
Vote dan Like🙏
Didalam mobil hanya kesunyian yang terlihat jelas, bahkan sepata kata pun tidak terucap dari mulut pasangan suami istri itu. Rendra bahkan tidak melihat kearahnya lagi semenjak meninggalkan tempat perkara itu.
*Aku binggung apa aku bisa bernafas lega dengan sikapnya kali ini, dari tadi aku tidak bisa menebaknya sama sekali. Tapi diamnya membuat aku takut, apa dia masih marah ya? .Aku tidak boleh senang dulu. Mungkin saja nanti amarahnya meledak setelah kami sampai dirumah. Aku harus menguatkan mentalku, harus kuat*.
( beberapa saat kemudian sudah sampai dirumah)
Rendra mengacuhkannya, dia meninggalkan shiera dan lebih dulu keluar dari mobil tanpa menghiraukan shiera yang masih ada disana. Rendra dengan santai masuk kedalam rumahnya seperti tidak terjadi apapun, membuat shiera binggung harus berbuat apa.
Shiera memilih mengikuti suaminya dari belakang dengan sedikit menjarak, suara tapak kaki Rendra yang terdengar begitu jauh bersemangat menapaki tangga rumahnya untuk pergi kelantai atas.
*** (Disisi sudut lain dirumah itu)
Ternyata ada mata yang diam diam memperhatikan mereka berdua, dengan begitu penasaran menebak dengan berbagai pertanyaan dalam pikirannya.
Siapa lagi kalau bukan dua pelayan baru yang baru saja bekerja untuk keluargga ini,Mereka adalah Nyung dan Enty pelayan muda dengan hayalan yang begitu tinggi untuk diri mereka.
" Kamu Lihat kan Enty, tuan dan nyonya itu tidak serasi. Sepertinya saya harus cepat mengambil langkah sebelum Tuan Rendra semakin putus asa. " Kata pelayan yang bernama Nyung itu dengan wajah yang sedih sambil menyender pada tembok sambil memperhatikan majikannya menghilang dari pandangannya.
" Nyung!!! kayaknya mulut kamu itu perlu dijahit, dan itu lebih bagus sebelum tuan Rendra yang melakukannya. " Kata Temannya cemas ada yang mendengar ucapan lanturan Enty.
Nyung mengelus ngelus dinding putih itu dan seperti mau mendekapnya, matanya tampak begitu sedih.
" Sepertinya waktu telah menguji cinta aku dan tuan Nti!!! " katanya lagi dengan lemas.
" Sadar ! Sadar Nyung ! kalau kamu gila rumah sakit jiwa jadi makin penuh. kasihan orang tua kamu didesa kalau tau anaknya tidak waras " Ungkap Enty menyadarkan hayalan fantasi temannya.
" Kamu lihat saja nanti, kebenaran pasti terungkap kalau tuan juga punya perasaan yang sama seperti aku. Dan kamu jangan nyesal kalau itu semua terjadi nanti. " kata pelayan muda itu masih membenarkan kata katanya.
" Cukup! Cukup ya! piring menumpuk, Lantai rumah ini menanti kamu Nyung,jadi kerjakan tugas itu. " suruh temannya yang sudah merasa jenuh meladeni hayalan aneh temannya.
**** ( Dikamar)
Rendra masih mengunci rapat bibirnya seperti tidak menganggap shiera ada disitu, Shiera dapat melihat begitu tenang wajah suaminya yang santai duduk ditepi kasur dan sedang membuka sepatu dan kaus kakinya, lalu dia membuka jasnya yang sudah basah karna hujan tadi, lalu membuka kaus dalam nya hingga dia bertelanjang dada.
__ADS_1
Dia tidak marah? apa dia sedang mengumpulkan tenaganya dulu sebelum dia memulai perangnya padaku? Aku semakin merasa takut, apa aku harus minta maaf ya*? *kata shiera dalam hatinya dengan kebingungan.
" Kau mau kemana? " tanya shiera begitu tiba tiba mengentikan Rendra.
Rendra hanya melihat heran pada istrinya dengan wajah anehnya " Aku mau mandi, apa kau mau ikut? " jawabnya seakan mengoda istrinya.
" Ehhh.. ehh tidak... tidak.. " ucap shiera salah tingkah.
Lagi lagi mengacuhkannya dan masuk kedalam kamar mandi tanpa menghiraukan shiera, dengan bingung wanita itu berjalan mondar mandir dideoan pintu kamar mandi seaakan dia sedang menanti orang itu keluar dari sana.
Ihhh... kenapa aku bertingkah bodoh ya, seharusnya aku senang kalau orang itu diam. Tapi seperti ada yang ganjal dalam hatiku dan rasanya tidak lengkap kalau tidak melihat pria itu bersikap seperti biasa.
