
Rendra masih dengan posisinya yang polos tanpa busana, betapa malunya dia tidak bisa melanjutkan kegiatannya karna shiera tengah sibuk dan menatap heran punggungnya .
Tampak seperti bentolan bentolan kecil kecil, terlihat ada beberapa.
" aduhhhhhhh shiera kamu mau mati ya "
Rendra menahan perih punggungnya saat shiera memencet bentolan itu.
" ihhhh ini berair, ini semua karna kamu jarang mandi ya? "
Shiera memasang wajah yg mengejek suaminya, membuat wajah rendra mengencut ingin rasanya dia mencubit bibir kecil istrinya yg dari tadi nyiyir karana tubuhnya.
" shiera kamu ini ya udah tau suami kamu lagi sakit, bukannya di perhatiin, di sayang atau di peluk. Tapi malah di katain belum mandi, kamu jangan buat aku marah ya "
Rendra lebih menatap tajam istrinya, sungguh tatapan yg lain dari biasanya seperti dia bingung dan ingin di perhatikan oleh sang istri.
" siapa suruh kamu nyiksa aku terus "
shiera memasang wajah cueknya, perasaannya kini mungkin ingin membalaskan dendamnya yg selama ini dia pendam.
" kamu tau penyakit cacar air ini menular, aku tidak mau ini tertular pada tubuh ku "
" menular? pada tubuhmu? "
Rendra menatap tubuh shiera yg berbungkuskan Bra saja, dia menelan ludahnya, hilang sudah suasana yg susah payah dia bangun.
" Rendra sialan!!!! apa yg sedang kamu lihat? " shiera menutup dadanya dengan tangannya.
" aku sedang melihat warna Bra mu, seleramu sangat norak hehehe warna ungu " rendra tertawa kecil, matanya masih tertuju pada bagian dada istrinya.
" ehhhh kamu ya "
Shiera berjalan menjauhi rendra, tapi suaminya itu singap memeluk istrinya.
" woii lepas "
tubuh shiera memberontak, berusaha lepas dari gengaman iblis yg sekarang suaminya.
*ahhh apa ini kenapa aku merasakan sesuatu mengeras*...
Shiera melihat posisinya sekarang tepat berada di pangkuan rendra, sontak tangannya menutup matanya.
" rendra sialan!!! lepas!!! pakai celana mu sana!!! "
Bukannya melepaskan, malah semakin memeluk erat tubuh istrinya agar terus duduk di posisi yg di inginkannya.
" sayang kalau kamu terus bergerak, nanti kamu tidak ku izinkan berhenti loh "
akhirnya shiera menurut, dia diam dan membisu. perasaannya kini sangat malu dengan posisinya saat ini.
shiera apa apaan ini? kamu itu gadis polos, sekarang kamu sedang melakukan hall yg sangat tidak di percaya sama sekali.
" Sayang, aku mau cari obat untuk mu. Lepas ya"
shiera memasang wajah memelas, dia sangat tidak nyaman pada bokongnya.
" emang kamu tau ?"
" tau dong sayang, kamu tau kalau cacar air itu ngak segera di obati ngeri banget loh sayang "
__ADS_1
Ekspresi nya shiera benar benar membuat rendra merinding, menunjukkan bahwa penyakitnya seperti parah saja.
" emang kayak mana?"
" nanti kamu ya pertama demam, terus meriang, sakit gigi kayak ngilu gitu, terus kejang kejang, terus susah bicara, terus ..."
Shiera meyakinkan rendra, membuat wajah suaminya jadi khawatir.
****** kamu rendra!!! hahahaha ini pembalasan aku.
" terus apa? "
wajah rendra mendadak pucat pasi
" te.. russ, mati " katanya pelan
" Apa? kamu nyumpahin suami kamu ya "
Rendra mendadak berdiri, membuat shiera kaget dan jatuh dari pangkuannya.
" aduhhh sakit bodoh"
" kamu bilang apa? "
Mata shiera terbelalak melihat pemandangan di depan Wajahnya, sontak dia menutup matanya.
" tidak sayang, kamu pintar dan aku bodoh hehehe"
" kamu cepat cari tau penawar untuk ku, kalau ngak ketemu,kita akan mati bersama "
" ogah " kata shiera berbisik
" haa, aku bilang sayang kamu akan sembuh "
******
Mobil mewah yang di kendarainya itu terhenti di rumah yang cukup besar, desai rumahnya pun terbilang menawan untuk di pandang.
