan Rahardian.
Disana sudah terkumpul para dewan untuk rapat. Dinda menggantikan Papanya sebagai Direktur Utama
"Terimakasih untuk semua yang berkenan hadir di rapat dewan ini. Saya mewakili Papa meminta maaf kepada semua atas kekacauan ini." Jelas Dinda pada semua orang disana
"Lalu bagaimana dengan rumor itu dan masalah harga saham yang semakin anjlok?" Tanya salah seorang
"Saya akan berusaha mengatasi ini dengan segera. Saya akan membersihkan nama Papa saya dan membuat harga saham kembali stabil." Ucapnya
"Bagaimana kami percaya, kamu kan anak kecil dan bukankah kamu baru berusia 18 tahu." Timpal seorang lagi
"Iya betul. Tapi saya akan dibantu oleh paman Ferdian dan rekan tim yang lainnya." Jelas Dinda
Setelah rapat usai Dinda beranjak pergi menuju lantai dasar dimana dia harus menghadiri Konverenai Pers dadakan
"Terimakasih kalian berkenan hadir disini. Saya adalah Putri dari Raditiya Rahardian yang akan menggantikan beliau selama sakit."
"Saya akan mengusut kasus tersebut samapi ke meja hijau. Dan saya harap semua tenang dan tidak menambah kekacauan ini." Timpal nya dan segera meninggalkan ruangan itu.
***
__ADS_1
Diperusahaan Pramestu Tiar dan Satria sedang menontong Konverensi Pers yang diadakan Rahardian Grub.
"Jadi ini anak pemilik P.erusahaan Rahardian." Tanya Tiar
"Menurut informasi iya Tuan." Jawab Satria
"Kemana saja dia? Kenapa tiba* sudah besar begini." Timpalnya
"Selama beberapa tahun ini identistas dan informasi keluarganya disembunyikan Tuan." Jelas Satria melihat kertas di tangannya
"Pantas, kita lihat seberapa hebat anaknya ini." Nadanya kini ketus. Pasalnya ia tak suka bila seorang wanita memimpin.
"Baik Tuan, akan saya pantau." Jawab Satria tegas
***
Setelah seminggu Dinda mencari semua bukti kejahatan Paman Mamanya itu terkumpul.
Sidang dimenangkan oleh pihak Dinda. Kemenanganya dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru. Kondisi Papanya kini sudah membaik dan sehat. Harga perusahaan juga kembali naik. Dan semua masalah sudah diatasi Dinda dengan baik.
Meskipun usiannya baru 18tahun tapi kecerdasannya mewakili papanya. Karna semenjak kejadian itu Papa nya mengajari Dinda cara berbisnis.
***
Digedung Perusahaan Pramestu
Toktoktok... Satria mengetuk pintu Tuannya
"Masuk." Ucap Tiar mempersilahkan
"Ada laroran apa?" Tanya Tiar sambil terus menatap layar komputer yang ada di depannya.
"Bacakan saja intinya aku sibuk." Jawab Tiar
"Semua buktinya sudah terkumpul. Mereka memenangkan kasus di meja hijau dengan damai." Jelas Satria
"Apa!!! Sepertinya aku terlalu meremehkan Putri mereka." Kini matanya menatap Satria
"Bukan hanya itu Tuan.. emmhhh anuu" Ucapnya terbata bata dan dipotong Tiar
"Bilang yang jelas dong ana anu ana anu.!" Gerutu Tiar
"Umur putrinya baru 18 tahun." Jelas Satria lirih
"Aappaaa!!" Tiar menggebrak mejanya dan berdiri
"Maaf Tuan." Satria faham sikap Tiar, dia pasti marah karna bocah ingusan bisa menyelesaikan kasus besar dengan cepat
"Sudahlah mungkin bukan rezeqi kita. Biarkan saja investor yang tidak jadi investasi di perusahaan kita. Masih banyak yang ingin bekerja sama dengan kita." Jelas Tiar
"Baik Tuan saya permisi."
Benarsaja , karena turunnya saham Rahardian membuat banyak investor ingin menanah saham di perusahaan Pramestu.
Namun karna kondisi Perusahaan Rahardian kembali normal mereka tidak jadi bekerja sama dengannya.
Tapi Tiar melupakan itu sebagai angin lalu. Karna memang di dunia bisnis hal itu sudah biasa terjadi.
__ADS_1
***
Keadaan sudah membaik, semua kembali pada kesibukan masing*.
Susan tak mau melanjutkan kuliah, dia memilih bekerja di restoran Mamanya Dinda. Haidar akan melanjutkan kuliah di Belanda. Sedangkan Dinda berencana kuliah di Amsterdam.
Dua hari sebelum Dinda berangkat ke Amerika, ada seorang anak kecil yang menangis di depan gerbang rumah mereka.
"Kamu siapa? Apa kamu tersesat?" Tanya Dinda pada gadis cilik itu.
Bocah itu hanya menangis tak henti *. Dinda kengak tengok tapi takada orang disana.
Akhirnya dia memutuskan untuk membawa bocah malang itu. Usianya baru sekitar 3 tahun.
"Lohh ini siapa Dinda." Tanya Mama Mia
"Ngga tau mahh, aku tanya malah makin nangis." Jelas Dinda sambil meletakkan bocah itu disofa
"Kamu siapa? Mama kamu mana?" Ucap Dinda lembut
Bocah itu semakin menangis kencang. Setelah Dinda dan Mamanya berusaha menenagkan dia. Mereka kembali bertanya
Tak ada balasan dari bocah itu tapi setidaknya dia sudah tak menangis. Dinda membuka tas punggung kecil nya. Tak ada isinya disana, hanya ada secarik kertas.
'*Maaf kan saya telah membuat kekacauan. Saya hanya pelayan yang membutuhkan uang saat itu.
Saya menitipkannya di panti asuhan. Saya juga sudah berpesan pada pihak panti sebulan setelah saya pergi, tolong antarkan dia ke Rumah keluarga Rahardian.
Saya tau anda akan mencari keberadaan saya, maka dari itu saya pergi setelah menitipkan dia. Dan saya baru mengerahkan dia ke kalian sebulan setelah kepergian saya*.
*Sekali lagi saya minta maaf, tapi bagaimanapun juga dia adalah darah daging anda. Saya tak ada biaya untuk membesarkan nya, saya orang tak punya. Tolong jaga anak saya.
Namanya 'Dania Mutiani' usianya 3hari lagi genap 3 tahun
Terimakasih telah menjaganya.
Salam Hormat saya*.'
"Jadi nama kamu Dania Mutiani. Kakak panggil kamu Dania yaa sayang." Ucap Dinda memeluk tubuh munggil gadis cilik itu.
"Apa isinya sayang," tanya mia pada putrinya penasara
"Mama baca saja." Jawab Dinda memberikan surat tadi
Setelah Mamanya membaca dia tak bertanya. Sudah dapat disimpulkan bahwa ibu anak itu kabur entah kemana.
Tak lama kemudian Papanya pulang dari kantor.
"Sayang Papa pulang." Teriak Radit seperti biasa
Tak lama kemudian Papanya pulang dari kantor.
"Sayang Papa pulang." Teriak Radit seperti biasa
Dinda dan Mia hanya membalas tatapan tajam sambil menaruh jari telunjuk mereka di depan bibir.
Bersambungg......
__ADS_1
**
Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa tambahkan kefavorit ya kak😉 jangan lupa ❤ juga... Mwehehehe Tanks semuaa...