Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Diam


__ADS_3

Apa istriku lagi senang bermain hujan? " Kata pria itu pada shiera dengan senyum Smirknya dan tatapan dingin yang selalu menjadi ciri khasnya.


 


Sekarang mrreka berada dalam lingkaran yang sama, seperti takdir telah memberikan kesempatan untuk bermain dalam panggung sekarang. Shiera berdiri ditengah sua pria yang menjadi bagian dalam hidupnya, dengan keadaan yang mencekam dari mata dua pria yang saling beradu.


 


Apa yang harus aku lakukan sekarang?, mengapa bisa Rendra muncul dan melihat kami sedang bersama.


" Rendra... " hanya kata kata itu yang bisa lolos dari mulutnya, dia begitu bingung.


Tubuh wanita itu semakin kaku karna hujan yang mendinginkannya dan sekarang ditambah lagi dengan kenyataan yang harus dia hadapi sekarang.


" Sayang apa sampah ini mengangumu lagi? bukankah aku sudah mengatakan untuk menjahuinya? " kata Rendra dengan tajam merendahkan Arian, ditambah lagi kemarahannya yang memuncak melihat pria itu masih mengenggam tangan istrinya.


" Rendra mari kita pulang! " ajak shiera agar tidak memperpanjang masalah.


Namun tanggannya masih ditahan oleh arian bahkan dengan eratnya tidak mau melepaskan.


" Apa tanganmu itu tidak berguna lagi? jangan menantangku! " ancam Rendra lagi.


Arian malah membalas dengan senyuman pada orang yang sekarang menjadi targetnya, tidak ada rasa takut sama sekali pada dirinya malah kini semangat untuk mengahancurkanlah yang muncul dihatinya.


" Kau tau kau sampah yang sebenarnya adalah dirimu sendiri, mengambil milik orang lain seperti pencuri yang paling busuk dari segala pencuri yang ada di dunia ini. " balas arian dengan tajam.


" Pencuri akan masuk kalau dia melihat targetnya adalah orang yang bodoh dan lalai, dia tidak akan berhasil mencapai targetnya jika orang yang dia hadapi lebih kuat dari dirinya. " balas Rendra menikapi dengan tenang.


 


Rendra mendekatkan dirinya kearah Shiera, dengan lembut melepaskan tangan istrinya yang dari tadi dipegang oleh arian. Shiera hanya bisa menyaksikan ketegangan yang sedang terjadi, dia tidak menyangka kalau kejadian itu terulang lagi. Dia tidak bisa membayangkan kalau suaminya hilang kendali akan seperti apa nantinya.

__ADS_1


 


Rendra mendekap tubuh shiera ,dan wanita itu hanya bisa menurutinya saja. Pria itu mengambil sesuatu dari saku celananya, sia mengeluarkan sapu tangan dan menggunakannya untuk membersihkan tangan shiera yang tadi dipegang oleh lawannya sekarang.


" Hehehe... aku sungguh kasihan dengan pria sepertimu, kau mempunyai segalanya, bahkan aku ridak dapat dibandingkan denganmu. Namun kau terlihat seperti pengemis yang tidak tau diri.


BBRRUUUKK....


Tubuh arian tumbang setelah tangan Rendra yang mengahantam pipihnya dengan cepat, dai jatuh tepat digenangan air hujan yang telah menyatu menjadi lumpur. Jas yang arian gunakan tadi langsung kotor seketika, ditambah wajahnya ikutan terkena lumpur juga. Sontak Shiera bergerak ingin menolong arian namun dia lagi lagi terhentin karna dicegat suaminya.


" Kalau kau menyentuhnya, akan kupastikan hal yang lebih buruk akan terjadi dalam hitungan detik " Ancam Rendra pada shiera ,dan wanita itu memilih menurut saja dengan pria itu.


Mengapa lagi lagi aku harus dalam keaadaan seperti ini? mengapa hanya untuk mengerakkan kakiku saja aku seaakan harus menukarnya dengan nyawaku.


" Kau hanya boneka dalam permainan ini shiera, kau hanya alat dalam hal ini " kata arian pada shiera.


Mainan? alat? apa yang sebenarnya terjadi? mengapa aku tidak bisa menemukan jawaban apapun.


" Sampah! " Umpat rendra lagi.


 


Rendra meraih tubuh istrinya, memegang leher shiera dan mendekatkannya dengan wajahnya sendiri, dengan penuh kemenangan mencium bibir sang istri dengan penuh kemenangan didepan pria itu.


