Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Curiga


__ADS_3

" Kalisa! " Teriak mereka secara bersamaan.


Lalu segera berlari kearah gadis itu ,sang kakak Rendra sendiri sangat panik. Dia menepuk pelan pipih adiknya, mengoyangkan tubuh adiknya, memanggil manggil nama sang adik keras .


" Apa adikmu masih bernafas? " karna khawatir mahen malah mengucapkan kata kata yang mengesalkan. Rendra memukul kencang kepala sahabatnya.


" Stupid!" katanya dan kembali tertuju pada adiknya.


" Kau juga stupid rendra! Kau malah membiarkannya terus dilantai? " bentaknya.


Rendra tersadar lalu mengendong adiknya dan membaringkannya di sofa ruangannya, lalu merapikan rambut kalisa yang berntakan dengan tangannya. Wajah kalisa tampak pucat ,namun tampak tenang.


" Aku akan menelfon Ikh untuk kemari! kata mahen pada rendra dengan khawatir.


Mehen merogoh saku celananya dan mengambil handphone disana, mengusap layar HP nya dengan cepat dan mencari kontak nama yang dicarinya.


" Ada apa? " Teriak suara dari Hpnya


" IKH CEPAT KEMARi, ADIKMU DALAM BAHAYA! " Teriak mahe dengan kencang.


pemilik suara yang dihubunginya langsung menutup panggilan itu dan sebelum itu terdengar suara nafas yang memburu dan suara pintu yang ditutup dengan keras.


Wajar saja mereka cemas dengan kalisa, dan menyebut gadis itu sebagai adik mereka sendiri. Mahen dan Ikh merupakan anak tunggal di keluarga mereka masing masing dan hanya rendra yang memiliki saudara dalam kelompok persahabatan mereka.


***


Dalam beberapa menit sosok yang mereka tunggu muncul juga, dengan sigap mengeluarkan benda dari dalam tasnya.Dengan panik dia memeriksa denyut jantung kalisa dengan stetoskopnya.


Keaadaan disana membisu dengan wajah mereka yang bertatapan satu sama lain seperti orang yang berbicara mengunakan batin mereka.


" Humm " desahnya berat, wajahnya tampak mendadak lemas setelah memeriksa keadaan kalisa.


" Apa dia baik baik saja? " tanya mahen begitu cemas.


" Dia " Ikh yang mau melanjutkan ucapannya terhenti saat Rendra menarik kerah jas nya.


" Kenapa wajahmu begitu? aku tidak mau mendengar kabar yang buruk " ancam rendra.


Mahen yang mendengar perkataan Rendra menjadi panik seketika dan ikutan mencengkram kerah Ikh dari sisi yang berbeda.


" Bagaimana mungkin gadis ini ?" sambungnya membuat Rendra semakin marah.


PLAKKKK


Rendra langsung memukul keras kepal mahen sahabatnya dengan tangannya refleks,suara nyaring dari kepala mahen begitu terdengar. Mahen yang teraniaya itu memilih diam tidak mau memberontak karna dia tau emosi orang itu, dan itu memang dia yang terlalu berpikir terlalu jauh.


Ikh membanting stetoskopnya kemeja yang ada disampingnya, dia merasa jenuh dengan ulah orang yang ada didepannya.


" Heiii... apa belum cukup lagi dengan tingkah ini? hanya bersama kalian dokter seperti ku tidak dihargai! Jangan lupa aku punya pisau bedah dan suntik, jangan sampai aku melakukan praktek oprasi pada kalian!" katanya kesal menunjukkan wajah seriusnya yang membuat Rendra dan mahen tertunduk tidak berkutik.

__ADS_1


" Sekarang bilang padaku perbuatan apa yang kalian lakukan hingga membuat gadis kecilku ini menjadi seperti ini ?" katanya dengan possisi berdiri seperti sedang menghakimi anak kecil.


" Ini ulah manusia bodoh ini ( menunjukkan jarinya pada mahen) dia memegang celana ku, mungkin kalisa berpikir terlalu kekanak kanakan " cerita Rendra dengan menyalahkan mahen.


" Kau yang memulai kegilaan, asal kamu tahu presdir Liu ini memiliki ganguan kejiwaan. Dia mau memperlihatkan privasinya padaku, supaya aku bisa menilainya. " Kata mahen membenarkan cerita yang sebenarnya.


Ikh yang mendengar penuturang kedua orang itu tidak dapat lagi harus berkata apa, dia bingung dan bahkan merasa malu mendengarnya.


" Kalian tahu aku membatalkan jadwal oprasiku hari ini karna mendengar kalau kalisa pingsan, dan ternyata aku sangat menyesal setelah mendengar alasannya. " Katanya dengan kecewa dan rasa kesal.


Ikh yang dari tadi mengomel pada sahabatnya ini sungguh membuat suasana terasa mencekam sebab dia berbicara sambil menunjuk dengan suntik yang tidak tertutup kearah mahen dan rendra. Mereka hanya bisa mundur kala ikh maju.


" Kenapa mundur! aku sedang berbicara " tanya ikh lebih emosi.


" Kau dan suntikmu itu... " tutur mahen gugup.


" Apa kau takut pada benda ini? bahkan ini belum ku isi dengan formalin " balas ikh santai.


" Hey Ikh ! apa kau gila? Kau mau mengawetkan kami? " Rendra yang mencoba untuk berkata tegas dan berharap suasana hati ikh yang kesal mereda malah justru mengancam dirinya. kini tatapan maut sang dokter tertuju padanya.


" Aku mau menjadikan kalian mayat dan mengawetkannya untuk malapraktekku " jawabnya.


" Ikh!! jangan menjadi psikopat, ingat kau adalah dokter yang mulia dan lembut pada setiap pasienmu " kata mahen lembut dan memegang bahu temannya itu mencoba menenang kannya.


