
Perhatiannya tersita saat mendengar suara langkah sepatu yang orang pun tau itu langkah seorang wanita, istrinya memang sangat cantik dan terlalu cantik untuk dipandang.
Tapi mengapa sangat sulit baginya hanya untuk melontarkan pujian untuk istrinya, dan bahkan teramat sulit baginya. Mungkin karna dia sering mendengar kata pujian untuk dirinya sehingga dia merasa kata itu hanya cocok untuknya.
" Jelek! " kata kata yang dengan acuhnya rendra ucapkan pada wanita yang tengah berdiri dihadapannya .
Hancur, remuk, kesal, marah, ingin menghancurkan dan bahkan ingin menjadi pembunuh dadakan itulah perasaan shiera saat ini. Namun apalah dayanya sebagai wanita yang hidup dibawah orang yang sangat mengembangkan sayap kekuasaannya lebih dahulu. Perasaan bahagai, ceria, dan semangatnya langsung pupus dalam sekejap disaat ucapan singkat itu dia dengar.
JELEK
Shiera mengaris bawahi kata kata itu dalam ingatannya, membuat raut wajahnya begitu cepat berubah menjadi wajah yang dingin. Aura dalam dirinya yang tadi terpancar hilang begitu saja dan bahkan gairah hidupun mungkin memudar.
" Hey ada apa dengan wajahmu itu? " dengan polosnya rendra bertanya pada shiera.
" kenapa? maksud kamu jelek? "
Wanita itu memelototi rendra dan baru kali ini rendra merasa kalau sebenarnya dia cemas.
" Aku tidak bilang wajahmu jelek! kamu hanya sadar sendiri. "
Entah apa yang bisa digambarkan dari wajah rendra saat ini, mungkin wajah yang merasa tidak bersalah itu bisa kamu bayangkan sendiri.
" iya aku sadar aku jelek dan aku tidak menyangkal diriku begitu, tapi kamu sendiri, heeee "
shiera tidak melanjutkan kata kata nya lagi dan malah menyengir pada rendra.
" Emangnya aku seperti apa? " kata rendra dengan suara ditekan.
" Ngak sadar " kata shiera berdesis.
" Apa maksudmu tidak sadar? ,aku sangat sadar diriku seperti apa. Aku tampan, kaya,baik, hebat, pintar, dan semua orang menyukai ku. Kalau tidak mengapa kau mau menikah denganku? "
Pria itu dengan banganya mendeskripsikan dirinya dengan gayanya membusungkan dadanya agar lebih mendukung penampilan nya.
Kalau kaya ? aku mengakuinya, tapi kalau baik dan hebat kamu memang tidak sadar diri rendra. Dan kamu bilang karna itu aku mau nikah sama kamu? sepertinya kepalamu perlu dioprasi.
" jangan tatap aku seperti itu ! aku lagi tidak bernafsu sayang " kata rendra sambil memainkan gerakan matanya.
Sementara mereka sedang bertengkar, tanpa mereka sadari ada yang sedang memperhatikan mereka diam diam. Wanita wanita yang mengenakan seragam pekerja rumah mereka sedang asiknya menonton adegan ketegangan ruamah tangga.
" Nyung seru ya nyonya ama tuan lagi mesra merasaan begitu, kan jadi baper. " kata pekerja itu kepada sesama temannya juga.
" Kamu ini bodoh atau idiot sih? " balas temannya menatap.
" Bodohlah nyung dari pada idiot itu parah " katanya polos.
" Good " kata oranng yang tadi dipanggil dengan sebutan nyung tadi.
" Nyung nyonya sama tuan cocok banget ya soalnya cantik sama ganteng. kan ngak mungkin kan kalau tuan sama aku? "
Sontak temanya itu langsung melihat kearahnya dengan serius memperhatikan dirinya dari rambut sampai ujung kaki.
" Huaaa amit amit jangan sampai tuan sama kamu, aku ngak bisa bayanginnya " katanya dengan gaya seperti merinding.
" kamu jangan ngejek dong nyung! aku sama cantiknya kok sama nyonya cuman beda Beberapa persen aja "
" iya bedanya sembilan puluh sembilang persen koma sembilan sembilan sembilan sembilan dan sembilang beda langit sama tanah jauhnya "
" kalau aku jadi istri kedua tuan ,aku sangat rela "
__ADS_1
" Nyung sadar sadar.... tidak baik berpikiran seperti itu. kamu kayaknya perlu dikasih bawang putih ya biar sadar, nanti nyonya dengar putus kamu nyung. "
Mata pelayan itu tampak polosnya memandangi temannya bernama Nyung itu, sambil menepuk nepuk pundak temanya mencoba menyadarkannya.
****
Telinga rendra kini telah terusik dengan suara yang tidak diinginkan, matanya langsung menulusuri setiap sudut yang terjangkau oleh matanya .Ternyata benar ada dua maklhuk yang ternyata bersembunyi memperhatikannya, kakinya dengan ceoat melangkah menhampiri sesuatu yang ia rasa menganggunya.
" Hey apa yang sedang kalian lihat? apa tontonannya bagus? "
Rendra dengan gaya coolnya mengintrogasi para pekerja rumahnya, namun dengan masih penuh rasa sabar.
" Wahh ganteng.... waduhhh " kata temennya Nyung pada rendra.
" Maaf tuan kami tidak sedang menguping " kata nyung dengan bibir bergetar.
" jadi apa ? sedang mendengarkan? " tatap rendra kosong.
