Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
Bab 4 ( Kunjungan Tiar kepada Mama )


__ADS_3

***


Tiar dan Satria berangkat menggunakan jet pribadi. Setelah beberapa hari urusannya selesai Tiar mengunjungi rumah keluarganya yang disana.


Karna semenjak Papa nya tiada dan Kakaknya tiba* tak mau mengurus Perusahaan lagi mamanya mengasingkan diri disana.


Kenangan indah bersama Papanya ada rumah utama.. jadi mamanya masih belum bisa kembali kesana


"Maamaa.... Aku pulang.." ucap Tiar sambil memeluk mamanya


"Terimakasih sayang kau mau menjenguk mama mu ini.." balas wanita paruh baya itu sembari menyambut pelukan anaknya


Wanita itu bernama Nia Rahmadani, yang tak lain adalah Mamanya. Istri dari Bambang Pramestu yang sudah tiada.


"Mama ngomong apa sii maa.. aku pasti akan menjengukmu kapanpun kamu mau maa.." jelas Tiar


"Ayo duduk, apa kamu sudah makan?" Tanya Nia pada putra nya


"Sudah tadi Maa... tapi sekarang aku lapar lagi, ingin makan masakan mama.." Rengak Tiar seperti anak kecil.


"Sudah* jangan merengek begitu apa kau tak maul pada Satria." goda mamanya sambil melirik ke arah Satria yang baru datang


"Ahh tante bisa saja.. saya juga sudah lihat tuan muda merasa bersalah kemarin.." ucap satria yang ikut menggoda bosnya


"Bilang apa kau?! Apa kau ingin ke Afrika minggu ini?" Ucap Tiar mengancam


"Maaf Tuan saya hanya berbicara apa adanya.." jawabnya tak mau kalah


"Diamm." Bentak Tiar


"Hei kalian dari kecil seperti ini saja... kapan si tidak bertengkarnya." Jelas mamanya yang sudah pusing mendengar mereka bertengkar.


Biasanya yang melerai mereka kakak Tiar, tapi kini sudah tidak mau ikut urusan pertingkaian sepele mereka.


"Kalian tunggu sebentar, biar mama masak dulu." Ucapnya sambil berjalan menuju dapur.


Tiar dan Satria mengikuti Nia ke dapur, tidak banyak yang berubah dari arsitek bangunan itu.


"Maa apa ada yang bisa ku bantu." Tanya Tiar


"Tak usah, kalian istirahat dulu saja nanti kalau sudah mama panggil. Biar mama dibantu asisten rumah tangga." Jelas Nia pada putra dan anak angkatnya itu


***


Didalam kamar Tiar sedang mondar-mandir perasaannya masih merasa bersalah tentang kejadian disekolah Dinda.


"Aargh.. kenapa aku memikirkan bocah tengik itu. Bikin sebal saja." gerutunya yang tak sengaja didengar Satria


"Apa perlu saya selediki siapa dia tuan?" Tanya Satria membuat Tiar kanget


"Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu? Buat orang kaget saja untung jantungku tidak keluar!" Omel Tiar pada Satria

__ADS_1


"Maaf tuan saya sudah mengetuk 3 x 1 menit tapi anda tak kunjung menjawab." Jelasnya santai


"Sudahlah diam." Ucapnya dan keluar kamar karna mamanya sudah teriak* untuk makan


***


Dimeja makan hidangan sudah memenuhi tempatnya.


"Wahh mama masak banyak banget."


"Banyak juga buat kalian berdua pasti tinggal tempatnya saja."


"Hehehe... tante tau saja kalau aku sangat lapar."


"Enak saja. Siapa yang masakin buat kamu. Ini buat aku tahu!" Ucap Tiar. Dia masih marah karna Satria menguping ocehannya tadi


"Sudahlah Tuan Muda masak iya gara* saya tau anda khawatir dengan gadis itu saya dimusuhi begini." Canda Satria dengan menekankan kata gadis membuat Tiar tambah marah.


"Apa? Gadis? Apa benar itu sayang? Apa setelah sekian lama kau suka gadis? Kenalkan pada mama donng.." kini mamanya ikut menggodanya


"Tidak maa bukan begitu. Kekunyuk ini saja yang melebih*kan." Jelas Tiar tak mau mengaku.