" Aku memang dokter yang yang lemvut dan bertanggung jawab, tapi kalau aku menjadi dokter kalian aku akan langsung menyerah " ungkap ikh.


" Kau harus tahu kalau kau telah terikat dengan keluarga ku dan kamu adalah dokter pribadiku,jadi terima saja nasibmu! " bantah rendra dengan gaya sevegenya.


" Aku tidak pernah menyuruhmu melakukan itu! Kau harus menghormatiku mulai sekarang! " jawabnya lagi.


" Akan kupukul pantatmu! jangan karna kau berada dipuncak sekarang dan kau menjadi tinggi hati sekarang " tangan ikh mengambil ancang ancang kearah bokong presdir Liu dan mendaratkan tangannya dengan tepat dan keras disana.


Rendra yang terus dipukul merasa kesakitan dan dia melompat lompat menghindari tangan sang dokter yang tengah marah.


***


Di swalayan


"Apa yang harus aku beli lagi ya? aku tidak tahu seleranya seperti apa? tapi sepertinya orang itu pemakan segalanya." Batin wanita itu .


Shiera mengunakan pakaian yang feminim dengan rok span berwarna pict dan kaus polos putih yang santai dengan makeup nya yang sangat lembut membuat penampilan nya terkesan menawan dan imut untuk gadis yang tampak masih remaja.


Shiera menelusuri setiapa lorong dari jejeran rak yang terdapat semua keperluan rumah ada disitu. matanya terus mencari dan terhenti di jejeran makanan kaleng ikan tuna yang menjadi kesukaannya.


" Emm yang mana yah " desisnya, dengan jarinya menempel didagu yang tampak terlihat dia kebingungan.


Badannya sedikit membungkuk dan mengambil satu buah kaleng ikan tuna dan membaca tulisan yang tersedia berharap dia teliti dalam memilih.


Sudah beberapa menit dia disitu dan masih dengan kebingingan hingga dia kaget saat ada tangan yang menyodorkan sebuah kaleng berwarna kuning kepadanya ,membuat shiera terpekik kaget setelah melihat orang itu.

__ADS_1


" Kau suka dengan rasa lemon! " kata orang itu padanya.


" Emm... kamu! apa kabar? " kata shiera gugup dan mencoba menanggapi dengan senyuman kecil yang menyembunyikan rasa kaget di hatinya.


" hehe.. kita sangat canggung sekarang, kau tahu apa yang sangat ingin aku katakan? " katanya dengan santai serta tawa kecilnya yang dia paksakan.


" Apa? " tanya shiera penasan dengan ekspresi orang itu.


" Apa kau bahagia? " Matanya menangkap sorotan dari gerakan mata shiera, menguncinya dalam pandangan matanya yang tajam namun sebenarnya terlihat sendu.


Jarak ketika mereka berbicara saat ini tampak terlihat meskipun bisa untuk dilakukan, namun percaya kalau itu sangat menyakitkan bagi mereka. Tubuh yang berdiri kaku disana dengan tangan yang mendingin dapat mereka rasakan, dan wanita itu berharap biarlah terus seperti itu.


Orang itu akan terus berada dekat dengannya meskipun terlihat jauh, akan selalu bersamanya meskipun tanpa dia sadari. Dia akan selalu menunggu meskipun dia tahu bahwa orang yang dia tunggu tidak akan berpaling padanya. Entah mengapa dia masih terus berpikir bahwa takdir akan berada dipihaknya kelak meskipun itu terdengar mustahil.


Jas yang dia gunakan cukup sekedar mengusir hawa dingin dari udara disekitarnya, tapi tidak dengan bagian disudut perasaannya yang membeku dibalik pertemuan dari kisah yang mereka ukir dulu.


Flesh back


"Disaat aku nanti sudah bekerja dengan kemampuanku dan barang pertama yang mau aku beli adalah sebuah cincin yang akan aku pakaikan dijari manismu " Katanya mengungkapkan perasaannya.


Gadis itu menyenderkan kepalanya dibahu anak lelaki yang menjadi pacarnya, menikmati pemandangan lagit biru yang terlihat jelas. Mereka selau ketempat itu setelah mereka mendengar bel istirahat sekedar untuk bercerita kegiatan mereka selama beberapa jam.


Tempat yang ada di belakang sekolah mereka menjadi kegemaran mereka untuk mengutarakan keinginan mereka yang menjadi langkah kehidupan.


" Apa aku akan mendapatkannya? " tanya gadis itu, dengan terlihat keimutannya sama selerti gadis remaja pada umumnya.


" Tentu, kamu harus sabar menunggu nya! " balas remaja laki laki itu dengan balik tersenyum.


" Baik, aku akan menantikan saat itu " ungkapnya dengan mata berbinar memantapkan perasaannya.


" Shiera tetaplah bersamaku !" katanya sambil mengelus lembut rambut kekasihnya.


" Mungkin kalau undangan pernikahan kita pasti sangat indah dengan namaku dan namamu disana " hayal gadis itu.


" Shiera Ariandra... terdengar bagus bukan? " ungkapnya sambil memandangi lagit dan mengukir nama itu di udara dengan imajinasi nya.


" Sangat bagus... bagus sekali " desis wanita itu dan mepererat mendekap orang yang dia sayangi.


**Semakin kamu berhayal maka kenyataan itu akan semakin mmenjauh.


Maka cukup jalani saja maka kenyataan pada dirimu akan menjadi hayalan bagi orang lain yang melihatmu.


Salam dari saya yang masih terus belajar


😍😍


Vote


Like

__ADS_1


Kritik dan saran nya 😘


next episode 🙏**


__ADS_2