Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Keluarga


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, mereka berdua tidak ada yg mencoba untuk membuka pembicaraan membuat suasana dalam mobil itu menjadi tegang. Supir yg mengantar mereka pun ikutan merasa kecanggungan itu.


" masuklah di luan "


" kau tidak masuk ? "


" Kau ini banyak sekali pertanyaan ya, apa kau mau aku menggendongmu? "


Shiera menjadi malu mendengar perkataan rendra, dia memutuskan untuk berjalan di luan.


 


Rumah kediaman Liu memang sangat besar, bahkan lebih Luas lagi dari rumah yg dia tinggali sekarang.


Dia benar binggung bagaimana cara menghadapi mertuanya, meski dia sudah pernah bertemu di pesta pernikahaannya. Tapi dia masih belum mengenal betul mertuanya itu.


 


Baru dia sampai di halaman rumah,dia sudah di sambut oleh pekerja Rumah itu.


" Nyonya silahkan lewat sini, tuan besar sudah menanti anda. "


seorang pelayan wanita yg masih muda



menuntun shiera masuk kedalam rumah itu. Membawanya ke ruang tamu yg sangat luas dan mewah.


Disitu dia melihat seorang pria Parubaya yg sekarang adalah ayah mertuanya, disampinya duduk pula seorang wanita muda cantik yg mungkin lebih muda darinya.


" Ohhhh jadi ini kakak ipar ku sekarang ya, ternyata sangat cantik ya. "


perempuan muda itu menatap sinis shiera dan menyebutnya kakak ipar mestilah dia adik perempuan rendra karna memang dia mirip dengan Rendra.


" Salam dari Tuan liu , Saya di ajak oleh putra anda karna dia Rindu dengan anda "


" Shiera mengapa kau begitu canggung menyebut namaku begitu formal. panggil aku papah karna sekarang aku sama saja seperti papahmu. "


" baik papah "


" kemarilah, di mana suamimu ? "

__ADS_1


" dia menyuruh saya untuk di luan menghampiri anda "


" aku disini papah "


Itu suara rendra, dia sekarang sedang berdiri di samping shiera .


"Aku perlu berbicara berdua saja denganmu "


Papahnya rendra kini bangkit dari tempat duduknya berjalan masuk kedalam ruangan yg sepi. Itu merupakan ruangan tempat tuan liu ingin menyendiri.


Ayah dan anak itu kini saling menatap dengan keseriusan.


" Rendra aku hanya sekedar ingin mengigatkanmu ! dia adalah putri dari xie orang biadab yg mencelakai ibumu "


Kini suara Papahnya rendra mendadak meninggi ketika menyebut nama itu. Ada banyak rasa kebencian yg tersirat ketika menggingat orang itu.


" Aku mengingatnya pah, aku akan selalu mengingatnya dan ingatan itu selalu muncul dalam benakku "


rendra mengeram mendengar perkataan papahnya ,kini dia mengepal tanggan nya, giginya sedikit mengertak geram.


 


**Flashback**


 


 


Sang adik yg ketakutan memeluk erat sang kakak laki laki agar sang kakak dapat Membuatnya tenang dari suara kebisingan itu.


 


" kakak aku takut "


" tenanglah kakak akan melindungimu "


Dia mempererat pelukannya menghangatkan hati sang adik yg benar benar takut.


" apa mamah akan meninggalkan kita "


Dia tidak bisa menjawab pertanyaan adiknya itu, Bahkan dia sendiri meras takut akan pertengkaran orang tuannya.

__ADS_1


Plak Prak.....


Suara gelas yg pecah, dan suara tamparan yg begitu keras terdengar di telinga nya. Dia segera menutup telinga sang adik, mereka berdua menangis.


" aku mau pergi " teriak wanita yg tengah terlibat pertengkaran.


 


" Kau ini wanita seperti apa, kau tega meninggalkan anak mu "


" Aku tidak bahagia bersama mu "


 


terdengar suara pintu, Wanita itu tengah berdiri diluar ruamah menghampiri seorang pria yg berumur seperti papahnya. pergi meninggalkan halaman gerbang rumah itu.


 


Anak laki laki itu memberanikan diri untuk keluar dari tempat sembunyinya. Dia menyuruh adik perempuannya itu tetap tinggal di dalam kamar.


" papah!! di mana mamah ?"


Pria yg di panggilnya papah itu tengah duduk, air matanya tampak membasahi Pipihnya.


" rendra, kau harus cepat besar dan membalas orang yg merebut ibumu "


 


Pria itu menatap rendra kecil penuh harapan,



rendra kecil yg belum mengerti perlahan di ajarkan oleh takdir dan tumbuh menjadi seorang pria yg kuat dan kejam.


***jangan lupa


* vote


* like


* komen

__ADS_1


* tekan love ya


salam dari shiera 😍😍😘😘***


__ADS_2