Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
LOL


__ADS_3

Β 


Tidak terasa waktu yang mereka gunakan dalam kegiatan makan tadi cukup lama, wanita itu bergegas mempersiapkan diri menuju momen yang sangat dia tunggu.


Β 


Tampak dalam setiap bayangan yang dia inginkan untuk terwujud di waktu yang akan dia lalui ,perasaan yang mengebu sangat terasa dalam hatinya dan menjadikannya terlihat berbeda.


Rindu,? mungkin perasaan ini berbeda beda dalam penyampaiaannya, semua orang mungkin pernah merasakannya dan pasti ada yang tidak terbendung hingga membuat setiap hal yang dirindukannya tidak dapat lagi dia sampaikan.


Wanita itu bukan merindukan pacar atau secam itu, tapi dia merindukan kekasih hatinya yang dia letakkan menjadi nomor satu dalam daftar yang sangat dia sayangi.


Bagaimana mungkin dia tidak rindu pada orang yang dia panggil papah, dia masih mengingat jelas kasih sayang papahnya yang tidak dapat dia ungkapkan dalam menjaganya mulai dari dia kecil yang membesarkannya sendiri.Apa tidak hebat bagi seorang pria yang mengurus gadis kecil hingga tumbuh menjadi gadis dewasa seperti sekarang, sungguh pasti tidak dapat terbayangkan.


Meski banyak pertanyaan yang masih belum terpecahkan yang masih dia simpan rapat dalam benaknya, mulai dari mengapa harus rendra, apa hubungannya dengan dia? dan apa yang terjadi?,Itu semua masih menjadi teka teki untuknya meski papahnya telah menjelaskan namun belumlah lengkap untuk menjadi jawaban untuk itu semua.


" Hey mengapa lama sekali? "


Suara dengan nada yang sangat dia kenali menyapa keasikannya, siapa lagi kalau suaminya yang menyebalkan itu. Rendra berdiri disamping pintu dengan melipat tangannya untu terlihat tidak melupakan karakter aslinya.


Shiera tidak meladeni suara itu dan tetap fokus melihat dirinya di cermin lemari pakaiannya yang besar.


" jangan menatapku seperti itu! aku mungkin butuh waktu lama "


Dengan acuhnya shiera menjawab suaminya karna mulai risih dengan tatapan suaminya.


" Apa kamu malu sayang dilihat oleh suamimu? "


" hee aneh " shiera hanya melirik sesaat kerah suaminya.


wanita itu dengan asiknya memutar dan melihat dengan teliti bagian tubuhnya ketika mengunakan pakaiaan yang dia rasa cocok. Pilihannya jatuh pada gaun manis berwarna pink muda dengan gambar bunga kecil disamping pinggangnya, itu sangat tampak cantik dan cukup elegan bagi shiera karan sangat pas dengan tubuh cantiknya ketika dia mengunakan gaun selutut itu terlihat indah dengan kaki jenjangnya.


" Hey kamu jangan pakai itu! "


Rendra yang mengamati pakaiannya shiera dan merasa tidak pas untuk istrinya.


" Rendra aku ini lulusan busana dan kamu adalah presdir pengusaha tekstil barang, menurutmu siapa yang lebih paham? "


" aku bilang jangan yang itu! "


" Rendra, aku sudah lelah memilihnya. Apa yang salah sih? "


Rendra melipat tangannya dan mengalihkan pandangannya dari istrinya.


" terlalu cantik " kata rendra berdesis kecil.


" Apa? " samar samar shiera mendengar kata kata yang dianggapnya aneh tapi nyata .


" Aku tidak suka mengulang kata kataku, suara ku ini mahal "


" kambuh " Kejengkelan shiera pada suaminya memang tidak ada batasnya, dan setiap dia mulai ingin memahami semua itu namun ada saja sesuatu yang membuatnya tidak paham.


" Ayo ganti pakaianmu! "


" Rendra kali ini saja aku mohon jangan merusak suasana hatiku "


" kapan suamimu yang baik ini merusak suasana hatimu? malah aku lah yang membuat keindahan dalam hatimu"

__ADS_1


Mengapa ada manusia seperti ini di alam semesta, apa disaat pembagian otak dia malah kurang satu on makanya jadinya begini?


" Rendra kalau masalah diriku biar saja ku urus sendiri "


" Sayang dalam rumah tangga itu tidak ada namanya sendiri sendiri ya, dan jangan pernah bantah suamimu ini. Kamu tau kan kalau aku kesal jadi apa? "


" jadi monyet " kata kata itu mengalir begitu saja dari mulut shiera tanpa dia sadari sedikitpun.


******


" jadi apa? " tanya rendra untuk memastikan sesuatu yang dia dengar.


" Haa apa sayang? kamu mau bilang apa? "


Ibarat lempar batu sembunyi tangan, shiera lebih memilih itu saat dia mulai merasa ada aura membunuh saat dirinya tidak bisa menahan diri.


" Cepat pakai yang ini !"


Suaminya melempar baju gaun berwarnah putih polos kearahnya yang tadi sebenarnya tidak sedikitpun dilirik oleh shiera sendiri.


" putih? aku akan terlihat seperti mayat rendra " kata shiera memasang wajah memelas.


" Ayo ganti! "


" KELUAR " dengan nada tinggi shiera memrintah suaminya.


" kau mengusirku ?" seakan tidak mau mengalah rendra kini bicara pria itu tidak. kalah seram.


" Saya mau ganti baju tuan, apa tuan bisa keluar sebentar? "


Shiera menundukkan kepalanya dan suaranya pun merasa kalah dan memilih untuk mengambil jalur aman saja dalam dunia menghadapi suaminya ini.


