
Dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya masih hidup juga, padahal dia berpikir sebelumnya kalau rendra akn membuatnya terbunuh.
Digecengkramnya selimut yang menutupi tubuhnya, air matanya terus mengalir. kejadian itu masih saja terus terlintas dipikirannya.
***Aku mau mati sajah, aku tidak mau melihatnya. Dia iblis, mungkin arian sudah menungguku disana, aku harus pergi***.
Shiera masih menerawang kelangit langit,. memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya kalau dia masih bertahan dengan lakilaki itu.
shiera mengerakkan tubuhnya, menyingkirkan selimut yang ternyata menutupi bekas memar dikakinya. Entah apa yang dipikirkannya, perlahan kakinya bergerak kerah jendela, tangannya bergetar mencengkram gorden jendela.
dia menatap kearah langit yang yang berawan mendung, seperti hatinya yang turut merasakannya. perlahan dia mengangkat satu kakinya dan akhirnya dia bisa duduk sejenak di jendela kamarnya yang lumayan besar.
***Rumah ini sangat besar, namun tidak ada kebahagiaan disini. kalau aku tidak bisa pergi dari sini lebih baik aku pergi dari dunia ini***.
Wanita cantik itu menghirup dalam udara yang berhembus kencang ketubuhnya bahkan menusuk hatinya dengan kedinginan.
" Mama, arian,tunggu aku "
shiera mengerakkan sedikit bokongnya dengan pelan, membentangkan tangannya dengan lebar seperti dia ingin memeluk sesuatu. Dia memejamkan mata sayunya yang dengan air mata kepedihan tak kunjung surut.
" Aku mencintaimu arian, aku akan datang "
shiera meringankan tubuhnya, memantapkan hatinya berharap dia akan pergi untuk selamanya. dia menjatuhkan tubuhnya, melepas bebannya.
" kau mau mati? jangan harap! "
Tangan pria itu segera mengengam kuat tangan siera, menahan tubuh istrinya, berusaha menariknya kembali kesisinya.
" lepaskan aku! aku mohon lepaskan "
shiera mencoba melepaskan tangan yang menahannya. Dilihatnya mata itu memerah dan kesakitan menahan tubuhnya.
Bukkk
shiera terjatuh dalam dekapan suaminya, menangis dan mengutuk karna ingin mati pun sangat tidak mudah baginya. dipukulnya dada rendra, isakannya tiada henti.
suara di kamar itu mendadak ricuh, karna teriakan shiera yang frustasi, matanya seakan ingin melahap orang yang ada didepannya .
Shiera mendorong tubuh itu,menghindarinya dan menjaga jarak.
" jangan mendekat, Rendra Liu jangan berani menyentuhku. "
" Jangan uji kesabaranku shiera, apa kau pikir nyawa mu begitu berharga untukku? "
__ADS_1
" kalau begitu biarkan aku mati saja! "
" kau mau mati dengan mudah? hutang perbudakanmu padaku belum selesai "
" apa dosaku padamu Rendra mengapa kau membuat hidupku seperti ini ?"
" karna kau lahir dari keluarga yang merebut kebahagiaan ku! "
"hentikan omong kosongmu presdir liu!! "
shiera menunjuk rendra dengan marah
" hehehe nona shiera kau harus tau aku ingin membalas penderitaan yang dulu aku rasakan, membuatmu lebih menderita dan menjerit seperti adik ku disetiap tidurnya, merasakan setiap hal yang akan membawamu kejurang kematian. "
" Iblis! "
" panggil saja aku seperti itu, aku akan menjadi iblis disetiap harimu "
" matilah kau dineraka rendra! "
" Kalau matipun aku akan membawa mu! "
Rendra melangkah maju mencoba meraih tangan istrinya, ditatapnya istrinya dengan penuh arti mendalam. Namun shiera begitu cepat menghindar.
" jangan! "
wanita itu mengambil sebilah pisau yang tadi berada di tempat buah dimeja yang kebetulan dekat dengannya.
" shiera berikan padaku! "
" Kalau aku tidak bisa mati, maka kamu yang akan mati."
shiera menyodorkan pisau itu pada rendra ,matanya tampak berkobar.
" kau gila shiera! "
" iya aku gila karnamu, kau menghancurkan hidupku. Seumur hidupku aku akan membencimu! "
" Nona Liu jangan bertindak hal yang membahayakan tuan! "
sekarang keadaan itu sangat menegang, para penjaga pengawal rendra sudah berdiri depan pintu, karna tadi mendengar suara keributan dan kaget melihat shiera memegang pisau.
