
"Kamu ngocehin aku ya." Tebak Tiar
"Idih ogah!! Gr banget jadi orang dasar otakkbb...emh" ucap Dinda terpotong , Tiar sudah tak tahan mendengar ocehan yang keluar dari mulut Dinda dan langsung mengecup bibir mungilnya
"Kauuu!!" Teriah Dinda sembari menujukkan jari tengahnya di depan Tiar
"Apa, aku hanya membantumu diam. Apa kau mau lagi?" Tanya Tiar sambil menurunkan telunjuk Dinda. Tanpa aba* dia langsung menarik tengkuk gadis itu mengecup kembali bibir munggil yang membuatnya ketagihan. Meski mereka belum pernah melakukannya sebelum ini, tapi mereka tetap saja berlatih
Mata mereka beradu , pandangan mereka semakin mendalam hingga tanpa sadar keduanya memajukan muka dan ******* bibir lawan jenisnya. Lama Tiar melumatnya, manis itu yang dia rasakan.
Begitu juga dengan Dinda, tak pernah menyangka bahwa rasa ciuman seenak ini. Dia membalas setiap kecupan Tiar, tiba* ponsel Tiar berbunyi. Tapi dia tidak bergeming dan tetap melanjutkan ciumannya.
Lagi* ponselnya berbunyi, membuat dia mendengus kesal.
"Siapa sih tidak tau orang lagi sibuk apa!!" Bentak Tiar
"Maaf pak anda memesan taxi, saya sudah di tempat jemput tapi tidak ada orang." Jelas supir taxi online itu
"Yasudah tunggu!" Jawab Tiar ketus
"Ayoo lanjutkan." Pinta Tiar membuat wajah Dinda merona
"Apasihh sudah aku mau pulang." Elak Dinda menutupi rasa malunya
"Baiklah lain kali lagi yaa.." goda Tiar sambil mengecup bibir Dinda lagi.
Tiar membantu Dinda membawakan barang* nya masuk ke dalam taxi. Sebelum Dia masuk ke dalam taxi
"Kamu hati* kita harus ketemu lagi." Ucap Tiar sambil memeluk Dinda
Dinda hanya menganggukkan kepalanya dan langsung masuk kedalam mobil. Setelah mobil pergi Tiar baru melajukan mobilnya.
***
Pesta Ulang Tahun Dania berjalan lancar, hanya penghuni rumah yang ikut merayakan. Mereka cuma mengundang Paman Ferdian karena Haidar sudah berangkat ke luar kota.
Setelah semua selesai, Dinda pamit dahulu untuk beristirahat karena dia besok harus menempuh perjalanan jauh.
Didalam kamar dia tak bisa tidur, hanya bayangan adegan tadi yang terlintas di fikirannya.
"Ahh apaan sih masak iya gara* ciuman aku jadi suka padanya." Gerutu Dinda yang malah membuatnya susah menghilangkan bayangan Tiar.
__ADS_1
Setelah matanya tak kuasa menahan kantuk, perlahan dia memejamkan matanya.
***
Pagi hari pukul 8 dia sudah siap dengan semua barangnya. Ada 3 koper dan satu tas ransel yang ia bawa.
"Mahh Pahh Susan.. aku pamit dulu yaa,... aku titip Dania." Ucap Dinda
"Sayang kamu hati* yaa disana ingat semua ucapan mama.." Pesan Mia pada Putrinya
"Iya kalau ada apa* langsung hubungi kami." Timpal Papanya
"Jangan lupa hubungi aku yaa, jangan mentang* kamu dapat teman baru lalu melupakanku." Ucap Susan sedih
"Heeii kalian ini. Sudah* aku ini cuma 3 tahun disana. Aku akan pulang setiap liburan, tapi kalau tidak ada tugas hehehe.." Jawab Dinda
"Daniaa kakak pergi dulu yaa.. kamu baik * dirumah jangan nakal." Pesan Dinda sambil memeluk adiknya, ada rasa sedih karena dia baru bersama beberapa hari
"Yasudah aku berangkat berangkat dulu." Ucap Dinda seraya pergi meninggalkan mereka
***
Dibandara sudah ada jet pribadi keluarga Rahardian yang menunggu Dinda. Memerlukan waktu perjalanan sekitar jam.