" kalau begitu aku ganti dikamar mandi "


langkahnya terhenti saat suaminya dengan sigap mencegatnya .


" ganti dihadapanku! "


" Ngak mau! "


" Ganti "


Entah apa dengan suara suaminya itu, selalu saja dia tidak bisa membantahnya. Dia merasa dunia akan runtuh jika pria itu sudah mengulang kata katanya dan hanya menyebut perintah saja dengan singat.


Shiera membalikkan tubuhnya membelakangi suaminya jantungnya berasa bergetar dan ada rasa malu baginya sebagai seirang wanita yang baru saja memasuki kehiduoan rumah tangga apalagi masih dalam proses dimana dia menyesuaikan diri pada pria itu.


" balikkan badanmu! aku ingin melihat pakaianmu dari arah depan. "


DUGGH


Wanita itu tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya dan apa sebenarnya maunya ,sulit dan sangat benar sulit untuk memahaminya. Mengetahui pria itu ada dibelakangnya saja sudah membuat dia merasa tidak nyaman, apalagi untuk betatapan dengannya sungguh tidak dapat untuk dikatakan.


" Apa kau tidak ingin pergi kerumah papahmu? " ada sedikit nada mengancam dibalik pertanyaan pria itu, dan tentu shiera paham dengan maksudnya.


Dengan malu shiera berbalik menatap suaminya yang memperhatikannya dengan wajah yang biasa saja melihatnya, tangannya sedikit gugup saat membuka kancing bajunya. Sedikit dia merasakan susahnya saat tangannya menjangkau resleting bajunya agar dapat membukanya.


Memang aneh karana tadi mudah baginya saat bisa menenakan baju itu tadi tapi mengapa sekarang sulit baginya, apa karna kegugupannya atau karna memang takdir sedang membuatnya untuk merasa bodoh didepan suaminya.

__ADS_1


Rendra mendekat pada istrinya dan tepat berada dibelakang punggung istrinya itu, jarinya menyentuh resleting baju itu dan perlahan mengerakkannya agar turun kebawah. Tidak bisa diungkapkan lagi bagaimana jantung wanita itu berdetak dengan cepat dan suasana itu terasa sepi dan yang terdengar hanya suara jarum jam yang berbunyi karna pergerakannya.


Wanita itu perlahan merasakan sentuhan tangan yang dingin di area punggungnya, memang tidak begitu terasa namun cukup dalam membuat perasaannya kini membeku.


Tidak tau apakah itu disengaja atau tidak, itu tidak terlalu dapat dipastikan dengan wajah pria itu yang seperti tidak berekspresi. Shisra melihat kearah pantulan kaca yang memperlihatkan bayangannya dan rendra yang berada dibelakangnya.


Pria itu lebih tinggi darinya dengan tubuh yang gagah dan memang dalam hati wanita itu kalau pria yang tengah berada dalam kehidupannya itu memiliki tubuh yang bagus dan ya bisa dikatakan seksi untuk kaum hawa yang normal seperti shiera yang tidak bisa menyangkalnya.


Mengapa dia diam dari tadi? apa dia begitu mesum.


" ehem ehem " shiera mulai memcahkan keheningan itu dengan suara nya yang dia buat.


" Rendra apa kamu begitu mesum ya sampai berdiam lama memgang resleting bajuku? "


" Tidak ini sedikit sulit " Rendra dengan tingkahnya berpura pura membuat resleting itu tersangkut.


" jadi apa sudah selesai? "


" ini sudah " rendra dengan singap melepaskan tangannya dari baju istrinya.


" cepatlah bersiap, aku akan menunggumu diluar Kau taukan tubuhmu tidak menarik untuk dilihat. "


Rendra bergegas melangkah untuk pergi dan dengan anehnya tingkahnya saat membuka pintu terasa begitu cangung.


" Rendra! " shiera mengentikan langkah suaminya itu dan sontak kini rendra berhenti dengan tangan memegang engsel pintu.


" ada apa? " tanpa melihat asal dari suara itu rendra lebih memilih menunggu kelanjutannya.


" Emm terimakasih.... maksudku terimakasih untuk bantuan membuka resleting baju ini. "


DUGGH


jantung pria itu terasa berhenti sebentar mendengar ungakapan wanita itu dan tanpa membalas dia langsung ceoat untuk keluar dari ruangan diamana tadi dia bersama wanita yang menjadi istrinya itu.


" Sama sama woy" Shiera dengan kesalnya mengerutu dan membakas sendiri ungkapannya itu.


Rendra berjalan dengan terburu buru dan entah mau kemana dia pun tidak tau persis.


" Hey kamu! "


Rendra menghentikan langkah seorang pelayan wanita yang melintas dihadapannya, pelayan itu hanya menunduk dan takut kalau dirinya berbuat salah.


" iya tuan " kata pelayan itu pelan.


" Bagaimana cara bernafas? "


" Haa "


Pelayan itu sungguh tidak mengerti maksud dari tuannya itu, dan tidak paham harus menjawab apa.


" sudahlah kamu tidak mengerti, sana kembali ketugasmu! "


Segera pelayan wanita itu bergegas pergi takutnya dia akan terkena masalah.


Rendra kamu harus fokus! mengapa jadi gugup begini, tetaplah tunjukkan wibawamu. jangan biarkan shiera melihatmu konyol karna habis melihat punggungnya yang memang indah.


***Hay semaunya jangan lupa ya Like, vote dan komen ya ....

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ya 😘😘😘😘salam semaunya πŸ™πŸ™***


__ADS_2