
" Apa yang kau lakukan ! " Teriak Rendra yang kaget saat shiera mendorongnya kekasur .
Shiera terkekeh melihat suaminya begitu mengemaskan ,wajah yang terlihat polos yang seakan ternistakan olehnya .
" Sayang kau sangat menawan ,sekarang aku sangat mengagumimu jadi tolong perlakukan aku seperti istri yang sesungguhnya .Aku mau kita melupakan dendam yang terjalin diantara kita ,karna aku ingin hidup tenang ." ungkap shiera .
Mata shiera berkaca kaca mengutarakan isi hatinya ,dia sudah merasa lelah untuk menipu dirinya sendiri dan memutuskan mengakhirinya sekarang juga .
Rendra terdiam mendengar penuturan shiera yang sangat begitu tulus padanya ,yang bahkan apakah dia dapat membalasnya .
" Kenapa kau sangat tiba tiba ? apa yang membuatmu begitu ingin berdamai ?" Mata Rendra ragu dengan wanita itu ,dia masih belum bisa mencerna semua begitu cepat .
" Sudah aku bilang kalau aku ingin hidup tenang ,lagi pula kau tidak terlalu buruk .Aku juga beruntungkan menikahi orang kaya sepertimu ,setidaknya kebutuhan fisikku terpenuhi dimasa depan ." ucap shiera .
Shiera berbaring disamping tubuh suaminya ,menatap langit langit kamarnya sekedar merenungi keputusan yang telah dia ambil .Rendra memalingkan pandangannya kewajah shiera ,berfikir kalau shiera sebenarnya masih bimbang dengan langkah hidupnya .
Apa kau tahu shiera ,aku sangat menantikan pernyataanmu ini dan seketika aku merasakan aku telah memenangkan dunia . Ucap Rendra dalam hatinya .
" Maukah kau berjanji padaku ?" Rendra merangkul pinggang shiera ,membuat wajah istrinya tertuju padanya .
" Apa ?" sautnya .
" Jika terjadi sesuatu yang besar yang akan membuatmu menangis dan sangat putus asa ,maka kau harus datang padaku dan jika masalah itu aku yang sebabkan maka yang perlu kau lakukan adalah percaya padaku .Mau berjanji ?" ungkapnya dengan wajah serius ,ada sedesis harapan yang untuk istrinya .
Apa yang dia maksud ? apa ada rahasia yang kau tutupi lagi dariku ,apa begitu sulit jika itu terjadi ,dan apa aku bisa percaya padamu .
Keraguan mulai mengoyahkan hati shiera ,dia takut kalau nanti dia tidak memyanggupinya .
" Jika kau memperrcayaiku maka aku akan mempercayaimu ." Cetus shiera .
" Aku mempercayaimu ,aku sangat percaya pada hati sucimu jadi tolong bimbing aku jika suatu hari nanti aku mengarah terlalu jauh tolong tunjukkan arah kembali ." ungkap Rendra ,dia memcium kening istrinya seketika mengalir kehangatan ketubuh shiera .Jiwanya terasa tenang apalagi dengan rasa hangat dari suaminya .
" Aku mau merasakan luka dihatimu !" Shiera yang merasa ada sesuatu yang masih ditutup rapat Rendra yang membuatnya menjadi orang yang sangat pendendam.
__ADS_1
" Jangan sekarang ,ini terlalu berat untukmu aku tidak mau melukaimu " ungkapnya menolak maksud dari kata kata shiera .
Rendra mempererat pelukannya hingga wakah mereka sudah sangat dekat,mata mereka sekarang hanya mengambil kehangatan satu sama lain .
Shiera mengerti kalau kesalahan yang terjadi itu semua bukan karna sebab dalam hidup mereka .Ada alasan tersendiri hingga mereka bertemu dalam dimensi kehidupan dalam lingkup jarak yang sama ,shiera pikir dia tidak akan luluh dengan kekerasan hati Rendra dalam menyatakan cintanya tapi dia lupa kalau dilakuakan dengan gigih dia bisa muak dan jalannya akan oleng padanya .
" Apa yang akan kita lakukan sekarang ?" Tanya Rendra bertingakah polos .
Rendra memilin milin jarinya ,mengigit bibir bawahnya dan matanya entah terarah kemana saja .
" Yang harus kita lakukan adalah tidur ,aku lelah mencarimu dari tadi ." ucap shiera .
Shiera melapsakan tangan Rendra dari tubuhnya ,lalu memberi jarak sedikit untuk mereka dan dengan cepat memejamkan matanya .
Rendra menebarkan senyum jahilnya lalau dengan sigap menindih tubuh shiera ,wanita itu sangat keget merasakan ada sesuatu yang berat ada diatas tubuhnya .Matanya melotot melihat Rendra seketika langsung berubah menjadi begitu dingin .
" Hey turun ,aku tidak bisa bernafas .Kau sangat berat dan aku bisa gepeng kalau kau terus disitu ." marahnya pada Rendra ,dia metasakan sesak diperutnya seperti sulit bernafas .Sebenarnya rendra tidak benar benar menipahnya ,hanya terlihat seperti itu karna dia tidak terlalu jahat untuk membunuh istrinya .Dia mengatur berat badannya agar Shiera tidak keberatan hanya saja shiera yang terlalu berlebihan mengatakannya berat .
