
Pria paruh baya dengan balutan jas ditubuhnya yang membuat dia tampak gagah diusianya yang sudah tidak mudah, dia menunggu ssesorang didalam mobilnya, sambil menikmati sebatang rokok yang kini ada dimulutnya.
Mata tajam ibaratkan seperti seekor elang saja, dia hanya fokus pada majalah yang sedang dia pegang. Supirnya yang ada didepannya hanya bisa diam, dia tidak berani berkutik untuk menciptakan suara apapun. Sesekali dia melirik dengan hati hati kegiatan tuannya dari kaca spion yang mengantung didepan wajahnya, sangat waspada agar tidak ketahuan oleh orangnya.
TUTTTttt ( Suara klakson mobil lain)
Orang yang ada didalam mobil itu sekarang berdiri tegap didepan mobil pria paruh baya itu,caranya melihat kearahnya menandakan kalau orang itu tidak menyukai dirinya .
Dengan tenang laki laki itu keluar dari mobilnya dan menappakkan kakinya dengan membuat gerakan menantang ,tubuhnya lebih kecil dari pria dengan seragam itu namun ukuran tubuh bukanlah cara untuk membuatnya takut .
Dia tersenyum sinis saat orang itu menyodorkan benda yang berbahaya padanya ,pistol ditangan orang itu dia arahkan tepat kearah kepalanya .Orang yang mengancamnya juga membalas dengan senyuman yang merendahkan dirinya .
" Tsuiii ...( membuang ludah kesamping kiri arah tubuhnya ) kenapa wajah menjijokkan ini tidak pernah hilang !" kata pria itu .
Dia menggunakan Ipods hitam ditelinga kirinya ,mungkin itu sebagai alat untuk dia menelfone .
" Tapi aku lihatbkau suka dengan wajah yang menjijikkan ini " jawabnya pada orang itu .
" Kau seharusnya sadar kalau tanah liang untukmu sudah hampir selesai ,dan bersiaplah .... Xie !!" Tuturnya pada laki laki itu dengan menekankan nama nya .
" Jangan hanya bicara ,dan lihat tanganmu gemetaran memegang ini.Kau tahu kau masih saja anak kecil yang dari dulu tidak berguna " Tutur pria itu dan menurunkan tangan orang yang mengancamnya dengan pistol .Dan anehnya kemarahan pria itu tetap saja belum bisa dia akhiri ,matanya memerah dengan banyak umpatan dihatinya tapi belum bisa dia luapkan sepenuhnya .
" Aku akan mengabisimu " Teriaknya dan mengangkat lagi pistolnya kembali .
" Hentikan Mahen !" Kata temanya yang tidak lain adalah Rendra ,dia dari tadi hanya menonton dari dalam mobilnya dan kelamaan dia merasa emosi melihat orang yang selalu mendang remeh siapapun .
" Tuan Rendra ,upps hoho ...menantuku ? apa seperti itu ." Ledeknya pada Rendra .
Rendra juga tidak pecaya kalau dirinya adalah menantu dari keluarga Xie ,dia tidak pernah menerima Xie sebagai mertuanya .
" Serahkan rekaman itu !" suruh rendra
Lagi lagi dia meremehkan ,dia mengambil benda persegi dari balik jasnya .
" Sejak kapan orang berdarah dingin sepertimu merasa takut hanya karna rekaman ini ?" dia berusaha mengertak mental Rendra .
" Aku tidak mau membuang tenagaku ! kita sudah sepakat dan tepati janjimu sebagai seorang lakilaki "
" Tapi setelah aku pikir pikir ,hal sepenting ini tidak boleh dilepas begitu saja " ucapnya .
Rendra mengeritkan giginya ,hampir saja kesabarannya putus mengahadapi orang yang paling dia incar dalam hidupnya .
" Tidak tau diri !" Teriak Mahen yang ada disamping Rendra menodongkan pistolnya karna tidak tahan .
" Kau pikir kau hebat !" Sambung orang yang ada dibelakang mahen ,dia meletakkan benda yang dapat dirasakan mahen benda itu sama seperti dia punya sekarang .