 


Lagi lagi rasa sakit itu menghantam hatinya, sangat keras dan tajam hingga tidak dapat dia ceritakan lagi. Hatinya belum menerima ketidak adilan itu, dendam dan semakin dendam itu lah yang tumbuh sekarang.


Shiera menangis pasrah,dia merasa tidak berguna sama sekali dan sekarang dia menganggap dirinya sebagai manusia rendah sekarang.


"RAGHHH... biadab.. " Erang Arian mengantam leher Rendra dengan siku tangannya dengan kuat. sekarang rendra jatuh tersungkur, lehernya sekarang dapat dia rasakan patah, namun dia maasih tetap bisa bangkit dan melawan pria itu.

__ADS_1


Lagi lagi pukulan Rendra melayang dipipih arian hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya, begitu sebaliknya Arian tidak mau kalah dan menyerang balik hingga berhasil juga membuat tanda pada hidung Rendra.Jiwa mereka yang tidak ada rasa mengalah sedikitpun terus melanjutkan petarungan sengit itu, darah mereka bercucuran dan mengalir ketanah namun terpudarkan dengan hujan yang membersihkannya.


Sudah cukup lama mereka beradu tenaga, hingga kemenangan kembali berpihak pada Rendra Liu. Dia meruntuhkan lawannya hingga tergeletak tidak berdaya dijalan dan dengan amarah duduk ditubuh pria itu dan meraih kerah baju pria itu dan kembali memukulnya tanpa ampun.


" Hahaha... aku tidak pernah menyerah pada orang sepertimu.. Hahaha... " Arian yang sudah kehabisan tenaga sekalipun tetap menyempatkan tertawa mengejek Rendra, membuat sang presdir itu semakin emosi dengan wajah orang yang jijik kepadanya.


" Kau cukup berani ( menepuk pipih Arian) dengan nyawamu yang hampir habis saja kau masih bisa membuatku semakin kesal " kata Rendra yang juga kehabisan nyawanya.


" Karna aku pria sejati... ( meludah kebaju Rendra) " tawa Arian senang dengan perbuatannya.


" Ha.. hehe kau memang tidak ingin nyawamu lagi ya!!! " Teriak rendra emosi melihat dirinya direndahkan.


Mengepal tangannya dengan geram ,mremas baju lawannya kuat dan mengambil ancang ancang pada tangannya. Namun dia merasakan ada badan yang mendekap punggungnya, dia bisa merasakan orang tersebut begitu gemetaran dan begitu dingin sekarang. Rendra undurkan niatnya, dia mengalihkan pandangannya pada orang itu, betaa ketakutan yang terpancar dari wajahnya. Lagi lagi dia gagal membuat wanita itu nyaman dengan kehadirannya, ketakutan, cemas dan jarak semakin terbentang antara mereka.


Dia dapat melihat dari mata wanita itu kalau dia sedang memohon meskipun tidak dia ucapakan kalau dia menginginkan agar dia tidak lagi menyakiti siapapun.


Berhenti! Berhenti! Aku mohon sudah cukup


Rendra dapat mendengar suara teriakan wanita itu dari hatinya, namun dia tidak sanggup untuk mengatakan.


" Kau selamat lagi kali ini " kata Rendra melepaskan gengaman tangannya yang tadi erat meremas baju lawannya. Rendra memilih bangkit dan meraih pundak shiera untuk bisa berdiri juga bersamanya.


" Kali ini kau tidak boleh menolak untuk pergi bersama ku! " ucap Rendra pada shiera, dia mengenggam erat tangan istrinya dan membawanya untuk pergi.


" Shiera aku berharap suatu saat nanti aku bisa mebawamu pergi sebelum hal yang mengancurkanmu datang " Desis Arian dengan memaksakan dirinya berbicara.


Tanpa berpaling lagi, Rendra dengan menyunggingkan sudut bibirnya.


" Aku akan membuat mu hilang lebih dulu sebelum harapanmu menjadi nyata " balas Rendra dan membawa pergi istrinya yang lagi lagi meninggalkan Arian sendiri sama seperti waktu itu.


Ada berapa banyak rahasia yang Shiera tidakk ketahui, namun mengapa hanya dirinya yang tidak tau. Apa dan mengapa ? lagi lagi itu muncul dalam benaknya dan terus menjadi misteri untuknya.

__ADS_1


__ADS_2