" Sayang kau sangat cantik saat menciumku tadi ." usik Rendra .
Shiera memasang wajah kebingungan " kapan aku menciummu ?" tanya shiera kembali .
*Lihat shiera jangan percaya sepenuhnya pada pria ini ,dia hanya akan menjadi manusia normal setelah kau memujinya ,dan setelah itu dia kembali kewujud aslinya* .
Batin shiera ,karna dia tahu Rendra seperti apa dan hanya bisa tersenyum sabar mengahadapi pria itu .
" Ohhh ciuman itu ,jangan anggap serius .Aku melakukannya agar kau pulang ,lagi pula aku sering melakukannya saat pacarku dulu ketika dia marah ." ucap shiera dengan santai .
Ubun ubun dikepala Rendra mendadak seperti mendidih ,dan tidak dapat dia jelaskan lagi seperti apa hatinya yang memanas sekarang .
" Kau sering mencium orang ?" Tanyanya dengan datar .
" Tidak juga ,aku hanya pernah mencium mantan pacarku .Kau taukan dia siapa ,ya lebih tepatnya dia mantan pacarku sekarang ." kata shiera yang mengusili Rendra .
Wahhh wanita ini gila ,aku baru mendengar tentang wanita yang bercerita hal yang dia lakukan dengan mantan pacarnya didepan suaminya dengan begitu santai .Dia menganggap ku apa ? apa dia tidak takut kalau aku mencekikknya ? aku baru tahu kalau aku menikahi wanita seperti apa sekarang ini .
" Itu pertama kali kau menciumku dan kau bilang sudah terlambat bagiku untuk membuatmu tidak suka padaku " Ungkap Rendra berusaha tenang .
__ADS_1
" Apa aku pernah mengatakannya ?" ucap shiera berpura pura lupa untuk melihat reaksi suaminya .
Rendra tidak tahan lagi tidak sadar tangannya mencekik leher shiera ,matanya berapi memancarkan sisi lain dari dirinya .
" Apa kau tidak takut mati ? jangan menguji kesabaranku kembali ,kau harus ingat aku ini manusia yang kejam .
Dia banga sekali menyebutnya manusia kejam ,dan apa aku juga harus banga dan bilang pada orang orang kalau aku adalah istri dari pria kejam .Apa aku juga harus melakukannya ya ? ,mungkin aku harus coba .
gumam shiera disela sela dia kehabisan oksigen untuk bernafas dan dia masih memikirkan betapa dunia ini tidak adil untuknya .
" Rendra kita sedang berpacaran sekarang ,dan kau harua ingat syarat yang kau setujui sebagai seorang pria sejati." Ancam shiera yang berhasil mencari jalan untuknya .
Rendra melepaskan tangannya dari leher shiera ,dan dia tersadar kalau dia pernah setuju untuk tidak menyentuh shiera sembarangan .
Shiera lega karna dia menang melawan pria itu ,lalu dia duduk untuk mengembalikan keteraturannya bernafas .
Rendra beranjak dari tempat tidur ,merapikan pakaiaannya dan rambutnya yang telah acak acakan .
" Tidurlah " imbuh Rendra .
" Kau mau kemana ? apa kau marah lagi ? aku lelah untuk membujukmu nanti " ucap shiera tidak bergairah ,wajahnya seperti letih kalau membayangkan harus mencari suaminya lagi .
" Aku mau tidur dikamarku sekarang .kau juga pernah bilang kita tidak boleh tidur bersama ." imbuhnya .
Shiera menjadi kebingungan sebab rendra mengingat persyaratannya ketika dia sudah menyadarinya .
" Suamiku memang pria sejati ,perkataannya selalu dipercaya .Aku sangat beruntung bertemu denganmu " ucap shiera berkata manis .
Mulut istrimu memang sangat manis ,dan dia sangat senang saat aku jauh darinya .Kau pikir aku akan diam saja ,jangan pernah merasa puas shiera . gumam Rendra yang memiliki cara lain .
" Kau harus nikmati masa masa terakhir indahnya Berpacaran ini shiera ,karna besok kita sudah resmi putus dan mulai besok juga kau kembali sebagai istriku ,heheheee..."
Kekeh Rendra mengembalikan kemenagan padanya .
" Apa ? tapi aku tidak mau putus ! kau tidak boleh mengambil keputusan sepihak ." bantah shiera .
" Kenapa tidak ? kau harus ingat aku adalah Rendra Liu dimana peraturan akan memjadi sah bila aku memutuskannya ,dan tidak berguna lagi bila aku sudah mengakhirinya " ucapnya sombong .
__ADS_1
Rendra melambaikan tangannya sebelum dia menutup pintu dan menghilang dari pandangan shiera .
Shiera melemparkan bantal yang ada disampingnya ,ingin rasanya bantal itu mengenai wajah pria itu .