
HAPPY READING SEMUA😘😘
Udara dingin yang memenuhi tempat ini begitu terasa, beberapa orang berlarian di luaran karna ternyata keajaiban alam sedang terjadi saat ini. Air dalam bentuk tetesan yang turun dari langit seakan mau menyapa bumi dan bersentuhan dengan apa yang didalamnya. Seiring dengan keadaan itu juga disambut oleh angin yang lumayan kencang, mendinginkan hawa tubuh orang yang disekitar itu. Entah mengapa kejaiban alam itu yang dinamakan hujan itu sering ditemani langit yang mendadak gelap,tidak tau itu pertanda bumi senang atau tidak.
Sekarang Shiera terjebak dengan pria itu, menunggu kapan hujan akan pergi.Mereka memilih Cafe kopi sebagai tempat mereka berteduh sembari menikmati secangkir minuman kopi yang menghangatkan tubuh mereka. Wanita itu melirik kearah jam mini yang mengantung menghiasi tangannya, entah mengapa kali ini dia ingin waktu berputar lebih cepat agar dia bisa keluar dari susana canggung yang tengah dia hadapi.
Tapi waktu dan dan alam sedang menipunya karna dia melihat jarum jamnya menunjukkan pukul 14.30 dan itu tidak sesuai dengan langit yang dia kira seperti menuju malam saja.
Dia melihat kearah jendela yang tranparan yang bisa tembus untuk melihat keadaan luar juga, sebelum matanya tanpa dia duga memandang kearah pria itu.
" Apa luka kemarin sudah sembuh? " tannya shiera memcahkan keheningan.
Dengan senyum pria itu membalas " Apa kau khawatir padaku? tenang saja Luka kecil ini dapat dengan mudah aku atasi " guyon Arian.
" Emm... aku lega mendengarnya " balasnya canggung. Namun dalam hatinya benar benar begitu bahagia dengan kabar itu.
" Kau jangan senang dulu ,karna masih ada satu luka yang begitu sakit hingga obat manapun tidak mempan untuk itu " ungkap pria itu masih dengan senyumnya yang membingungkan shiera.
Wanita itu menatap dengan mata sendu seakaan dirinya tidak tau maksud lawan bicaranya, tapi sebenarnya dia menipu dirinya sendiri memilih untuk berpura pura tidak memahami.
" Kamu membeli keju ? Haha shiera kulitmu bisa memerah kalau kau memakannya, jangan memaksakan untuk mencobanya ." kata Arian mengingat hal yang tidak disukai wanita itu.
Wajah shiera bahkan tidak bereaksi mendengar tawa pria itu." Ini untuk suamiku " cetusnya.
Bagaikan tersentak kini perasaan Arian mendengar ucapan singkat itu.
" Hehe apa kau diperlakukan dengan baik? " Tanyanya, sambil meneguk secangkir minuman yang sudah tersedia dihadapannya.
" Dia baik " kata shiera membalas singkat dan memandang Arian yang bahkan tidak melirik padanya .
" Apa kau sudah mencintainya? " Tanyanya lagi.
__ADS_1
Shiera memilih diam dan tidak memandangi, dia dapat melihat mata yang terdapat rasa sakit dan amarah didalammnya, dan dia sendiri tau apa penyebabnya.
" Apa itu semua harus aku jelaskan padamu? " kata shiera datar.
" Kau benar shiera, sekarang aku lupa dengan statusku sekarang. " balasnya dengan mengendus nafas kecil yang membuatnyaseperti meledek dirinya sendiri.
" Sepertinya pertemuan kita harus berakhir karna aku harus segera pulang, dan aku berharap saling menghindari adalah jalan yang terbaik. " kata shiera sembari beranjak dari tempat duduknya setelah mengucapkan kata kata yang diucapkannya dengan datar.
Shiera mempercepat langkahnya, dia mengambil sebuah payung yang tersedia di teras cafe tempat dia berteduh tadi. Memilih menerobos hujan yang sedikit mereda dibandingkan dengan tadi. keputusan yang langsung dia lakukan dengan cepat dari pada dia harus menghadapi jawaban yang sangat dia hindari.
Tanpa dia sadari buliran air matanya telah menyatu dengan hujan yang turun, mengalir begitu saja. Sungguh sangat dia syukuri karna dia dapat menyembunyikan kesedihan itu.
Hingga dia dapat merasakan tangannya ditarik oleh seseorang hingga tubuhnya ikut berbalik melihat siapa orang itu,dan benar saja pria itu tidak melwpaskannya begitu saja.
" Apa kau shiera yang kukenal? mengapa sekarang persaanmu mati begitu saja? " katanya dengan nada tinggi sambil mencengkram tangan shiera dengan kuat.
" Tolong lepaskan! " suruh shiera sambil tangannya memberontak kesakitan karna gengaman pria itu cukup menyakitkan untuknya.
