
ย
**Happy Reading**
๐บ vote
๐บ like
๐บkomen
ย
Kalisa berlari menelusuri setiap lorong yang ada digedung itu ,membuka setiap pintu yang dia temui ,kali ini dia membutuhkan orang itu sangat butuh karna hatinya sangat sesak sekarang .
ย
" Hiks ..hiks..." isaknya berlari tidak tentu arah ,kepenjuru yang dia dapati .
ย
Pria itu menoleh kepada kalisa tersenyum .
" Akhirnya " ucap kalisa berlari dan memeluk pria itu .
Pria itu kaget karna melihat tangis gadis itu pecah dalam pelukannya ,dan rekannya yang tadi berbicara dengannya terganggu sehingga dia memberi pegertian dengan isyarat tangannya untuk pergi membiarkan mereka berdua disini .
" Hey ...gadis kecilku ada apa ?" tanyanya oada kalisa dan membalas pelukannya .
" Aku hanya ingin menangis ,apa sekarang aku tidak boleh memeluk kakak lagi ?" tanya kalisa masih menenggelamkan wajahnya pada dada bidang itu .
" Bukan begitu maksudku ,aku hanya ingin tau mengapa air mata yang mahal itu bisa jatuh ." katanya menjelaskan .
" Kakak !" panggil kalisa .
__ADS_1
" Iya " sautnya .
" Kakak belum mandi ya ?" tanya gadis itu lagi,mendongkakkan kepalanya melihat orang yang sedang dia peluk .
" Kenapa bertanya begitu ?" malah kembali bertanya tidak melepaskan dekapannya .
" Kau bau mayat !" Tukasnya mengendus bau pakaian pria itu .
" Ohhh iya memang tadi aku baru dari kamar mayat " jawabnya santai .
" Kakak bercanda ? aku akan tertular nanti " ucap kalisa ingin menjauh tapi ditahan .
" Kakakmu seorang dokter tentu saja akan berurusan dengan hal sejenis itu ,dan kau yang tiba tiba memelukku " katanya yang ternyata dia adalah Dr Ikh dan kaliasa sedang berada dirumah sakit tempat sang dokterbekerja .
" Apa kerennya sih berurusan dengan obat ,darah ,dan hal yang mengerikan seperti itu " ucap kalisa yang malah perhatiaan nya jadi fokus dengan keadaan suasana disekitarnya .
" Anak kecil sepertimu tidak akan mengerti " tukasnya .
Ikh mencubit pipih kalisa yang wajahnya sungguh mengemaskan dimata ikh ,kembali memeluk tubuh mungil gadis itu seperti menyampaikan kerinduan yang sangat besar padanya .
" Kau masih tetap gadis kecil dimataku ,dan selalu akan seperti itu " ungkap dr ikh .
" Tapi aku sudah dewasa sekarang ,kau lihat aku sudah bekerja " ucap kalisa lalu memutar mutar tubuhnya memperlihatkan dengan bangga seragam kerja yang dia pakai .
" Aku tidak peduli ,kau masih gadis yang sama sejak pertama kali aku menegnalmu dan kau memanggilku kakak dengan manja sama seperti yang kau lakukan sekarang " ungkapnya dan tangannya mengelus kepala kalisa .
" baik kakak ,kalau begitu aku akan menjadi gadis kecilmu selalu mau bagaimanapun nanti .Janji ya " katanya tersenyum ,entah mengapa hanya dengan pelukan itu hatinya tenang dan senyumnya kembali muncul setelah mendengar suara itu .
" Janji ,tapi sekarang kau berhutang penjelasan padaku mengapa kau menangis sampai membuat bajuku terkena ingusku " ucap Dr ikh menyadarkan kallisa kelakuannya yang memang tidak terduga sama sekali ,dan rasa malu karna melihat jas putih ikh basah .
" Kakak itu bukan ingus ,tapi itu air mataku " Elak kalisa ,dia menjaga jarak dari ikh .
" Kau malu ? mau cerita sambil makan siang ?" Tanya ikh mengajak gadis itu pergi.
__ADS_1
" Ini sudah sore dan kakak belum makan siang ?" Tanya kalisa kaget karna mendengar ajakan pria itu tidak sesuai waktu keadaan sekarang .
Ikh mengelengkan kepalanya ,bibirnya manyun membuat dia tampak gemas dimata kalisa untuk ukuran bayi besar yang imut .
" Husss ( mengenduskan nafas panjang ) kalau aku jadi istri kakak aku pasti akan memarahi kakak sampai gendang telinga kakak rusak " kata kalisa kesal dengan asal mengucap yang tidak dia sadari kalimat yang keluar dari mulutnya bermakna mendalam bagi Dr ikh .
" Sudah ayo temani aku makan " Ajak ikh merangkul pundak kalisa yang tubuhnya sangat jauh tinggi darinya .
๐ป๐ป๐ป
" Dimana ini? " ucap Rendra setelah tersadar dari pingsannya menyadari dirinya ada di kamar yang asing .
" Kau ada di apartemenku " saut mahen yang ternyata dari tadi duduk mengunakan kursi tunggal yang matanya dari tadi mengawasi Rendra .
" Kau tidak bekerja ? Apa kau tidak takut kalau gajimu aku potong " kata Rendra yang malah fokus pada sosok yang sedang bolos bekerja .
Rendra mengutuki hatinya karna sekarang dia tau kalau menyelamatkan Rendra dari bar itu tidak ada untung sama sekali ,dia sangat ingin membuat orang itu pingsan lagi saat tau kata kta untuk dirinya bukanlah rsa terima kasih melainkan kata kata membuat hatinya panas .
" Apa kau tidak berencana untuk pingsan lagi ?" tanya mahen tidak tau lagi harus hal yang seperti apa untukenjawab pertanyaan Rendra .
" Kau mengejekku ?" ucap rendra merasa tersindir .
" Sudahlah ,lebih baik aku menghubungi istrimu supaya kau cepat pulang dan istirahat menenangkan pikiranmu " kata mahen merogoh saku celananya tapi Rendra mengangkat tangannyaemberi isyarat supaya tidak meslakukan itu .
" Jagan lakukan itu , aku tidak mau dia meliihatku seperti in" jawab Rendra .
" Jadi apa yang mebuat presdir liu inj sedih" tanya mahe ingin tahi alasan nya .
Rendra malah memabalikkan tubuhnya membelakangibwajahnya ,dan tidak melanjutkan ucapannya .
" Aku mau tidur ,jangan ganggu aku " ucap Rendra memejamkan matanya .
Next episode ya
__ADS_1