
Dia masih duduk lemas, bibirnya sedikit bergetar,matanya sayu ,hatinya terasa kacau. Ada sedikit kecemasan dalam hatinya, memikirkan orang yangvtengah menungu dirinya di rumah.
" hey shiera bodoh, ini sudah jam berpa. Mau kapan lagi kamu pulang? obat cacar air saja kamu tidak tau. "
neina meledek ,tangannya menjitak kepala sheira, berharap sahabatnya itu tidak keras kepala.
" aku tidak menyukai dia "
shiera mencoba mengelak perasaannya untuk tidak peduli, dia selalu mengingat perbuatannya. perasaannya belum merelakan untuk mencintainya.
" ihhhh hey gadis bodoh tapi sekarang itu adalah tugasmu, kamu sudah terikat dengan dia. "
" di berbeda " matanya menatap kelantai, entah apa yg di cari di situ.
" dasar bodoh, sheira cobalah buka hatimu .Lagi pula kau juga bukan seorang gadis lagi jadi berhenti bersikap seperti gadis labil"
" NEINAA" matanya seperti menyambar tatapan neina.
" hehehehe ampun tuan putri,..... tapi kamu tidak gadis lagi kan ?"
neina masih ingin mencari tau atas pertanyaannya, pikirannya masih penasaran pada hubungan sahabatnya.
" KEPO banget sihhhhh " sheira beteriak kencang di telinga sahabatnya.
" ya udah pulang sana "
" ohh jadi ngusir nih "
" iya "
"okey "
Neina segaja membuat sahabatnya itu jengkel, dan berhasil mengerakkan hati sheira untuk pulang.
Baru beberapa langkah shiera berjalan ke pintu depan, hatinya bergetar dan bingung.Dia mencoba menahan hatinya untuk tegar dan kuat.
Pria itu sekarang tepat di hadapannya, matanya sama seperti shiera menahan agar tiada air mata yang keluar, persaan yang ingin segera di luapkan bersama. Namun wanita itu sadar bahwa sudah ada jarak di antara mereka, jarak yang menghancurkan hubungan yang mereka bangun dulu.
" Shier "
lagi lagi pangilan itu terdengar, pangilan yang memenangkan hatinya. panggilan yang begitu akrab.
Dia tidak bisa menahan lagi, air matanya perlahan mengalir, bukan hanya itu hatinya sebenarnya mengatakan ingin segera di padamkan oleh kerinduan ini.
" kamu "
" shier, akhirnya aku bisa bertemundengan mu lagi "
Dia mendekati shiera, mencoba mendekap tubuhnya. Tapi shiera melangkah mundur bila pria itu mendekat.
"Arian "
haya itu yang lolos dari bibir shiera yang bergetar dan mulai mendingin.
" Shier, kembalilah kepadaku. Aku mohon tolong jangan begini. "
Dia nencoba mendekat kepada wanita yang sangat dia cinta, tapi dia mulai menyadari bahwa wanita itu bukanlah perempuan yang dulunya manja padanya dan selalu mengandalkannya.
" Airian, aku harus pergi. "
__ADS_1
" ku mohon jangan pergi lagi, aku selalu mencoba untuk dekat denganmu tapi kamu tau Rendra selalu menghalangi ku. Aku tidak pernah menyerah untuk mu, bahkan bila nyawa ku pun harus lolos di tangannya, aku pasti akan rela karna aku tidak pernah menyerah. Kamu harus tau. "
" Arian, jangan begini. Mari kita mulai dari awal ,dengan persahabatan? "
shiera mencoba menghibur Arian, padahal hatinya pun sangat sakit mengatakannya.
" Aku tidak mau hal yang seperti itu, aku ingin kita kembali seperti dulu ."
arian menahan tangan shiera, tangan yang dulu sering dia cium, tangan yang pernah membelai rambutnya dulu.
Shiera melepaskan gengaman itu, mecoba untuk melangkah pergi. Tapi tubuh kekar itu menahan dan mendekap hangat shiera, ada persaan yang mengalir antara mereka.
" kumohon jangan menyiksaku begini, aku mohon kembali shiera, kembali.
Arian membisikkannya dengan lembut, matanya mentap hangat mata shiera.
" arian aku mau pulang "
shiera menangis, dia tidak bisa berbohong bahwa dia sangat rindu.
" jangan pergi "
" arian, aku selalu bersamamu. Tapi tidak sebagai kekasihmu melainkan sahabat mu seperti dulu "
" aku tidak mau, aku ingin memilikimu seutuhnya. "
" arian, suamiku sedang menungu ku "
kata kata itu menusuk hati arian, dia terasa terpukul karna shiera mengingatkan nya akan pria yang telah merebut wanitanya.
