Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
BAB 23 ( Kembali Bekerja )


__ADS_3

"Yaa memang saya dengar." Jawab Satria enteng. Dia memang suka meledek Tiar dari remaja, walaupun dia Tuannya berbeda bila dia sudah ada di leuar pekerjaan.


"Tapi benar juga ucapanmu.. gara gara sibuk menyiapkan rapat tender dari Perusahaan Rahardian aku sampai lupa menghubunginya." Kata Tiar sedih.


"Sudahlah Tuan siapa tau nanti akan ketemu." Ucap Satria.


Dinda sudah tiba dikantornya. Dia memasuki lobi Perusahaan, para karyawan yang disanapun membungkuk memberi hormat padanya.


Dia hendak menaiki lift karyawan, namun sudah dicegah Paman Ferdi.


"Nona kita ada rapat penting, banyak dokumen yang harus anda lihat." Ucap Paman Ferdi mengingatkan.


"Ahh baiklah Paman." Jawab Dinda melempar senyum kepada karyawannya. Kemudian dia masuk kedalam lift khusus Presiden Direktur.


"Enak yaa kita, punya Boss baik kaya Pak Radit saja sudah beruntung. Ditambah lagi istrinya dan anaknya yang sama baiknya." Ucap salah seorang karyawan ibu ibu.


"Iya beruntung deh bisa kerja disini." Timpal yang lain.


Namun tidak untuk seorang gadis disudut pojok lift. Dia sangat tidak suka mendengar kebaikan Keluarga itu. Wajahnya menjadi merah padam saat mendengar kata kata itu.


Waktu terus berjalan, Dinda sudah selesai memahami berkas berkas untuk rapatnya nanti. Dia hendak memakan bekalnya yang dibawakan Susan, namun kurang enak bila dia tak mengambil minum dulu.


Dinda pun menuju pantry untuk membuat susu coklat kesukaannya. Bisa saja dia menyuruh asisten sekertaris ataupun oficegril disana tapi dia tipe wanita yang mandiri.


"Nona, mau anda perlu apa?" Tanya sekertaris laki* bernama Anto.


"Saya mau ke pantry membuat susu." Jawab Dinda singkat.


"Tunggu Nona, bair saya saja." Cegah Anto.


"Tidak usah, lanjutkan saja kerjaanmu." Kata Dinda meninggalkannya.


Didalam Pantry sepi karena masih jam 9 pagi. Hanya ada petugas yang berjaga dan yang lain membersihkan area kantor. Ponsel Dinda bergetar, tertera nama Sotong disana.


"Sotong... akhirnya dia menghubungiku.." gumam Dinda mengangkat teleponnya.


"Halo.. kamu dimana?" Tanya Tiar yang sudah tidak dapat menahan rindu.


"Aku lagi kerja dikantor." Jawab Dinda mengaduk susunya.


"Apa kita nanti sore bisa ketemu?" Tanya Tiar.


"Aku baru kerja, kayanya ngga bisa.. hari libur saja yaa..." tolak Dinda mengulur waktu.


"Yasudah.. padahal aku kangen kamu. Apa kamu ngga kangen ciuman ku?" Goda Tiar.


"Ihhh najong jadi orang PD nya selangit. Siapa juga yang kangen ciuman mu." Kata Dinda sebal, dia berjalan keluar.

__ADS_1


"Jadi dia pernah berciuman.. dasar wanita murahan! Kelakuannya tak jauh dari Bapaknya pasti!!" Ucap seorang yang tadi berada di lift, dari tadi mengamati Dinda di sudut depan pantry.


"Dalamilah peranmu Tuan Putri." Ucap Wanita itu dengan senyum meremehkan.


Bruukkk!!! Citra dengan sengaja menyenggol lengan Dinda yang membawa minuman.


"Aduhh ahhh panas.. maaf maaf aku tak sengaja." Ucap Dinda mengibas ngibaskan baju lengannya.


"Kalo mau teleponan duduk dong jangan jalan jalan. Bikin orang susah saja.!!" Teriak Citra memaki Dinda.


Dinda tak menyangka karyawan nya memaki dirinya. Dia meghentakkan kakinya kencang dan pergi meninggalkan Citra.


Tak ada orang disana, jadi dengan enteng Citra memaki Puti dari keluarga Rahardian.


"Apa salah ku sampai dia menabrakku, apa karena aku tak pernah masuk kerja jadi aku dikucilkan?" Gumamnya sendiri di ruangannya.


Sambungan telepon masih berlangsung, Tiar mendengar semua kejadian perkataan Dinda.


"Haloo haloo..." Teriaknya lagi agar Dinda mendengar, Tiar khawatir bila Dinda dalam bahaya.


"Ahh iya aku lupa. Sudah dulu yaa aku ada urusan." Ucap Dinda memutuskan sambungan.


