
Β
Arian masih terkapar di lantai parkir yang menjadi tempat kesadisan rendra Liu,dan dia lagi lagi tidak berhasil membawa shiera pergi bersamanya.
Β
Dia belum menyerah dan tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan shiera lagi, meskipun harus melewati tantangan sesulit apapun yang berarti harus melewati orang bernama Rendra Liu.
Tidak ada orang yang berani mendekatinya, dan memang itu disengaja Rendra liu. Dan dia ingin pria itu mati karna masih berani menunjukkan cintanya pada istrinya.
Tapi tidak dengan takdir, kini seorang gadis melihat Arian yang terkapar tak berdaya, langsung menghampirinya tak peduli ada orang yang berjaga disana.
" Nona, jangan mendekati pria itu! "
Pria berseragam hitam yang tadi berdiri didekat rendra, menyadari ada gadis yang menghampiri arian.
" siapa yang melakukan ini? "
Gadis itu menangis dan matanya juga marah melihat ketidak adilan yang terjadi didepan matanya.
" Nona jangan merusak tugasku "
pria itu mencengkram lengan gadis itu ingin membuatnya segera menjauh.
" Lepaskan aku sialan!! tugas macam apa ini? berani sekali kau membiarkan orang sekarat seperti ini "
" nona jangan sampai saya kasar kepada anda "
pria itu menarik gadis cantik itu, seketika gadis itu mencari tau tentang orang itu dari pakaiannya.
" ohhh kau dari perusahaan Liu ternyata "
gadis itu tersenyum Smirk, seakan merendahkan pria itu.
" Anda tau saya suruhan dari sana, jadi menjauhlah !"
" kamu pesuruh disana, dan kamu tau aku siapa?... aku nona muda disana "
kata gadis itu dengan lebih angkuh dari pria yang menghalanginya, kembali mendekat dengan Arian.
" anda nona kalisa ?"
kata pria itu sedikit gemetar karna meremehkan gadis itu tadinya .
" Iya saya kalisa Liu, adik dari rendra Liu bos sekaligus pemilik perusahaan Liu. "
kalisa menatap kearah pria itu dari matanya dia sangat sedih dan marah karna perlakuannya pada arian.
" sekarang kau tau aku siapa, aku perintahkan kau untuk bantu aku membawa temanku kerumah sakit sekarang! "
pria itu bingung bukan main, apa dia harus menuruti perintah itu atau tidak. Tapi kalau dia tidak menuruti sama saja dia menyinggung Rendra liu karna itu adiknya.
" Taa.. pi nona "
__ADS_1
" cepatlah! "
kalisa sangat tidak sabaran dan membentak pria itu, akhirnya dia mau mengangjat arian dan membawanya pergi dan segera kerumah sakit terdekat.
******
Beberapa menit mereka sudah sampai dirumah sakit, yang tidak jauh dari tempat mereka semula. Tubuh arian sudah kaku dari tadi, dan dia segera dibawa keruangan darurat rumah sakit itu.
Kalisa tidak percaya apa yang dilihatnya, tadinya dia menemani arian untuk memeriksa kelapangan langsung mengenai desain pakaian trending dan beberapa desain berlian di Mall.
Dia tidak menyangka saat dia di tinggalkan sendiri oleh arian ,yang tadinya ingin menemui pemilik mall besar itu keruangannya .kejadian itu berubah saat arian menyadari kalau ada perhatian yang lebih menariknya untuk dia lihat, dia tidak sengaja melihat wanita bernama shiera sedikit berlari menuruni eskalator dan menuju ke bawah mall.
Dan benar dugaannya, belum lagi dia bisa menyapa shiera yang dirindukannya. Arian sudah terguncang saat shiera seperti pengemis dikaki Rendra. Membuat kemarahannya memuncak dalam sekejap dan langsung menyerbu rendra dengan tangannya yang dari dulu sangat gatal ingin memukul rendra.
Dan kalisa baru tersadar saat arian yang dari tadi lama pergi dan sekadar berkeliling melihat arian terkapar pingsan, tanpa dia tau kalau semua kesadisan itu diperbiat oleh kakaknya.
Beberapa jam kemudian dokter yang menangani rendra sudah keluar dari kamar darurat itu, perasaan gadis itu seakan berkecamuk oleh keadaan rumah sakit itu.
" Bagaimana, apa dia masih hidup? "
dengan polosnya gadis itu malah bertanya kepada dokter muda itu, tampak senyuman ketenangan yang berusaha untuk dia beri pada gadis itu.
