Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
BAB 31


__ADS_3

"Rasain tuh!! Orang kasir aja manggilnya buu.. emang dasar tante ganjen." Ejek Tiara bangga.


"Kalian siapa?" Tanya orang dibelakang mereka.


"Haloo Buu Sukma." Jawab dinda menyapa manager.


"Ahh ternyata Nona, saya sudah mendengar. Maafkan kami nona." Ucap Ibu Sukma.


"Sudah buu tak apa. Saya pamit dulu." Ucap Dinda.


Tiara sudah memilih beberapa baju pilihan Dinda. Ketika hendak membayar, penjaga kasir tidak mau menerima kartunya.


"Kak.. gimana nih.. aku ngga bawa uang cash." Kata Tiara ketakutan.


"Siapa yang nyuruh kamu bayar? Ayo pergi." Ajak Dinda.


Para pegawai butik hanya menundukkan kepala mereka memberi hormat pada pemilik butik dengan sopan.


"Tebakan ku Kakak yang punya butik kan? Betul nggak?" Tanya Tiara penasaran.


"Entahlah." Jawab Dinda dengan tawa kecil.


Tiara sudah menyimpulkan bahwa tebakannya benar. Karena hari semakin siang mereka memutuskan untuk kembali kerumah Dinda.


"Kamu makan siang dulu yaa... biar nanti pulangnya agak sorean aja." Ucap Mama Mia.


"Ngga usah tante, aku langsung pulang aja." Tolak Tiara merasa masih canggung.


"Kamu ngga kasihan dengan Pak supir? Dia harus menyetir mobil jauh dengan perut kosong? Biarkan dia istirahat dulu sebentar disini. Kamu kan juga bisa ngobrol sama Kak Dinda lagi." Paksanya agar Tiara makan dulu.

__ADS_1


"Yaudah Tiara makan dulu." Jawab Tiara, kasihan juga supirnya bila kelelahan.


Seusai makan siang mereka berkumpul ditaman dekat kolam renang. Dania bermain dengan Haikal dijaga oleh pelayan.


Sedangkan Mama Dinda dan Tiara mengobrol di bawah pohon mangga dengan aneka camilan dan jus alpukat. Tak berapa lama Susan pulang dari resto.


"Kamu udah selesai?" Taya Dinda pada Susan.


"Sudah.. capek sekali..." keluh Susan menyender di pundak Dinda sembari meminum jus.


Karena Dinda sudah fokus pada Perusahaan, maka Susan mau tak mau mengola restourant dengan Bu Yanti.


Hari semakin sore, Tiara pamit untuk kembali ke rumahnya.


Hari hari berikutnya mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Undangan sudah disebar, semua karyawan dari Perusahaan Rahardian dan Pramestu diundang pada acara pernikahan itu.


**


"Sayang mungkin aku beberapa hari ini akan sibuk. Jadi mulai hari ini aku cuma bisa membawakan mu bekal makan siang." Ucap Dinda menyerahkan kotak bekal beruang pada Tiar.


"Lohh kenapa harus sibuk sih? Kamu jangan khawatir aku masih cukup kok buat biaya kita nanti. Kamu ngga usah kerja terus kaya gini dong sayang." Jawab Tiar rada sebal. Dia mengira Dinda takut dirinya kekurangan dana dan bekerja untuk membantunya.


"Kamu ingat saat bertemu dengan ku dan Anton di restourant? Saat itu aku sedang marah karena Papa dan Mama menjodohkan ku. Dan lebih parahnya lagi aku disuruh Papa menyelidiki siapa yang menggelapkan dana perusahaan." Jelas Dinda cepat.


"Ohh jadi itu masalahnya... Kenapa kamu ngga bilang kalo kamu mau dijodohkan? Jadi kan kita ngga payah dilema saat itu." Ucap Tiar asal.


"Tuan apa betul yang dikatakan Tuan Radit dan Tuan Besar?" Tanya Satria penasaran.


"Memang apa yang dikatakan mereka?" Tanya balik Tiar yang sudah lupa tentang apa.

__ADS_1


"Anda... emmm anda bodoh?" Jawab Satria dengan ragu.


Tiar menendang bangku Satria dengan keras, Dia juga memukul lengan Satria.


"Heii jangan main pukul dong.. nanti kalo dia nabrak aku yang kena imbas." Ucap Dinda menarik lengan Tiar yang hendak memukul Satria lagi.


"Huuuhhh selamat." Kata Satria menghela nafasnya.


"Dia ngatain aku bodoh masak aku diem aja sih sayang." Ucap Tiar geram.


"Yaa emang kamu bodoh!! Coba kalo kamu waktu itu ngga marah marah, pasti aku bakal jelasin ke kamu. Kamu nya aja yang dikit dikit emosi." Celetuk Dinda kesal.


"Yagimana ngga emosi, aku liat dia peluk peluk kamu gitu." Jawab Tiar memanyunkan bibirnya, dia sangat cemburu kala itu.


"Peluk peluk? Mana ada aku pelukan sama Anton. Apa kamu buntutin aku terus dikantor?" Tanya Dinda heran.


"Aku ke kantor mau kasih tau kamu kalo aku baru aja dijodohin Mama. Tapi aku liat gituan ya aku jadi emosi lah." Jawab Tiar dengan ketus.


"Sudah jangan dibahas lagi. Pokoknya aku hari ini dan besok sibuk. Aku kerja dulu yaa byee sayang." Ucap Dinda saat mobil mereka sudah berada di depan lobi.


Tiar menarik lengan Dinda agar terduduk kembali. Seketika kecupan mendarat dikeningnya. Cupp


"Semangat yaa cintaku." Ucap Tiar dengan senyum merekah di bibirnya.


Dinda gemas melihat senyuman Tiar, dia pun membalas kecupannya di bibir Tiar.


"Makasih yaa cintaku." Ucap Dinda mengerlipkan sebelah matanya.


Ketika Tiar hendak melanjutkan lagi Dinda dengan sigap turun dari mobil dan berlari masuk kedalam.

__ADS_1


"Awas yaa akan kubalas." Kata Tiar dengan tersenyum puas.


Satria melajukan mobilnya keperusahaan kembali.


__ADS_2