Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
If


__ADS_3

  ❤Vote, like, dan komen ya ❤


" Siapkan baju ganti untukku! " Suruh arian pada asistennya.


 


Dia terkejut dengan kondisi bosnya saat ini namun tidak berani bertanya, dia lihat kalau mood atasannya itu sedang tidak baik untuk menyinggung apapun padanya. Dia hanya mengangguk tanda dia mengiyakan dan segera undur diri dari hadapannya.


Kalisa yang melihat asisten pria untuk arian itu berjalan terburu buru dari ruangan itu, dia tidak sengaja lewat dan melihat sedikit dari cela pintu yang terbuka sedikit.


" Kenapa dia ya? " tanya nya pada dirinya sendiri.


Pria itu mendundukkan kepalanya, memegangi dahinya dengan tangannya dan membuat putaran kecil dikeningnya itu.Orang yang melihat kondisinya saat ini lasti akan langsung bisa menebak kalau kondisi dirinya sedang tidak baik.


Kalisa yang sebagi gadis yang mempunyai rasa penasaran tinggi sekarang tidak tahan lagi untuk menemukan jawaban semua yang ada sikepalanya.


Dia memberanikan masuk dan sekrang dia sudah berdiri dihadapan pria itu, sudah beberapa menit sekrang gadis itu hanya mematung saja, pria itu sama sekali tidak menyadari kehadirannya saat ini, dia terus memandang kearah jendela yang ada disamping meja kerjanya.


Apa dia menangis? guamamnya.


Matanya kaget melihat ada buliran air mata yang keluar dari mata arian, dia hanya tidak menyangka kalau pria sombong seperti arian bisa menunjukkan sisi lain darinya. Pria itu mengigit bibir bawahnya seperti menahan agar tidak ada suara yang lolos dari sana, dia merasakan kalau sekarang pria itu dalam posisi yang buruk.


 


" HUUAAA " teruak arian kaget ada sosok didepannya.


 


Jantungnya serasa mau lepas dengan keanehan yang mendalam itu, detak jantungnya dalam kondisi tercepat sekrang, dia merasakan sesak yang coba dia kendalikan.


" Tenang pak! " ucapnya dan memegang pundak arian, dia juga kaget dengan teriakan pria itu padanya.


" Apa yang kau lakukan disini? lepas!" ucapnya lagi menahan sesak didadanya, dia mengempaskan tangan gadis itu yang menempel dipundaknya.


 


" Maaf pak ! saya mau antarkan berkas ini! " ucapnya menyodorkan beberap map yang tersusun rapi ,untung saja dia sedang memgang benda yang dapat membuatnya menjadi alasan tersendiri.


 


" Tapi harus mengagetkanku? aku bisa memecatmu karna ketidak sopananmu " bantahnya arian marah.


" Tadi saya sudah mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari anda, makanya saya masuk. " jawab gadis itu mencari alasan yang dapat menyelamatkannya.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah dia masuk dengan perlahan. untuk tidak menimbulkan suara sedikitpun, tapi unyung saja pria itu asik dengan pikirannya sendiri hingga dia tidak tau kalau yang dikatakannya hanyalah kebohongan .


" Kalau aku tidak menjawab apapun berarti aku tidak mengijinkanmu, kau bisa berdiri saja disana tunggu aku menyuruhmu " bentaknya pada gadis itu.

__ADS_1


" Kau tidak boleh egois dengan bawahan seperti ku, kalau kau tidak suka dengan kehadiranku kau bisa saja tadi bilang kalau kau tidak mau diganggu. Bukannya hanya diam, bisa pegal kakiku kalau mau menunghu jawabanmu kalau kau tidak bersuara. " Bantah gadis itu malah lebih emosi seperti dia lah yang paling kesal sekrang .


" KAU ! ( berteriak) hemhuhhh ya sudahlah tidak usah perpanjang, pergilah segera! " ucap Arian pasrah dan menerima kalau dia yang telah lalai lalu menyuruh gadis itu untuk segera pergi.


Segitu saja? dan enak sekali dia mau menyuruhku pergi tanpa menjelaskan apa apa padaku, arian aku masih penasaran.


" emm pak !" Rengek gadis itu manja.


Arian yang mendengar itu seakan ingin muntah saja, telinganya terasa sakit dan bingung sendiri.


Rendra memutar mutar membuta gerakan pada bola matanya, dia seakan menunggu gadis itu saja yang melanjutkan kegiatannya.


" Tadi aku tidak sengaja melihat itu, apa ya? ( bingung dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali) aku melihat kau menangis " ungkapnya sedikit katakutan.


" Apa yang kau lihat? " Arian bangkit dari tempat duduknya dan mendekat pada gadis itu, melototkan matanya hingga membuat perasaan gadis itu tidak karuan.


