
Tubuh kekar itu sekarang tampak tak berdaya, bunyi jam dan gelapnya malam menjadi pelengkap dalam kesunyian.
Pria itu tampak lemas dan kesulitan, persaannya sangat gelisah. Dia mencoba menjadi pria tegar dan kuat, namun tetaplah lemah di mata istrinya untuk saat ini.
Pelukan ini sungguh membuatnya nyaman, istrinya selalu ada di sampingnya menguatkan persaannya. Entah sudah berapa kali suaminya itu muntah dan demamnya tak kunjung mereda,tapi dia selalu setia untuk merawatnya.
" shiera jangan tinggalkan aku "
Kini kesadarannya entah di mana, dia menempatkan kepalanya di antara dada istrinya dan menciumi leher istrinya. Shiera menatap kearah langit langit atap kamar itu,entah apa yang harus dia jawab. Bingung dan malu kini ada di hatinya.
kini yang ada di pelukannya seperti bukan suaminya seorang presdir sombong,angkuh yang mampu saja membunuh seseorang yang mengahalanginya dengan tangannya sendiri. Tapi yang kini memeluk hangatnya tubuhnya adalah seorang pria lemah dan tak berdaya, seperti seorang bayi yang rindu pelukan ibunya.
Bahkan kata kata itu selalu terngiang di telinganya, perkataan seorang adik tentang kakaknya. Kalau pria ini telah di butakan amarah dan dendam, dia memberikan cinta dan perhatiaannya kepada adiknya agar tidak pernah merasa kehilangan sosok perhatiaan ibunya. Padahal dia sendiri masihlah seorang anak yang memiliki kehausan pada rindu.
" kalau kamu tidak sembuh, aku akan pergi jauh, kamu tau kamu itu merepotkan "
Shiera mencoba memasang wajah angkuhnya, dia penasaran apa yang di katakan suaminya itu nantinya.
__ADS_1
sebenarnya dia diam diam rindu dan sedikit senang dengan suaminya yang pemarah, dia sangat merasa aneh melihat suaminya yang tidak berdaya.
" shiera jangan pernah kabur dariku "
Rendra semakin memeluk tubuh shiera, ada persaan aneh di hatinya. Dia kini melihat air mata suaminya, dia belum mengerti apa yang di rasakannya kini.
" jangan tinggalkan aku, aku tidak mau kesepian lagi. Dia dulu kabur dariku, dia tidak peduli denganku. Dia wanita jahat, dia ingakar pada janjinya. "
Apa ini, apa dia Rendra yang kukenal. Apa yang terjadi dia menangis.
" jagan pergi, aku mohon "
Entah apa yang di katakan rendra, kesadarannya hilang hingga dia menunjukkan sifat dari sisinya yang lain.
" Shiera jangan berani mengataiku seperti ini, kalau tidak aku akan membunuh mu "
Mulai deh kesifat aslinya ,pria tengik ini memang akan terus begini.
shiera mempermainkan wajah suaminya, menarik bibirnya hingga tampak aneh dan lucu, mencubit pipih suaminya hinga mersa berdesis kesakitan.
" hahaha wajah kamu banyak bentolan cacar air, kelak kalau kamu jelek karna bekas penyakit kulit ini. Aku akan cari suami baru yang lebih tampan deh "
__ADS_1
" silahkan saja kalau berani, itu tidak akan terjadi karna aku akan merusak wajahmu supaya kita jadi jelek bersama "
Memang shiera tidak akan pernah menang untuk berdebat dari suaminya.
" ummm "
Shiera menatap suaminya ,sangat tenang di hatinya melihat kelembutan suaminya itu.
Cupp
rendra menciumnya dengan cepat tanpa dia sadari tadi, bibir itu terasa hangat dan bergetar. Bukan hanya tubuhnya yang panas tapi bibir itu juga, yang sepertinya nyaman dengan dinginnya suhu di tubuh shiera.
Shiera memeluk suaminya, membiarkan panas itu turut mengalir dan dia rasakan. Mereka tampak lelap dan nyaman di keheningan malam yang perlahan menghilangkan kesadaran mereka,dan perlahan shiera mebuang kesedihan hatinya dalam mimpi di pelukan suaminya.
***jangan lupa ya
* vote
* like
* komen
__ADS_1
* rating ya
salam dari saya😍😘😘***