
*Apa yang akan terjadi padaku ya, dia itu preman kalau di kasur*.
Shiera sedang pura pura sibuk membersihkan, meja makan pura pura sedang membersihkan padahal sudah bersih.
" Aku akan keatas diluan, sebaiknya kamu jangan membuatku marah. "
Rendra berjalan menaiki tangga, sementara shiera bergudik ngeri ketika memperhatikan
suaminya berjalan.
Sebagai istri dia selalu mengerjakan tugasnya dengan baik, menyiapkan sarapan, menyiapkan pakaian, membersihkan rumah kini sudah menjadi rutinitasnya. Shiera mengerjakan itu semua dengan ikhlas,meskipun semenjak menikah dengan tuan Liu dia belum pernah di puji atau di perhatikan layak nya seorang istri. Yang ada hanyalah kebisuan ,bahkan ketika shiera tidur di kamar itu. Dia tidak tau apakah suaminya itu tidur di sampingnya atau tidak .
Kebiasaan suaminya adalah jika pulang bekerja maka akan langsung masuk ke ruangan kerja, entah kapan dia tidur diapun tidak tau.
Kini jantungnya terus berdebar, langkah kakinya sedikit gemetar. Pikiran shiera entah kemana sekarang, memikirkan tentang suaminya yg telah gila dalam semalam.
pintu kamar itu perlahan berbunyi pelan, tiada suara di dalamnya, takut tapi harus dia lakukan. Rendra sedang duduk menatap laptopnya dengan serius, shiera pura pura tidak tau akan adanya sosok suaminya di kamarnya.
Dia langsung mendekati kasur, menutupi tubuh nya dengan selimut. Acuh kepada suaminya.
" Bangun!! "
Shiera mendengar suara yg mengetarkan hatinya, dia masih tidak mengiyahkan perintah suaminya. Masih dengan posisi di kasur memaksakan matanya untuk terpejam.
" Aku bilang bangun!! "
Rendra mulai menekan kata katanya, spontan shiera langsung bangkit dan menatap Pria yg ada di hadapannya.
" laksanakan janjimu tadi! "
Wanita yg me jadi istri presdir Rendra liu ini bingung, kapan dia pernah berjanji?, dan apa yg dia janjikan.
" Emmm aku tidak berjanji apapun. "
pertanyaan nya tadi seperti pertanyaan penentu nyawa bagi shiera, dia benar benar tidak bisa menebak sifat sang suami. Tadi yg di lihatnya adalah suaminya telah berubah jadi orang yg rada tidak waras, dan sekarang kembali lagi kesifat aslinya.
" sayang, tadi kan kamu berjanji mau memijat punggung suamimu ini "
ingatan shiera perpahan kembali mejelajah waktu yg beberapa saat lalu di alaminya.
" Sayang kamu kan sedang sibuk, bagaimana kalau besok? "
__ADS_1
Shiera mencoba untuk menawar pada suaminya, wajahnya di buat seimut mungkin .Berharap suaminya menyetujuinya, karna dulu saat dia sedang berjanji dan ingin mengundurnya wajah cantik dan imutnya selau berhasil. seperti pada Papahnya dan Arian mantannya, wajah manisnya menjadi senjata andalan bagi wanita cantik bernama shiera.
Tapi yang di hadapinya saat ini bukanlah arian mantan kekasih yang sangat lembut, tapi yang sedang ia hadapi sekarang seorang pria tampan dengan sifat dingin nya, dan tidak lepas dari ekspresi datarnya.
" Tidak "
Rendra langsung menolak, walaupun dia memasang wajah imutnya.
" sayang, besok sajah ya. soalnya aku takut tidak membuat mu konsentrasi bekerja. "
" tidak "
Kebisuan benar mencekam di kamarnya kini, lelaki ini memang selalu tetap pada pendiriannya. Perlahan dia berjalan mendekati rendra, tangannya yg kaku dan dingin karna grogi kini menyentuh pundak suaminya dari belakang.
Rendra hanya diam menatap layar laptopnya, tiada kata kata lagi keluar dari mulutnya. Entah apa yg pria ini rasakan saat tangan istrinya menyentuh tubuhnya, seperti ada ketenangan dalam hatinya, rasa yg begitu nyaman dan damai perlahan di rasakan di hati yg dingin itu.
Jendela kamar itu sengaja di buka oleh rendra, karena dia ingin mebiarkan agin sejuk itu menyentuh tubuh mereka. Tampak diluar telah gelap, hanya jam yg berdetak yg terdengar.
\*Perasaan apa ini? wanita ini sunguh membuat perasaan ku tenang, perasaan apa ini\*? .
Rendra sebenarnya mencuri curi memandang istrinya yg tampak malu memijat punggungnya.