" Bersikaplah dewasa! kau harus menhadapi kenyataan meskipun itu meyakitkan! " kata shiera semakin memberontak, dia terus berusaha lepas dari orang itu, memukul tangan kekar pria itu dengan tangan mungilnya meskipun dia tidak sebanding.
" Kau menganggap kalau aku tidak dewasa? apa kau tau aku selalu memaskasakan diriku untuk tenggelam menyikapi semua yang telah berubah dalam sekejap dengan dewasa. Apa kau tau bagaimana rasa sakit yang menghampiri hal dalam dunia nyatamu dengan berkata kau harus bersikap dewasa. Apa kau pikir kalimat itu mudah? mengapa kau menjadi wanita yang sangat kejam? dan bodohnya aku kau tau? Aku tidak bisa membencimu, HAHAHA... Bahkan kau sangat dingin mengahadapiku " Kata Arian meluapkan peerasaan yang dia pendam. selama ini.
" Melupakan... itu jalan satu satunya " kata shiera berteriak pada Arian, sungguh air mata nya mengalir ketika kalimat itu terucap dari mulutnya. Pecah sudah kesedihannya, air matanya semakin mengalir .Dia mencoba menipu dirinya, menipu orang itu, menipu dunia dengan berkata dia baik baik saja.
" Hahaha... ya melupakan ,itu memang jalan untuk mengakhiri siksaan ini. Aku sangat payah dan terlihat lemah dalam hal ini, aku tidak seperti dirimu yang sangat pandai berbohong. "
" Kita harus terus melangkah Arian !" cetus shiera.
" Aku sangat payah, aku pria lemah yang menangis karna percintaan. Aku bodoh karna begitu cepat meletakkan dirimu sebagai wanita kedua untuk terus kucintai setelah ibuku " ungkapnya lagi mengutarakan isi hatinya.
" Maafkan aku! Maaf! Maaf " kata itu terus terucap dari bibir mungil shiera perasaan bersalah yang terus ada membayanginya semakin menjadi setelah mendengar ungkapan arian.
__ADS_1
Wanita itu menundukkan kepalanya sambil terus mengucapkan maaf dengan suara kecil yang samar samar bisa Arian dengarkan, shiera mengindar untuk tidak melihat Arian. Dia tidak mau terlihat menyedihkan didepan pria itu, biarlah hanya dia yang tau betapa sedih dan sakitnya hatinya saat ini.
" Maaf? hehehe... Aku juga ingin mebalasmu dengan bilang aku memaafkanmu, tapi aku tidak bisa, mengapa shiera? mengapa sangat sulit? Atau mingkin cara untuk melupakan itu hanya dengan jalan membuat hatiku mati dan membeku, Kematian apa itu jalannya ?"
TPAKKK
Sebuah tamparan melesat dipipih Arian, dengan tatapan kosong shiera melihat kearah orang itu.
" Apa kau tau shiera, bahkan tamparan ini lebih aku sukai dari pada penghianatanmu " ucap Arian.
Untung saja tempat mereka berdiri sekarang tidak ada yang lewat, sunyi dan mendukung mereka untuk melampiaskan kekesalan satu sama lainya.
" Aku bukan lagi gadis yang bisa berdiri disampingmu Arian, aku sekarang shiera Liu. " Kata shiera sembari menunjukkan sebuah cincing yang melingkari jari manisnya.
Lagi lagi perbiatan shiera menhantam hati pria itu, betapa rasa sakit yang sangat dalam setelah melihat jari wanita itu telah diisi dengan sebuah cincin dari pria lain dan bukan dirinya. Sangat sakit karna wanita dihadapannya dulu telah berjanji menunggu dirinya memasang benda itu di jari manisnya, dan dia tersadar seharusnya dia tidak boleh mempercayaai perkataan manusia dengan mudah.
TUTUT..T.. T... ( Sura klakson mobil yang terdengar keras)
Suara itu cukup membuat mereka tersadar, dan bahkan lebih membuat mereka khawatir setelah melihat Siapa yang mebuat asal suara itu.
***Wajah shiera memucat dan mendingin dalam sekejap setelah melihat orang itu adalah hal yang paling bisa membuat dirinya untuk berpikir menghilang.
Kini orang itu turun dari tempat dia berlindung yaitu dari mobilnya sendiri, dia mengunakan jas yang masih terlihat rapi, penampilannya yang masih berkarisma namun dengan hawa mencekam disekitarnya. Orang itu turit ikut dalam suasana hujan yang hanya terlihat sebagai rintikan, ikut membasahi tubuhnya sama seperti Shiera dan Arian***.
" ***Apa istriku lagi senang bermain hujan? " Kata pria itu pada shiera dengan senyum Smirknya dan tatapan dingin yang selalu menjadi ciri khasnya.
Hy semua 😊
Lebih menyenangkan Loh setelah membaca sertakan Like, Vote, dan Saran kalian semua 😉***
Sampai jumpa di next episode ya 😍
__ADS_1