Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
Dua hati 2


__ADS_3

***Jangan lupa semua😎😎😎


* like


*Vote


* kritik dan saran


Aku sayang kalian semua 😍😍😘***


seminggu ini shiera terus menjaga suaminya, tidak pernah lupa untuk mengoleskan obat nyeri dan memandikan rendra dengan ramuan obat herbal dokter.


Sedangkan pria itu hanya bisa tunduk dan patuh pada wanita yang merawatnya beberapa hari ini. memerhatikan istrinya merawatnya dengan sangat lembut, belum pernah dia rasakan perhatian setulus ini.


" hey kenapa terus melihat ku "


Shiera risih melihat rendra sangat serius memperhatikannya kala dia mengelap kakinya.


" aku hanya mengumpat, kalau istriku sangat seksi "


mata jenaka rendra mulai berkobar setelah beberapa hari ini padam.


" dasar "


shiera tampak malas meladeni godaan suaminya.


" dasar apa? hemm "


rendra menundukkan wajahnya, berusaha untuk lebih mendekatkan wajahnya lagi.


Shiera merasa gugup dan reflek melempar kain yang tadinya membersihkan kaki rendra.


" shiera, kamu jorok sekali. kain ini bau "


kain tadi mendarat tepat di wajahnya, dia bisa merasakan aroma tidak sedap karna dia sempat mengendusnya.


" HaHaHaHa "


Shiera tertawa keras kala melihat ekspresi suaminya yang aneh karena kesal .


Hidung rendra tampak kembang kempis, nafasnya di buatnya berhembus dengan cepat. Tangannya langsung menjambak rambut panjang istrinya, sehinga membuatkepala shiera mendongkak keatas. Dia bisa melihat rendra menatapnya saat rendra dengan wajah kesalnya tetap menarik rambutnya.


" Nyali mu sangat besar ya shiera, kau berani tertawa. Berikan aku alasan ?"


Mimik wajahnya masih penasaran mengapa istrinya bisa tertawa begitu kencang melihatnya.


Dia pengen tau tapi maksa, dasar ngak waras.


" lepas dulu, sakit tau "


" berani memerintah ku "


rendra makin membuat bola matanya terlihat melotot, membuat shiera pasrah.


" emmm sayang tolong lepas dulu ya, ini terasa sakit sayang "


Nada shiera mendadak lembut, dia tau kalau suaminya ini pasti akan lukuh karna merasa menang telah menundukkan dirinya.


" ok sayang "


rendra melepaskan tangannya dari rambut shiera, kembali dia memeluk istrinya dengan kencan,Entah mengapa dia suka posisi dimana istrinya terlihat kesal.


" ayo kasih tau sekarang "


" kamu tau tadi kamu sangat lucu bilang kain itu bau, padahal itu kan bekas badan mu. Berarti kau mengakui kalau tubuhmu bau busuk .HAHAHA"


shiera tertawa lepas di depan suaminya, tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka. Desis angin pagi menyapa mereka, cahaya mentari seakan turun menyinari kebahagiaan hati pasangan ini.

__ADS_1


" kamu ya!!! "


perasaan geram, gemas dan senang di rasakan rendra. Dia tidak bisa menjelaskan betapa bahagianya dia melihat shiera mau tertawa senang meledeknya.


" ohhh coba kamu cium apa bau "


Rendra mengangkat kedua tangannya keatas, memperlihatkan ketiaknya yang mulus dan mempesona.


" emmm bau woii, bau "


shiera menahan nafasnya ketika suaminya mendekatkan tubuhnya padanya,tetapi apalah dayanyaa rendra lebih tinggi darinya. sehingga kakinya leluasa menahan tubuh shiera.


" masih bilang bau? " rendra lebih mendekatkan lagi ketiaknya membuat istrinya mencium aroma dari dasar tubuhnya.


Mereka terlihat sangat bahagia pagi itu, senang dan berlarian kecil, hingga tak terasa kini tubuh rendra seperti sudah kembali lagi.


Kini di mata shiera terlihat pria yang dengan sisi lain, pria yang begitu ceria, dan lembut.


Dirinya sudah duduk di kasur dan rendra mentapnya dengan senang, kepala istrinya kini sudah tengelam diantara dada dan bahunya.Sampai shiera benar benar hampir kehabisan nafas, rendra tertawa dengan senang melihat kelucuan sang istri.


" Rendra bodoh, aku tidak mau merawat mu lagi "


shiera berjalan pergi dan hendak membuka pintu.


" coba saja pergi, kalau tidak ku patahkan kaki mu "


Banci, dikit dikit ngancam. Patah kaki lah, kubunuh lah. Muak dengarnya, tapi ngak mati mati pun. Rendra gila!!!!!!.


langkahnya dia urungkan, kembali menatap wajah bengis suaminya dengan senyum paksanya.


" gitu dong, kemari!!!! lagi pula ini kan tugasmu sebagai istri "


rendra banga dengan dirinya, menundukkan istrinya hanya dengan kata kata. Wajahnya bersinar dan tersenyum puas.


