
Tangan itu mengenggam pergelangan tangan shiera dengan sangat kencang, mencengkramnya dengan kemarahaan.
Mulut shiera berdesis kesakitan kala suaminya menarik paksa tangannya, bergudik ngeri dan takut. Air matanya mengalir membasahi pipihnya, kali ini dia melihat kemarahaan yang begitu memuncak.
" Rendra lepaskan tanganku "
Shiera masih meronta di bagian tangannya saat rendra semakin mencengkram erat urat nadi tanganya, mata itu menatap shiera tanpa berbicara memberitahu bahwa perlawanannya akan sia sia.
Dia tidak memperdulikan dirinya yang kasar didepan orang saat dirinya membawa istrinya dengan paksa keparkiran mobil mall itu.
Semua mata yang ada disitu menatap shiera dengan ngeri, seakan suami yang menangkap basah istrinya selingkuh.
" Rendra hiks hiks hiks lepaskan aku! "
Shiera masih memohon pada suaminya karna sangat merasa ketakutan, mencoba berlutut agar rendra tidak bisa menarik paksa dia.
Perasaannya benar kacau saat itu, malu bercampur takut saat semua tertuju pada mereka.
Shiera memeluk kaki suaminya, bersujud dan memelas,tanpa henti seperti menyesali perbuatannya.
" Sekarang apa yang mau kau lakukan shiera, apa kau mau buktikan bahawa aku sumi yang kejam disini!! "
Rendra membentak shiera yang dengan posisinya memeluk istrinya, matanya seakan ingin menyeret perempuan itu dengan paksa. Namun entah mengapa hatinya kacau saat tangan shiera memohon dan merangkul pinggangnya dengan kencang.
" Ayo pergi!!! "
Rendra masih mencoba melepaskat tangan shiera, tetapi tangan shiera ketakutan dan tetap memperkuat pekukannya.
" lepas!!! "
Mata itu bahkan tak memandang istrinya, mata itu seakan turut menangis namaun dia masih tidak mau menunjukannya.
" Rendra maaf! "
isakan tangis shiera kini pasrah, dia memberanikan diri menatap mata suaminya yang bahkan tidak melihatnya.
Entah mengapa suaminya marah dan murka sekali saat pria bernama juan itu memeluknya, Memang semua pria yang beristri akan marah melihat istrinya dipeluk orang lain. Namun sepertinya Rendra bukan sekedar marah akan hal itu, dan sepertinya rendra marah karna sebenarnya dia tau siapa dan kenal pria itu.
" lepaskan tanganmu "
rendra mengentakkan kakinya berharap tangan istrinya bisa lepas dari tubuhnya, hatinya semakin sakit.Entah mengapa dia langsung mendorong kasar istrinya, membuat tubuh shiera terdiam terkulai lemas. Dia masih menangis, dan terus menangis.
PLAKKKK
Seseorang langsung memukul rendra, menamparnya dengan keras hingga hidungnya mengeluarkan darah segar yang namanya darah.
" ******** kau rendra "
Plakkkk
Dia menghantam rendra lagi dengan tangannya, membuat rendra terkapar, dia benar marah dan menarik kerah bajunya dengan paksa, entah mengapa kemarahannya tidak bisa tertahan saat melihat wanita yang dicintainya disakiti oleh seorang pria.
" Arian!!! Aku mohon jangan "
Shiera langsung melindungi rendra dengan tangannya, memeluk kepalanya, supaya Arian tidak lagi memukulnya.
" Hahaha apa kau ingin mati Arian, apa kau ingin keluargamu musnah!!! "
Rendra memegang hidungnya yang berdarah, mendorong shiera agar menjauh darinya.
" SIALAN... kau masih berani mendorongnya "
__ADS_1
Arian mengangkat tubuh rendra, matanya tampak membara dan sangat jijik dengan wajah dihadapannya, mungkin ini pembalasannya disaat kekuatannya terkumpul melawan orang angkuh ini.
Sudut bibir itu malah menyeringai bahkan tidak gentar sedikitpun, menantang arian dengan wajah angkuhnya.
" Kau harus ingat!!! wanita ini adalah istriku "
rendra menunjuk kerah shiera yang masih dengan posisi terfuduk dilantai.
" Rendra aku mohon jangan pukul dia lagi, aku mohon "
Tatapan shiera sungguh sangat menyakitkan baginya, dia masih belum percaya bahwa shiera memohon untuk lelaki yang merebutnya darinya. Sontak dia melepaskan tangannya dan membiarkan rendra jatuh lagi.
" Shier kenapa sangat sakit, kau membelanya?, biarkan aku membunuhnya saja. Aku akan membawamu pergi shier ,kita mulai dari awal ya? "
Arian menangis, mencoba mengulurkan tangannya pada shiera. Tapi diluar kehendaknya wanita itu malah memeluk rendra yang lemas terkapar disampingnya.
" Arian kau seharusnya jangan ikut campur rumah tanggaku "
Bagai hantaman keras dihatinya, padahal arian sebenarnya juga mempertaruhkan nyawanya sebab nekat mencelakai presdir dari perusahaan Liu.
" Shier ayo ikut denganku!! "
Arian memohon pada shiera, hatinya berusaha dikuatkannya.
