
Happy Reading
🌺 Vote
🌺 Like
🌺 komen
*Dia sangat aneh ,pasti ada yang salah kemarin ,apa aku yang terlalu menyinggung perasaannya ya ? tapi tidak mungkin ,tidak mungkin dia serapuh itu .Atau dia sendang dalam masa sensitif ya ? tapi apa laki laki juga ada hal seperti itu ? ahhh aku bingung melihatnya .Jujur aku tidak suka dia mendiamiku ,aku lebih senang dia mengangguku ,atau memarahiku itu lebih baik .Dia memang manusia yang egois ,mau menang sendiri ,kalau dia marah kenapa tidak langsung dikatakan* .Gerutu shiera dalam hati ,dari tadi dia bingung sendiri mencari jawaban sikap Rendra padanya ,dia berjalan mondar mandir menaiki dan menuruni tangga tanpa dia sadari sudah yang kelima kali baginya .
" Nti ! Lihat deh nyonya muda aneh ya ,apa tuan rendra tidak salah pilih istri ya ?" Ucap Nyung pelayan rumah shiera yang dari tadi memperhatikan sang majikan yang tidak tau mengapa naik turun tangga .
" Mungkin olah raga kali nyung ,biar badan nyonya sehat ." saut enty menjawab prasangka Nyung .
" Orang kaya masa olah raganya tangga sih ? tempat gimnastik kan ada ,dan emangnya Tuan rendra bakal miskin kalau istrinya bayar untuk tempat itu ." Jawab Nyung lagi .
" Iya mana tau nyonya shiera malas pergi kesana ,dan lebih efektif pakai tangga ." Sautnya membela shiera .
" Terserah kamu ,tapi kenapa kamu belain nyonya sih ?" tanya nyung .
"Nyung sadar diri ,ingat kamu siapa ,nyonya siapa ,dan rumah ini milik siapa " Jawab nti sambil memperagakan menunjuk dirinya ,shiera dan rumah yang mereka tinggali .
" Aku hanya memberi pendapat ku mengenai nyonya ,bukan berarti aku tidak sadar diri ." Imbuh nyung membela dirinya .
Enty yang sudah malas meladeni temanya itu memutuskan untuk pergi saja dari balik dinding tempat mereka mengintip dan melanjutkan langkahnya kedapur melakukan kewajibannya sebagai pelayan .
Sedangkan nyung belum puas melihat shiera dan terus diam diam memantau gerak gerik shiera ,dia memperhatikan dari ujung rambut dan sampai ujung kaki shiera dengan tatapan penasaran .
Kalau rambut memang sangat indah, dari sini saja memang terlihat sangat lembut bergoyang mengikuti arah gerak shiera .Kalau wajahnya memang mulus ,dan sangat bersih bersinar ( menyentuh wajahnya sendiri ) ,kalau badannya ramping dan kakinya terlihat jenjang serasi dengan tinggi badannya .Batinnya seperti mengoreksi fisik shiera ,lalu dia membandingkan dengan dirinya .
Aku juga tidak kalah dari nyonya ,jadi aku punya kesempatan .
__ADS_1
Nyung berjalan berjingkrak jingkak senang karna berpikir dia sama cantiknya dengan shiera ,dia bahagia karna penilaiaannya tadi tidak membuatnya kecewa dan sambil bersiul siul mencuci piring membuat temannya Enty berpikir kalau dia sudah tidak waras .
🌻🌻🌻
Di bar dengan lampunya yang gemerlapan.
Rendra terus meneguk gelas yang berisi beer ,dan ini sudah botol yang ketiga dan dia belum puas untuk minum .Rendra tidak peduli dengan orang yang lalu lalang dihadapannya ,dan ketika ada orang yang mendekatinya dia akan langsung mengusirnya .
Suara kebisingan serta lampu gemerlapan tidak cukup untuk mengusir kegundahan dalam hati sang presdir ,banyak wanita cantik disini tapi pikirannya tidak lepas dari hanya seorang wanita dirumahnya .
Dimana dia ? dia bilang ada dibar ini ,tapi dimana ? ucap mahen dalam hatinya ,dia mencari sosok Rendra yang tidak kunjung dia temukan ,tadi rendra menelfone nya dan mengatakan kalau dia tidak kerja dan mau menghilangkan setresnya dengan pergi kebar , dan amhen memutuskan untuk menyusul sahabatnya itu karna takut pria itu hilang kendali .
Matanya mencari diantara kerumunan orang menari ,matanya menelusuri melihat bentuk badan yang memang sesuai dengan badan rendra .
*Aku menemukanny*a. Gumam mahen senang dan bergerak kearah Rendra yang tengah duduk sendiri disudut tempat itu .
