Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
OHH


__ADS_3

 


Arian yang terus melihat kalisa tanpa henti perlahan membuat kalisa sendiri risih, dia terus mengunyah makanan itu dan sesekali membuat giginya berbinyi karna merasa aneh .


 


" kenapa? sakit gigi kamu? "


Arian memperhatikan gigi kalisa yang dari tadi dan diapun merasa risih.


" sok tau kamu, gayaku memang seperti ini kalau lagi makan. "


 


kalisa melanjutkan lagi kegiatannya dengan hal yang dia katakan sebagai ciri khasnya.


Memori itu kembali lagi terlintas dibenaknya, saat itu dia masih bersama dengan wanita yang dia cintai. Dia masih mengingat tentang cara makan wanita cantik itu, dengan lembut memasukkan makanan kedalam mulutnya, bahkan sangat lembut, hingga pernah dia membawa wanita bernama shiera itu ke caffe dengan desain beruang bear yang sangat dia sukai.


Masih terlintas waktu itu shiera menangis saat arian memakan cake yang terdapat lukisan beruang pink tanpa perasaan, karna jujur dia sebenarnya geli dengan hal itu dan sangat lah tidak wajar dia sebagai pria normal yang harus menangis kalau ingin memakan kue lucu itu seperti kekasihnya.


Kebiasaan shiera saat makan selalu minum dulu dan menarik nafasnya sebelum dia menyerbu makanan. Dan dengan ikhlasnya arian harus mau menjadi fotographernya untuk mengabadikan setiap momennya.


Bahkan seperti tugasnya hanya untuk membantunya mendapatkan pose yang menarik disetiap kejadian yang istimewa baginya.Itulah shiera, gadis yang sangat ceria dan jarang mengumbar kesedihannya pada siapapun. Namun arian adalah orang yang paling dekat dengan shiera waktu itu, kekonyolan dan tabiat wanita itu kurang lebih dia tau .


Hanya ada sesal dalam diri arian saat ini, karna saat itu dia belum bisa menjadi kekasih yang baik untuk wanita itu, karna dia tau shiera selalu mengandalkannya itupun membuat arian merasa kalau dirinya tidak akan pernah kehilangan cintanya.


 


" Aku mengandalkan mu arian, kumohon kau menjaganya "


 


Mata sayu itu menatap arian dan menghampiri tubuhnya, memeluknya dengan hangat. Jantung yang berdegup kencang dan suasana yang romantis kala mereka sedang berada di ujung bukit yang dimana mereka sedang traveling waktu itu.


Dia masih menyesalinya saat dirinya kerap kali berbohong ,arian yang sering berbohong untuk mencari alasan saat shiera ingin bertemu dengannya. Dia yang bahkan sering memilih untuk pergi ke bar bersama teman temanya ,sekadar untuk mengasikkan diri dalam duania gemerlap malam.


Memang pria itu tidak pernah ada punya niat untuk mencari wanita disana, namun minuman tidak lepas darinya. Shiera wanita yang sabar disaat dia tau pacarnya membohonginya, shiera bahkan berpikir bahwa dia gadis yang membosankan sehingga dia hanya bisa pasrah saat pacarnya ada di dalam bar.


Hingga saat itu tiba ,dimana kesempatan untuk menjadi lebih baik seperti keinginan gadisnya musnah begitu saja. Arian terlalu bodoh berpikir kalau dia tidak akan pergi, karna dia merasa yakin kalau kata kata yang mengandalkan dirinya dia artikan selalu tetap disisinya.


Dia masih ingat saat gadis cantik dengan rambut panjang hitam yang sangat cantikdengan lesum pipih diwajahnya yang sealu teroihat kala dia berbicara dan tetawa, gadis yang cantik dengan kesederhanaannya namun mempunyai sejuta kkeistimewaan.


Shiera mengampirinya yang saat itu asik dengan teman temannya, dan menyuruhnya untuk menepi,mengatakan kalau dirinya ingin berpisah dan ingin menikah dengan pria yang bukan dirinya.


Setiap detik kejadian itu selalu dia rekam dalam memori pikirannya, dan perlahan dia menyadari kalau takdir tidak pernah berada ditangannya. Dia yang merasa dipermainkan malah menyakiti wanita itu, sehingga membuat dirinya jauh lebih bersalah.


