Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
ON


__ADS_3

 


Paparan sinar matahari yang masih begitu tenang masuk kedalam kamarnya, yang tembus dari jendela sengaja untuk menyapanya.Mata shiera terasa panas saat sinar itu menyilaukankan wajahnya, dia mengalahkan kemalasannya yang masih menyuruhnya untuk terus berbaring. Pasti setiap orang kesulitan untuk bangkit dari tempat tidur yang selalu menemani,tempat itu seperti masih saja memanggil seperti tidak ingin berpisah saja.


 


Shiera melihat kearah kaca yang terpasang indah disebelah tempat tidurnya, memaastikan seperti apa bentuk dirinya dipagi hari.


*Mengapa wajahku semakin lama semakin terlihat kusam ya, mungkin ini efek dari pikiranku yang stres. Tapi mau bagaimana lagi, hidup bersamanya tidak bisa terasa tenang.


Dia meraba dahinya yang disana terlihat ada bintik bintik kecil yang tumbuh, jerawat itu mengejek dirinya dan ditambah lagi dengan wajahnya yang mulai ada garis garis samar bila diperhatikan dengan jelas.


 


Haaa... ( mengenduskan nafas) aku tidak percaya kalau aku sudah menikah, rasanya baru kemarin aku masih seorang gadis yang bebas. Ternyata begini rasanya menikah! aku harap waktu bisa terulang kembali, tapi ya sudahlah*.


 


Wanita itu terus memperhatikan dirinya secara mendetail pada bayangan cerminan ,sekarang pipihnya terlihat lebih tembam, dan dia semakin gemukan.


 


Shiera merasa muak dan kesal sendiri ,lalu dia memutuskan untuk segera mandi dan. berharap air kamar mandi akan mengembalikan dirinya seperti remaja lagi, meskipun dia tau itu tidak mungkin. Namun apa salahnya untuk berharap saja, siapa tau ada kejaiban.


 


Dinyalakannya shower dan dia biarkan air itu menguyur tubuhnya,tidak lupa dia mengunakan sabun pengahrum bunga yang menjadi favoritenya, dan dia menyempatkan diri untuk memberi sedikit lulur ditubuhnya dan mendiamkannya beberapa menit. Dirasanya sudah cukup membiarkannya lalau dia menyiram tubuhnya lagi dan menyabuni dirinya dengan sabun kembali setelah itu mebilas untuk terakhir kali. Memang begitulah wanita dan sangat repot dalam merawat diri ,entah itu untuk siapa diperuntukkan namun itu menjadi kesenangan tersendiri.


" La.. la... la.. emm.. emmm " kata kata singkat itu menjadi bernada setelah dia sambung sambung, dan dengan rasa gembira setelah tubuhnya sangat segar sekarang. Rambutnya yang basah dan hanya melilitkan handuk yang berwarnah putih menutupi tubuh mulusnya, sambil dia berjingkrak kesenangan.


" Aku menjadi gadis muda kembali, hancurkan saja pria gila itu! emm..emm " ucapnya dengan bernada menjadi sebuah nyanyian yang dia ciptakan sendiri secara tiba tiba.


( **Di balik pintu)


Ternyata rendra telah berdiri disana untuk beberapa menit karna dia penasaran tentang istrinya apa bisa tidur tanpa dirinya disisnya,dan mendengar ini dia tersadar kalau wanita itu baik baik saja**.


" Kurang ajar ! bisa bisanya dia sangat senang, harusnya dia menangis karna pisah ranjang denganku " kata rendra mengumpat sendiri.


Dia menempelkan telinganya di pintu untuk mendengar lebih jelas dari dalam sana, pria itu terlihat konyol dirumahnya sendiri.


Tunggu dulu! Lagu apa itu ( berusaha berpikir) apa ada lagu seperti itu? menjadi muda kembali? hancurkan saja? siapa yang mau dia hancurkan?


Rendra sunguh dibuat penasaran dengan kata kata kegirangan yang dia dengar, dia memutar otaknya, berusaha untuk menebak semua itu dengan logikanya.


" Tidak bisa lagi, aku tidak tahan! " ucapnya tidak bisa menahan rasa penasaran itu dan dengan sigap membuka pintu dengan sigap.


Pria itu malah kebih dibuat terkejut lagi dan dia merasa bingung apa itu adalah keputusan yang benar.Matanya terbelalak melihat istrinya yang begitu seksi dengan hanya lilitan handuk, seketika jiwa kelakiannya keluar dan dia merasa bingung untuk melakukan apa.


