Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
BAB 1 (Kembalinya keluarga Rahardian)


__ADS_3

Pagi hari itu serasa berbeda dirumah keluarga Rahardian entah apa sebabnya tapi kecengangan selama beberapa bulan ini seakan sirna entah kemana.


Dinda bahagia melihat mama dan papa nya seperti dulu lagi.


"Papa sama mama sudah ngga marahan?"ucapnya polos membuat mamanya tersipu malu


"kita ngga akan berantem lagi kok"jawab radit pada putrinya, pelayan yang ada disitupun ikut bahagia karena tuan mereka sudah kembali.


"Sayang habis ini ke ruang kerja papa ya nak, ada sesuatu yang ingin papa bicarakan"


"Iya paa nanti setelah aku selesai mendesain ini" dinda menunjukkan kertasnya


"


Baiklah papa tunggu ya"ucap radit memegang puncak kepala putrinya itu


Mia bahagia melihat keluarganya kembali utuh, Mia dan Radit masuk ke ruang kerjanya .


"Sayang sepertinya kita juga harus memberi tahu para asisten kita" ucapnya membuat mia kaget


"apa maksudmu sayang"


"Aku tidak mau rubah tua itu tau keluarga kita baik* saja. Pasti dia menerka* bahwa kau tambah stress dengan begini aku semakin lemah dan dapat digulingkan dengan mudah" ucap radit dengan nada serius


"Ya sayang pasti rubah tua itu bahagia sekarang, dia tidak akan mengira aku membicarakan ini dengan mu, karna yang dia tau aku membencimu karna sudah ada janjin di wanita itu,." Ucap mia dengan wajah yang marah


"Ehh tapi kenapa usia janinnya sama? Apa ini hanya suatu kebetulan sayang? Atau rubah tua itu juga memiliki rencana lain?"


"Sudahlah sayang, itu bukan urusan kita..kamu jangan marah nanti cepat tua," goda radit agar istrinya itu tidak marah* lagi


"Memang kenapa bila aku tua? Apa kau akan meninggalkanku? Ha!" Sorotan mata mia mengintimidasi radit


"Ohh tentu tidak sayang" radit kini menarik sang istri agar duduk dipangkuan nya "kau tau aku sangat merindukan mu.." mereka saling ******* sangat lamaa yaa wajar saja mereka tak melakukannya selama 4 bulan,


"Apakah aku boleh itu" wajahnya kini dibuat memelas


"Bukankah kau tadi bilang aku akan cepat tua karena marah* terus" kini Mia tak mau kalah dan berpura jual mahal

__ADS_1


"Ayolah ku mohon sayangg..kau tak kasihan pada junior ini, dia tak bermain 4 bulan apa kau tak takut junuor ini jadi pemalu?"


Wajah mia kini merona saat radit bilang begitu yaa tak dipungkiri ia pun juga rindu saat* bersama suami tercinta nyaa


Sebelum Mia menjawab Radit langsung ******* bibr sang istri sampai mia tak dapat mengelak.. Mereka pun menikmati setiap gerakan samapi lupa bahwa pintu belum terkunci..


Ceklakk, suara pintu terbuka membuat mia langsung terperanjat bangun


"Sayang kau sudah selesai?" ucap Radit panik


"Suu ssuudah pah.. maaf Dinda mengganggu." ucap Dinda pelan dan tertunduk ,ia takut bila papa nya marah


"Tak apaa sini duduk."


"Apa yang ingin papa bicarakan,?" Tanya Dinda polos seperti tak ada yang terjadi


"Dinda... papa dan mama sudah tidak marahan, tetapi ada yang mengawasi kita diluar..." ucap mia pada anaknya


"Maksud mama apa? Dan siapa yang mengawasi kita?"


"Begini sayang... Papa dan Mama bertengkar karena ada yang menjebak papa dan ingin menjatuhkan papa." ucap Radit menjelaskan


"Kamu harus hati* diluar rumah tetaplah bersikap seperti saat mama dan papa bertengkar, jangan beritahu siapapun tentang keluarga kita.. banyak yang ingin keluarga kita hancur sayang" Mia berusaha menyembunyikan siapa dalangnya.


"Dinda paham maa..."


