Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
BAB 39


__ADS_3

Lusa hari pernikahan Dinda dengan Tiar. Kedua keluarga itu tengah sibuk mempersiapkan segalanya.


Citra yang tinggal di rumah Nia pun ikut membantu.


"Kak aku capek, sudah yaa mau tidur siang dulu." Pinta Citra manja.


"Baru juga sebentar udah ngeluh capek aja. Kaya anak kecil banget sih." Gerutu Tiara sengit.


"Tiara!! Yasudah kamu istirahat dulu saja. Ini juga sudah mau selesai beres beres nya." Jawab Daniel.


Sore hari nya, setelah semua kerjaan beres. Nia sekeluarga pergi ke hotel milik Radit yang akan digunakan sebagai gedung Pernikahan Putrinya. Sedangkan Muti dan Citra tetap berada dirumah itu.


Kedua keluarga makan malam bersama di restourat hotel, karena sangat lelah mereka hendak memutuskan untuk istirahat di kamar.


"Tiar kamu mau kemana?" tanya mama Nia menghentikan langkah Tiar.


"Kekamar Dinda." jawab Tiar singkat.


"Ngga boleh!! Kamu langsung kekamar kamu sana!" perintah Mamanya.


"Lohh kenapa emang? Aku kan udah satu minggu ngga ketemu. Masak ketemu cuma kaman gini doang." gerutu Tiar kembali berjalan.


Keributan yang dibuat Tiar menghentikan langkah Radit.


"Kamu sama Om aja." ajak Radit menarik lengan calon menantunya.


"Mau ngapain Omm?" tanya Tiar merinding.


"Tenang aja Om ngga macem macem kok. Paling cuma dikit aja." jawab Radit melemparkan senyuman jahilnya.


"Mahh... Mamah tolongin Tiar. iya Tiar ngga masuk kekamar Dinda Mah.. Dindanya juga udah pergi ngga ada. Tiar mau sama Mamah aja..." teriak Tiar saat lehernya sudah diringsut Radit.

__ADS_1


"Udah yang akur sana, Mama mau tidur, Yok sayang." ajak Nia pada Putri bungsu nya.


Saat tiba didalam kamar Radit, dia duduk balkon kamar hotel itu, menceritakan kejadian keluarganya beberapa tahun lalu. Kejadian yang membuatnya merinding saat membayangkannya lagi.


Luka yang penuh kenangan dipergelangan lengan Dinda, beruntung hingga kini dia dapat tetap melihat Putri nya.


"Terus? Dania itu anak siapa Om?" tanya Tiar tambah penasaran.


"Om tidak tau.. datanya tidak ada di mana pun. Sepertinya orantuanya tidak membuatkan dia akta kelahiran dan juga tidak menambahkan pada Kartu Keluarga mereka." jelas Radit sambil menyeruput kopinya.


"Kemungkinan dia anak wanita itu." ucap Radit lagi.


"Bukannya Omm...." kata Tiar.


"Iya.. Bukan Omm tapi orang lain. Dunia bisnis sangat kejam. Tapi Om tidak tau siapa orangtua Dania. Dinda yang meminta Dania tinggal sebelum dia keluar negri." jelasnya lagi.


"Jadi pertama kali aku ketemu dia, dia baru sadar dari koma. Dan saat aku ketemu dia ditaman dia kehilangan Dania?" gumam Tiar.


Dikediaman Pramestu...


Muti mendapat undangan dari Nyonya Nia. Citra juga mendapatkan undangan dari Dinda.


"Apa Mbak mau datang ke acara besok?" Tanya Citra.


"Nggak tau Cit .. mbak bingung" Jawab Mbak Muti.


"Dia Putri dari Rahardian. Orang yang sudah menelantarkan Mbak." Kata Citra dengan penuh emosi.


"Mbak harus gimana?.... Lebih baik tidak usah datang saja. Tapi dia juga baik sama mbak waktu di luar negri." Kata Mbak Muti.


Sudah lima tahun dia berusaha melupakan kejadian itu. Mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Tapi pertemuan bulan lalu kembali menggores luka dihatinya.

__ADS_1


"Apa Mbak nggak mau ketemu Dania? Apa Mbak ngga mau tau kabarnya gimana?" Tanya Citra serius.


"Dania.." Mbak Muti mulai meneteskan air matanya. Benar juga, satu bulan ia tak bertemu dengannya. Apa dia benar benar bahagia dengan Ayahnya?


"Baiklah Mbak akan kesana sendiri." Jelas Mbak Muti.


"Aku akan menemani Mbak. Bagaimanapun aku pernah bekerja di Perusahaan Rahardian." Ucap Citra.


"Kamu sejak kapan kamu bekerja disana Cit? Kenapa kamu bekerja disana? Mbak sudah lama mau tanya tapi mbak lupa." Tanya Mbak Muti heran.


"Gaji disana besar Mbak, kebutuhan ku banyak jadi aku tidak ada pilihan lain." Jawab Citra bohong. Tujuan utama dia adalah untuk membalaskan dendam Kakaknya.


"Bagus kalau begitu. Jangan berbuat macam macam pada mereka." Peringatan Mbak Muti.


"Tapi Mbak dia sudah membuat mbak hamil dan dia tidak bertanggung jawab!" Jawab Citra tak terima.


"Itu bukan salah dia! Itu salah Mbak sendiri! Mbak yang mau dibayar orang itu untuk membuat skandal keluarganya. Mbak dibayar!!" Bentak Mbak Muti.


"Perlu kamu ingat !! Mbak melakukan itu demi uang, demi ibu kita! Kalau mbak tidak menerima tawaran itu ibu tidak bisa menjalankan operasi dan kita tidak bisa melihat ibu lebih lama!" Ucapnya lagi.


Memang kala itu keluarganya dalam krisis ekonomi, ibunya sakit kanker paru paru dan harus segera di operasi. Saat itu pula seorang datang menawari Muti bekerja dengan bayaran yang sangat fantastis.


Tapi setelah satu bulan lebih, ibunya meninggal dunia dan ia mendapatkan dirinya tengah hamil.


Muti terpuruk saat dia kelilangan sang ibu, dan sudah konsekuensinya bila dia hamil.


Citra tetap tak suka karena Radit menelantarkan Mbak Muti dan Dania.


"Mbak sudah memberitahu kamu kalau itu kesalahan Mbak sendiri. Jangan kamu ganggu mereka. Jangan membuat Mbak tambah merasa bersalah! Apalagi Dinda banyak membantu mbak dulu. Jangan kacaukan acara Pernikahan nya besok!!" Ucap Mbak Muti meninggalkan Citra.


Dia pun sudah setuju untuk datang ke pesta pernikahan itu.

__ADS_1


Maafkan saya karena satu minggu ini ngga update🙏 banyak kegiatan yang saya kerjakan akhir akhir ini membuat saya sibuk dan tidak bisa update. Tapi kedepannya nanti saya akan tetap update melanjutkan kisah mereka, Terimakasih atas dukungannya❤❤❤ dan semangat Puasanya bagi yang menjalankan ibadah Puasa..


__ADS_2