
❤***Vote and Like ❤***
Pria itu tidak melepaskan tangan istrinya walau sejenak, hingga genggaman itu dapat ia rasakan semakin lama semakin erat saja. Hanya suara langkah kaki mereka yang bisa terdengar karna kesunyian rumah itu disaat semua penghuni didalamnya sibuk dengan kegiatan masing masing.
***Mengapa dia semarah itu? dia selalu begitu serius dalam menghadapi apapun,dan yang pasti dia sangat arogan***.
Shiera hanya bisa mengikuti langkah suaminya, tidak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulut mereka meskipun ada banyak hal yang ingin shiera dengar dari suaminya.
Pria itu langsung menginjak pedal gas mobil yang mereka gunakan tadi, tatapan kosong itu hanya memandang lurus jalanan saja. Biasanya rendra akan mengomel sepanjang jalan untuk menyalahkannya tentang apapun,maka akan menjadi perbincangan yang menguras pikiran.
Wanita itu tidak berani untuk berbicara dan bahkan merasa harus menjaga setiap gerakannya agar tidak semakin memperburuk keadaan.
" Apa kita akan pulang kerumah? " shiera memperhatikan raut wajah itu.
Dia hanya diam tidak bergumam sama sekali,dengan hati hati shiera memperbaiki posisi duduknya.
" Apa ada yang salah? " kata shiera dengan nada lembut.
Tidak ada respon , bahkan tidak ada pergerakan di yang bisa ia lihat di bibir pria itu.
Mungkin ada masalah yang begitu rumit yang sulit dia jelaskan, dan aku bisa kalau dia merasa sangat tidak enak karena itu .
Teriaknya kencang ,"Stop...! "
sontak teriakan itu membuat rendra kaget, dan dengan sigap dia bisa mengendalikan mobil itu yang dia hentikan karna ulah istrinya yang konyol.
" Apa yang kau lakukan? hampir saja aku bisa menabrak tiang itu karna ulahmu " katanya dengan melotot.
" Syukurlah ternyata kamu masih bisa bicara, karna aku kira kau mendadak bisu " dengan polosnya mengelus dadanya dengan tangannya diikuti nafas yang berhembus lega.
" Kau menyumpahi sumimu
bisu ? "
" Aku tidak bilang begitu, aku hanya kahwatir saja "
Ungkapan shiera tidak sengaja membuat hati rendra berdebar dan sangat senang,wajah yang tadi datar sekarang sudah menampakkan kesombongannya kembali.
" Hey jangan lihat aku seperti itu! " hatinya berdebar saat wajah suminya tepat di depan wajahnya.
" Aku sangat senang dengan kejujuran hatimu " dia mencium lembut kening istrinya,dan melanjutkan lagi perjalanan mereka.
Shiera baru menyadari kalau sekarang mereka tidak melewati jalan menuju arah pulang.
" Rendra kita mau kemana? apa kamu ada niat jahat padaku? " wajah shiera begitu hawatir kalau suaminya akan menghabisinya disuatu tempat.
" Istriku yang cantik namun bodoh ...apa suamimu ini mempunyai tampang penjahat, dan yang kamu bayangkan seperti di film itu sangat aneh kalau terjadi padamu "
__ADS_1
menghentikan mobilnya, lalu turun dari mobil itu. Dia segera membuka pintu sebelahnya agar shiera bisa keluar.
Ternyata rendra membawanya ketempat yang sangat indah, dia dapat melihat danau yang sangat indah disini ,serta banyak pohon yang tumbuh subur dan hijau membuat mata yang memandang nyaman.
" Aku baru tahu tempat ini " senyumnya sambil berlari tak tentu arah sekedar berputar melihat lihat.
Pria itu berjalan dengan memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celananya, dia begitu tenang saat bisa mengajak orang yang dia sayangi ketempat dimana dia merasa nyaman.
Rendra duduk ditepi danau memandang jauh apa yang ada dihadapannya. " apa kau suka tempat ini ?" teriaknya pada shiera yang dari tadi asik mengitari tempat indah ini.
" Aku sangat suka, terasa seperti tempat ini menyerap bebanku " katanya sambil melentangkan tangannya sambil membuat tubuhnya berputar.
" Dan pastinya kau senang karna aku juga bersamamu! " godanya melihat kebahagiaan istrinya.
" Kau tau terlalu percaya diri itu tidak baik " katanya mencoba mengabaikan.
" Kau tau shiera, tempat ini aku namai apa? " dia mulai berkata serius membuat shiera mendekatinya agar bisa jadi pendengar yang baik.
