
Hatinya sedikit bergetar, mengumpulkan perasaan yang dia pendam selama ini akhirnya dapat dia luapkan juga nantinya. Mobil hitam yang mereka pakai kini sudah memasuki halaman luas tempat kediaman keluargga Xie. keluargga itu merupakan nama yang dia pakai sebagai nama belakangnya .
Hanya sedikit yang mungkin dapat dia ceritakan mengenai papahnya Tuan xie, dengan semua perhatian dan kasih sayang yang memang kurang dia dapatkan. Ibunya sendiri sudah pergi meninggalkannya sedari kecil berumur lima tahunan. Dia menjadi satu satunya anak di keluarga itu ,menjadikannya sebagai shiera yang manja namun tetap kuat. Lingkungan tertutup dari kecil yang dia rasakan sungguh sangat berteman dengannya,dengan segala rahasia yang bahkan dia tidak mengerti. Bisa dihitung entah berapa kali papahnya pulang dalam sebulan, dan entah berapa kali dalam hari itu dia berbicara pada sang papah.
" Papah mau tidak temani shier ke acara lomba seni disekolah " katanya ketika dia berusia delapan tahun"
" Kamu harus mandiri "
Kata kata itu selalu melekat dalam ingatanya, dan membuatnya menjadi pribadi yang demikian. Dia yang hanya bisa diam dikalau ada masalah dan hanya bisa tertawa dan bahagia didepan orang lain.
" kaki mu kesemutan? "
suara itu membuyarkan lamunannya.
" Haa?" katanya sambil menatap dengan tatapan kosong.
" kenapa belum masuk ? kaki mu mati rasa? " cetusnya pada istrinya.
" Aneh! " kata shiera langsung berjalan meninggalkan rendra yang dari tadi ada disampingnya.
Wanita memang makhluk paling aneh dan sekarang terbukti.
Rendra mengikuti istrinya setelah bergumam kecil dalam hatinya.
" Papah! pah! " kata shiera setengah teriak.
shiera memperhatikan setiap sudut yang ada diruangan itu dan tidak ada yang berubah meski sudah lama dia tinggalkan.
" sangat heran denganmu shiera " gumam rendra yang dari tadi berjalan mengikuti istrinya itu.
" Ha? " shiera langsung menoleh kearah asal suara itu.
" Hey tidak usah melotot juga! jangan karna ini rumahmu jadi mau balas dendan disini " rendra mengernyitkan bibirnya.
" manusia aneh " shiera langsung memalingkan wajahnya langsung tidak peduli.
Shiera langsung berjalan menuju kerah dapur saat rendra hanya asik dengan kejengkelannya sepihak.
" Shiera! suamimu belum selesai bicara " teriak rendra yang menyadari kalau istrinya tidak disinya lagi.
**Ini anak nyusahin aja taunya ya, ngak ada sopannya dirumah orang. kalau orang yang ada ganguan kejiwaan dari lahir memang gini mungkin**.
Dari tadi suara rendra lah yang mengisi rumah itu karna tiada henti memanggil nama istrinya seperti takut istrinya menghilang.
" Kamu bisa kalem sebentar aja? ngak ada cemasnya gitu bakalan berhadapan dengan papah mertuanya sendiri,Heran banget sama manusia kayak kamu " cetus nya.
Shiera akhirnya meluapkan kekesalan pada suaminya karna dari tadi menganggunya.
" Kamu marah? " kata rendra dengan suara kecil.
Dia tanya aku marah atau tidak? wah suamiku memang benar benar polos sekali. Hebat bukan shiera punya suami yang sangat kelewatan imutnya.
" Enggak sayang, aku mana berani marah pada suamiku yang sangat baik ini "
__ADS_1
Shiera mencubit kecil pipih suaminya, ada persaan gemas, marah, kesal yang kini menyatu dalam hatinya.
" Aku memang baik sayang, jangan terlalu memujiku " dengan cueknya malah membalikkan badannya dan menatap keadaan dapur rumah mertuanya.
Shiera menggeram dan dengan spontan dia mengepal kedua tangannya seperti mau memukul kepala suaminya saja tapi tidak terjadi.
" Kau tidak lapar shiera? " tanya rendra setelah mengobrak abrik lemari makanan yang dimana tidak dia temukan apa yang dia cari.
" Rendra kamu ini manusia rakus ya ? ini baru sekitar dua puluh menitan setelah kamu makan, apa perutmu itu karet atau sejenisnya "
Wanita itu berbicara panjang sekali tanpa ada jeda dalam kalimatnya, membuat suaminya menatap dengan heran.
Rendra memegang kening istrinya, memejamkan matanya sebentar seperti sedang meresapi sesuatu.
" Apa sekarang perasaanmu terganggu? " tanya rendra heran.
" Iya! sangat terganggu! " bentak shiera.
" Mengapa? " tanya rendra
Mata mereka saling mengadu satu sama lain yang memancarkan rasa kekesalan.
" Apa kamu mau aku memasak makanan untukmu?. Ayolah rendra, tolong jaga sikapmu " shiera memiringkan sedikit kepalanya saat menatap wajah suaminya itu.
" Kamu memang lagi sakit shiera, sejak kapan aku mau menyuruhmu masak. Dan kamu bilang aku rakus, perut karet .Aku hanya bertanya apa kau lapar? dan jawabanmu sangat tidak nyambung dengan pertanyaan itu. "
Mendengar celotehan istrinya dari tadi membuat hatinya memanas .
" kamu tidak usah mengelak, aku tau itu kodemu! " kata shiera.
" Cukup shiera, kau mulai tidak waras sejak menginjakkan kaki dirumah ini. Sepertinya rumah ini memiliki aura negatif untukmu, secepatnya kita harus pulang ."
