
Pagi yang cerah.. Sinar mentari berusaha masuk dari celah* jendela kamar Mia membuat ia terbangun menatap lekat wajah disampingnyaa mesti sudah ada beberapa kerutan namun tak mengurangi rasa tampannya..
"Pagi sayangkuu" Ucap Radit sambil memeluk istrinya lagi
"Kau sudah bangun.. lepaskan aku mau siap* dan menyiapkan semuanya." Ucap Mia dengan suara khas bangun tidur
"Ini masih pagi sayang kau mau apa bangun sepagi ini" ucap Radit dan menahan tubuh istrinya bangun
"Apa kau lupa hari ini hari pertama putri kita masuk SMK?"
"Ahh iya aku lupa.. ku fikir kita baru menikah kemarin" canda Radit yang malah dibalas cubitan kasar Mia
"Sudah.. aku mau mandi." Ucap Mia beranjak dari tempat tidur
***
Toktoktokk... suara pintu kamar Dinda, segeralah ia membukakan pintu.
"Mama.. ada apa maa?" Tanya Dinda dan menyuruh masuk mamanya
"Mama mau bantu putri kecil mama siap* syang." Ucap Mia menjelaskan
"Apa ada yang bisa mama bantu?" Tanya Mia pada putrinya
"Sudah ku siapkan semua maa... ayo turun maa pasti papa sudah menunggu kita." Ucap Dinda sudah membawa ranselnya
"Tunggu sayang.. kau yakin tak mau berdandan?"
"Aku tak bisa maa.. Mama kan tau sendiri aku kalo dandan gimana." Gerutu Dinda dengan nada sebal
"Kemarilah biar mama bantu"
Setelah selesai merias putri nya dengan make up natural ala* gadis SMK Mia keluar dari kamar Dinda
" Apa ini aku seperti bukan aku"guman Dinda dalam hati, pantulan cermin menunjukkan bayangan dirinya yang cantik
***
"Pagi Maa Paa..." sapa ia pada orantuanya
"Pagi sayang.. anak papa sudah pintar berdadan rupanya." Sambut Radit sambil mengacak sedikit rambut anaknya
"Jangan diberantakin dong sayang aku capek natanya.." gerutu Mia pada sang suami
"Ini kamu yang menata? Tak diragukan lagi.. besok kau harus belajar dengan mama mu ini yaa" suruhnya kepada sang putri
"Iya Paa.. emm nanti aku berangkatnya jangan diantar sampai gerbang ya Paa.." ucap Dinda
"Loh kenapa? Nanti kalau kamu kenapa* gimana Dinda?" Tanya Mia dengan sedikit khawatir
"Bukan kah aku harus menyembunyikan identitas ku?" Jelasnya
"Hmm betul juga.. baiklah nanti Papa antar sampai dekat sekolah yaa" jawab Radit
__ADS_1
"Iya paa" jawab Dinda
"Kau yakin tak apa sayang?" Tanya Mia cemas
"Tak apa maa.. bukankah tadi mama bilang aku harus mandiri? Aku kan sudah besar" ucapnya agar mamanya tak khawatir lagi
"Baiklah kalau itu maumu"
***
Radit berangkat dengan Dinda .. begitu sampai di dekat sekolah Dinda turun dari mobil
"Hati* yaa sayang papa liatin kamu dari sini."
"Iya Paa aku berangkat dulu yaa byebye Papa..." ucapnya sambil melambaikan tangan
Saat Dinda sudah masuk gerbang sekolahnya Radit baru menjalankan mobilnya menuju Gedung Rahardian
***
Suasana SMK Citra Terpadu sangat ramai. Karena hari ini awal semester dan juga kehadiran siswa siswi unggulan baru mereka.
"Yaampun rame banget yaa.." gumam Dinda dalam hati,
"Aduhhh." Teriaknya membuat orang disekitarnya meliriknya
"Hei kalau jalan lihat* dongg bikin aku jatuhkan!!" Dinda masih sibuk membersihkan pakaian barunya
"Apa kau bilang? Harusnya kau yang minta maaf" Ucap Laki* itu
"Apa kau tuli? Aku bilang cepat minta maaf!!" Bentak laki* itu
Kini Dinda menatap pria itu dengan ragu "Yang menabrak dulu kan kamu." Ucapnya tak mau kalah
"Sat.. priksa identitas bocah tengik ini" Ucapnya berjalan meninggalkan Dinda
Dinda terpaku. Belum pernah ada yang berani seperti itu padanya.. Apalagi mengatainya bocah tengik, dia lupa bahwa kini identitasnya sudah ditutup rapat* oleh sang Papa.
