Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
BAB 30 ( Tunangan )


__ADS_3

"Sayang... akhhh sudah 2 hari tidak bertemu pas ketemu lagi diduain. Tambah ini malah kena damprat!! Sial !!." Gerutu Tiar sebal.


"Jadi maksud kamu Dinda pembawa sial?" Tanya Mia menggodanya.


"Bukan itu Tante, aku yang sial kena batu mulu." Ujar Tiar berlari menyusul Dinda.


Tak ada yang mencegahnya, mereka berasumsi bahwa keduanya sudah saling mencintai sebelum perjodohan itu.


"Sayangg... kamu jangan marah dong... maaf yaa.. bukan maksud aku gitu. Tapi kamu emang jelek kalo pake gituan." Kata Tiar menggedor gedor kamar Dinda. Tiar setia menunggu Dinda mebuka kamarnya dengan bersender pada pintu.


Tak lama kemudian Dinda membuka pintu kamarnya, Tiar yang sedang menyenderkan punggungnya kaget saat pintu terbuka.


Tiar jatuh menindih tubuh Dinda, bibir mereka saling bertemu. Lumatan yang semakin dalam, dengan satu kaki ia menutup pintu kamar Dinda.


Ciuman mereka semakin intens, Dinda merangkulkan lengannya pada leher Tiar. Aroma tubuh Dinda membuat Tiar tak sabar, ketika tangannya hendak menjamak bagaian lain tubuh Dinda tiba tiba... ceklekk pintu kamar Dinda terbuka.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Mia marah.


"Mah... ini tadi... ituu anu mah.." ucap Dinda tidak lancar.


"Ciuman Tante." Jawab Tiar singkat jelas namun membuat emosi.


"Cepat turun!!" Perintah Mia dengan perasaan kesal meninggalkan mereka.


"Apa sih aku nggak marah!! Aku cuma lepas gigi doang." Ucap Dinda saat Mamanya sudah pergi.


"Yasudah ayo.." ajak Tiar membangunkan Dinda untuk turun kebawah.


Mia sudah memberi tahu Suaminya tentang kelakuan Putrinya.


"Apa yang kalian lakukan barusan?" Tanya Radit tegas.


Saat Tiar hendak bicara, tangannya digenggam Dinda mengisyaratkan nya untuk diam.


"Dinda yang salah Pah.." ucap Dinda.


"Papa tanya apa yang kalian lakukan?!" Bentak Radit lagi.


Semua orang disana diam membisu. Mereka tau bagaimana sikap Tuan nya ketika sedang marah, dan mereka memilih untuk diam berpura pura tidak mendengar.


"Ciuman." Jawab Tiar dengan enteng.


"Hahahahahahahahahah.... Luar biasa kamu! Apa kamu tauu itu perbuatan salah?" Tanya Radit lagi Tegas.


"Itu perbuatan benar, kalo saya nyiumnya Om Radit itu baru salah." Jawab Tiar lagi tegas.


"Bwahahahahah baguss... mantap.. calon menantuku sangat mantap." Ucap Radit dengan gelak tawanya yang khas.


"Pah !! Kamu bukannya marah malah ndukung gimana sih jadi Papa??" UcapMia kesal. Dia pun mengambil alih pertanyaan untuk mereka berdua.


"Apa kalian sering melakukannya?" Tanya Mia serius.


"Sering." Jawab Tiar cepat.


"Kamuu!!!" Teriak Dinda pada Tiar menatap wajahnya.


"Jangan pandang aku, nanti aku bisa cium kamu disini. Kamu kalo ngga bisa jawab biar aku aja yang jawab." Ucap Tiar tegas.


"Kapan kalian mulai berciuman?" Tanya Mia lagi.


"Tadi." Jawab Tiar.


"Kamu berbohong?" Tanya Mia lagi.


"Nggak Tante, kalo aku dari malem nyiumnya ngga bakal dong. Kan aku baru nyampe lima belas menitan." Jawabnya lagi.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu bodoh?" Tanya Daniel yang kini ikut mengintrogasi mereka.


"Sejak dulu... Apaa kenapa tanya aku bodoh? Kamu meragukan kemampuan ku Kak?" Tanya balik Tiar.


"Kamu memang bodoh!!" Ucap Radit tegas.


"Bodoh karena sudah jatuh cinta dengan anak saya. Bwahahahahaha." Sambungnya lagi.


"Diam!" Perintah Mama Mia menatap Radit.


"Jawab!" Ucap Mia lagi pada Dinda.


"Pertemuan ke tiga kita saat aku beli kado untuk Dania 2 tahun lalu." Jawab Dinda cepat.


"Lama juga..." gumam Mia.


"Bukankah kamu ayana?" Tanya Nia pada Dinda, dan berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Iya Tante.. itu nama panggung saya." Jelas Dinda.


"Jadi mbak kenal Dinda?" Tanya Radit penasaran.


Semua pun penasaran akan kelanjutan cerita mereka. Hanya diam menanti penjelasan penjelasan yang mereka lontarkan.


"Iyaa... Tiara dia perempuan yang mama ceritakan." Ucap Nia pada putrinya Tiara.


"Jadi dia Kak Ayana yang hebat itu?" Tanya Tiara.


"Wahh aku penggemar berat mu loh kak.. kita shoping ya nanti." Ajak Tiara antusias.


Sesi tanya jawab dengan hubungan mereka pun selesai, Nia juga menjelaskan awal mula bertemu dengan Dinda.