Dia duduk disamping pria itu dengan menatap kagum saat melihat dia memejamkan matanya.
Sangat tenang, dia sangat tenang.
" Aku menamainya waiting " ungkapnya.
" Menunggu? " tanyanya lagi karna belum mengerti maksudnya.
" karna tempat ini mengajariku untuk selalu mengingat kata itu, dimana aku aku harus berharap kata itu segera berakhir. "
Shiera hanya menjadi pendengar yang baik bagi rendra yang kini sedang berusaha mengungkapkan kegundahan dalam hatinya.
Tanpa dia sadari dia mengeram sendiri saat menyentuh rumput yang ada disekitarnya.
" Bukankah kau punya harapan? karna tekat dan hatimu yang kuat " entah mengapa kata kata itu terucap saja dari bibirnya.
Rasanya dia mengerti luka suaminya, meski dia tidak tau apa masalahnya.
" Pasti perempuan itu sangat cantik ya hingga bisa membuat Tuan Liu yang sombong ini mau menunggunya " canda shiera.
Wanita itu berpikir kalau humornya tadi akan disambut baik oleh rendra, ternyata malah membuat suasana menjadi memburuk.
" Kau mau kutengelamkan disitu " katanya sambil menunjuk danau yang lumayan luas yang ada dihadapan mereka kini.
" Terlalu cepat berubah " gumamnya dengan suara kecil.
" hem.. he. he " rendra yang tidak tahan akhirnya tertawa juga saat melihat wajah istrinya yang begitu pasrah akan keadaan.
" kenapa? "
" kalau saja aku bertemu denganmu dari dulu mungkin aku akan bahagia "
Ungkapan itu membuat wajah wanita itu merona karna dianggap sebagai pujian untuknya.
" Jangan senang dulu, maksudku adalah bahagia karna punya mainan yang bodoh sepertimu .Hahahaha ...." tawanya meledak karna berhasil menengerjai hati istrinya.
__ADS_1
" Rendra mulai malam ini aku tidak mau kau tidur dikamarku lagi " gertak shiera.
" Ya sudah kalau begitu kau yang tidur dikamarku, mudahkan.. " katanya sambil memperagakan bahunya agar terlihat sombong dengan keahlian kata katanya.
" Terserah.. " katanya jengkel.
" Shiera ..Shiera... shier " ucapnya berulang kali.
" Apa kamu sedang menyumpahiku pada penunggu tempat ini. " Shiera yang merasa ada yang aneh dari ucaoan rendra yang menyebut berulangkali namanya.
" Kalau iya apa jadi masalah? aku sedang menyumpahimu agar nantinya aku jatuh cinta padaku "
Shiera mengambil batu kerikil kecil dan melemparya kewajah suaminya.
" Narsis " cetusnya
" Narsis tapi suamimu " balasnya.
" Shiera kalau suatu saat nanti ada kebohongan besar yang terungkap dihadapanmu, apa yang akan kau lakukan "
Pertanyaan yang begitu mendadak baginya itu sangat sulit dia cerna.
" Kalau itu yang melakukannya tidak penting bagiku akan aku anggap angin berlalu, namun kalau dia adalah orang yang aku percayai, aku pasti akan sangat terluka. " shiera mulai membayangkan itu terjadi padanya yang membuat dadanya ikutan sesak walau hanya bayangan saja.
" kalau kamu? " tanya shiera kembali.
" Kalau aku sih.. emm akan aku hancurkan " geramnya.
" ya itu adalah sifatmu. " senyum shiera.
" Shiera, apa kau tidak penasaran aku orangnya seperti apa ? "
Shiera benar bingung dengan pertanyaan ini.
Sebenarnya aku ingin tau lebih dalam mengenai dirimu rendra, aku merasa kau tidak seburuk yang ku bayangkan.
Rendra memegang tangan shiera, menatataonya lekat, mengambil ancang ancang yang dinantikan.
Hanya suara kicauan burung dan desiran suara angin disekitar mereka, karna suasana yang mendebarkan yang kini dibuat oleh pria itu.
Oria itu mengambil setiap sudut pandang mata shiera, mereka benar benar membisu.
bibir rendra bergerak untuk merangkai kata kata kata akn tiba saatnya.
" Ayo kita berpacaran " kata rendra dengan oadat dan singkat.
Shiera hanya melongo dengan hal yang dia dengar, tanla dia sadari air liurnya menetes sedikit karna mulutnya yang termangap.
*Vote
* like
saran dan pendapatnya ok
__ADS_1
😍😍😘*