" nona kita bisa tenang sedikit karna temaan nona masih diberiakn kesempatan untuk hidup, dan dia sekarang dalam pengawasan untuk memantau kondisi tubuhnya. "
" Apa dia baik baik saja? "
" kita berdoa saja "
dokter pria itu pergi meninggalkan kalisa yang termenung sendiri setelah dia mengizinkan gadis itu bisa melihat kondisi arian didalam sana.
" Arian maafkan kakakku "
kalisa menangis menyesali perbuatan kakaknya, dia mengenggam tangan pria itu yang mendingin.
" ayo bangun arian sombong!! kamu belum bilang aku lulus atau tidak, dan kamu itu atasan. Enak banget tidur tiduran!! "
Kalisa terus saja memegang tangan arian, tak terasa dia menangis melihat banyak luka memar di wajah dan punggung arian.
" Arian ayo bekerja! kau bilang tidak boleh bermalas malasan "
kalisa menyenderkan kepalanya di lengan arian, dan langsung terbelalak melihat bahwa dia menyenderkan kepalanya di tangan yang terluka.
" maaf pak! aduh sakit tidak ya? untung kamu pingsan. kalau kamu sadar mungkin kamu sudah menjitak kepalaku kali ya "
gadis itu menyesalinya seakan seperti orang gila, dia malah meminta maaf dan ngobrol pada orang yang pingsan.
Beberapa jam kalisa setia menemani arian yang tak kunjung bangun, dan dari tadi dia sesekali ngobrol dengan suster yang menganti cairan infus arian.
" Arian bangun woyy!!! saya bosan!! "
kalisa menepuk nepuk wajahnya seakan mencoba kembali mengambil kesabarannya.
" aku pergi ya!! kalau kamu tidak bangun aku tinggalin nih! "
Kalisa dengan bodohnya mengancam arian yang bahkan tidak tau apakah mendengarnya.
" okey okey aku tunggu lima belas menit, kalau kamu tidak bangun, aku tinggalin sendiri. Biar kamu di temani sama arwah rumah sakit ini. "
__ADS_1
Kalisa mendadak tersentak dengan ucapannya, karna di lorong kamar itu memang sepi, gadis itu malah merinding sendiri Jadinya.
Dia berusaha menguatkan hatinya dan menyembunyikan wajahnya di kaki arian yang tertutupi selimut.
kalisa mencoba tertidur namun tak kunjung terlelap, berusaha mencari kesibukan sendiri didalam ruangan itu dengan memegangi tali infus arian.
kalau aku tarik ini tali dia terasa ngak ya?
pikiran jahil kalisa mendadak muncul dalam benaknya, karna suasana yang membosankan.
" cukup arian, aku mau pergi "
kalisa mendadak bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk pergi karna sebenarnya, dia sudah lebih dari waktu yang ditentukannya. Tak terasa dia hampir 6 jam disana, dan terpekik kaget karan dia cukup sabar dan kini dia tidak bisa tahan lagi.
" Arian aku pergi ya? "
kalisa masih melirik kearah arian yang tidak merespon ucapannya.
" jadi aku pergi nih? "
kalisa membalikkan pandangannya sambil masih berdiri dengan posisi memegang pintu.
" aku nyerah "
kalisa sudah memutuskan untuk menetap karna perasaannya di guncangkan oleh wajah arian yang seoerti menusuk hatinya.
Gadis itu kembali keposisinya dan duduk disamping arian yang masih sama.
" kamu menang arian, kamu tau sangat tidak adil ,Dan aku gadis baik hati yang mau tetap disini. untung ganteng!"
kata kata itu mendadak keluar saja dari mulut gadis itu dan mengakui kalau pria bernama arian itu memanglah tampan.
" kalau kamu mau bangun, bilang saja, Aku mau tidur sebentar. "
belum lagi kalisa bisa tidur dan masih mengambil ancang ancang, jari yang dia pegang mendadak dia rasakan bergerak.
" Shiera "
Nama itu keluar dari mulut arian yang belum sepenuhnya sadar, mulut kalisa tidak bisa berkata lagi karna senangnya. dia segera beranjak dan menelfon orang rumah sakit dari telfon kamar darurat ,terus meengenggam tangan pria itu sambil dia tak sadar kalau dia menangis karna senangnya.
***Tapi mengapa nama itu?
Gadis bernama kalisa sedikit bergudik perih disaat kebahagiaannya tiba saat nama shiera keluar dari mulut arian tanpa dia sadari.
Warning!!!!!! dan urgentt!!!!! π¬π¬π¬
Author juga butuh perhatian π
Jangan cuma Shiera aja yang di perhatikan π
author butuh kasih sayang dari pembaca
π Vote
πLike
πkomen***
__ADS_1