Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Back


__ADS_3

 


**** Beberapa jam sebelumnya


 


"wah wah wah... Lihat hidungnya kembang kempis! " Teriak mahen membuat yang lain kaget.


 


Mereka memperhatikan mata gadis itu membuat kedipan kecil, terdengar suara erangan nafasnya. Rendra membenarkan pakaiaannya, menegapkan cara berdirinya.


 


Kalisa membuka matanya, tampak sinar buram buram dan lama kelamaan dia melihat beberapa orang sedang mengelilinginya. Dia mencoba untuk duduk, Ikh dengan pelan memapah gadis itu untuk menyender di pegangan sofa tempat dia berbaring.


" Humm " Endus kalisa dengan nafas berat.


Bibirnya sengaja dia manyunkan, dia memalingkan wajahnya menghindari melihat orang yang membuat batinnya kaget tadi.


" Pergilah! aku malas melihat kalian berdua " kata kalisa dengan wajah kesalnya.


" Yang kamu pikirkan itu tidak benar! bersikaplah dewasa! jangan terlalu mudah dalam mengambil keputusan " kata Rendra malah lebih terlihat dia yang kecewa.


" HAAA? kakak mau aku dewasa? dan maksudnya pikiranku pendek. " tanya kalisa kesal.


" Kau memang seperti itu ,masih kekanak kanakan " cetusnya dengan tajam.


" Jadi apa yang harus aku pikirkan? Apa aku harus berpikir kalau kakakku sedang bermain cara membuka celana, kakakmu sedang memutar cerita masa kecilnya dulu. Atau kakak takut ketahuan kalau sebenarnya kakak menyukai pria? dan memilih menikah hanya untuk bersembunyi agar tidak ketahuan. ".ungkap kalisa menebak hal buruk tentang kakaknya.


Sekarang mahen merasa terhakimi dengan hal yang tidak dia mengerti, dia tidak tau harus menjelaskannya dari mana. Sekarang dia pikirkan hanyalah biarlah kakak adik ini yang menyelesaikannya, kau hanya perlu diam dan menonton saja.


Rendra menyentil kening adiknya dan melakukannya beberapa kali hingga dia meringis sakit, dan rendra malah terus melakukannya lagi dan ditambah dengan mencubit pipih tembam adik nya itu.


" Apa tidak malu dengan nama belakangmu? kau tidak tersindir dengan Usiamu ? " kata rendra menyinggung.


Kenapa dengan usiaku? aku masih muda dan aku cantik, energik dan apa yang salah dengan itu. batinnya mengambil kesimpulan tentang dirinya.


Sekarang usianya menginjak dua puluh empat tahun, namun kalau orang melihatnya pasti akan mengira kalau dia Remaja kecil yang sedang mengubah penampilannya seperti gadis dewasa. Bagaimana orang tidak berpikir begitu karan kalau dengan tubuh mungil, ramping dan kulit yang sangat remaja menjadi perpaduan untuk dirinya diusia yang dewasa.


Apa lagi dengan tingkahnya yang sangat manja pada siapapun, sungguh tidak cocok dengan umurnya.


( memukul pelan kepala kalisa engan jarinya)

__ADS_1


" Bodoh! sangat bodoh! apa aku juga harus menirumu dengan bepikir kalau wanita yang ada di toilet dalam posisi hanya berdua, dan aku bilang mereka tidak normal karna mereka saling menyentuh untuk merapikan bajunya, Resleting? merapikan bra? dan merias wajah? apa harua menuduhnya dengan pikiranmu itu? " Rendra menjelaskan dengan mengambil contoh kejadian serupa, dia hanya bicara dengan cara untuk memutar logika.


" Kalau wanita beda!" bantah kalisa dan langsung duduk dengan tegap.


" wanita beda? jadi kalau dia adalah pria maka harus berpikiran negatif? "tanya rendra membuat adiknya kebingungan harus menjawab apa.


" Tapi...".kata kalisa bingung harus berkata apa lagi, memang kalau urusan berdebat kakaknya akan selalu menjadi pemenang.


