
Entah apa yang harus pria itu katakan pada menantunya ini, dan jujur saja dia tidak mengerti dengan hal yang sedang dia hadapi.
Sedangkan shiera menahan malu dalam hatinya dan mengutuki suaminya itu.
***Rendra dosa besar apa yang aku lakukan padamu lagi? mengapa kau mempermalukan aku didepan papahku sendiri.
Dan wajahnya itu sangat percaya diri sekali, dan matanya itu seperti anak kecil kebingungan saja***.
" Hehehe... papah tidak usah dengarkan dia, sebaiknya kita berbincang diruang tamu saja. Aku sudah sangat rindu pada papah "
Shiera menarik lengan sang papah untuk membawanya menghindari suaminya itu.
" Tunggu shiera! sekarang papah mau kau jelaskan semuanya, ada apa sampai suamimu berkata seperti itu? " Tuan xie menahan tangan putrinya.
" Lihat bagaimana kelakuan putrimu padaku! bahkan dia menunjukkan sendiri didepan anda "
Rendra mengelengkan kepalanya, menatap istrinya seakan menunjukkan kemenangan.
" Maafkan putri saya tuan rendra! perlahan pasti dia berubah " kata pria itu pada rendra takut menyinggung hatinya.
" Ya sudahlah, lagi pula sekarang dia istriku dan aku harus menerima takdirku karna sudah dengan cerobohnya memilih dia.Dan kau tidak perlu memanggilku dengan ada kata tuan, sekarang kau bisa memanggilku rendra saja. "
Rendra tersenyum lembut pada shiera dan dengan paksa wanita itu membalas senyuman itu.
Kamu tahu shiera ini adalah takdirmu yang sangat indah, anugrah yang menakjubkan dalam bentuk suamimu ini. Dan lihat bagaimana suamimu itu merasa teraniaya karna ulahmu, papah aku sangat kasihan padamu memiliki menantu yang sangat pintar dalam menipumu.
" Hahahaha ...tampaknya putriku sangat beruntung menikahi orang sepertimu ,kau sangat sabar dan pegertian " Tuan xie memberanikan diri menepuk pundak rendra dengan perlahan.
Berani sekali tangan kotor ini menyentuhku, aku membiarkanmu kali ini karna shiera adalah putrimu.
Rendra menunjukkan kerisihannya saat Tuan xie menyentuhnya,namun tidak terlalu dia tunjukkan.
" Sebaiknya kita bebincang di meja makan saja, tuan rumah ini akan menjamu kepulangan putri dan menantunya. Ayo kita keruangan makan! "
" Ayo pah! " shiera mengandeng sang papah namun dengan cepat rendra menarik tangan istrinya.
Tuan xie hanya berpura pura tidak melihat saat rendra begitu agresifnya pada putrinya, dan memilih untuk berjalan diluan.
" Ada apa? " kata shiera sambil menatap tajam rendra.
" Jelaskan sekarang mengapa tadi kau marah saat aku bertanya apa kau lapar? " kata rendra masih penasaran.
" Akan aku jelaskan padamu bahwa kau harus menerima takdirmu karna sudah memilihku "
Dengan suara lantang shiera seperti menekankan arti dalam makna sesungguhnya.
" Maksudmu ?"
" Bersiaplah atas takdirmu Rendra Liu "
__ADS_1
shiera melepaskan tangannya dari rendra dan menepuk pundak itu dengan wajah yang begitu menjebak perasaannya.
Rendra terpanah dengan perkataan lantang istrinya, yang begitu menawannya berjalan melangkah pergi setelah mengatakan sesuatu yang membingungkan.
******Mengapa aku merinding mendengar ucapannya? apa aku termakan ucapanku sendiri. sepertinya aku sudah salah menyinggung nya***.
Rendra mengikuti shiera dan kini dia sudah dihadapkan dengan meja yang terisi penuh dengan hidangan makanan dengan beragam menu.
" Ayah mertua sangat baik hati dan pengertian, tau saja kalau menantunya sedang tidak teratur makan. " ungkap rendra dengan nada memelas.
" Mengapa bisa ada hal yang seperti itu? apa shiera tidak pernah memasak untukmu? "
kini papahnya menatap shiera dengan rasa tajam dan penasaran.
Papah percayalah padaku untuk kali ini saja, kalau memang kau salah dalam memilih menantu. Lihat bagaimana hebatnya dia menganiaya diriku dengan manisnya.
" Papah tidak usah dengarkan dia karna dia itu serigala berbulu...? " perkataan shiera langsung terhentikan oleh celaan suaminya.
" Berbulu emas, lebih tepatnya suamimu serigala berbulu emas.Dan kamu sangat beruntung dan harus bersyukur " sambung rendra dengan lantang.
Shiera sayangku, kamu belum sampai dalam level menjatuhkanku dan itu sangat sulit.
Tapi jika terus dilihat wajah istriku ini terlihat sangat imut sekali ,sangat gemas terus membuat dia kesal.
Tuan Xie menatap heran kedua insan yang sepertinya terhalang sesuatu karna dirinya yang hadir disitu. Dia bergudik ngeri karna dia kagum dengan putrinya yang bisa membuat Rendra liu tampak sangat konyol saat berhadalan dengannya.