" Iya tuan "
lagi lagi pelayan muda yang berdiri disamping orang Nyung itu tidak bisa mengontrol dirinya .
Rip sudah kalian
Shiera hanya bisa mengelengkan kepalanya tanda dia merasa kasihan pada pelayannya itu, dia cukup simpati karna mereka baru dan belum mengerti seperti apa majikannya sekarang.
" Sebaiknya kalian berdua pergi kedapur dan tanyakan pada orang yang ada sekitar sini, cari tau seperti apa baiknya aku pada orang yang membuatku tidak senang " kata rendra memerintah.
" Sekarang ya tuan? " kata pelayan itu
wajah rendra benar mematikan dan bila dia sudah seperti ini yang akan menjadi sasarannya adalah Shiera lagi ,dan memang itu sudah menjadi garis takdir baginya.
" Rendra sudahlah jangan perpanjang hal yang simple seperti itu !"
Shiera mencoba untuk tidak membuat susana menjadi tanpa kacau.
" Kamu sungguh tidak punya hati ya shiera Xie, kamu tadi lihat kalau suamimu ini dilihat oleh wanita lain dan kamu tidak marah? apa kamu wanita normal? "
Rendra dengan wajah yang sangat penuh easa pertanyaan tentang rasa dan oerasaan istrinya saat ini yang tidak bertindak sama sekali.
Kamu tanya aku normal atau ngak? Rendra aku kasih tau ya kamu yang itu yang tidak normal dan jauh sekali dari jata Normal.
Hanya mengerutu dalam hati lah perasaan shisra dapat tersalurkan, karna mukutnya masih begitu terkunci untuk melakukan itu semau.
" kau tidak cemburu? " tanya rendra
" Tidak "
kata kata singkat itu tercetus begitu saja menjawab suaminya.
" Tidak cemburu? kamu harus cemburu! "
Rendra mengengam pergelangan tangan istrinya dan wajahnya kini serius.
" Rendra kamu aneh ,kamu maksaain aku biar cemburu. "
Shiera memberontak dan mencoba meleoaskan tangannya dari gengaman suaminya itu.
" intinya kamu harus cemburu! "
__ADS_1
Rendra akhirnya melepas tangannya dan sekarang malah memegang dagu istrinya sehingga wajahnya menghadap dan menatap matanya langsung.
" Uhhh okey rendra aku menyerah, kamu katakan bagaimana caranya biar aku cemburu? " kata shiera menaikkan alisnya.
" Dasar gadis yang bodoh, ehhh maaf aku lupa kamu kan tidak gadis lagi .okey aku lanjutin caranya adalah kamu datangi mereka yang tadi melirik oada suamimu dan katakan kalau kamu tidak suka ada wanita lain melihat suamimu. "
Dengan gagahnya rendra menjelaskan secar mendetail oada istrinya, dan paksa sekali akhirnya kakinya pun dengan berat hati menuju kearah dapur.
Setalah itu akhirnya mereka berempat dipertemukan lagi dalam cerita yang sangat tidak masuk akal.
Wajah datar rendra seperti mengisyaratkan agar shiera cepat melaksanakan tugasnya.
" kalian berdua!! aku ingin memberitahu kalian kalau aku cemburu " kata shiera tidak bergairah.
kedua pelayan itu hanya saling menatap satu sama lain.
" Ampun nyonya Enty normal ,kami tidak pacaran nyonya jadi nyonya jangan cemburu ya nyonya. "
" kamu ngak nyambung bodoh "
Bisik Nyung sambil mencubit pelan pinggang orang yang memanggil namanya dengan Enty tersebut.
" Jadi apa kalian paham maksudku seperti apa? "
Shiera melipat tangannya untuk membuat perannya dalam cerita kecembuaruan ini agar terlihat lengkap.
" Jadi kalian lihatkan kalau istri saya sangat cemburuan dan jangan coba curi pandang lagi! "
Rendra sangat senang dan tidak bisa lagi menunjukkannya selain hanya bisa senyum oada istri bodohnya.
" Jadi maksud nyonya shiera itu tentang jangan sembarangan sama tuan ya? kalau itu tenang saja kami sadar diri nyonya "
Kata kata itu begitu bermakna dalam artinya, tapi mengapa saat pelayan bernama Enty itu yang mengatakannya sama sekali tidak bisa dinilai serius.
Rendra merangkul pinggang istrinya dan tanpa disadari oleh pelayannya itu dia membisikkan sesuatu pada istrinya.
" Sayang suasana hatiku kurang baik, kau tau ini tidak berkesan " kata rendra pelan.
Ayo shiera putar otakmu, kamu harus berusaha lebih lagi.
" Kalian tau kan aku shiera, tidak suka berbagi hal pada orang lain. Apa lagi suamiku itu tidak mungkin "
kata kata itu terdengar sangat sexi ditelinga orang yang mendengarnya, dan entah apa kali ini tangan wanita itu mengekus pipih suaminya denganjari jarinya.
" Sayang apa maksudmu seoerti ini ? kata shiera berbisik pelan.
Kalau ada alat yang bisa mendeteksi kecepatan detak jantung rendra pasti itu sulit dikatakan. karna dia sendiri mencoba mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
**DAG DIG DUG....
kini jantung rendra swdang melakukan maraton dalam tubuhnya saat tingkah istrinya yang memukau tadi.
Hay my Love 🙌
* Vote
* like
* komen
* love
Nantikan kelanjutannya ya 😍😍😘😘**
__ADS_1