" Sudah jangan keras kepala! " bantahnya.


" Kamu gadis kecil yang ceroboh, benar kata kakakmu, usia dan perilakumu tidak sesuai " sambung Ikh membenarkan ucapan sahabatnya.


Ikh memberi air minum yang tadi sudah dia pesan pada office boy perusahaan temannya ini, dan malah membantu kalisa untuk meminumnya. Dengan bisanya dia membersihkan sisa air yang menetes ddibivir gadis itu menggunakan saputangannya dengan hati hati agar tidak merusak lipstik gadis itu.


" Sepertinya aku harus menikahimu dengan cepat supaya kau jadi gadis yang dewasa! " kata kata itu terucap begitu saja tanpa mahen pikirkan, membuat orang yang mendengarnya sangat kaget terutama sang dokter.


Mahen terkekeh kearah Rendra yang dengan tatapan mau menerkamnya, ditambah bibir manyun kalisa.


" Jadi apa adikku kalau menikah denganmu? aku tidak segila itu untuk menyerahkannya padamu! " cekam Rendra.


" Maksudmu aku yang terburuk? sekarang darimana nya aku tidak memenuhi standar kriteria untuk jadi adik iparmu? Tampan, kaya, baik, bertanggung jawab dan yang pasti aku setia. Kalisa pasti akan bahagia bersamaku " ungkapnya dengan bangga pada dirinya yang sekarang.


" Hey! kau memang punya semuanya tapi kau lihat apa aku mau? " ucap kalisa dengan acuh.


" Pastinya aku tidak mau menikah denganmu " jawabnya pasti.


Rendra tersenyum puas dengan jawaban adiknya yang membenarkan tebakannya, sedangkan mahen sekarang merasa patah hati karna ungkapan perasaannya yang dia utarakan secara tidak langsung ditolak menatah menatah.


" Lalu dengan siapa kau akan menikah? " Tanya ikh ikut penasaran.


Bibir kalisa manyun dan membuat wajahnya seperti berpikir kebingungan tanpa diduga dia langsung berdiri seperti sudah pulih kembali.


" Aku tidak tau, yang penting orang itu harus menyayangiku seperti rasa sayang kakakku padaku, mau menjagaku sama seperti dia menjaga dirinya sendiri. Sekarang lumayan sedih karna kak Rendra membagi perhatiannya pada istrinya, tapi tidak mengapa karna aku yakin orang itu akan hadir. " ungkap kalisa dengan kata kata yang penuh harapan kelak mendapatkannya.


Disisi lain pria itu tersenyum tersipu, ada harapan yang muncul begitu gadia itu mengungkapakan seperti apa pria yang dia mau kelak menjadi pendamping hidupnya.


pria muda yang mengenakan jas putih kedokteran itu senang karna dia merasa dia punya harapan untuk dirinya,dia menunduk kan kelalanya agar dia tidak terlihat bahagia agar tidak ketahuan oleh yang lainnya.


Namun mata Rendra yang tajam tidak segaja menangkap pandangan yang membuat dia mengambil kesimpulan, dia melihat senyum kecil dibibir sahabatnya dan memperhatikan tatapan nya pada adik perempuannya. Sejarang dia tersadar kalau tatapan itu sekarang dia melihat sudah berubah, mata yang dia lihat dulu selalu memancarkan rasa kasih sayang yang dapoat dia simpulkan seperti tatapan dirinya melihat adiknya, namun sekarang yang dia lihat bukan hanya sekedar itu karna ada perasaan tersembunyi didalamnya.


" Aku yang akan memilih pria yang pantas denganmu " ucap Rendra tiba tiba karna melihat kalisa yang berhayal dengan masa depannya.


Sekarang sauasana membisu seketika ,tadinya kalisa tertawa bercanda dengan mahen sekarang terdiam mendengar kata kata kakaknya.