"Siapa yang berani menindas wanitaku!!" Teriak Tiar lantang membuat Satria segera datang keruangannya.


"Ada apa Tuan.. amaf saya tidak dengar." Tanya Satria panik.


"Maaf Tuan saya tidak tau, saya kira Anda memanggil saya karena sesuatu." Ucap Satria lega.


"Kamu kenapa juga kesini?" Tanya Tiar lagi.


"Ahh iya ini sudah pukul 9.15 menit sudah waktunya kita berangkat." Jelas Satria.


"Yasudah pikirkan dia nanti ayo kita betangkat." Ucapnya mengambil jas hitam nya.


Dinda hendak mencari kotak P3K namun pintunya berbunyi.


"Masuk" ucap Dinda mempersilahkan.


"Ibu... ahh Nona... " ucap wanita itu seperti takut.


"Kamu!! Ada apa?" Tanya Dinda kesal.


"Maa maaf tadi saya tak sengaja.. saya benar benar tidak tau itu Nona.. saya karyawan baru.. saya baru dua minggu bekerja disini." Ucap Citra berpura pura mengakui kesalahannya.


"Ahh rupanya kamu karyawan baru, tidak apa jangan merasa bersalah.." ucap Dinda, dia memakluminya karena dia sudah tidak bekerja hampir satu bulan.


"Terimakasih Buu... apa saya perlu mengambilkan baju untuk Ibu.. baju anda kotor." Tawar Citra.

__ADS_1


"Tidak usah. Terimakasih." Ucap Dinda lagi. Citra pun pamit mengundurkan diri.


"Rasakan!! Ini baru sapaan dariku untukmu. Masih banyak kejadian buruk yang akan menjumpaimu selagi aku masih disini!!" Ucap Citra dalam hati meninggalkan Dinda.


Dinda mengoleskan salep luka bakar ke lengannya yang terkena susu panas. Setelah itu dia meminta pelayan menghantarkan bajunya.


"Sambil nunggu baju mending aku makan dulu. Laper banget lagi." Ucap Dinda mengambil kotak makannya.


Tok tok tok pintunya diketuk lagi dengan nyaring. Dinda sudah hafal suara ketukan seperti itu.


"Masuk Paman." Ucapnya mempersilahkan.


"Nona rapat akan diadakan pukul 10.30 " Kata Paman Ferdi mengingatkan.


"Iya Paman aku akan menunggu pakaianku dulu. Aku juga mau sarapan dulu." Ucap Dinda.


"Permisi.." kata Anto ikut masuk.


"Ada apa?" Tanya Paman Ferdi.


"Itu Pak.. Kepala dvisi keuangan ingin mengadakan rapat dadakan tentang keuangan Perusahaan. Katanya laporan yang waktu itu ada kesalahan." Jelas Anto.


"Apa!!! Kenapa tiba* sekali?" Tanya Pama Ferdi.


"Yasudah kita rapat saja Paman. Masih ada waktu 45 menit lagi." Timpal Dinda dengan mulut penuh mengunyah sandwich.


"Kamu itu dari dulu kaya anak kecil Nona.!" Jawab Paman Ferdi melihat tingkah laku Dinda.


"Memang aku masih kecil." Ucap Dinda lagi.


"Yasudah siapkan rapat dalam 10 menit kita mulai rapatnya." Perintah Paman Ferdi.


"Tapi bajuku belum sampai?" Kata Dinda dipotong Paman Ferdi.


"Kau sendiri yang bilang adakan saja, kau juga yang tidak jadi bagaimana sih. Sudah tidak usah ganti. Mereka tidak memasalahkan bajumu." Jelas Paman Ferdi.


"Iya iya Paman. Aku mau minum dulu." Ucap Dinda menghabiskan susunya yang hangat.


Didalam ruangan ber ac, ruang yang tidak terlalu besar rapat dengan devisi keuangan dilangsungkan.


Dua puluh menit rapat selesai. Pama Ferdi sengaja memper cepat waktunya karena akan ada rapat lagi selanjutnya. Semua bagian devisi keuangan sudah keluar, hanya Dinda Paman Ferdi dan sekertaris Anto disana.


"Jadi ada yang mengambil laporan keuangan kita. Tapi siapa dia?" Tnya Dinda heran.


"Aku mencurigai Pria yang berkacamata tadi. Dia dari tadi berkeringat padahal ruangan ini ber AC." Jelas Sekertaris Anto.


Mereka bertiga membahas siapa kiranya wajah yang cocok menjadi tersangka. Mereka melupakan bahwa ada Rapat Tender di jam itu.

__ADS_1


Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu untuk mampir dan membaca novel saya😊 jangan lupa like dan vote yaa kak😊 Biar saya tambah semangat buat Updatenya. Dukungan dari kalian adalah semangat untuk saya Terimakasih


__ADS_2