"Oh aku lupa tak ada yang kenal aku disini." Gumamnya dalam hati
"Hei ..sini ku bantu berjalan, sepertinya kakimu terkilir." Ucap gadis yang sudah memapah Dinda duduk di bangku taman
"Terimakasih. Namaku Din.." ucapnya terpotong karna ia sadar bahwa identitasnya tak boleh ketahuan.
"Siapa namamu? Namaku Susanti Cantika Putri. Panggil saja aku Susan." Ucap gadis itu sambil mengulurkan Tangannya
"Ayana Putri Larasati." Ucap Dinda pada Susan
"Kamau masuk kelas apa?"
"Aku masuk kelas 10 A" jawab Dinda
"Sama dong ayok bareng, kita duduk satu bangku yaaa... hmmm aku manggil kamu apa?" Tanya Susan
__ADS_1
"Iyaa boleh.. Panggil saja aku Ayana." Jawab Dinda
***
"Kau sudah mengecek siapa identitas bocah tadi?" Ucapnya
"Sudah tuan muda. Ini." Jawab Satria sambil memberi kertas
"Apa ini? Kenapa hanya Nama dan Kelas? Apa kau bodoh!" Laki* itu kini emosi
"Maaf tuan muda.. informasi dan identitasnya dilindungi sangat ketat di sekolah ini." Ucapnya menjelaskan
"Yasudah bilang kepada Kepala Sekolah suruh bocah itu menghadap ku."
"Baik Tuan Muda." Satria keluar ruangan itu dan langsung menjalankan tugas dari Tuannya. Namanya 'Satria Widiantoro' dia adalah Asisten sekaligus tangan kanan Boss nya.
***
Didalam kelas tengah riuh berkenalan. Begitu juga dengan Dinda yang kini sudah fasih dengan nama barunya, dia menjadi primadona di sekolahnya karna insiden tadi pagi dan juga kecantikannya.
Tak lama guru masuk dan memperkenalkan diri, dia adalah wali kelasnya. Tiba* seorang guru lain datang dan membisikan sesuatu ditelingan guru itu.
"Ayana kamu disuruh keruang Kepala Sekolah sekarang nak." Ucap guru itu setelah guru yang lain keluar
"Ada apa bu? Kenapa harus saya?" Tanya Dinda bingung
"Tak apa sayang.. sana keruang kepala sekolah." Ucap guru itu
"Baiklah.." ucapnya
"Kau tak takut? Bagaimana kalau kau dikeluarkan dari sekolah?" Ucap salah satu temannya
"Mana mungkin. Memang aku salah apa?"
"Ku dengar tadi yang kau tabrak itu pemilik sekolah ini." Ucap seorang lagi
"Apa! Ahh sudahlah toh dia yang menabrak ku dulu." Dinda segera beranjak dari duduknya menuju ruang kepala sekolah
Sampai di dalam ruang hanya ada kepala sekolahnya.
"Ada apa Pak?" Tanya Dinda
"Tidak ada apa* Dinda, hanya ada orang yang mau bertemu dengan muu, kau tak usah takut ada Bapak di sini." Jelas Kepala sekolah
"Aku tak takut, lagi pula untuk apa aku takut." Ucapnya tegas
"Bapak tau kau pemberani tapi nanti tolong jaga ya nak ucapan mu.. kamu harus hormat dia kan lebih tua dari kamu. Dan dia juga pemilik sekolahan ini naakk..."Ucap kepala sekolah menjelaskan.
"Iyaa.. Bapak tidak usah khawatir." Senyum licik ditunjukkan Dinda yang membuat merinding kepala sekolah
Bersambungg......
**
__ADS_1
Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa tambahkan kefavorit ya kak😉 jangan lupa ❤ juga... Mwehehehe Tanks semuaa...