Rumah yang tak terlalu besar namun terasa nyaman. Dinda mengistirahatkan tubuhnya di kamar sehabis membersihkan diri. Dirumah itu juga ada asisten rumah tangga yang akan membantunya bersih* seminggu 3x
Dia sengaja hanya meminta seminggu 3x, tetapi masalah bayaran dia tetap membayar penuh.
Awal semester barunya dimulai, Karena dia mahir dalam beberapa bahasa jadi dia tak susah berbaur dengan mereka. Hanya wajah Khas Indonesianya saja yang berbeda dari mereka.
Dinda sering berkunjung ke Panti Asuhan di desa yang tak jauh dari rumahnya. Dia melepaskan kerinduannya pada Dania disana. Setidaknya dia bisa bercanda gurau dengan anak* kecil juga.
Semakin Dinda sering berkunjung, semakin pula orang mengamatinya tajam. Dinda sudah curiga ada yang memata matainya dari jauh.
"Apa kamu Ayana?" Tanya wanita paruh baya itu dengan ramah seraya berjalan mendekati Dinda
"Maaf Ibu siapa? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya balik Dinda,
"Saya orang Indonesia, setiap saya berkunjung kesini pasti saya melihat kamu. Tadinya saya ragu mau mendekat, tapi tadi saya mendengar kamu berbicara dengan Bahasa Indonesia di telepon." Jelas wanita paruh baya tadi
"Ahh iya buu, saya juga orang Indonesia. Apa ada yang bisa saya bantu?" Jawab Dinda ramah, dia tak menyangka orang yang memata matainya ternyata seramah ini
__ADS_1
"Maaf saya tadi kurang sopan, saya kira ibu mau apa-apain saya." Ucap Dinda lagi merasa bersalah
"Tidak apa-apa, salah saya juga ngikutin kamu terus. Saya disini cuma berlibur, apa kamu mau menemani saya?" Tanya wanita itu
"Bisa saja kalau saya ada waktu senggang bu.. Maaf nama ibu siapa?"
"Panggil saja saya tante Nia. Ayok ikut tante berbelanja." Ajak Nia pada Dinda
"Iya tante.." Jawab Dinda menyetujui ajakan Tante Nia
Nia sebelumnya sudah memeriksa identitas Dinda. Dia mendapat informasi bahwa Dinda kuliah disana dan tinggal sendiri, dia berinisiatif mengajarkan cara mengurus diri sendiri pada Dinda.
Setelah puas berbelanja di pasar tradisional desa itu. Nia mengajak Dinda pulang kerumahnya
"Ayo masuk, ini rumah saya." Ucap Nia
"Iya Tante.." Dinda mengikuti langkah Tante Nia
"Swlamat siang Nyonya." Sapa salah satu asisten rumah tangganya.
"Siang, buatkan kami miuman dan siapkan camilan juga ya." Perintah Nia
"Baik Nyonya." Jawab pelayan itu
"Ngomong* kamu mau tidak tinggal dengan Tante?" Tanya Nia mengagetkan Dinda yang sedang melihat* isi ruangan itu.
"Apa Tante? Tapi saya saya kan sama orangtua saya.." Jawab Dinda bohong
"Kamu tinggal sendirian, kamu itu masih gadis disini bahaya kalau kamu sendirian." Jelas Tante Nia
"Bagaimana Tantebisa tau?" Tanya Dinda
"Tentu, tante sudah tau semua tentang kamu." Ucap Nia
"Semua!" Teriak Dinda "Ah maaf Tante saya tidak sopan." Ucap Dinda sambil menundukkan kepala
"Ngga papa kok Ayana, pasti kamu kesal Tante mencari informasi kamu diam* maaf yaa.." Ucap Nia tulus
"Nggapapa kok Tann.." Jawab Dinda "Tante Nia manggil aku Ayana, berarti dia ngga tau siapa aku yang sebenarnyakan.." Tanya Dinda dalam hatinya
Bersambungg......
__ADS_1
**
Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa like dan vote yaa kak😊 Biar saya tambah semangat buat Updatenya. Tambahkan kefavorit juga kak😉... Mwehehehe Tanks semuaa❤❤❤...