" Anda bisa lihat! saat makan saja dirumah anda dia bisa memberikan kode agar aku menyuapinya. Anakmu ini sangat manja, tapi aku rela karna aku sangat baik. " Kata rendra terus mengoda istrinya.
" kamu memang suami yang baik " ungkap tuan Xie.
" Saya tau tanpa anda mengatakannya, tapi anda harus tau bahwa hal yang akan me. buat kebaikan saya berubah adalah ketika orang yang mengusik saya masih hidup dengan tenang "
Rendra tersenyum dengan khasnya dan dengan matanya melirik tajam menunjukkan bahwa dia juga tidak serius untuk cepat berdamai.
" Hahah rendra kamu memang sangat ambisius dalam karaktermu ,kamu sangat sulit untuk dimengerti " ungkap tuan xie.
" Itulah aku, karna aku membiarkan musuhku melihat aku adalah orang yang bodoh dan gampang luluh. Dan setelah itu kau tahukan apa yang akan terjadi? ,orang itu akan merasa angkuh dan dengan sendirinya akn menjadi bodoh. Dan disitulah aku akan terus menyiksanya tanpa henti, sampai sekarang anda tahu kalau aku terkenal dalam trik yang menjadi andalanku "
Lagi lagi rendra tersenyum Smirk pada tuan xie, kata katanya seakan mengingatkan akan status tuan Xie sendiri dimata seorang rendra liu.
Shiera hanya menjadi pendengar saja saat ini karna dia tidak tahu kemana arah topik pembicaraan diantara kedua pria ini.
" Pah! apa yang sedang kalian bahas? aku tidak mengerti sama sekali" kata shiera menyela pembicaraan itu.
wajahnya tampak kebingungan saat melihat tatapan kedua orang yang dia lihat.
" Shiera apa kamu bisa bantu papah ambilkan sesuatu dikamar papah? "
" Barang apa pah? " tanya shiera.
__ADS_1
" Didalam lemari kerja papah ada sebuah kotak berwarna coklat dan bawa kesini! " kata papahnya pada shiera.
Shiera beranjak pergi dari tempat duduknya meninggalkan mereka berdua disana,kakinya menapaki anak tangga untuk menuju kamar sang papah. Didepan pintu dia berhenti sejenak, membuka engsel pintu dengan perlahan.
" Haaa... apa ini! " teriak shiera.
Ingin dia menjerit sekuat tenaga tapi terhalangkan karna mulutnya telah didekap dengan tangan seseorang.
" Diam sayang! " kata pemilik suara itu.
Dia mendekap tubuh shiera dengan kuat seakan sedang menangkap mangsa yang dia incar.
Shiera terus memberontak, tubuhnya dia biat agar mengeliat sekencang mungkin, namun sia sia karna orang itu sangat kuat menahannya.
Siapa dia? mau apa orang ini? mengapa bisa dia ada didalam kamar papahku. Apa dia seorang pria? Mungkin iya karna tangannya sangat kekar dan tenaganya kuat. Tapi ada apa sebenarnya? .
Shiera mengigit tangan yang menyumbat mulutnya, membuat orang itu berteriak kecil mengeluarkan suara yang ternyata seorang pria.
"Siapa kamu? apa kau orang jahat? " teriak shiera setelah mulutnya akhirnya bisa bicara kembali.
" Kamu sangat payah dalam mengingat ya? apa kamu tidak bisa mengenaliku ?" kata pria itu dengan misterius.
" Jangan bermain kata kata bodoh! emangnya kamu siapa sampai aku harus mengenalmu ?" tantang shiera dengan nada tinggi.
" Cium aroma tubuhku sayang! maka kau akan tahu " katanya masih tidak mau melepaskan pelukannya pada tubuh shiera.
Apa maksudnya? aku tidak mengenalinya dan suara ini asing, bagaimana aku bisa mengenali baunya.
Emm tapi aku pernah mencium aroma parfum ini disuatu tempat, tapi dimana? aroma yang khas. Pasti aku pernah bertemu dengannya beberapa kali makanya aku bisa mengenali aromanya.
" Sekarang kau harus terus menatapku! "
Pria itu membalikkan tubuh shiera sehingga bertatapan dengannya secara langsung,mata mereka tampak beradu. senyum pria itu dapat dia kenali dengan gigi yang berbaris putih menghiasi senyumnya.
Entah itu tipuan atau semacamnya, pria itu dapat mengalihkan pandangan shiera didalam matanya. Membuat mata shiera terbelalak kaget saat menegtahui pria misterius itu sudah tidak asing lagi dalam beberapa waktu ini untuknya.
" **KAMU ! Bagaimana bisa? " kata kata itu terlontar begitu saja dari mulut shiera setelah berdam lama dalam tatapan mata yang saling tidak mengerti.
" apa kabar? " kata pria itu sambil tersenyum.
Mana inih sayang sayang aku
Votenya
Likenya
Komenya
Dan love juga ya
__ADS_1
The strong of stroy 😍😍😘😘**