" berhenti omong kosong, pergilah!!! selamanya aku tidak akan mau pergi denganmu "
sebenarnya shiera ingin pergi meninggalkan rendra, selagi dia dalam keadaan lemah. Namun shiera masih memikirkan resikonya karna kalau dia pergi, rendra pasti akan membawanya kembali padanya dan akan membuat bukan hanya hidupnya tapi juga keluarganya dan keluarga arian akan lebih menderita lagi.
Shiera lebih banyak belajar sifatnya rendra setelah menikah dengannya.
" Kalau gitu aku akan membunuhnya dihadapanmu shiera "
Arian menyeret rendra dengan tangannya, bersiap ingin memukulnya.
Perbuatan arian terhenti saat seseorang meneriakinya dari belakang, dan kaget saat beberapa orang berseragam menahan tubuhnya.
" Lepaskan aku *******!!! "
" Arian apa kau tidak mau lagi tangannmu? "
Ternyata itu mahen sahabatnya rendra, entah mengapa tiba tiba dia tau kalau rendra sedang dalam masalah dan dia sigap membawa beberapa pesuruhnya untuk ikut denganya.
" Lepas !!!"
Arian melakukan perlawanan kepada dua orang pria berbadan kekar yang menahannya,namun dia tak kunjung bisa karna dua pria itu lebih berstamina darinya yang dari tadi juga lelah bakuhantam dengan rendra.
" Arian berani sekali kau menyinggung keluarga Liu, apa kau tau yang bisa kami lakukan tidak hanya padamu juga keluargamu "
Mahen mencoba mengancam arian dan sambil membantu sahabatnya rendra berdiri.
" Kau tau, jangankan keluarga Liu,orang yang paling berkuasa didunia sekalipun aku akan melawannya bila dia menyakiti Shiera "
Seakan tidak sedikitpun takut dan melihat kearah shiera yang menangis, seaakan memandangnya merupakan kekuatan untuknya.
" Cihhhh berani kau menatap istriku"
Rendra yang tadi bungkam tiba langsung marah saat melihat shiera dan arian beratatap mata.
" Sekarang kau bilang dia istrimu saat kau tadi menyakitinya dengan tanganmu. Apa kau masih menyebut dirimu seorang pria? "
Arian seakan meledek menatap rendra yang marah kepadanya.
__ADS_1
" Dia selamanya istriku, kau harus sadar dari mimpimu sekarang dan berhentilah bermimpi kau bisa dapatkan dia. "
" Rendra sialan!! "
" Mahen suruh orangmu pukul dia dan patahkan saja kakinya supaya dia jadi cacat dan berhenti mengejar istriku lagi "
Dua orang itu memukul arian dengan isyarat dari mahen, dengan mengeroyok arian.
" Jangan!! "
Shiera yang tadinya menyaksikan saja langsung memeluk arian mencoba menghalanginya.
" Ada apa shiera? apa kau juga ingin mati bersama mantanmu? "
Rendra tidak tahan dengan perlindungan shiera keoada arian, dia mencengkram rahang shiera dengan marah meskipun dia masih lemah.
" aku mohon lepaskan dia rendra! jangan sakiti dia "
" Shiera kau sangat murahan, tadi kau memohon agar suamimu selamat dan sekarang kau memohon agar mantan pacarmu terselamatkan "
" apa kau juga ingin mati? "
shiera membisu,membuat rendra tidak tahan dengan wanita dihadapannya.
" Pukul mereka!! "
Pesuruh itu menjalankan perintah dan memukul punggung shiera yang mencoba melindungi arian dengan pelukannya.
" Berhenti!!! "
rendra mendekati istrinya lagi dengan tatapan dinginnya, sedangkan mahen yang dari tadi hanya diam melihat kemarahan sahabatnya.
" Mari pulang bersamaku!! "
Rendra membelai rambut istrinya dengan tubuh sang istri yang terkapar tidak bertenaga.
" aku kan pulang, tapi jangan sakiti dia lagi "
Shiera masih sempat menawar pada rendra agar tidak menyentuh arian yang sudah pingsan lemas.
" Bagus sekali kau masih melindunginya ,tapi aku akan melepaskannya asal kau nantinya tidak boleh bertemu dengannya lagi "
shiera hanya menyeringai di dudut bibirnya, masih menatap suaminya dengan tatapan lemah dan tidak percaya. dan memeluk arian lagi, membuat kepala lelaki itu dipangkuannya. Ini menjadikan Rendra kemarahannya memuncak menatap pemandangan yang menusuk hatinya.
" Pukul mereka lagi "
Ahhkkk
Rendra mencoba mengalihkan pandangannya saat mendengar teriakan kesakitan istrinya.
" Berhenti !!"
Rendra menundukkan badannya, memisahkan shiera dari arian yang dari tadi membuat puncak emosinya.
" Apa sekarang kau bisa pulang bersamaku? "
rendra mengangkat tubuh istrinya dengan lembut, yang hanya menatapnya karna tidak bertenaga lagi.
Tubuh shiera tidak bisa lagi melawan, dan membiarkan rendra mengangkatnya. Sedangkan dia menatap rendra dengan samar samar sambil menangis lemah.
" Aku membencimu rendra "
__ADS_1
kata kata itu dia desiskan sebelum kesadarannya menghilang di pelukan orang yang dia benci ya itu suaminya sendiri .
Rendra membawa tubuh lemah sang istri dengan wajahnya yang dingin sedangkan hatinya sebenarnya sangat sakit. Diikuti dengan mahen dan pesuruhnya berjalan pergi meninggalkan arian sendiri disana.