" ARGHhhh...!! " Teriak shiera meliaht ada orang yang muncul tiba tiba.


Rendra berpura pura tidak melakukan kesalahan apapun, dia mengalihkan sedikit pandangannya melihat kebawah. lagi lagi dia berusaha tidak mendengar teriakan wanita itu padanya.

__ADS_1


" Orang mesum!!! mau apa kamu?? " katanya berteriak lagi.


dia menunjukk nunjuk Rendra mengisyaratkan dirinya untuk memutar badan, dan dengan polisnya mengikuti arahan itu.


" Tidak usah sekaget itu juga! aku hanya memastikan dirimu masih hidup atau tidak. Tidak usah terlalu berlebihan! " ucapnya sambil mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Apa kau tidak diajarkan sopan santun? belajarlah untuk mengetuk pintu sebelum masuk, kau seharusnya lebih tau. " shiera berteriak pada pria itu dan berusaha memperketat lilitan handuknya.


" Ehhh.. tapi ini kan Rumahku! " jawab rendra gugup.


" Meskipun ini rumahmu, ini adalah ruanganku, jaga etikamu "jawab shiera lagi dengan kasar.


shiera bergumam kesal dalam hatinya, pria itu sama sekalih tidak mau mengakui kesalahannya.


" Dan... " ucapnya hendak melanjutkannya,tapi dia hentikan.


" dan apa? " tanya wanita itu penasaran.


" Dan lagi pula kita sudah menikah, hal yang seperti ini bukanlah rahasia lagi diantara kita ".sambungnya, sambil mendekati istrinya dengan pandangan yang mengoda, entah mengapa saat ini ada aura yang berbeda pada rendra sekarang yang membuat darah wanita itu merinding seketika.


" Mau apa? " shiera gugup dan tidak berani melihat tatapan tajam itu, dia mencoba untuk kembali masuk kedalam kamar mandi namun kaki suaminya telah diluan menutup jalan baginya.


Mau apa manusia yang satu ini? mengapa selalu aku yang ternistakan padahal aku ini korban. umpat shiera dalam hati.


Dia bingung mau bergerak kemana lagi, matanya semakin rusak saja saat melihat pria itu menyunggingkan bibirnya, sangat mengoda melihat tubuhnya sekarang.


" Kau pakai sabun apa tadi? ini samgat harum " endus rendra mendekati punggung istrinya.


" Kau tau aku merindukanmu padahal baru seamalam saja kita tidak bersama, apa kau tidak rindu padaku? " godanya sambil menarik pinggang sang istri, saat ini wajah mereka benar benar dekat sekali.


Apa maksudnya? dia mau aku jawab apa? yang jujur atau bohong? gumamnya dalam hati, benar benar nafas pria itu seperti sedang memburu sesuatu.


" Lepaskan dulu tanganmu! " perintah shiera merasa risih dengan tangan Rendra yang semakin lama dia rasa seperti meremas pinggangnya.


" Sayang mari kita tidur bersama lagi! aku tidak tahan " bisiknya ditelinga shiera.


Shiera merinding mendengar dan merasakan tiupan dan bisikan halus suara pria itu, dia tidak tau seperti ada sesuatu yang bangkit pada dirinya.


" Sayang kau sendiri yang mengambil keputusan itu, aku hanya mendukungmu " jawabnya pelan tidak mau menyinggung pria itu.


" Iya karna aku ingin membuatmu merindukanku, tapi aku melihat kau bisa saja. " bisiknya lagi.


" Sayang bisakah kau melepaskan aku sebentar? sekarang aku merasa kedinginan " shiera bingung harus melakukan apa dengan pria ini, dia berpikir alasan apa yang akan meloloskan dirinya.


" Jadi kau kedinginan? " tanya pria itu seperti dia baru tahu saja.


" Iya " balas wanita itu dengan senyum mengharapkan sesuatu.


Sial sekali wanita ini, apa dia sengaja mengodaku. kalau cobaan dalam pacaran seperti ini, maka siapapun pasti akan berpaling pada prinsipnya juga. Pikir Rendra merasa terpancing.


Rendra mengarahkan tubuh shiera berjalan mundur, masih dengan matanya yang tidak berpaling sedikitpun. sekarang tubuh shiera mati rasa, namun dia dapat merasakan kakinya mengigil seketika.

__ADS_1


BRUKKKK


Terdengar suara gercit kasur tempat tidurnya, badannya kini telah berbaring disitu dan yang lebih seram lagi dengan tubuh pria itu menghimpit dirinya. Dia membelai rambut panjang istrinya, dia merapikannya agar wajah cantik itu tampak dengan jelas .