Beberapa menit kemudian suara pintu yang tertutup tadi itu akhirnya terbuka, dan tampak pria itu keluar dari sana dengan rambut basah dan Lilitan handuk yang menutupi bagian bawahnya saja. Shiera tidak sadar kalau dia memperhatikan suaminya dengan tatapan takjub dan mulutnya sedikit terbuka.
" Heeee.. " suara Rendra mengendus melihat shiera dengan tatapan geli.
Shiera tidak sadar kalau orang itu telah berdiri tepat didepannya ,dengan menundukkan sedikit kepalanya melihat kearah nya.
" Kau tau kalau biasanya tatapan seperti itu bisa dianggap sebagai pelecehan " cetus Rendra santai.
" Haaaa... pelecehan? " kata shiera tersadar dari lamunannya,dengan sigap menjaga jarak lagi dari pria itu.
" Kau bisa dikenakan denda kalau aku melaporkannya, tapi aku tidak sejahat itu padamu " ucapnya pada istrinya.
Rendra membuka lemari pakaian yang ada disampingnya, memilih milih baju dan celana yang akan dia kenakan. Dia mengambil kaus hitam dan celana santai abu abu sebagai pilihannya. Lalu dia duduk lagi ditepi kasur tempat tidur dengan cuek mengenakan bajunya,dan dia membuat jantung shiera berdegup cukup kencang karna pria itu menghampiranya.
Aduh... mau apa dia...
Shiera memejamkan matanya, menantikan sesuatu yang bahkan dia tidak tau itu apa.
" Kau memang keras kepala! aku sudah memperingatkanmu tentang pelecehan menatap orang tanpa izin, dan sekarang kau menantangnya dengan semakin berani mau mengoda birahiku " oceh Rendra, jarinya menyentil pelan jidat wanita itu.
" Aku tidak.. " ucap shiera terbatah batah.
" Sudah... sudah.. sebaiknya kau keluar sana " suruh pria itu.
" Keluar? " tanyanya
" Iya keluar, atau kau mengaharapkan sesuatu " Goda pria itu dengan tersenyum nakal melihat shiera yang pipihnya sudah memerah.
" Kau aneh! aku akan keluar " ucap shiera.
__ADS_1
Dia terburu buru untuk keluar dari kamarnya dan memilih menunggu didepan pintu kamar itu,dia memegang pipihnya yang ternyata sudah memanas.
Seorang pria lain yang mengenakan seragam penjaga rumahnya, bergegas mau membuka pintu kamarnya namun dengan sigap dia cegat.
( Memegang pundak orang itu ) " Kau ada keperluan apa?" Tanya shiera.
" Maaf nyonya, tuan Liu memanggil saya menghadapnya " kata orang itu menjelaskan.
CEEKRREEK
Terdengar suara bunyi engsel pintu kamarnya yang dilakukan Rendra, dia memsang wajah datarnya saat tangan istrinya ada dipundak penjaga rumahnya itu.
" Shiera, jangan bilang kau mau membuat pacarmu ini cemburu dengan dia? " tebaknya dengan menunjuk pria itu.
" Pacar? " kata shiera heran.
" Apa kau lupa kalau aku ini sekarang adalah pacarmu! " ucap Rendra menjelaskan.
Ingatan shiera kembali mendengar perkataan suaminya yang menyadarkan dengan hal yang mereka sepakati itu.
" Tentu aku ingat " ( pura pura terlihat sadar)
Ternyata itu sungguhan, dia menganggap itu serius, jadi apa benar kami sedang melakukan hal konyol itu. Ucap shiera dalam hati mulai tersadarkan.
" Jadi bisakah kau mencoba menjaga perasaan pacarmu ini? " Lirik rendra karna tangan shiera masih menempel pada pundak pria yang tidak tau apa apa. Shiera dengan cepat merespon ucapan itu reflek menjauhkan tangannya dari penjaga itu.
" Aku menyuruhnya untuk mengambil beberapa barangku untuk dipindahkan kekamarku, aku berfikir kalau masih berpacaran tidak baik tinggal dalam satu ruangan. Iya kan? " Kata rendra tersenyum.
Shiera hanya mengangguk saja, lagi lagi orang bernama Rendra tidak dapat dia tebak apa maunya yang sebenarnya.
\( **Dalam hati penjaga pria itu \) " Apa saya sekarang menjadi orang ketiga antara tuan dan nyonya untuk sekarang ini? Aku tidak paham, apa orang kaya semuanya begini? suka membuat orang bingung dan sangat suka dengan tantangan yang aneh aneh, ahhh sebaiknya aku pura pura polos saja disini.
Hy my love ❤
__ADS_1
Lebih mengasyikkan loh kalau selesai membaca sertakan Vote, loke, dan sarannya 😘
Next episode ya 🙏🙏**