Rendra memberi isyarat agar pegawalnya tidak mendekati istrinya, dan rendra sudah memanggil ikh yang tadi mengobati luka memar ditubuh shiera.
" nona shiera, saya dari tim medis mengerti perasaan anda, saya sering menerima keluhan seperti anda "
ternyata itu dokter muda yang biasa di panggil dokter Ikh yang pernah mengobati shiera tempo lalu.
" kamu dokter, setidaknya kamu tau tentang psikolog seseorang. Apa yang bisa kamu rasakan melihat diriku?"
" shiera, kematian bukanlah jalan untuk lari dari kebenaran! "
Ikh berusaha mengalihkan perhatian shiera, menbuatnya agar berada dalam kondisi senyaman mungkin. mencoba untuk memahami perasaan shiera yang menjadi pasiennya.
Rendra melihat kemarahan shiera mereda, oangsung mendekap kencang tubuh istrinya itu. Hingga dia ingin mengambil ahli pisau yang ada di tangan shiera, hingga mereka sekarang tengah berebut benda tajam itu dan yang lain bergudik ngeri melihatnya.
__ADS_1
Tidak ada yang boleh maju, rendra memerintahkan pengawalnya agar jangan mendekati mereka.
" lepas kan sialan, aku akan membunuhmu "
" Kalau kau ingin membunuhku kau harus hidup lebih lama lagi agar bisaa berlatih. "
Atas arahannya rendra akhirnya ikh bisa menyuntikkkan obat penenang ke lengan shiera, membuat wanita itu akhirnya lelap dalam alam bawah sadarnya sekarang.
" kau keras kepala shiera, kalau menyakitiku kau bahagia, aku akan membiarkannya. Tapi jangan sakiti dirimu biar aku saja yang bisa membuatmu terluka "
Rendra membelai rambut istrinya, mengelus pipih istrinya yang tampak pucat.
" Kau mencintainya Rendra? "
Ikh memberanikan diri bertanya pada rendra, karna dia begitu tulusnya menatap wajah istrinya.
" Ikh, kau adalah sahabatku sama seperti mahen. Setidaknya kau memahami aku"
Rendra mengangkat tubuh istrinya, membaringkannya kembali keranjang. Tiada henti matanya menjaga, dan seaakan tidak mau lengah.
" Rendra, dia hanya butuh waktu yang menjelaskan bahwa kau mencintainya. Jadi perlahanlah untuk mengajarinya. "
" Kau tau aku sudah jatuh cinta dengannya hanya dengan melihat fotonya, sungguh dia adalah wanita istimewa. Aku hanya merasa harus menekannya agar dia tidak pergi, aku tidak mau dia yang hanya mengucap janji namun mengingkarinya. "
Ikh tau luka dalam sahabatnya, Kalau dia mencintai wanita bernama shiera tanpa dia sadari malah melukainya.
" Aku harap kau bisa lebih mengenalnya rendra, kalau manusia pada umumnya semakin dikekang semakin dia akan berusaha untuk berontak "
sahabatnya seakan mengingatkannya untuk tidak egois dalam mencintai wanita.
" sudahlah ikh, sebaiknya kau pergi karna tugasmu sudah selesai "
dokter sekaligus sahabatnya itu pamit meninggalkan rendra dan shiera, dia selalu berdoa agar shiera dapat memahami sahabatnya itu kelak.
" Shiera, tinggal sebut apa yang kau inginkan pasti aku akan menuruti nya. Aku akan memberikan segalanya padamu, asalkan kau bisa disisiku. Hanya perlu patuh saja mengapa begitu sulit? aku menyuruhmu ikut denganku mengapa malah memilihnya?
Bisakah kau membuka hatimu sedikit saja?, aku akan menaruh kebahagiaan disana."
Rendra menempelkan jidadnya perlahan menyatu pada kepala shiera, memejamkan matanya menghirup nafas istrinya yang tenang namun ada arti yang mendalam dalam hembusannya.
Hari ini begitu berat baginya, seharian dia menemani istrinya. Memastikan dia tidak melakukan hal konyol seperti tadi.
" Shiera tidak peduli kau membenciku, aku akan terus berusaha meluluhkannya. Aku mencintaimu shiera, Nyonya Liu "
Rendra mengecup bibir sang istri yang tidak sadarkan diri, entah sejak kapan ada tetesan air mata keluar dari matanya yang selalu tajam akan kemarahan.
Wanita itu telah membuatnya Luluh dan perlahan ingin memahami kasih sayang, menakhlukkan shiera sekarang menjadi misi dan hal yang menjadi tujuannya sekarang.
***vote
* like
komen
sekedar mengingatkan aja, dengan ke ikhlasan hati saudara 😍😍***
__ADS_1