Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Dua Hati


__ADS_3

 


Gedung itu menjulang tinggi di tengah kota, desain yang sangat mewah menjadi ciri khas tersendiri. Disana menjadi tempat untuk mewujudkan mimpi untuk berkarir menjadi salah satu perancang kelas dunia.


 


Hari ini menjadi hari pertama gadis itu magang di sana, wajah cantik dan tubuh imut seperti tidak cocok baginya bekerja. Dia lebih cocok mengenakan seragam sekolah dan bermain layaknya remaja di luaran sana.


kaki rampingnya kini sudah berpijak di gedung itu, hatinya harus kuat agar bisa mewujudkan cita citanya.


Gadis itu bernama kalisa, jika di lihat dia seperti gadis biasa yang hanya magang dan ingin berkarir. Tapi jika telusuri lagi dia bermarga Liu, kalisa liu, adik dari rendra Liu presdir perusahaan ternama Liu. Adik ipar nya shiera yang sangat dia sayangi seperti adiknya sendiri.


" ibu kalisa "


wanita cantik dan sangat modis dengan pakaian kantornya keluar dari balik pintu kepala kepegawaian. Menatap shiera dan mengisyarat kan kalisa untuk masuk.


What? ibu, apa aku setua itu. Aku yang imut begini di panggil ibu ibu.


kalisa tersadar dari lamunannya, dia baru menyadari kalau wanita itu menatapnya dari tadi. Kakinya sedikit berketar kala memasuki ruangan itu, ada hawa yang sangat dingin selain efek yang di berikan AC di ruangan itu.


kalisa merasakan ada sosok yang menyeramkan dari balik sososok yang memebelakanginya, entah dari mana dia tau tapi sudah menebaknya.


Aduh ****** nih, pasti inih orang sombong banget. Tapi aku harus semangat, dia tidak lebih baik dari kakakmu kalisa. Karna kakakmu adalah laki laki paling sombong, jadi tenang aja.


"selamat pagi pak "


kalisa mencoba memecahkan keheningan di ruangan itu, karena sedari tadi pria itu tidak membalikkan tubuhnya.


" pak, perkenalkan saya kalisa Retha. Ingin mengikuti wawancara perusahaan ini "


pria itu sama sekali tidak memperdulikan sapaan atau perkataan kalisa, gadis itu pun mulai merasakan namanya darah tingggi di usia muda.


" pak saya kalisa Retha, bileh minta waktunya sebentar pak "


Kalisa mulai merasa sangat kesal dengan keadaan yang mengacuhkannya.


Berjuanglah kalisa, mungkin orang ini budeg karna sudah tua.


Tapi jika di amati, pria itu berbadan tegap, tapi tidak ada yang tau di balik tubuh tegap itu.


" orang ini mungkin pekak kali ya."


Kalisa yang mulai marah, mencoba untuk pergi, tapi hentakan kaki itu menguncang hatinya. seharusnya dia tidak usah mengusik orang yang di depannya, dia mulai mengenali pria itu. Ingin rasanya dia menghilang saja secara tiba tiba. Da penyesalan di hatinya, perasaan yang sebenarnya baru dia kenal.


"tidak berkelas "


Pria itu mengatai shiera spontan membuat darah kalisa naik dan mengalir dengan cepat.


" ARIAN"


mata kalisa mendadak melotot dan kini berteriak dengan orang di depannya kini


" Hey gadis kecil, panggil aku bapak. Aku aasan di kantor ini "


Arian memasang wajah sombongnya di depan gadis yang baru dia kenal.


Hanya kepala kepegawaian saja pun, sombongnya minta ampun.


kalisa melawan tatapan arian yang menyepelekan dirinya.


" kepala kepegawaian pun, adalah jabatan yang sangat penting. Kamu tau aku yang menentukan kamu bisa lolos atau tidak. "

__ADS_1


orang ini bisa baca pikiran, ampun deh kayaknya dia punya ilmu hitam deh.


kalisa masih takjub dengan pria ini, padahal dia tidak berkata apapun.


" Sebagai kepala kepegawaian yang profesional aku bisa membaca pikiran seseorang dari matanya saja "


" sombong "


" orang tampan kayak saya, bebas sombong "


" narsis"


" Saya tampan, jadi terserah saya "


" aduhhh, kenapa bisa ya perusahaan ini pekerjakan orang setengah waras kayak gini ya. pastih pakai dukun ya "


kalisa menantang perilaku arian yang sombong, sepertinya arian masih menyimpan dendam tersembunyi padanya.


" terserah kamu , kamu itu malu untuk mengakuinya "


" ya ya ya ya terserah anda saja "


kalisa mulai kelelahan menghadapi sikat pria yang meninggi akan dirinya.