" Wah Rendra kau mabuk ?" Tanyanya pada Rendra yang matanya sudah memerah .
Rendra hanya melihatnya dengan pandangan kosong dan mungkin tidak sadarkan diri untuk sekarang ini ,Mahen menepuk nepuk pipih Rendra berusaha menyadarkan pria itu tapi tidak ada keseriusan darinya dan Rendra malah tertawa menyeringai padanya .
Mahen mengendus kesal tidak percaya kalau Rendra sudah minum sebanyak itu seorang diri ,dan tadi dia merasa kalau Rendra baru menelfone nya sekitar dua jam yang lalu tapi mengapa pria itu sudah semabuk ini .
Mahen memutuskan untuk memapah sahabatnya itu keluar dari tempat yang bising itu ,dengan susah payah menyeimbangkan tubuhnya membawa beban yang berat seperti Rendra .
" Kau tau Rendra kau tidak pantas seperti ini ! Kau sudah punya istri untuk saling bertukar cerita ,kau sama saja menghianati istrimu kalau seperti ini " Ocehnya pada Rendra ketika mau memasukkan rendra kedalam mobil .
Ditatapnya wajah Rendra yang tidak punya kesadaran lagi tersenyum padanya .
" Jangan tertawa Rendra !" Teriaknya kesal saat Rendra tertawa seperti mengejeknya .
HiSShhhhh
Mahen mau menutup mobil dan tiba tiba saja Rendra menarik tangannya ,membuatnya terjatuh didekat perut pria itu .
__ADS_1
" Lepas bodoh ! jangan memelukku seperti ini !" Teriak Mahen berusaha melepaskan tangan Rendra yang memeluk pinggangnya .
" Emmm sangat cantik ,istriku memang cantik ....." Racau Rendra tidak sadar mengatakan pada mahen .
Mahen kaget mendengar gumaman sahabatnya yang menyangka kalau dia adalah istrinya shiera .
" Siapa yang mau jadi istrimu bodoh ,sadar dan lepaskan tanganmu !" berontak mahen tapi Rendra lebih mempererat memelukknya .
Mahen malu saat orang orang lewat di sekitar mereka dan melihat mereka dalam kondisi seperti ini ,karna mobilnya belum terkunci ditambah lagi posisinya yang menimpah tubuh rendra yang kaki mereka panjang dan masih ada diluar .
" Sayang aku mau menciummu !" ucap Rendra dengan tersenyum pada mahen yang membuat pria itu bergudik geli .
" Hentikan rendra ! Aku normal ,jangan sampai aku memukulmu " Rengeknya saat bibir Rendra ingin menjangkau pipihnya tapi dengan sekuat tenaga untuk menjauhkan wajahnya .
Mahen tercekik saat Rendra dengan susah payah mau mencium dirinya ,dengan kesal dan susah payah karna walau pun Rendra mabuk namun kekuatannya tidak hilang .Habis sudah Kesabaran mahen dan spontan memukul wajah Rendra lumayan keras alhasil pria itu seketika tidak sadarkan diri .
" Maaf Rendra aku harua berbuat seperti ini padamu ,tapi ini demi kebaikan dan masa depanku yang masih panjang ." Ungkapnya berbicara sendiri melihat Rendra sudah tenang dialam.bawah sadarnya .
Mahen membenarkan posisi Rendra agar bisa muat dijok belakang mobinya ,selesai langsung dia menutup pintu.
Mau masuk kedalam mobinya namun dia melihat Pria lain memandangnya ,pria kekar itu terus melotot kerahnya lalu tersenyum .
" Call me baby !" ucap pria itu tersenyum genit berbicara pada mahen .
Haaa....call me ? what ? apa dia pikir aku gay ? pria ini cari mati .
Mehen membalas pria itu dengan tatapan tajam hingga merekasaling tatap tatapan ,pria itu semakin senang menganggap mahen menanggapinya .Mahen mengambil sesuatu dibalik jasnya ,lalu mengarahkan nya pada pria itu .
" Mau mati ?" Tanya mahen dengan menunjukkan pistolnya kearah pria itu .
Pria itu berjalan terbirit birit karna mengetahui kalau dia salah sasaran dan malah lebih salah ,mahen menyimlan lagi benda yang selalu dibawanya sekedar untuk membantunya menjaga diri dan terbukti dapat dia gunakan seperti tadi .Langsung menancapkan pedal gasnya dan membawa mobilnya itu meninggalkan tempat itu ,mencari tempat yang dirasanya cocok untuk sang presdir yang tidak sadarkan diri itu .
***Masih pada bingung ya sama jalan ceritanya ? Tapi tenang aja kalau kalian ngikutin disetiap partnya pasti rasa penasaran kalian akan terungkap .😁😁
__ADS_1
Next episode ya 😍😍***