Rendra menarik paksa tangan istrinya untuk beranjak pergi, namun shiera menahan kakinya pada lantai agar tidak mengikuti langkah suaminya itu.
Shiera mencoba melepaskan tangannya dari genggaman suaminya, dan medorong tubuh kekar yang ada dihadapannya itu.
" Mau mencekikku? wah sepertinya mentalmu terganggu shiera. "
Suara teriakan dari mereka membuat kebisingan yang mengundang orang yang mendengarnya datang mengahampiri, kini sudah ada orang lain terlihat memperhatikan mereka, seperti penjaga rumah, para pelayan turut meramaikan kejadian langkah ini.
"Shiera jangan menarikku seperti ini! apa kau tidak malu diperhatikan orang lain "
Rendra yang mulai risih karna keanehan istrinya yang menjadi tontonan seisi rumah itu.
" Apa yang kalian lihat? ayo pegang pria aneh ini! apa kalian tidak mengenali nona rumah ini.?" Teriak shiera pada penjaga rumahnya.
Dua laki laki itu tampak bingung dengan situasi yang mereka hadapi saat ini, saat harus memilih langkah yang keduanya sangat berbahaya. Dengan keberanian mereka memutuskan mendekati rendra untuk berusaha menahanya yang mencoba membawa shiera.
" Lepaskan tangan kalian! berani sekali menyentuhku, sentuh sekali lagi maka keluarga kalian akan dapat asuaransi kematian nantinya "
Tangan yang belum sempat menyentuh rendra langsung kehilangan nyalinya, mereka tau siapa itu Rendra Liu dan lebih baik jangan mengusikknya.
" Maaf nona, kami tidak berani. Tuan rendra adalah suami nona dan nona sebaiknya mendengarkan kata kata suami nona! " kata penjaga pria itu dengan menundukkan kepalanya.
" Dasar penghianat! Payah! " umpat shiera.
" Mereka tidak salah shiera, itu adalah pilihan tepat dalam kehidupan mereka " Kata rendra dengan senyum liciknya.
Akhirnya rendra dapat menjangkau tubuh istrinya itu, dan mendekapnya dalam pelukannya seerat mungkin.
" Tolong jelaskan keanehan ini shiera! mengapa perasaanmu tiba tiba berubah dengan cepat. Bukannya tadi baik baik saja? "
__ADS_1
" Itu karna kamu! apa kau sebodoh itu "
" Aku? kau membuatku pusing "
Rendra benar benar tidak mengerti dengan istrinya ini.
Apa salahku? apa yang dia maksud? Apa seperti inikah wanita ? sangat sulit untuk dipahami.
Rendra memutar pikurannya, seperti ingin menelusuri waktu yang dimana ingin menemukan dimana letak kesalahannya.
" Berhenti membuatku kesal shiera! katakan dengan langsung saja dimana kesalahannya. kalau tidak aku akan menciummu disini! "
Perkataan rendra membuat mereka yang mendengarnya sontak kaget.
" Tidak tau malu! lepas bodoh " kata shiera.
" Bodoh? "
Tiba tiba ada suara yang mengagetkan mereka, karna suara itu bukan dari mereka. Dan ternyata suara itu milik pria yang dari tadi dicari shiera.
Wanita itu langsung memeluk pria paruh baya itu ,karna arian yang melepaskan istrinya karna merasa sedikit terkejut dengan kehadiran mertuanya yang tiba tiba.
" Papah! dari mana saja? dari tadi aku mencarimu " kata shiera berusaha menenangkan hatinya.
" Papah dari halaman belakang, dan papah tidak tau kalian datang "
" Apa papah sehat? kenapa tampak begitu lebih kurus dari sebelumnya "
Wajah shiera tampak begitu kahwatir dengan papahnya saat ini, hingga begitu banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan.
" Shiera sayang, bagaimana papahmu ini bisa tidak kurus setelah putrinya tidak ada disisinya lagi .Dan apa kabarmu sayang? apa kau baik baik saja? "
" Aku sangat baik" shiera memeluk pria yang sangat dia rindukan tersebut.
Istrimu sangat hebat rendra, kau lihat sikapnya begitu lembut pada pria tua ini, dia begitu baik dalam penuturan katanya dan sangat begitu mencemaskan pria itu. Lihatlah bagaimana sikapnya jauh berbeda saat berhadapan denganmu.
" Dan tadi papah seperti mendengar teriakan dari sini? Apa yang terjadi ? Bodoh? cium? Suara itu seperti wanita yang sedang berteriak. Apa ada para pelayan yang tidak sopan pada kalian berdua? " Tuan Xie mengangkat alisnya menunjukkan kalau dirinya penasaran.
Sontak para pelayan yang masih ada disitu saling bertatapan dan menatap shiera penuh arti.
" Tidak ada papah! " kata shiera dengann nada lembutnya.
" Tuan Xie, sebaiknya aku harus memberi tahumu sesuatu " Rendra memecahkan keheningan itu.
" Apa Tuan rendra diusik seseorang dalam rumah ini? katakan aku pasti akan mengajarinya! "
Dengan penuh kepercayaan diri, orang yang dipanggil dengan tuan Xie itu menaruh kebanggan pada dirinya.
" Putrimu gila! " kata rendra singkat.
DUGGGH
Perkataan rendra itu langsung mengahantam perasaan shiera dan menatap suaminya dengan aura memmbunuh. Sedangkan tuan xie yang belum mengerti tampak kebingungan.
Sedangkan rendra hanya berdiri dengan perasaan yang tidak ada rasa bersalah dan penyesalan.
* **Vote
* Like
komen
__ADS_1
😍😍😘😘***