" kau memangilnya suami shiera? apa kau tidak ingat bahwa itu pangilan yang kau janjikan padaku dulu. Jangan begini shiera, hatiku perih. "
Arian lebih kuat lagi mendekat shiera dari belakang, berusaha untuk meluluhkan hati yang kini telah mendingin.
shiera menagis, tatapannya kini sangat pasrah pada keadaan. Mata yang dulu selalu meluluhkan hatinya, bahkan smpai sekarang.
Tangannya perlahan lepas dari bahu shiera, mata itu benar melluluhkan persaannya. Kini mata itu bersedih tapi dia mersa itu bukanlah untuk nya melainkan kini untuk pria lain.
Arian masih terpaku melihat wanita nya pergi meninggalkannya, dia tidak lagi menahannya dan bahkan dia tidak mampu.
**********
pipihnya masih basah, dia mencoba menguatkan hatinya. Lankahnya tak di hentikannta, kini dia mencoba untuk pergi kemasa depannya.
shiera melihat suaminya terbaring di tempat tidurnya, dia mendekat mencoba memriksa keadaannya.
" kenapa lama sekali, apa kau ingin aku mati. "
Rendra mencoba untuk duduk, kini wajahnya terlihat pucat. Shiera kini sudah membawa obat itu di tangannya.
" Maaf "
Shiera menangis, dia tidak tau persaan apa ini. apa ini karna terlambat memvawa obat atau karna kejadian tadi. Dia pun tidak mengerti.
" hey, sudahlah kamu jangan menangis. Aku tidak sedang selera mengabisi mu "
Dia menarik tangan shiera, membuat dia duduk disampingnya.
" aku ingin memelukmu beberapa saat, tubuhku sangat tidak enak. "
__ADS_1
Kehagatan itu dirasakan oleh shiera, dia membiarkan panas suaminya perlahan di rasakannya.
" Rendra maafkan aku "
" istri bodohku ini sangat cengeng, tidak apa apa kamu lama membawa obat itu. Yang aku butuhkan sekarang adalah dirimu "
Perkataan itu menyadarkan shiera, apa dia benar dia sedih karna telat membawa obat?.
" shiera aku sangat tidak enak, tapi kamu harus menjauh dariku. "
mata itu menatap hangat sekali.
" menjauh? "
" kamu bodoh ya, aku terkena cacar air. Nanti kamu bisa tertular,kamu tau itu tidak baik untuk anak kita nanti. "
***Dasar presdir bodoh, dia hanya asal menebak saja. Dia belum bertanya padaku aku sudah pernah terkena penyakit kulit itu sebelumnya atau tidak. Dasar hanya menganalisi sendiri saja.
Tapi dia bilang tadi kalau tidak baik untuk anak nanti, si gila ini memang selalu aneh. Aku saja tidak hamil bagaimana bisa dia bilang untuk anak kita***.
" kamu bodoh ya, aku sudah menyentuhnya dulu sebelum kau menyadarinya. "
" apanya? apa yang kau sentuh tanpa aku menyadarinya. kau ini memang nakal "
Apa yang dia pikirkan sekaarng, dasar aneh. Masih sakit saja semapat memikirkan yang lain.
" Rendra bodoh, kamu lupa ya kalau tadi aku memegan cacar air di kulitmu jadi tidak ada gunanya lagi aku menghindar. dan kau juga memelukku sekarang. Dan kamu tenang saja, karna aku perna merasakan hal seperti ini sebelumnya. Jadi aku tidak akan terkena lagi. "
" ohhh ya, kenapa aku tidak tau "
" karna kau bodoh "
" kamu sangat nekat ya ,mengataiku bodoh "
mata rendra melotot, tapi kini hati shiera sedang tidak mudah tergoyahkan.
" hey hey hey. kalau kamu berani macam macam. Aku akan pergi dari disini dan biar saja kamu urus dirimu sendiri. "
kali ini rendra patuh dengan kata kata istrinya, bahkan dia menurut saat shiera menyentuh tubuhnya untuk mengoles obat perih dan untuk melawan virus cacar airnya kini.
bentolan itu semakin banyak, bahkam sudah ada beberapa di wajah nya.
" apa aku terlihat jelek ?"
kini seperti ada kekahwatiran dalam hati pria ini, dia mencoba memastikan apa istrinya tidak jijik kepadanya.
" Sayang, kamu sangat tampan. jadi tenang lah "
DUGGHHH
Kata kata itu hampir membuat jantung rendra copot, perkataan istrinya benar benar ingin membuatnya melayang. Kini pria tanguh dan sombong itu tampat malu karna pujian istrinya yang bernama shiera itu.
***jangan lupa
* vote
* like
* komen
__ADS_1
* dan tekan reting lima di penilaian ya 😁😍😘😘**