
Desis angin yg masuk dari jendela membuat ruangan itu, Malam gelap cahaya terang bulan mengitu bersinar seperti mendukung mereka.
Kesunyian yg membungkam tiada kata candaan keluar dari mullut kedua insan itu. Entah mengapa malam ini megitu menegangkan padahal mereka kini sudah terikat takdir .
Pemandangan apa ini mengapa orang jahat ini begitu tampan.
" sudah puas "
" haa"
shiera tersadar dari lamunannya, matanya yg kosong kini berubah melotot mendengar suara suaminya.
" sudah puas memandangi aku "
Rendra yg masih mengendong shiera kini memegang nya begitu erat. kini wajah shiera memerah karena tangan rendra sudah salah arah memegang bagian tubuhnya.
" Kegeeran kamu PEDE banget jadi orang "
wajahnya yg tadi memandang rendra kini berpaling karena merasa malu.
" Hei kenapa memalinkan wajahmu, aku sangat tidak suka jika aku berbicara orang itu tidak menatapku "
" Terserah dong,kan ini mataku sukalah mau melihat kemana "
shiera mengangkat sudut bibirnya, merasa bahwa dirinya berhak untuk marah.
" ohhh kau mau melawanku "
Suara rendra kini meninggi, dia sengaja mengarahkan tangannya untuk memegang bokong shiera, meneglusnya dengan perlahan.membuat shiera meras kegelian.
" ehhh presdir mesum!!! awaskan tanganmu "
kini shiera menatap malu wajah pria itu,bukannya mengawasi tanggannya rendra malah membuat nya semakin jadi.
Entah apa yg dirasakan rendra, perasaannya begitu suka melihat shiera marah kepadanya.
" jadi kau mau aku melepaskanmu "
__ADS_1
" iya "
" ok "
Rendra begitu usilnya melepaskan tubuh shiera dari tangannya. Untung rendra masih berbaik hati menjatuhkannya di atas kasur yg empuk dan lembut, hanya membuat shiera sedikit terpental karna kasur yg begitu empuk.
" uhh kau ini "
" ya kan nona shiera sendiri yg menyuruh aku untuk melepaskan "
Rendra begitu bahagia rasanya melihat kekesalan shiera karna tidak bisa kalah darinya.
" Kau ini memang tukang debat ya, emmm "
" Aku seorang Tuan dari Liu tidak ada yg bisa menang dariku "
tengil banget nih orang, auto kezel banget uhkkkk.
" iya iya aku mengaku kalah " shiera mengangkat bahunya membuat dia terlihat lucu mengemaskan.
" Apakah masih sakit " Rendra menunjuk ke arah bagian intim shiera.
" ohh tenag saja, ini sudah lumayan. "
wajah shiera kini memucat dia tidak bisa membayangkan jika malam itu terulang kembali.
" aaapa maksudmu "
" aku ingin membuat mu jatuh hati kepadaku " Rendra mendekatkan wajahnya ke wajah shiera. membuat mereka begitu dekat sekarang.
apa yg harus kulakukan sekarang, wajahnya tampak serius. Tenang shiera pikirkan sesuatu.
" Tuan aku sedang sakit " shiera menunjukkan wajah yg ingin dikasihani.
" wahhh istriku sangat pintar berbohong ya "
" tidak mana berani aku, kau itu sangat kejam, sombong, dan sedikit lumayan tampan. mana berani aku berbohong pada dirimu "
Wanita ini sebenarnya memujiku atau sedang mengejekku. wajahnya benar tidak ada ekspresi dan sangat sulit di tebak.
" Ohhh jadi sekarng kamu mengakuinya, aku kejam saat perintah ku tidak di laksanakan " rendra berbisik di telinga shiera membuat perasaan shiera bergudik ngeri.
__ADS_1
" jadi mau tuan apa "
" kan aku sudah bilang agar kamu mencintaiku "
Baru kali ini aku ketemu orang kayak beginian maksain cewek untuk cinta sama dia. Aku ngak akan pernah mencintaimu rendra, aku tau kau seperti apa. Nanti setelah aku mencintai mu kau pasti akan mencampakkan ku.
" Aku tidak mau "
" Coba berikan alasanmu "
" karna aku takut penyakitmu akan tertular "
" kau berani mengatakan penyakit lagi "
" tuan sebaiknya kau pakai ****** agar wanita yg kau tiduri tidak menular "
TPAKKKKK
Rendra mendartkan tamparannya kepipih shiera.
" kau memang wanita tidak tau diri sama seperti orang tua mu "
Rendra membalikan tubuhnya meninggalkan shiera sendiri dalam kegelapan yg sunyi.
*Haaa rendra kau menyuruhku mencintaimu....
Bagaimana mungkin?????
**Jangan lupa
* vote
* like
* komen
* dan tambah Favorite ya
Nantikan kelanjutannya ya
__ADS_1
😬😬😘😍😍***