"Dan kamu jangan memberitahukan bahwa kamu putri kami, papa takut nanti kamu dalam bahaya" ucap Radit sambil memeluk dan mencium kedua pujaan hatinya itu


"Iya paa..Emmm Dinda mau melanjutkan melukis yaa maa" Dinda berusaha pergi agar tak mengganggu kedua orangtua nya ituu


"Iya sayang, nanti akhir pekan papa ajarkan kamu beberapa hal tentang bisnis ya" Ucap Radit, Dinda mengganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan ruang kerja papanya


"Sayang kita lanjutkan lagi yaa..ayolahh kumohon" wajah radit kembali manja


"Kenapa dengan mu? Bukankah tadi kau sangat serius saat ada putri kita sayang" goda Mia sambil menahan tawanya


"Itu berbeda sayang.. Ayo" Radit langsung menarik tangan istrinya menuju kamar, tak lupa ia mengunci pintu karna tak mau kejadian tadi terulang lagi

__ADS_1


"Sudah 4 bulann.. kira* mau berapa ronde? Apa mau sampai besok pagi sayang?" goda Radit pada Mia


"Apaaa?? Mau jadi apa barangku nanti?? Protes Mia pada Radit


"Baiklah tak perlu sampai pagii, sampai final saja sudah cukup" ucap Radit dengan senyuman licik andalannya.


"Maksud mu apa saaa mmmhh emhh" belum mia melanjutkan pertanyaannya sudah ditahan oleh radit dengan ciuman ganasnya


"Sampai aku sudah tak kuat" ucap Radit sambil menjelajah setiap jengkal tubuh istrinya


Mia membelalakkan matanya walaupun kini mereka sudah tidak muda lagi tapi suaminya itu sangat rajin berolahraga staminanya sangat bagus tak terbayang berapa ronde siang ini mereka lakukan.. Desahan mia yang khass membuat Radit bertambah semangat.. Bagaimana tidak mereka menahannya sangat lama wajar bila mereka sangat antusias


***


Malam harinya setelah makan malam, semua asisten dan pengawal keluarga Rahardian berkumpul di ruang keluarga.. Sebagian dari mereka berasumsi sendiri* dan yang sudah melihat kejadian tadi pagi hanya biasa saja..


"Saya mengumpulkan kalian karna ada masalah besar." Ucap Radit sebagai kepala keluarga


"Banyak mata* disekitar ku.. banyak yang menginginkan keluarga ku hancur dan menjatuhkan ku.. Saya ingin kalian lebih waspada dan lebih ketat dengan segala hal. Terutama menjaga istri dan anak ku." Ucapnya sambil memeluk pinggang istrinya


"Jangan beri tau tentang apa yang dirumah ini terjadi.. bersikaplah seolah keluargaku seperti tak baik* saja." Timpalnya dan mengajak istrinya masuk


***


"Tuan dan Nyonya sudah kembali, Ingat apa yang dibilang tuan. Dan jangan berani*nya kalian membocorkan sedikit informasi, kalian akan tau akibatnya." Ucap Pak Imam tegas sebagai kepala pelayan


Pak Imam adalah Kepala pelayan Keluarga Rahardian dari semenjak Radit kecil, umurnya kini sudah tua Dinda pun memanggilnya Kakek Angkat.


Walaupun sudah tua tapi dia tak ingin pensiun padahal Radit sudah mengiming* dengan fasilitas banyak. Pak Imam juga sangat dihormati oleh pekerja lain, karna menurut mereka beliau adalah sesepuh keluarga Tuannya.


***


Malam yang panjang bagi pasangan suami istri yang kembali memadu kasihkan cinta mereka. Entah sudah berapa ronde berlalu tapi tak kunjung final..


Berbeda dengan putri mereka yang sibuk sedang menyiapkan berbagai persiapan masuk semester awal .Besok adalah hari pertama masuk sekolah. Dania kini akan masuk SMK favorit di kota itu, tentu dengan menyembunyikan identitasnya oleh sang papa..


Bersambungg......

__ADS_1


**


Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa tambahkan kefavorit ya kak😉 jangan lupa ❤ juga... Mwehehehe Tanks semuaa


__ADS_2