
"Ngga papa kok Ayana, pasti kamu kesal Tante mencari informasi kamu diam* maaf yaa.." Ucap Nia tulus
"Nggapapa kok Tann.." Jawab Dinda "Tante Nia manggil aku Ayana, berarti dia ngga tau siapa aku yang sebenarnyakan.." Tanya Dinda dalam hatinya
***
"Silahkan Nyonya, silahkan Nona." Ucap pelayan itu menyajikan minuman dan makanan ringan.
"Kenalin ini Muti pelayan disini, tapi dia lebih saya anggap asisten." Jelas Tante Nia mengenalkan Muti
"Ayana." Uluran tanyan Dinda kepadanya
"Saya Mutia Kasih, panggil saja Mbak Muti Non." Sambut Muti
"Jangan panggil saya Nona mbak... palnggil saja Ayana." Kata Dinda ramah
Semenjak itu, Dinda menjadi lebih dekat dengan Tante Nia dan Mbak Muti. Dia merasa ada yang menjaganya. Terkadang mereka berbelanja bersama, Nia banyak mengajarkan resep masakan pada Dinda. Cara menawar barang dipasar dan semua ilmunya itu.
Wajar saya dulu Nia hanya gadis desa biasa yang hidup sederhana dengan keterbatasan yang ada. Dinda sekarang sudah lebih dewasa dan mandiri. Pekerjaan rumah pun ia lakukan sendiri bila pembantunya tak bisa masuk kerja.
***
Sudah enam bulan Dinda disana, dia diberitahu bahwa Mamanya kini sedang mengandung, Dinda pulang ketanah air karena ini waktunya liburan semester. Walaupun hanya 2 minggu tapi dia ingin pulang melihat Mamanya.
Saat Mamanya mau melahirkan Dinda tak bisa pulang karena ada banyak tugas yang harus ia selesaikan. Dia hanya melakukan vidio call saat Mamanya sudah melahirkan, dia sudah tau adiknya berjenis kelamin laki*. Segeralah Dinda menyelesaikan tugas*nya dan kembali ke tanah air untuk melihat jagoan kecil Keluarga Rahardian. Namanya 'Muhammad Haikal Rahardian' .
***
__ADS_1
Tanpa terasa sudah 2 tahun Dinda disana, dia sudah menyelesaikan Study nya. Dia lebih cepat satu tahun karena kecerdasannya. Dinda dapat memahani semua mata pelajaran dengan cepat dan pihak Kampus membolehkan Dinda untuk selesai lebih awal.
Dinda memberitahu Tante Nia bahwa dia akan langsung ketanah air karena ingin bertemu adiknya. Dia sudah tak kuat menahan rindu pada kedua adiknya itu.
"Tante Nia makasih yaa udah mau jagain Ayana disini. Makasih juga udah ngajarin Ayana banyak hal." Ucap Dinda
"Iya sama* sayang, kamu 2 hari ini nginep disini aja yaa.. nanti biar Muti bantu kamu beres* barang dan bawa kesini." Ucap Nia berharap Dinda mau menginap, pasalnya ajakan waktu itu Ditolak Dinda. Nia tak bisa memaksanya, hanya waktu libur saja Dinda terkadang menginap.
"Yaudah Dinda nginep disini dulu sebelum pulang." Jawab Dinda dengan senang hati
"Makasih yaa udah nemenin Tante disini." Kata Tante Nia sambil memeluk tubuh Dinda yang sudah dianggapnya Putri sendiri.
Anak perempuannya tak pernah berkunjung ke rumahnya di sini, karena dia takut akan ketinggian dan tak mau naik pesawat. Terkadang malah Nia yang harus berkunjung kesana.
Dinda pulang ditemani Mbak Muti, mengemasi barangnya dan menuju rumah Tante Nia. Mereka berbincang setiap hari, menceritakan banyak hal dan bercanda apa saja.