" Jangan mendekat! " bentaknya pada arian, dia merasa jantungnya tidak bisa dia kendalikan saat mencium aroma tubuh atasannya itu.


" Aku mau meperingatkanmu! jangan dekati aku, karna jika kau sudah mengambil langkah itu, aku pastikan kau tidak akan bisa keluar dari sana " Ucapnya menekankan nada bicaranya.


Gadis itu merinding dengan perkataan itu, sekkerika tubuhnya langsung lemas.


Tok tok.. tok ( suara ketuakn pintu)


Arian menjauh dari kalisa


" masuk! " perintahnya pada orang yang berdiri diluar pintunya.


" Letak kan disana " perintah arian menunjuk kearah meja yang ada ditengah ruangannya.


" Baik pak! " ucapnya mengangguk.


Dia kembali ijin pergi, kemudian meninggalkan mereka berdua lagi disitu.


Arian tidak lagi merespon kalisa yang masih ada disana, dia bergerak mendekati pakaiannya, lalu dia duduk di sofa sekedar melepas sesak nafasnya.


 


Mata arian sekarang tertuju pada kotak yang bergambar tambah merah tersebut, dia mengendus kesal dan melempar benda itu.


 


" Kurang ajar! " teriaknya kesal.


 


Shiera kaget dengan suara hempasan benda itu yang terdengar keras ditambah umpatan atasannya itu, dia bingung harus melakukan apa.

__ADS_1


 


" Arian apa yang kau lakukan? itu hanya kotak obat bisa, tidak ada yang salah dari sana " ucapnya memberanikan diri.


" Kau tidak usah ikut campur! aku sangat membenci orang yang berpura pura peduli padaku, aku tidak membutuhkan simpati siapapun." cetus nya kasar.


Arian segera menelfon sesorang dengan cepat, seakang sedang memburu sesuatu.


" Hallo, besok tidak perlu lagi datang untuk bekerja diperusahaan ini, ini hari terakhirmu untuk membereskan barangmu dari perusahaan ini. " Bentaknya dari telfone.


" Maaf tuan, apa saya berbuat salah " tanya orang dari telfone itu.


" Apa aku harus jelaskan lagi? aku hanya menyuruhmu untuk mengambil pakaian untukku bukan dengan kotak bobat juga " bentak Arian lalu menutup panggilannya.


 


*Apa tadi itu asistennya? tapi apa yang salah dengan itu, dia sanga berlebihan*.


 


Kalisa mulai menyadari kalau diaudut bibir pria itu ada luka lebam dan juga dibagian hidungnya yang memar.


" Arian kau terluka! itu sebabnya dia berpikir kau harus membawa obat juga untukmu " ucapnya membela orang yang dia rasa tidak bersalah.


" Itulah yang aku benci, kepalsuan! " imbuhnya kasar.


" Kepalsuan? kamu terlalu berlebihan, dia hanya berniat baik. " lawannya.


Kalisa memungut benda benda yang berserak yaang kelur dari kotak yang dilempar arian tadi, membereskannya dengan cepat, lalu menyusunnya dalam kotak itu. Dia sekarang sudah duduk disamping arian, dengan pasti dia mengoleskan salep yang dia tau obat penghilang nyeri.


" Sttttstt " Racau arian.


Kalisa mengoleskan pada bibirnya yang terluka, matanya gadis itu seakan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


" Apa yang kau lakukan " Arian yang tersadar langsung mendorong kalisa.


" Aku mau menunjukkan kalau ada orang yang lebih kuat darimu " ucapnya mantap pada arian.


Lalu seperti tidak tersinggung sedikitpun dan melanjutkan kegiatannya, bergeser pada hidung arian menotol notol anti biotik yang trlah dia beri pada kapas.


 


Nafas mereka seakan telah menyatu secara dekat, gadis itu masih denhan santainya serius dekat dengan wajahnya, arian tidak bisa menahan kendali lalu mencium bibir Kalisa yang berada tepat didepan bibirnya. Gadis itu membelalakkan matanya sangat kaget, tangannya kaku tidak bergerak memegang kapas yang tadi dia gunakan untuk wajah orang itu tanpa dia sadari lepas dari tangannya. Pria itu ******* bibirnya pelan, dengan memejamkan mata. sedangkan dirinya masih tidak bisa melakuakan apapun dan ha ya bisa diam saja melihat perbuatan Arian yang sama sekali tidak dia mengerti.


**Kesambet kali ya Arian !!!!! kesel tau ngak \( suara hati author\) soalnya auhor itu ngefens sama arian karna dibayangan author arian itu cowok ganteng, maco, tapi sad boy. Entah siapa yang dalam pikiran ini???? pokoknya arian itu ganteng Titikkkkk!!!!! .


 

__ADS_1


Tolong jaga perasaan author donk, soalnya ngak mau lihat kamu sedih lagi.


***Next episode ya 🙏*****


__ADS_2