Suara itu tidak asing bagi mereka ,dan bahkan sangat dia kenali .Suara yang sangat familiar ditelinganya dan masih terngiang di pikirannya sampai sekarang .
Rendra menoleh kebelakang nya ,orang itu tersenyum padanya yang membuat hatinya remuk seketika saat dia sedekat itu padanya .
" Hay !" Sapa orang itu saat Rendra melihatnya .
Mehen mengurungkan niatnya ,dia ingin tahu siapa dibalik sana dan dia dapati ternyata tebakannya benar atas suara tadi .
" Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini ya ,ohhh iya seingatku kapan terakhir kali ?" Tanya orang itu yang ternyata juan .
" pengianat " umpat mahen membuang ludah
" Kau itu hanyalah anak kecil yang selalu membuntuti Rendra ,kau masih belum cukup untuk menghinaku " Tantang juan menjawab pada mahen .
" Setidaknya aku bukan penghianat yang menusuk keluarganya sendiri " ucap mahen .
" Keluarga ? siapa yang pastas aku sebut keluarga ? kau ? atau mantan kakakku ini " imbuhnya dan memalingkan wajahnya melirik Rendra yang hanya terdiam .
__ADS_1
" Kau yang mengambil jalanmu sendiri ,kau yang ingin memisahkan diri " Sambung Rendra saat dia rasa kata kata itu tertuju padanya .
" Jalanku sendiri ? hemm...Apa seharusnya aku waktu itu aku mati saja terus bertahan mengemis dikaki keluarga Liu ? apa maksudmu seperti itu ?"
" Pulanglah " kata rendra singkat .
" Kemana ? kerumah keluarga Liu ? sebagai apa ? apa sebagai pengemis ?" matanya juan memancarkan kemarahan yang menyimpan luka yang teramat dalam .
" Untuk apa kau memanggilnya lagi orang ini untuk kembali ,dia hanyalah sampah yang akan membusuk ." umpat Mahen .
" Mengapa presdir Liu yang terhormat ini mau aku kembali ? atau karna aku bernama juan dan kau takut aku menyaingi dan menghancurkanmu ?" ucapnya mengancam .
" Kalau kau tidak mau aku akan memusnahkan orang sepertimu !" kata Rendra tegas .
" Sekarang kita bertentangan dan aku hanya mendukung orang yang menolongku dulu ,aku akan mendukung orang itu ." Ucap juan dan berjalan berdiri disamping Tuan Xie .
" Terserah kalau memang keputusanmu " kata Rendra dengan mata sayu.
" Kau Hanyalah orang bodoh yang dengan mudah ku permainkan ,bahkan jebakan saja kau tidak tahu sama sekali " ucap tuan xie .
" Kau mau sangat ketakutan saat kau mengetahui rahasiamu ada yang tahu ,dan hanya karna putriku ?" ucap pria tua itu menargetkan sesuatu .
Rendra hanya diam ,seperti dia malas untuk berdebat saat ini.
" Anakku shiera sangat beruntung bersamamu " ucap tuan xie .
" Jangan sebut nama istriku sebagai putrimu !" bentaknya .
" Bagaimanapun dia putriku ,ada nama ku tertulis debelakangnya ." bantah Tuan xie .
" Kau bukan Ayah istriku " kata Rendra .
" Tapi dia memanggilku papah ,dia menyebutku papah ." ucap orang itu .
" Dia hanya belum mengetahui kalau kau bukan orang tuanya " bantah Rendra .
" Apa kau berani bilang padanya kalau aku bukan papahnya ?" Tantangnya pada Rendra .
Rendra tidak menjawab pertanyaan itu ,tidak tau apa yang terjadi saat pertanyaan itu tertuju padanya .Hanya kesenyapan diwajah presdir itu ,rasa bimbang dan ada ketakutan tersendiri saat ada hal yang menyinggung istrinya .
" Papah dia takut kalau dia katakan seoerti itu ,adikku shiera akan meninggalkannya " Ucap juan yang memanggil Tuan Xie dengan sebutan papah .