Acara pertunangan sudah dilaksanakan, mereka makan bersama setelahnya.


"Iya Pah.. iya Om.." ucap keduanya bersamaan.


"Semuanya sudah Mama rundingkan ketika di Amerika dengan Tante Nia. Kalian tinggal menata yang kurang saja." Ujar Mama Mia.


Karena hari semakin sore, Nia pamit undur diri dengan Putra dan Putrinya. Begitu juga dengan yang lainnya.


Hari yang melelahkan juga membahagiakan bagi Dinda. Dengan begitu dia bisa mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah 2 hari tidak tidur dengan nyaman.


Mentari telah menunjukkan sinarnya. Hari ini masih hari libur, karena kemarin Tiara mengajaknya untuk shopping akhirnya dia memutuskan hari ini menemaninya.


"Sayang kamu sekalian aja fitting baju." Ucap Mamanya.


"Kata Tiar fitting bajunya hari rabu mah.." jawab Dinda.


"Loh kok mepet sih? Apa bisa mepet banget gitu? Hari minggu loh kalian nikahnya." Ucap Radit.


"Dulu Mama dua minggu sebelum nikah loh..." ucap Mamanya.


"Inikan baru kemaren dibahas nikahnya satu minggu setelah itu. Masak iya fittingnya dari bulan kemaren. Lamaran aja baru kemaren." Celetuk Dinda kesal.


"Yaudah iya terserah kalian." Jawab Mamanya singkat.


Dinda pergi dijemput oleh Tiara, mereka diantar oleh supir keluarganya.


"Kakak pakai apa saja tetap cantik ya..." kata Tiara tulus,


Meski Dinda hanya mengenakan celana jeans pendek dan baju lengan pedek berwarna putih dipadukan dengan jaket tipisnya berwarna pink dan sepatu putihnya. Penampilannya masih terlihat sangat menawan.


Sesampainya mereka di mall terbesar kota itu, Dinda mengajak Tiara membeli eskrim karena cuaca sedang agak panas.


"Kak aku mau coba punya Kak Dinda..." rengek Tiara

__ADS_1


"Nihh.. " ucap Dinda mentodorkan eskrimnya pada Tiara.


Tiara juga menyodorkan eskrimnya ke Dinda, karena sudah agak cair banyak eskrim yang menetes pada bajunya.


"Aduh kak gimananih... maaf yaa kak.." ucap Tiara mengelap baju Dinda.


"Ngga papa kok.. udah yok ke butik langsung aja." Ucap Dinda bangkit dari duduknya.


Sesampai di butik Dinda membantu Tiara memilih bajunya.


"Kamu Ayanan kan? Kamu ngapain kesini pake baju kampungan gini lagi." Ucap Yuli teman SMA Dinda.


"Iya, kamu Yuli yang gendut itu kan?" Tanya Dinda balik.


"Kamu ngatain aku?" Teriak Yuli.


Para staf butik dan pengunjung lain hanya melihat mereka tanpa melerai.


"Aku ngga ngatain. Aku cuma tanya doang." Ucap Dinda ketus.


"Sama aja!! Kamu ngga mampu beli disini ngapain kesini!" Bentaknya lagi.


"Kamu berani macam macam ke Kakak ku?" Bentak Tiara balik ke Yuli.


"Dari pakaian mu si kayaknya orang kaya, jadi dia asisten kamu?" Tanya Yuli dengan nada berbeda.


"Kalo iya kenapa?" Tanya Dinda.


"Pantes!" Jawab Yuli meninggalkan mereka.


"Nona anda tidak apa apa?" Tanya pegawai disana.


"Nggak papa kok. Apa dia juga pelanggan disini?" Tanya Dinda serius.


"Iya nona, dia pelanggan silver." Jawab pegawai itu.


"Lakukan seperti biasa." Perintah Dinda yang langsung dianggukinya.


"Kakak ngga papa kan?" Tanya Tiara.


"Ngga papa lah. Orang cuma pake omongan doang." Jawab Dinda tersenyum pada calon adik iparnya.


"Apa yang kakak maksud tadi dengan pegawai itu?" Tanya Tiara penasaran.


"Cuma mau beresin orang yang keterlaluan." Jawab Dinda singkat.


Dia mengajak Tiara ke ruang manager saat melihat Yuli hendak ke kasir.


Dari dalam semua nampak jelas karena itu ruangan kaca dan letaknya lebih tinggi dari kasir.


"Kakak kok kita boleh masuk? Nanti dimarahin loh.. ayok keluar." Ajak Tiara yang mulai takut.


"Kita lihat dulu." Jawab Dinda menujuk kasir. Tiara hanya menurutinya tanpa tau apa tujuannya.


"Apaaa!!! Kartu ku di blacklist!!! Aku ini pelanggan silver! Siapa yang berani macam macam dengan ku." Bentar Yuli pada penjaga kasir.


"Maaf Bu.. anda sudah membuat kekacauan disini." Jawab pegawai itu.


"Jadi orang yang tadi juga harus di blacklist!!" Ucap Yuli meninggalkan butik dengan malu.


"Bikin sial saja!!" gerutu Yuli saat berjalan keluar.


"Rasain tuh!! Orang kasir aja manggilnya buu.. emang dasar tante ganjen." Ejek Tiara bangga.


"Kalian siapa?" Tanya orang dibelakang mereka.

__ADS_1


__ADS_2