" saya heran saja, bagaimana bisa nona keluarga liu yang kaya bisa berniat untuk bekerja. Apa anda punya maksud tertentu? "


Arian mulai bertanya seperti layaknya detektif yang ingi mengetahui informasi


" ini adalah cita cita saya, dan sama sekali tidak ada sangkut paut dengan keluarga saya. "


" Apa keluarga Liu kekuranga uang jadi anda bekerja? "


peetanyaan apa ini, dia mencoba menghina ku.


kalisa memalingkan wajahnya, sudut. bibirnya sedikit terangkat karana jenkel.


" bagaimana kamu bisa meyakinkan saya untuk merekrut kamu, sedangkan kamu tau perusahan ini sangat besar dan hanya membuang waktu kalau untuk anak anak seperti kamu "


pertanyaan yang menyudutkan kalisa, hatinya panas sekali, ingin rasanya dia menyumpal bibir kejam dan sadis dari pria di hadapannya ini.


" kamu ya "


" panggil saya bapak ,saya atsan di sini "


" iya iya kamu memang sudah tua "


mimik wajah arian sekejap berubah, dia menarik pinggang kalisa yang ramping. menangkat dagunya sehinga mata mereka beradu.


" Lihat dengan jelas, apa aku sudah tua "


Aduhhhh ganteng......... kalisa sadar sadar jangan tertipu.


" pak lepas, ini namanya pelecehan "


kalisa sebenarnya sangat grogi, palagi melihat tatapan arian yang sangat menggodanya.


" kalau saya tidak mau "


sudut bibir arian tampak terangkat dengan senyum sinis di wajah nakalnya.


" ehhhh ehhh berarti bapak tertarik dengan wajah dan tubuh saya yang indah "

__ADS_1


kalisa apa yang kau katakan, sangat memalukan tau.


" hahahaha tertarik dari bagian mana, sangat tidak bisa di nilai dari segi mananya "


Arian melepaskan tangannya dari pinggang kalisa, menatap kakisa dari ujung rambut hingga kaki.


" dasar mesum "


kalisa sontak menutupi dadanya, sangat lucu ekspresinya gadis itu hingga membuat arian tersenyum.


" Apa yang mau kau tutupi, sama sekali tidak ada yang mau di lihat. "


" kamu ya "


tanpa sadar kalisa terjatuh di dada arian, memeluk dada bidang itu, menatap dekat pria yang bernama arian. Nafasnya tampat sangat tak beraturan, detak jantungnya berdetak sangat cepat.


" saya tau saya tampan, jadi kalau mau memeluk saya tinggal bilang saja. Tidak usah malu malau "


Arian menyadarkan kalisa yang dari tadi terdiam menatap arian dengan posisi memeluk tubuhnya.


" emmm ngak "


kalisa kehabisan kata kata, malu kini di rasakannya di hatinya.


" tidak usah malu malu, akui saja "


" Arian kamu mau apa sih sebenarnya "


" kalau saya bilang saya mau kamu, gimana? "


DUGGHHH


Kalisa terdiam seribu bahasa, tidak mengerti apa yang harus di katakannya.Tatapan itu membuat dia tidak berani lagi untu menatap.


" pak tolong serius "


" iya saya serius...... untuk mempermainkanmu "


Arian mendadak menekan dan terlambat mengucapkan kata jata terakhir nya tadi, kini pikiran kalisa sudah salah berpikir dan terlalu jau menilai pria yang sangat menyebalkan ini.


"ARIANNN "


kalisa sudah berteriak untuk kesekian kalinya,kini arian berjalan mendekati kalisa dan kaki kalisa perlahan mundur menjauhi pria itu.


" kalau kamu berteriak lagi, nanti dapat ciuman loh "


kalisa langsung menutup rapat bibirnya, menganngap serius perkataan tadi. matanya benar benar sukit di tebak, pria seperti apa arian ini? dia tidak tau.


" okey okey ,aku heran bagaimana bisa kakak ipar ku tahan dengan orang seperti mu "


" siapa? "


" siapa lagi kakak ipar ku, ya pasti kak shiera karna dia istri kakak ku Rendra Liu "


Ekspresi wajahnya langsung berubah, mendadak auranya menjadi sangat mencekam dan canggung.


" DUDUK ,Kita mulai wawancara "


Situasi keadan di ruangan ini mendadak berganti menjadi ketegangan, kini dia benar benar merasakan aura wibawa dari seorang atasan. mencoba menyelidiki dan menyaring dari calon karyawan yang ingin bergabung dengannya, kini hanya ada kecanggunagn di antara mereka berdua di dalam ruangan yang indah dengan suasana mengerikan.


***Apa ada yang salah?

__ADS_1


kalisa hanya pasrah dengan keadaannya sekarang***.


__ADS_2