*Brukkkk ( Dentuman keras )
" Kau hanya anak yang memalukan ,apa kau rasa kau hebat dengan memukul wajah temanmu* !" ucap pria itu pada seorang anak yang masih mengenakan seragam sekolah .
Wajahnya tampak memar dan beberapa bekas yang membiru di tangan dan kakinya ,dia tidak berhenti menangis menharap pengampunan dari orang yang mengajarnya kini .
" Tapi dia yang menghinaku papah ,aku tidak salah dengan mempertahankan harga diriku " ucapnya memberanikan diri membela dirinya .
" Sudah berapa kali kau melakukan ini ,dan hanya menjawabku karna harga dirimu .Tidak bisakah kau menutup telingamu dan menganggapnya tidak ada ?" bentak nya pada putranya .
" Kau tidak tahu apa yang aku rasakan !" Anak otu berani menatap mata papahnya ,memaksakan tetap berbicara meskipun dia sangat jesakitan di bagian mulut dan lehernya yang sekarang dia rasakan patah .
" Apa yang kau rasakan ? apa kau kesal karna mereka bilang kalau kau anak pungut " Tebak papahnya .
Anak laki laki itu hanya diam ,dia rasa papahnya lebih tau apa yang terjadi .
" Bersikap biasalah ,jangan mengusik mereka .Kau harus tahu kalau perusahaanku sekarang dalam.masa sulit dan karna kau semuanya lebih sulit ."Marahnya .
" Kalau mereka melakukannya pada Rendra apa kau akan mengatakan padanya harus bersikap biasa?" kata anak itu membalikkan pertanyaanya pada orang tua yang ada di hadapannya ini .
" Anak kurang ajar ! seharusnya aku tidak mengambilmu dari jalanan waktu itu " desit pria itu kesal .
Air matanya perlahan keluar begitu saja membasahi pipihnya ,ingin dia mengancurkan orang yang ada dihadapannya ini dengan tangan kecil yang tidak sebanding itu .
" Aku tidak pernah meminta mu ,dan kau tidak pernah menganggapku sebagai putra keduamu .Itu hanya alasanmu waktu itu pada rekanmu supaya kau mendapat simpatik dimatanya dengan kau mengambilku ." Katanya merengek .
" Itu kau tahu "
" Aku tidak mengaharap hartamu ,aku hanya mau kau memandangku sama dengan Rendra !" katanya berteriak .
" Tidak bisa " Jawab pria itu menolak .
" Kenapa?" tangisnya .
" Kau bukan putraku ,dan aku harus mendidikmu sekarang seperti ini agar kau dapat menerima peranmu nanti sebagi pelindung putraku saat dia sudah bisa berdiri sendiri " ucapnya akhirnya menjelaskan jawaban dari anak itu .
" Jadi itu rencana mu ? kau mau aku melindungi anakmu dan membiarkan diriku mati diluan .Kau salah ! malah aku akan mendorongnya pada kematiannya ."
__ADS_1
***Tpakkkkkk
Tamaran mendarat dipipihnya ,hingga dia tersungkur kembali .Tidak puas orang itu menendang tubuhnya yang sudah lemas .
" Pergi !" kata pria itu menunjuk kearah pintu***
Dia mengerti kalau dirinya diusir segera memaksakan untuk bangkit ,dia menahan sakit di arah bagian perutnya .Berjalan pincang dan bergegas pergi keluar Ruamah yang telah dia tempati beberapa tahun ini .
" Kakak jangan pergi " cegat seorang anak perempuan yang mengenakan gaun yang cantik .
Anak perempuan itu menagis ,mungkin dia tau kalau dia membiarkan kakaknya pergi maka orang itu tidak akan pernah kembali .
" Jangan pergi ! " cegat anak yang sebaya dengannya .
" Bukankah seharusnya kau senang ?" tanya nya pada anak yang sama dengannya .
" Bagaimana mungkin aku senang melihat saudara ku pergi !" ucapnya .
" Aku bukan saudaramu lagi ,aku tidak memiliku hubungan apapun denganmu dan orang tuamu .Aku mengembalikan nama yang di berikan papahmu padaku dulu ,dan kita sekarang telah menjadi orang asing kembali " ucapnya dan langsung melangkah lagi .