" sayang sejarang pijat kepalaku "
Shiera hanya mengiyahkan perintah suaminya, kini tangannya menyentuh kepala suaminya memijat perlahan di nadi suaminya.
kini pikiran usil shiera tengah muncul di benaknya, pelahan dia menjambak kecil rambut suaminya namun wajah rendra tidak menunjukkan reaksi apapun. keberanian nya kembali menjambak rambut itu lagi sedikit kencang, namun tidak ada reaksi apapun.
Kini dia semakin berani seperti ingin membalas kejengkelannya akibat rendra dengan menjambak rambut itu dengan kuat. Membuat bibir rendra sedikit bersuara kesakitan.
" Shieraaaa kau ingin menguji kesabaran ku ya? "
Kini rendra telah bangkit dari posisi duduknya, membuat wanita itu kini mengutuk perbuatannya sendiri.
*Tuhh kan shiera kamu sok hebat sihh, tuh lihat singa nya udah ngamuk kan. ****** deh kamu*.
Belum sempat lagi rendra melanjutkan amarahnya, shiera sudah menenengelamkan tubuhnya di pelukan rendra. Sontak membuat rendra kaget dan bingung.
" sayang aku minta maaf ya, tadi aku gemas dengan rambutmu yg halus dan wangi. Membuat tanganku menjambaknya dengan geram. Hehehe "
shieraaa di mana harga dirimu sebagai wanita yg teguh pada pendirian, sekarang kau malah memluknya seperti seorang kucing yg sedang bermanja.
" kamu memang pandai cari alasan, okey aku tidak akan marah tapi..... "
Rendra langsung mengangkat dagu shiera, yg membuat mata wanita itu menatap wajah tampannya .Mencium lembut bibir mungil istrinya, membelai tubuh sang istri.perasaan ini sungguh menghipnotis shiera ,tidak ada perlawanan darinya seperti dia sudah terhipnotis akan sang suami.
Rendra mengangkat tangan shiera yg tadinya memeluk tubuhnya, membuat tangan itu kini melingkar di lehernya.
kegiatan itu perlahan memanas membuat tubuh rendra tidak tahan lagi karna hasrat nya kini sudah memuncak.
__ADS_1
dia mengendong tubuh istrinya dan meletakkannya di kasur yg lembut, kembali dia mencium dalam bibir itu dan menjepit tubuh sang wanita dengan tubuhnya dan perlahan dia mengatur berat badannya agar tidak membuat sesang istrinya.
Mereka kini sudah hanyut dalam suasana, rendra kini sudah menangalkan pakaian atasan istrinya yg kini hanya mengenakan Bra, dan sekarang ia sadari bahawa istrinya memiliki tubuh yg mengoda.
"ahhhkk ahhkkk "
desahan itu perlahan keluar dari mulut mungil shiera ,saat rendra mengecup lehernya yg membuat suaminya semakin merasa bergairah.
" sayang aku suka dengan harum tubuhmu, ini sangat mengoda "
Rendra berbisik di telinga shiera, terdengar sangan seksi di telinga wanita itu.
" Ahhhhkkk... ahkkk "
" sayang apa tubuhmu mulai memanas "
Rendra gemas melihat wajah shiera yg merona dan malu karna kecupan kecupan yg dia verikan di tubuh istrinya itu.
Entah kapan mereka sudah tidak berpakaian lagi,seakan mereka telah di hipnotis oleh suasana yg memanas ini.
" Sayang aku akan melakukannya dengan lembut. "
Rendra kini sudah mendekap kuat tubuh shiera, dan kini tangan istrinya itu telah meraba tubuhnya.
" Ren.. dra apa yg ada di pungungmu ini "
shiera seperti merasakan sesuatu yg menjangal, ada bendolan kecil yg dia sentuh. Membuat rendra kebingungan, dan terpaksa dia bangkit di tengah hasratnya yg memuncak.
" ada apa "
Rendra membalikkan tubuhnya membiarkan shiera memeriksanya.
" Rendraaaaaa "
shiera berteriak tiba tiba dan hampir saja membuat jantung suaminya itu sangat terkejut.
" ada apa?, apa yg kau lihat? "
Rendra kebingungan melihat ekspresi istrinya yg seperti ketakutan.
" kamuuu kena...... Cacar air "
" apa cacar air? "
Malam ini menjadi malam sial Rendra karna dia harus menahan nafsunya dan kedepannya akan menjalani hari dengan masalah di tubuhnya kini.
***Hay guys 😍 semangati saya dong dengan
* Vote
* Like
* komen
* tekan favorite***
***karena dukungan kalian semua sangat oenting untuk author 😁😁😁
Yayaya jangan lupa kalau siap membacanya ya..... please 😍😘😘😁***
__ADS_1