" Apa sekarang sudah tidak dingin?" dengan senyum.


" Tuan bisakah jangan begini, aku tidak nyaman " ungkap shiera.


" kenapa panggil tuan sekarang? aku lebih suka kau memanggilku dengan kata sayang, aku sangat menyukainya. Dan aku sangat marah sekarang, kau wanita ceroboh dan bodoh. " Ungkapnya dan sekarang dia mau menyalahkan shiera.


" Apa yang kau katakan, aku tidak nyaman seperti ini. sebaiknya kita bicara sambil duduk saja!"ajak wanita itu.


" Sayang aku mau membiatmu fokus pada kesalahanmu, bagaimana kau tidak mengunci pintumu semalaman ini? kau tau ada banyak pria yang hilang kendali nantinya, untung aku yang sadar diluan " ucap Rendra merasa dia adalah penolong shiera.


Dia mengecup leher jenjang istrinya, membuat wanita itu mengeliat. Rendra lagi lagi tersenyum puas ,benar benar mengasyikkan baginya mengoda istrinya pagi ini.


" Maafkan kesalahanku tuan, jadi lepaskan aku dulu " ungkapnya menyesal.


Wajah pria itu mendadak kesal mendengar perkataan shiera.


" jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi! kalau aku mendengarnya lagi berarti kau setuju untuk hamil anakku bulan ini! " bisiknya lagi dengan suara beratnya.


Shiera yang mendengar dan menyimak maksudnya Seketika tersentak dan bangkit begitu saja membuat tubuh pria itu terpental jatuh dari kasur.


" Arghhh... shiera! apa kau mau menghancurkan masa depanmu? ingat kalau kehidupanmu tergantung pada aset ini " marah pria itu tidak tau tertuju kemana.


Rendra memegangi bokongnya yang nyeri karna bersentuhan jeras dengan kasur sehingga mengutuki wanita itu spontan.


" Aku tidak mau punya anak!" kata shiera berteriak.


Kata kata singkat itu menusuk kehati Rendra, amarahnya kali ini benar benar terpancing dengan perkataan itu.


" Kau bilang apa? kau tidak mau? katakan lagi! " Rendra mencekik leher wanita itu, membuat dia sedikit sesak nafas karena itu.


" Aku tidak bermaksud menyinggungmu, tapi aku belum siap. " bantahnya masih teguh pada pendiriannya.


" Aku tidak peduli apa kau setuju atau tidak, selama aku mau kau harus mengikutinya. " kini Rendra malah mencengkram rambut depan istrinya hingga kepala wanita itu tertarik kebelakang.


Shiera meringis kesakitan karna perlakuan kasar itu, dan meski begitu dia tetap menunjukkan wajah yang teguh.


Matanya bahkan sekarang tidak berasa bersalah sekarang, apa sebegitu jijiknya dia padaku? atau dia masih berharap pada pria dimasalalu nya itu. gumam Rendra semakin marah karna tatapan wanita itu seakan sedang menantangnya, bisanya wanita itu akan menundukkan matanya ketika dia hanya melototkan matanya, dan dia sekarang malah lebih berani untuk urusan seperti ini.


" Shiera jangan karna aku memperlakukanmu seperti ini maka kau berbesar hati sekarang, ingatlah statusmu mengapa aku mau menikahimu. Jangan membangkitkan jiwaku yang dulu lagi, karna akan aku pastikan kau tidak akan sangup. ucap pria itu.


Lagi lagi dia masih bisa melihat senyum yang merendahkan dirinya, sama seperti beberapa waktu lalu disaat mereka masih begitu asing.


Rendra mengempaskan begitu saja tubuh istrinya, dia langsung berjalan meninggalkan shiera tanpa berbalik melihat dirinya.


*Lagi lagi senyummu itu menghancurkanku, dan ucapanmu membunuhku. Bagaimana bisa jarak antara kita akan memudar kalau kau masih menganggap diriku sama dan selalu sama dipikiranmu,dan hanya untuk merendahkanku. Untung saja aku tidak pernah menganggap serius perkataan dari setiap kata kalau kau mulai mencintaiku, dan aku aku akan terus beranggapan seperti itu. Tidak peduli bagaimana kau menempatkan aku seperti apa dihatimu namun yang aku Lihat kita hanyalah dua gasing yang saling bertolak . **imbuh wanita itu dalam hatinya


Lagi lagi hanya hanya air mata disetiap akhir ceritanya, namun itu lebih baik bagi mereka berdua***.

__ADS_1


Next episode ya ❤🙏


__ADS_2