"Nyonya... saya ingin pulang, saya ingin ikut Ayana ke tanah air." Ucap Muti disela* obrolan mereka
"Apa aku kurang baik padamu? Apa gaji mu kurang? Aku akan menaikkan gaji mu Muti." Jawab Nia karena dia tak tau apa yang diinginkan Muti
"Bukan begitu nyonya... saya hanya ingin bertemu keluarga saya.. mereka juga pasti merindukan saya. Saya sangat merindukan Putri saya nyonya.." Jelas Muti
"Yasudah kalo itu mau mu aku tak melarang. Tapi kamu disana mau kerja dimana? Apa kamu sudah mendapat pekerjaan disana? Tanya Nia pada Muti, dia khawatir jika nanti Muti tak dapat pekerjaan lagi maka dia akan sama seperti 2 tahun lalu saat bertemu dengannya.
"Gimana kalo kerja di rumah saya aja, jadi sewaktu* saya pulang bisa dibantu kamu. Nanti saya kasih tau anak saya biar jemput kamu di Kampung." Tawar Nia pada Muti
"Baik Nyonya terimakasih. Nanti saya saja yang langsung kerumah nyonya.. tapi saya mau istirahat dulu dirumah, saya ingin merawat adik saya dan anak saya dulu." Jawab Muti senang, meski dia bohong ingin bertemu keluarganya. Tapi dia memang ingin merawat adik semata wayangnya.
__ADS_1
Dan setidaknya dia ada didekat anaknya lagi. Sekarang dia sudah mempunyai uang cukup untuk membiayai anaknya. Nia tau Muti mempunyai anak, tapi dia tak tau latar belakang Muti dengan jelas. Dia juga tak pernah cerita masalalu keluarganya.
Nia bertemu dengan Muti saat dia baru menaruh anaknya di panti asuhan. Yang Nia tau kondisi Muti saat itu sudah tidak karuan. Muti menangis ditaman tak henti*. Dia hanya bilang sedang butuh uang dan akhirnya Nia menawarkan pekerjaan kepada Muti. Dia menerima tawaran itu. Setelah satu minggu dia ikut Nia ke Amsterdam.
***
Dinda dan Muti berpamitan pada Nia. Mereka dihantarkannya sampai bandara, kali ini Dinda tidak naik pesawat jet lagi karena dia akan bersama Muti dan memberi kejutan. Setelah lama melakukan perjalanan dari rumah Tante Nia, mereka berpisah di bandara. Tante Nia memeluk erat tubuh Dinda, meski berat melepasnya tapi dia rela. Dia tak dapat memaksa Dinda untuk tetap didekatnya. Dia juga belum bisa kembali ketanah air. Hanya berpesan saat nanti dia pulang ke tanah air Dinda harus menjemputnya.
Pesawatnya lepas landas Pukul 8 malam. Dia memutuskan untuk beristirahat selama diudara , tapi bayangannya sudah kemana*.
Dinda sudah membayangkan betapa bahagianya dia bisa bermain dengan Dania kembali, apalagi ditambah dengan kehadiran adik laki* nya yang baru berusia satu tahun itu. Dinda sudah sering melihat mereka lewat vidio call. Dinda merasa bersyukur mempunyai keluarga yang lengkap dan bahagia. Tiba* Dinda terbayang ciuman pertama dan ciuman keduanya dengan Tiar.
"Cihh kenapa aku jadi mikirin dia sih. Otak beku kaya dia buat apa coba aku pikirin bikin kesal saja." Dengus Dinda yang samar* didengar Mbak Muti
"Ayana kenapa?" Tanya Mbak Muti melihat ekspresi Dinda yang tadinya cengengas cengenges berubah jadi kesal.
"Digigit nyamuk Mbak gatal." Jawabnya asal
"Kamu itu kalo mau bohong kebangetan. Sudah tau ngga bisa bohong tetap saja bohong." Jawab Muti menjewer telinga Dinda. Dia menganggapnya seperti adiknya sendiri.
"Apasih Mbak Muti emang aku digigit nyamuk dibilang bohong." dengus Dinda kesal
"Disini tak ada nyamuk. Sudah cepat ceritakan kamu kenapa? Paksa Mbak Muti dengan wajah menatap Dinda.
Bersambungg......
**
__ADS_1
Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa like dan vote yaa kak😊 Biar saya tambah semangat buat Updatenya. Tambahkan kefavorit juga kak😉... Mwehehehe Tanks semuaa❤❤❤...