__ADS_1


Mahen begerak dengan pelan, berjalan dengan sangat hati hati untuk tidak membuat suara yang menganggu, dia berjalan kearah meja kerja Rendra lalu mengambil remote mini yang ternyata adalah Remote kontrol Ac diruangan itu lalu dengan wajah polosnya memencet tombol untuk menyetel menaikkan suhu ruangan itu agar lebih dingin .


Rendra sadar dengan perlakuan mahen sedikit melirik kearahnya.


" Aduh... disini panas! jadi " ucapnya dengan gerakan tangannya yang mengipas wajahnya dan menunjukkan benda yang dia ambil tadi lalau menunjukkannya pada rendra.


" Maksud kakak? " tanya kalisa masih binggung.


" Aku akan menegaskan kalau kau tidak akan menikahi sembarangan orang dengan pilihan yang kau angap benar. Aku akan melakukan tugas itu, aku tidak mau kalau kau salah mengambil keputusan dalam hidupmu " Tutur Rendra dengan tegas.


" Terimakasih, aku tau kakak menyayangiku. Tapi bukan berarti aku akan menikah karna perjodohanmu kan? " ucap kalisa mencoba membenarkan.


" Mengapa tidak !" cetusnya. Lalu dengan sengaja melirikkan matanya kerah Ikh yang salah tingkah dengan tatapan itu.


" Aku tidak akan melakukannya! " bantah gadis itu dengan tegas.


" Kau belum mengenal dunia, dan jangan asal untuk jatuh hati pada seseorang karna setiapa orang dudunia ini saling menipu " kata Rendra menjelaskan.


Kalisa mendadak marah dan dalat dilihat dari matanya yang tidak senang melihat kakaknya.


" Rendra kau tidak boleh memaksakan kehendakmu dan mengambil keputusan begitu cepat untuk kebahagiaan adikmu, kau harus mempertimbangakan perasaan dan kebahagiaannya juga " sambung Ikh membenarkan perkataan kalisa.


" Aku tau apa yang harus dilakukan, dan pada akhirnya akan terlihat mana yang benar benar tulus dengan yang hanya bersembunyi dibalik itu,mana orang yang memang nyata dengan orang berhati palsu. Karna aku mau meberi keadilan pada orang yang memang memberikan ketulusan yang sesungguhnya " Katanya menjelaskan pada sahabatnya, yang Ikh merasa tersentuh mendengarnya padahal dia tidak tau itu tertuju pada siapa.


Sekarang satu kebenaran terungkap dimatanya, dia sekarang sadar kalau orang yang selama ini dia jaga akan ada penganti dirinya kelak. Rendra merasa beruntung mengetahuinya meskipun tidak ada siapapun memberitahunya mengenai itu, dan dia merasa terlambat untuk melakukannya. Dia berpikir mengapa tidak dari dulu dia melakukannya dan sekarang menjadi banyak tantangan untuk perjuangan itu.


Perasaan dokter muda yang berwajah tampan itu telah berubah, dari hati yang melindungi adiknya seakarang telah lebih dari itu. Dia tidak tau sejak kapan, tapi yang jelas kebenarannya seperti itu. Dia menyukai dan mencintai gadis bernama kalisa secara diam diam sama seperti layaknya pria menyukai wanita secara normal, meskipun Ikh tau kalau itu akan menyakiti gadis itu kalau sampai dia tau nantinya tentang perhatian dan lerlindungan yang dia dapat dari seorang dokter sekaligus kakaknya ini melakukannya karna ada cinta terpoendam didalamnya .


***Kebenaran, kenyataan yang sebenarnya akan perlahan terungkap dalam hidupmu. Pertanyaannya apa kamu siap? , kalau kamu nanti mengetahui kalau hal bisa sebenarnya kejutan yang tertunda.


Permainan sebenarnya akan terjadi dalam cerita kehidupan mereka, tanpa mereka ketahui kalau mereka telah masuk dalam jebakan itu dan terperangkan didalamnya. Bagaimana mereka akan menyikapinya?


Apa mereka akan kuat menjalaninya?


Next episode ya 😬


Mau ngingetin lagi untuk sertakan


* vote


* Like


* komen***

__ADS_1


__ADS_2