
***Vote ,Like serta respond anda sekalin
Love reading 😚***
" Hahaa...Tuan Liu, mengapa begitu arogan? apa yang anda cemaskan saat ini? " Pria itu meenatap lekat pada pandangannya.
Mungkin didalam hatinya tersimpan banyak kata kata yang ingin dia sampaikan, namun dia tidak pernah mau mencoba untuk ungkapkan. Merengkangkan kakinya, mencoba menyamankan dirinya duduk dikursi itu,entah mengapa dari tadi dia tidak bisa tenang dalam keaadan ini walaupun didalam rumahnya.
" Mungkin semakin bertambah usia maka orang itu akan kekurangan ketenangan dalam dirinya, kau tau yang ku maksud.?Jangan mencoba untuk membodohiku lagi! aku tidak akan memaafkanmu untuk yang kedua kalinya. "
Kata rendra dengan santai, tangannya mengambil segelas kopi yang disediakan untuknya, menegukya dengan tenang dan tanpa melihat sedikitpun kearah kawan bicaranya.
" Aku hanya heran dengan keturunan keluarga Liu ini , membiarkan kesalahan yang sama terulang kembali. Seharusnya orang akan tahu siapa yang bodoh diantara permainan ini,? Jadi kalau kau takut katakan saja! "
Kebisuan sejenak terjadi disitu, hanya suara detak jarum jam yang terdengar menjadi pegisi setiap batas ronde dari lemparan kata kata yang akan menjatuhkan satu sama lain.
Rendra tertawa kecil untuk kesekian kalinya, itu adalah kelakuannya dikalau dia sudah merasa muak dengan lawannya. Ekspresi yang datar serta kata yang berbelit merupakan keahliannya dalam mendeskripsikan siapa dirinya.
" Memuakkan! " Matanya yang tadinya hanya tertuju pada gelasnya, akhirnya berpindah juga untuk menatap Tuan Xie.
" Memuakkan! " Tatapannya begitu menusuk pada lawannya, hingga orang akan bisa melihat kala itu Tuan xie hanya berpura pura tidak takut.
" Aku Suka itu " Pria itu tersenyum.
" Jangan menjadi pengecut dengan memanfaatkan orang yang setia padamu! " Katanya datar.
" Seharusnya kau tau bahwa orang yang mengatakan tidak akan pergi, tapi pada akhirnya dia berhianat juga " Kata Tuan Xie membalikkan kata katanya.
" Jangan bangkitkan luka itu disaat seperti ini! itu akan membuat nyawamu terancam! " Tantang rendra.
" Itu adalah kekuatan dan kelemahanmu bukan? dan sekarang aku bisa melihat kelemahan yang lainnya " senyum tuan xie sinis.
" Mari kita lihat apakah akan berhasil? disaat itu tiba nantinya, aku akan membuatmu membuatmu bertekuk lutut pada kakiku. " kata rendra yakin dalam ancamannya.
" Itu akan sangat sulit, kau tau istrimu? apa yang akan terjadi.?"
Rendra mengepal jarinya, pikirannya mendadak teringat akan shiera yang dari tadi belum kembali. Rendra beranjak dari tempat duduknya, dengan cepat berlari ,dia menaiki anak tanga dengan cepat, mencari dimana keberadaan istrinya sekarang .
Dengan sigap menelusuri setiap lorong dari ruamah itu, satu persatu dia mengecek kamar yang dia temui.
Kalau dalam hitungan ketiga aku tidak menemukanmu, aku akan menciummu seratus kali setiap hari. Dimana? kau sangat benci akan hal itu shiera, jadi sekarang menyerah saja.
__ADS_1
" Akhh " teriak seseorang dibalik kamar yang dekat dengan rendra.
******Sudah kuduga kau masih tidak suka dicium******
perasaan rendra girang namun kahwatir, akan hal yang terjadi. Dia membuka pintu itu dengan tergesah gesah, hatinya yang berdebar mendadak lemas seketika.
Kini dia melihat wanitanya sedang dalam keadaan yang terancam, dan dia hanya perlu mengendalikan emosinya.
" Kita bertemu lagi! " kata orang yang sedang berada dekat dengan istrinya .Dia memandang seakan sedang memberitahu rendra kalau dia adalah musuhnya juga.
" kau tidak pantas untuk aku simpan dalam ingatanku " kata rendra tenang.
" Hehehe tapi dimatamu aku sudah mulai terlihat seperti bayangan " lontarnya.
******Apa yang mereka katakan? bayangan, ingatan? memang mereka berjodoh dalam membuat orang pusing. Rendra bodoh jangan hanya bicara aja, istri mau mati malah main permainan kata. Tidak tau apa aku mau pipis******!!
Bukan hanya ingin segera aman dari orang dari orang yang menahannya saat ini, namun ingin juga iya menyelesaikan urusannya yang lain.
" permainan bodohmu ini membuat aku jengkel! " bentak rendra.
" namun aku suka melakukannya "
" Juan! jangan membuat aku mengembalikan sampah sepertimu keasalnya " kata rendra mulai marah.
Tanpa diduga sama sekali, rendra dengan sigap dan lincah berlari kearah juan dan menendang tubuhnya hingga tersungkur kelantai. Merampas pisau yang dia gunakan untuk menjerat istrinya ditangannya, sekarang keadaan berbalik menimpa juan. Bukannya takut pria itu malah tertawa saat rendra mencekikknya.
Shiera terduduk lemas saat dia akhirnya lolos dari pria itu ,segera dia merampas pisau yang tadinya berpindah tuan sekarang berada ditangannya.