Mereka hanya bisa diam menyaksikan satu saudaranya yang telah pergi menghilang seoring waktu dan tidak terlihat lagi jejaknya setelah melewati pagar rumah itu .
****
**Beberpa jam dia sudah berjalan ,tidak kunjung mengeringkan air matanya.kakinya sudah lecet karna berjalan tanpa alas kaki ditambah lagi dengan jalan menyeret .
Terlintas dipikirannya saat melihat jembatan yang kini dia telah berada disitu ,jurang luas terbentang dibalik pembatas kokoh itu .
Apa ini akhirnya ? dia masih belum.memastikan ,dia masih belum cukup dewasa untuk keputusan itu . Dia memilih meringkukkan tubuhnya berjongkok menyender didinding jembatan itu ,tidak ada yang mau menyapanya ,namun itu lebih baik karna dia tidak mau kepalsuan terulang kembali padanya .
" Siapa namamu ?" terdengar suara yang menyadarkan tubuhnya yang telah mengigil .
Anak itu mengangkat kepalanya ,dan dapat dia lihat ada orang yang menghalangi cahayanya .
Orang itu menarik tangannya dan menarikknya masuk kedalam mobil putih miliknya ,dia tidak tau mengapa dia menurut begitu saja .Mungkin karna dia sudah terlalu lelah .
Dia mengikuti orang itu masuk kedalam rumah besar yang hampir sama dengan rumahnya dulu ,mereka tidak berbicara sendari tadi bertemu** .
" Siapa anak ini ? kenapa membawanya kemari ?" tanya orang yang mungkin adalah teman dari orang yang membawanya .
Sekarang hanya mereka bertiga yang duduk dimeja makan keluarga itu ,dia masih belum.mengerti mengapa dia diperlakukan seperti itu .
" Dia adalah putramu !" ucap pria itu pada pemilik rumah .
" Jadi anak ini ?" tanya nya pada temanya itu .
" Iya " jawabnya singkat .
" Aku menerima dia " ucapnya mengiyakan sesuatu yang hanya mereka yang tau .
" aku tidak mau mengulangi lagi ,siapa namamu ?" tanya orang itu lagi padanya .
" Juan " saut anak laki laki itu .
" Sekarang mereka adalah keluargamu ,kau adalah putra tunggal dari keluarga jian .Dan bekajarlah untuk memikirkan cara untuk membalas rasa sakit dihatimu itu ." tukas pria itu .
Dia tidak bisa memahami sama sekali ,mencerna semua perkataannya itu sangat sulit .Tapi entah mengapa ucapan yang dia dengar itu membuatnya mempunyai harapan kembali untuk hidup .
" Kalau begitu aku akan lagi " ucap pria itu berpamitan pergi pada temannya .
Pria itu merapikan jasnya ,sangat menawan dan keren dimatanya .
" Siapa anda ? bagaimana aku harus memanggilmu ?" tanya anak iyu sebelum pria itu benar benar pergi .
" Aku adalah keluargamu sekarang ,namaku Xie " ucapnya lalu benar benar pergi .
Anak itu terpesona dengan aura yang dia rasakan dari orang yang telah membawanya .
" Sayang ! " teriak pria yang telah menjadi orang tuanya .
Tidak lama setelah itu muncul seorang wanita yang masih cantik diusia yang tidak terlalu muda untuknya .
" Lihatlah ! sekarang kita mempunyai putra ,sekarang aku tidak pusing lagi memikirkan siapa yang akan mewarisi hartaku .Lihat sekarang kita punya dia ." katanya pada wanita itu yang ternyata istrinya .
Wanita itu melihat kearahnya ,matanya juga sangat senang atas kehadirannya .
" Kau sangat kurus ,ayo makan yang banyak " suruh wanita itu padanya .
Mungkin ini lebih baik ketimbang menjadi hewan peliharaan keluarga Liu .katanya dalam hatinya merasa lebih senang dengan kebaikan yang dia rasakan dari sepasang suami istri itu .
__ADS_1
Dia telah memilih jalannya sendiri ,keluar dari jalan yang dulu dia yakini benar dan selalu dia utamakan .