Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Luluh2


__ADS_3

Masih tergambar di wajah Rendra bahwa dia sedang kesal. Dari tadi dia hanya menatap walpeper yg tergambar di laptopnya, tubuhnya sudah pergi tapi hatinya masih menetap pada shiera.


" Rendra aku dengar dari ikh kalau shiera sakit" tanya mahen


" emm"


rendra yg fokus pada Laptopnya.


" Itu ulahmu? "


mahen mendekati rendra yg tengah asyik dengan kerjaannya, dia tahu bahwa sekarang moodnya rendra sedang tidak baik. tapi mengapa itu menjadi kesenagan sediri untuknya.


" Rendra kau hebat sampai membuat shiera pingsan karna keperkasaanmu "


" diam "


" Rendra apa sekarang kau mencintainya "


" diam "


" rendra apa kau... "


" apa kau tidak mengerti ucapanku "


Rendra bangkit dari tempat duduknya, berdiri memandangi mahen yg sedari tadi membuatnya kesal.


" ampun pak rendra "


Mahen merasa puas mengoda bosnya, mereka sudah bersahabat dari kecil dia tau rendra seperti apa.


Rendra rendra kau sungguh keras kepala, egomu masih belum bisa terkalahkan.


mahen memutuskan untuk beranjak pergi takut presdir Liu akan membunuhnya.


" mahen!!! "


Rendra memanggil mahen laginyg hendak menutup pintu ruangan.

__ADS_1


" iya pak ada apa "


Dia menatap bosnya itu sesaat menunggu kalimat keluar dari mulut atasannya.


" apa aku terlihat murahan? "


Entah apa yg dimaksud rendra kali ini, dia merasa bingung dengan pertanyaan itu


"Tidak pak ,mana mungkin Presdir Liu yg menawan ini murahan. siapa yg mengatakan itu? sini biar aku membunuhnya "


Bukannya senang dengan jawaban mahen Rendra kini semakin emosi. Dia mengepal tangannya geram.


" apa mau membunuhnya???? "


" iya pak biar aku habisi dia, siapa dia yg berani mengatai presdir liu "


Mahen menunjukkan peduli pada rendra ,dengan bangganya dia kesal.


" kau mau menghabisinya??? " Rendra kini semakin marah.


" iii iya pak " Mahen merasa ada aura negatif pada rendra.


Mahen tercengang mendengar perkataan rendra, bukanya setuju dengan ide mahen malah rendra ingin mengabisi dirinya.


" maksud Bos apa? " mahen bertanya dengan eendra dengan pelan takut tambah merusak suasana hatinya.


" yg mengatai itu istriku!!! "


" shiera? "


" iyalah maksudmu siapa lagi istriku"


wahhh keajaiban terjadi presdir kejam, angkuh dan sombong ini terima kalau dia di hina???? shiera kau memang luar biasa.


" sudahlah lanjutkan pekerjaanmu, kau memang tak berguna "


" Rendraaaa tadi kau yg ajak. aku ngobrol diluan "

__ADS_1


" kau berani berteriak padaku "


" tititidakk bos kau memang yg paling benar. kalau begitu aku pamit ya dadada "


Mahen berjalan cepat sebelum rendra benar benar marah padanya.


******


sementara itu di tempat lain, seorang pria



paruh baya sedang asik ngobrol duruangan yg sunyi dengan seseorang pria yg jauh lebih muda darinya.


" kau harus segera mengatur rencana, jangan buat dia menunggu kebih lama? "


pria tua itu terus memainkan pulpennya dengan asik menatap anak muda yg tengah duduk dihadapannya.


" tuan aku pasti akan melakukanya dengan baik, aku tidak akan mengecewakanmu "


lelaki tampan itu meminum teh yg telah disuguhkan. Tiada orang lain diruangan sunyi itu selain. mereka berdua.


" Tuan Xie apa kah sayaboleh masuk saya ingin mengantar cemilan. " ternyata itu suara pembantu, yg ada bekerja di kediaman keluarga Xie, yg tidak lain nama keluarga shiera. ya pria yg berumur itu tidak lain papahnya shiera.


" Rencana ini tidak boleh gagal "


" tenang saja papahhh "


pria tampan itu tersenyum kepada tuan xie papahnya shiera.


***jangan lupa ya untuk


* vote


* like


* komen

__ADS_1


👌👌👌tunggu lanjutan nya ya 😍😍😘😘***


__ADS_2