" Rendra aku lapar, apa kamu mau aku mati kelaparan karna mengurusmu !!!"


shiera berteriak pada suaminya,kepalanya kini sudah memanas. rendra terus memaksanya agar tetap di sisinya.


rendra merangkul pinggang ramping itu, membuatnya kini telah duduk di pangkuannya. Matanya tidak di perbolehkan lari dari pandangan rendra.


" HAAA? Rendra kau tau semenjak kau sakit, makanku tidak teratur karna mengurusmu. Jadi kasihani aku "


wajah garang shiera mendadak menjadi wajah memelas, mengharap suaminya melepaskannya dan matanya melirik kearah jam menunjukan kepada rendra isyarat dari matanya.


" sayang maksudku itu, kamu kan seminggu ini sudah sangat kenyang karna dengan keluasanya memegang badanku yang menawan ini "


menunjukkan arah matanya ketubuhnya yang masih bertelanjang dada, memang benar menawan. Kulit bersih dan mulus dan otot perut yang tebentuk dengan sangat indah,membuatnya tampak seperti model yang berkualaitas karna tubuhnya.


Kenapa aku di berikan cobaan seperti ini, pria di hadapanku sangat narsis akan dirinya.


" kalau mau pegang, pegang saja. Aku akan mengizinkan nya secara terpaksa. "


persaannya kini antara geram, kesal, dan malu. Menghadapi pria yang sangat memuji akan dirinya sendiri.


" Rendra, tolong aku mau istirahat sebentar "


" sayang ini masih pagi, kau bisa lihat jam kan. masih jam sepuluh. Nanti kau bisa kena penyakit gula kalau tidur pagi,aku tidak mau merawat wanita penyakitan "


Tolong aku!!! selamat kan aku!!! aku tidak tahan menghadapi pria brengsek ini.


" Sayang kenapa melihatku seperti itu?, apa kau telah mengakui ku tampan dalam hatimu "


kembali mendekatkan wajahnya hinga terasa dekat sekali dengan wajah istrinya.


Brengsek woiii ,bukan tampan.


shiera benar benar mengumpat kesal, hanya senyum paksanya di perkihatkannya. Hanya memnganguk pelan kepalanya agar suaminya senang.

__ADS_1


" Rendra maksudku, aku ingin mengistirahatkan pikiran ku. Ingi menghirup udara segar diluar. "


Berharap suaminya mengiyakan, memperhatikan setiap gerak wajah suaminya.


" hemm "


Rendra menganggukkan kepalanya, sekejap shiera senang dengan itu berharap agar cepat cepat pergi.


" benar kah ?" berusaha memastikan lagi.


" hemmm...... tidak "


wajah senang shiera langsung berubah menjadi tak bergairah lagi, semangatnya tadi benar benar langsung pudar.


" sayang "


tangannya kini sudah bermain sedikit nakal mengelus dada suaminya, rendra sedikit merasa gugup dan aneh.


" iya sayang "


rendra membalas manja istrinya, memegang paha mulus istrinya. Shiera malah terjebak diantara umpan yang dia lakukan tadi.


" sayang aku mau jalan jalan keluar sebentar ya ?"


masih dengan manjanya memohon suaminya.


" sayang untuk apa mencari udara segar, ada aku yang sangat segar diruangan ini. "


SIALAN


shiera dengan cepat berdiri dari pangkuan rendra, menatap kosong suaminya. kini dia sudah pasrah pada ke adaan.


" sudahlah, aku mau mandi "


langkahnya kesal, dan lelah. Dia tidak lagi mau berdebat dengan suaminya, karna dia rasa itu hanya akan sia sia saja.


" hey shiera siapa yang suruh kamu pergi ?"


Rendra sedikit menekan nada suaranya, berharap shiera kembali dan takut.


" Rendra sialan sekalian kau bilang saja aku tidak boleh hidup, biar kamu puas. "


shiera menghentakkan kecil kakinya, dia sudah tidak sangup lagi dengan kelakuan rendra yang membuatnya darah tinggi di pagi hari.


" sayang tidak mudah bagimu untuk mati "


alisnya naik turun, wajahnya menyeringai mengejek istrinya yang serbah salah karna dirinya.


" terserah "


shiera melanjutkan lagi langkahnya kearah pintu kamar mandi yang sebenarnya ada didepannya.


" ya yaya, cepatlah mandi. kamu harus temani aku jalan jalan, aku sangat jenuh berdiam disini. "


HUAAAAAA....... RENDRAAA.....


shiera tidak menunjukan ekspresi apapun karna sangat tidak berguna melawan pria yang ada di hadapannya ini.


Tapi dalam hati shiera berteriak sekencang mungkin, mengutuk suaminya.


***Semuanya Hello 😍😍


jangan lupa ya, please😁😁😌😌


* Vote


* like

__ADS_1


* kritik dan saran


Itu saja permintaan saya sebagai penulis yaya ya πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜ŠπŸ˜˜***


__ADS_2