" non shiera "
sapa pelayan yg akrab bagi shiera, dia sudah lama tidak bertemu dengan pelayan rumah yg kini dia datangi.
" buk, apa kabar? "
" baik nona " senyum wanita paruh baya itu ramah.
" buk, apa ada naina? "
wanita itu masih memperhatikan shiera dengan tatapan heran, seperti ada yang berbeda pada diri shiera yang tidak ia mengerti.
Shiera yang di hadapan wanita itu memang bukan lagi shiera yang kenal dia dulu. ceria, murah senyum, dan selalu bersikap apa adanya.
yang berdiri kini adalah shiera penuh berpura pura menutupi jati dirinya, gayanya shiera terlihat lebih angun dan sorot matanya lebih sayu.
" ada ,sekarang ada di kamar "
Pelayan wanita itu mempersilahkannya masuk, terlihat bayangan dulu terlintas di ngatan shiera. Dia melihat sofa yang dulu sering mejadi tempat mereka bersenda gurau, dirinya, kedua sahabatnya neina dan chika, dan rendra.
Hatinya tergores, mengingat kejadian masalalu yg mungkin sangat sulit untuk terulang lagi, matanya kini berkaca, kerinduan menjerit di hatinya.
Aku rindu...
Agak lama di menungu di ruang tamu, tiba tiba muncul gadis cantik, tubuhnya bisa di bilang pendek, kalau dia pakai seragam sekolah mungkin masih terlihat cocok.
__ADS_1
" shiera sayang "
Gadis itu memeluk erat tubuh shiera, mencium pipihnya sangat perasaan yang sangat akrab yang sangat di rindukan.
" ihhh neinaa lepasin aku ngak bisa nafas tau "
Neina memluk shiera tanpa sadar pelukannya mencekik leher shiera.
" uhhh aku kangen, mentang udah punya suami lupa sama Sahabatnya. "
" umm ngak mungkin lah aku lupa sama si kecil kami ini "
" si kecil? kamu kira aku anak anjing apa? "
neina mendadak manyun, benar terlihat sangat imut.
" ngak deh neina itu paling imut baik dan cantik "
" aku tau " kata neina datar
punya temen narsis banget yah
" gimana gimana? udah hamil? " tiba tiba ekspresinya neina berubah alay dan membuat shiera jaget.
" anak bodoh yg satu ini ya , bukannya tanya kabar,malah tanya hamil, ngak nyambung tau "
" shiera sayang, kamu tau kan aku orang yg pintar. kamu tau kenapa aku tanya seperti itu soalnya kalau kamu itu hamil berarti kamu sehat dan keadaannya baik, berarti tuan liu si Rendra itu lembut karna selalu memanjakanmu dan kalian saling mencintai untuk bermesraan. Dan itu artinya kamu bahagia. "
Penjelasan neina benar benar membingungkan, entah analisa dari mana yang dia dapat. memang sahabatnya ini ajaib dan luar biasa.
" uhhh kamu ya "
shiera mengelitik pingang neina dan mereka pun dengan asiknya becanda dan waktunya shiera melepas kegelisahan hatinya pada sahabatnya.
Kringggg
Tanpa dia sadari ternyata sudah lama sekali mereka bercerita, dan lebih gawat lagi shiera lupa kalau suaminya menunggu dia di rumah.
" Astagaahhh "
Teriak shiera melihat hand phone nya yang ternyata banyak sekali pangilan tak terjawab dari rendra.
" kenapa ?"
tanya neina heran.
" gawat!!! iblis itu pasti akan. membunuhku "
" apa? "
" tadi sebenarnya aku mau tanya sama tante obat cacar air itu apa, tapi malah kesikan ngobrol. Jadi lupa "
wajah shiera panik sekali, kakinya bergetar dan tidak mau pulang .
*Bagaimana ini? Aku memang istri yang ceroboh, udah tau suami lagi sakit malah di tinggal lama. Ehhh ehhh tungu dulu, aku tadi bilang dia suami.........
******Hay saya berharap agar semuanya jangan lupa ya untuk:
* Vote
* like
* tekan favorite
__ADS_1
* dan saya terima komentar saran kalian semua 😁😍😍😘*******