Tapi wajahnya merah merona.. mama Nia dan Satria tertawa renyah.


"Sudah kita makan nanti keburu dingin." Alih Tiar agar tak membahas masalahnya lagi.


"Yasudah ayo makan, habiskan semuanya.." ucap mamanya


***


Selama 2 hari ini juga tak membahas masalah gadis itu. Nia tak mau pusing membujuk anaknya agar menceritakan gadis itu, karna dia tau bagaimana sikap anaknya itu. Dia hanya menyuruh orang*nya mencari tahu.


Setelah sampai di tanah air, akhirnya Tiar menurunkan egonya sedikit


"Cari tahu tentang gadis itu. Aku tak mau satupun informasi terlewatkan!" Ucapnya tegas


"Baik Tuan." Jawabnya


'Kan betul kau itu peduli dengannya Tuan, hanya saja egomu itu selalu terbang tinggi.' gumam Satria dalam hati


Kesibukannya kembali pada dunia bisnis. Karena beberapa bulan lalu saham perusahaan anjlok dan harganya turun drastis.


***


Tidak ada informasi yang didapat Satria tentang Dinda. Tiar pun melepaskan Dida begitu sja. Mungkin benar ucap Satria bahwa ini hanya kebetulan. Ia tak berniat mencari tahu lagi.


***


Dirumah Dinda sedang kedatangan tamu, teman yang sudah dianggap sahabat barunya walau pertemuan mereka baru beberapa hari.


Dinda yakin Susan orangnya baik, karna tak pernah ada yang menolongnya dengan tulus.

__ADS_1


Mereka janjian bertemu di taman dekat sekolah. Dinda diantar oleh supirnya dan ditunggu didekat taman.


"Ayanaa " teriak Susan sambil berlari kecil


"Susan ." Jawab Dinda sambil menoleh ke sumber suara


"Kamu jalan kaki?" Tanyanya


"Iya aku jalan kaki, ngga terlalu jauh kok rumahku dari sini." Jawab Susan


"Yasudah ayok ke rumahku." Ajak Dinda menggandeng tangan sahabatnya


"Ayok," jawabnya


"Loh kok berhenti? Kenapa?" Tanya Susan karna tiba* langkah Dinda terhenti


"Tunggu saja sebentar." Ucap Dinda sambil menelepon seseorang.


"Ohh kamu lagi nunggu orang lain. Kukiro hanya aku yang diajak." Ucap Susan sedikit kecewa.


"Haloo pak, aku sudah di jalan tadi, jemput aku sekarang." Ucap Dinda pada seorang disebrang sana


"Baik Nona." Jawab orang itu sningkat


"Kamu telepon siapa sih kok Pak?" Tanya Susan


"Ahh bukan siapa* kok." Jawabnya


Mobil tiba di depan mereka, Susan kaget melihat mobil itu. Dia belum tau bahwa itu supir pribadi Dinda


"Ayoo masuk kenapa diam saja." Ucap Dinda yang sudah membukakan pintu mobil untuk Susan.


"Apa kau bercanda... hahahaha mimpi mu itu tinggi sekali. Ini masih pagi belum waktunya mimpi." Kata Susan sambil tetap berkekeh


"Sudahlah ayoo nanti kuceritakan." Jawab Dinda menarik tangan Susan masuk


Mereka masuk mobil, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit mereka tiba di rumah yang sangat besar dan megah mobil telah memasuki pekarangan rumah, Susan yang dari tadi hanya diam membisu belum percaya apa yang dilihatnya.


"Wahh rumahnya gede banget. Ini rumah siapa Ayy?" Tanya Susan pada Dinda


"Rumah papa aku." Jelas Dinda.


Mereka memasuki rumah itu, Susan hanya memutar * badannya untuk melihat isi rumah.


"Heeyy sudah liat nya. Ayo ikut aku ke ruang keluarga." Ajak Dinda


"Mahh Pahh ini Susan sahabatku." Jelas Dinda pada orangtuanya


Bersambungg......


**

__ADS_1


Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa tambahkan kefavorit ya kak😉 jangan lupa ❤ juga... Mwehehehe Tanks semuaa...


__ADS_2