 


" hello pria aneh "

__ADS_1


 


Samar samar seperti ada suara dalam pikirannya yang tidak dia undang, suara itu membangunkan lamunannya. Dan ternyata itu benar suara cempreng itu ternyata milik gadis yang sungguh aneh baginya.


 


" ada apa? "


 


Arian yang tersadar dan akhirnya melihat kearah gadis itu yang dibibirnya terdapat sisa makanan ,sangat jauh dengan perempuan yang makan dengan manis. Kalisa memang berbeda dari yang lain,terkadang dengan emosinya yang aneh, dengan tingkahnya yang polos, dengan mimik wajahnya yang gampang berubah sungguh tidak bisa menebak kepribadiaannya.


 


" Kau sedang melamun apa? memikirkan para mantanmu? "


 


kalisa hanya asal menebak saja tapi dia tidak tau bahwa tebakannya benar dihati arian, sontak membuat arian terpukau dengan gadis yang dapat membaca pikirannya.


 


" kamu gadis sok tau! "


 


 


" pria tidak waras, aku lagi makan jangan memantati ku "


 


kalisa mendorong maju punggung arian agar memberinya jarak dengan makanannya yang juga berada dikasur yang sama.


 


" siapa suruh makan disitu "


" hey awas ini akan tumpah "


kalisa tidak tahan lagi dan dengan kerasnya dia memukul pantat arian, sehingga membuat arian kesakitan.


" gadis alien ! jangan cari kesempatan memegang pantat seksiku "


Arian akhirnya duduk karna pukulan kalisa cukup kuat dan dirinya tidak mau itu terulang kembali.


" najis deh, kamu itu orang paling aneh yang pernah ku temui "


" bilang saja kalau aku pria yang paling tampan yang pernah kau temui "

__ADS_1


" wahh sepertinya pukulan kakakku masih belum seberapa ya? mau aku tambah ?"


Kalisa mengambil ancang ancang dengan kepalan tangannya dan mendekatkannya de arah arian, tanpa sadar arian menutup matanya dan dia menjerit kesakitan saat kalisa menyentuh luka dibibirnya dengan jari telunjukknya. Sungguh itu sangat berdenyut karna luka itu masih sangat terlihat segar, meskipun kalisa hanya seperti mencolek saja namun sangat benar menyiksanya.


" Kau ini sama saja seperti kakakmu yang sialan itu "


Arian masih memegangi sudut bibirnya yang tadi disentuh gadis itu.


" Arian kau harus ingat kalau aku punya batas kesabaran, jangan coba coba hina kakakku!! meskipun itu benar "


kalisa memasang wajah mengancam dengan mata yang melotot persis seoerti kakak laki lakinya ketika marah.


" Tapi kau memang sama seperti kakakmu, menyebalkan "


arian berteriak dengan suaranya yang dia paksa untuk kuat.


" kau ini bodoh atau apa sih, jelas aku sama dengan kakakku. Satu tempat produksi, satu bibit jelas ada kesamaan kami. "


" Tapi apakah dia memang sekasar itu ? apa dia memang berhati dingin? "


Ada perasaan ingin tau dirinya terhadap musuhnya saat ini, mumpung ada sumber informasi yang aneh dekat dengan dirinya saat ini.


" dia memang orang yang mengesalkan, aku mengakuinya, tapi kakakku seoerti kucing imut kalau aku sedang bermanja dengannya. "


" kalau kepada shiera, apakah dia mengasarinya? "


Ada rasa cemas dibalik pertanyaan itu, kembali dia memikirkan wanita yang telah bersuami.


" tenang saja, kakakku sangat cinta dengan kak shiera. Mereka sangat romantis dan sangat imut dalam rumah Tangganya, jadi jangan kawatir, sebaiknya kamu cepat relakan kakak iparku bahagia "


Apa aku sanggup?


pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya tanpa henti seakan menghantuinya.


" Kau ini lebih kasar dari kakakmu, kau jauh lebih aneh "


Arian seakan mengumpat kepada gadis yang sedang dia lihat sekarang.


" terserah saja mau mengataiku apa, tapi kakaku yang bagai macan kelaparan saja bisa aku jadikan kucing imut. Apa kau mau jadi kucing juga ?"


perkataan kalisa itu mendadak membuat arian menjadi geli dan aneh.


Kucing imut? jangan bayangkan arian, jangan bayangkan.



**Salam dari saya penulis yang berharap orang yang membaca menikmatinya 😉😉


Jangan lupa ya ☝☝🙏🙏😋😋**

__ADS_1


__ADS_2