" Minggir kamu rendra! " kata shiera mencoba memberi kode untuk menyingkir dari juan.
Rendra dengan terpaksa menuruti istrinya saat tubuhnya didorong begitu saja.
" Hey juan! apa kamu pikir keren mengancam orang dengan ini " shiera mendekatkan pisau pada leher pria itu.
Wanita itu mencoba membalas perlakuan pria itu yang mengancamnya cukup lama dengan benda tajam itu.
Mendadak juan ngeri dengan sifat shiera yang berubah total, sunguh berani mengancam dirinya balik. Juan yang sudah lemas karna tindakan rendra yang rasanya sudah mematahkan tulang ekornya hingga rasanya sangat sakit untuk berdiri.
Apa itu masih shiera yang sama? sangat keren sekali, itu baru istri Rendra Liu. Tidak sia sia aku menjadi suami yang baik baginya.
Rendra tertawa kecil pada bibirnya, ada perasaan geli sendiri saat melihat istrinya yang begitu berani. Memegang dagunya dan dengan tatalan melihat istrinya begitu seksi dengan gaya yang tidak terduga.
" apa kau mau membunuhku? " tanya juan dengan terbata bata.
" Akan kulakukan itu kalau aku bukan seorang shiera, tapi aku bisa berubah pikiran kalau kau mengangguku lagi! " ancam shiera.
" Ada apa? kau malu ketahuan suamimu kalau kau menyukaiku? " kata juan berusaha menebak.
Suaranya masih terbata bata saat berbicara karna benda tajam itu belum menjauh dari lehernya.
" Aku tau kau sedang mempermainkanku, pesta waktu itu dan kemunculanmu di Mall. Siapa kau sebenarnya? " kata shiera dengan berbagai macam pertanyaan yang menjadi teka teki tersendiri dihatinya.
__ADS_1
" Aku? Kau sudah menyebutnya, juan kau pasti sangat mengingatnya. Dan aku akan terus membuat kau untuk mengingatnya."
lagi lagi juan bermain dalam kata katanya yang sama sekali tidak dimengerti oleh waniat itu.
Rendra menarik kerah baju pria bernama juan itu, membuat pria itu meringis kesakitan saat tubuhnya dipaksa untuk bangkit.
Shiera melihat kelakuan rendra yang begitu emosional saat juan yang bertingkah aneh.
" Menjauhlah! " teriak rendra marah, dia meremas kerah baju itu sehingga membuat oria itu seakan merasakan kini kalau dia tercekik.
" A.. ku ditakdirkan untuk dekat denganmu! " kata juan dengan kata katanya yang terputus dengan nafas yang sesak.
" Menjengkelkan " Rendra mendaratkan tinjunua kembali pada wajah pria itu, hingga dia terjatuh lagi dan rendra membangkitkan tubuhnya dan meluapkan kemarahannya .
Shiera kini mulai kahwatir karna juan tidak bisa lagi melawan dengan ucapannya, dia menghentikan kemarahan suaminya. Wanita itu memeluk tubuh rendra dari belakan berharap hatinya bisa lebih tenang. Kemarahaan pria itu mendadak lebih tenang, tangannya yang tadinya mengeram kini sudah bisa lemas kembali.
Tidak bisa dipungkiri kalau istrinya adalah obat untuk emosinya ,dan ketenangan dalam batinya.
Tidak lama setelah itu, pintu ruangan itu terbuka dan tampak Tuan Xie tengah berdiri melihat kearah mereka.
Dia menghampiri juan yang telah terkapar lemas dan kesakitan, dia memapahnya dengan hati hati.
" Papah kau mengenalnya? " tanya shiera melihat sang papah yang begitu kahwatir pada pria itu.
" Dia adalah putra dari sahabat papah, dan mengaoa sekarang dia begini " katanya sambil memegang dan memperhatikan memar dan darah diwajah pria yang dia pegang sekarang.
" Anak dari sahabat papah? sejak kapan? " shiera tambah bingung dan penasaran dengan apa hubungan juan dengan papahnya.
" Dia bilang kalau dia mengenal dirimu dan kau sudah akrab dengannya " jelaskan papahnya pada putrinya.
" Sejak kapan istriku punya level rendrah dalam pergaulan seperti ini? " Rendra begitu membantah atas penjelasan tuan xie.
" Apa dia salah memberi kejutan kelada temannya? " tangkas tuan xie kembali.
" Anda tau ini adalah kejutan yang sangat hebat " kata rendra tersenyum mengejek.
Shiera bungkam melihat papahnya membela juan, dia bahkan engan memberitahu kalau pria itu hampir mencelakai dirinya.
" Aku merasa ingin menghancurkan sesuatu kalau aku tidak segera pergi dari sini " kata rendra menatap istrinya.
Dia yang paham dengan kata rendrapun meminta izin untuk pergi dari sini, suaminya mengenggam erat tangannya dan menuntunnya untu segera pergi.
" Emosimu masih seperti dulu.. payah "
Ternyata itu perkataan juan yang perlahan sadarkan diri ,dan akhirnya pingsan kembali.
Rendra yang mendengar ucapan itu lalu segera membawa istrinya pergi dari rumah itu.
***Ada rahasia yang tidak aku ketahui dari mereka, tapi apa,? aku ingin tahu***.
\* **Vote. 😀
\* Like. 😁
__ADS_1
\* kritik dan saran anda. 😋
Tunjukkan kemurahan hati anda ya 😍😘😉**