
Hati masih terasa panas apalagi melihat suamianya yang semakin bertingkah kekanakan,dengan perintahnya yang santai namun ada maksud mengerjai dia membuat istrinya patuh untuk menyuapinya makan.
" Rendra sampai kapan aku menyuapi mu begini, aku juga mau makan dengan tenang "
Pikiran shiera seakan terbagi dua antara tugasnya yang saat makanpun terbagi, sedangkan wajah itu tersenyum puas karna perlakuaannya.
" sayang tidak rau mengapa ,rasanya berbeda ketika aku makan dengan tanganmu seperti ini "
Senyumnya semakin mengembang puas, rasanya pria itu bahagia bisa merasakan sesuatu yang bahagia bersama istrinya.
"Rendra apa aku boleh pergi kerumah orang tuaku "
Shiera memperhalus suaranya, kini perasaanya campur aduk,menantikan ucapan yang akan dikatakan rendra.
" Apa kau kekurangan sesuatu disini? mengapa harus kerumah orang tua mu lagi? "
Rendra bertanya seakan tidak senang dikalau istrinya berhubungan lagi dengan ayahnya.
" Rendra, kau tau aku seorang putri dimana aku masih diberikan kesempatan mempunyai orang tua. Tidak salah kan kalau aku rindu? "
Ekspersi wajah itu muncul kembali, dengan kening yang mengerut dan alis yang naik, itulah mimik wajah rendra dikalau dia sedang berpikir ditambah wajahnya yang tanpa senyuman membuat dia membingungkan.
" Terserah, tapi jangan harap aku akan menemanimu "
" yes! "
shiera mengacungkan tangannya, dengan
sedikit lompat kegirangan. Membuat rendra menatap dengan heran ,tapi dia juga terlihat kesal.
" bagus shiera, apa kau senang aku tidak menemanimu? "
Rendra mencoba acuh dan menagalihkan pandangannya.
" iya "
" iya ?"
Rendra menatap shiera dengan pandangan sunguh bertanya.
Bodoh ,mulutmu tidak bisa di rem apa ya shiera.
" sayang maksudku, iya aku sangat senang karna suamiku sangan baik hati. meskipun aku sangat sedih kamu tidak bisa menemaniku. "
Kata kata itu terucap begitu saja, saat nyawanya mungkin sedang terancam tadi.
" aku tau aku baik hati"
Rendra mencoba menyembunyikan perasaan yang begitu senang saat istrinya memujinya, dan mencoba untuk tidak menunjukkannya.
" iya sayang "
" Ohh iya karna kau sedih aku tidak ikut, jadi aku putuskan untuk menemanimu saja. "
Bagai tersambar petir di tengah hari yang cerah rasanya, perasaan bahagia shiera langsung berubah karna perkataan suaminya.
__ADS_1
" Ahhh sayang tidak usah merepotkan, aku tau kau banyak urusan .Jadi kau bisa fokus pada pekerjaanmu sayang, hehehe "
Kini hatinya sungguh sangat kacau rasanya
" Ya, aku memang sangat sibuk. Tapi kita baru saja berbaikan, dan aku juga tidak mau terlihat di depan papahmu "
" Ahhh sayang sungguh tidak apa apa, aku bisa sendiri. "
" Apa kau tidak senang? "
Rendra menaikkan alisnya, dengan tatapannya yang khas.
" Hahahaha sayang aku sangat senang, sungguh senang "
wanita itu memaksakan untuk terlihat senang walaupun dia sangat jengkel.
" Bagus, emmm aku takut nanti kau rindu kepadaku "
" hehehe iya rindu, aku sangat rindu "
Sunguhhh memang rindu rendra.. rindu.. yayaya ya rindu
" Sudahlah ayo lanjutkan makanmu! kau sangat kurus "
Rendra dengan santainya melanjutkan menyantap makanannya yang shiera mengira bahwa itu adalah masakan suaminya.
" Rendra, mengapa memanggil pelayan ? bukannya kau pernah bilang kalau semua harus aku yang kerjakan? "
Shiera mencoba meminta penjelasan suaminya, yang menjadi pertanyaan di kepalanya dari tadi.
" wanita bodoh yang satu ini, apa perlu aku menjelaskannya untuk apa memanggil pelayan? ckck bodoh!"
Rendra dengan acuhnya hanya kembali melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
" ya sudah kalau tidak mau jelaskan, itu memang hakmu mau mebawa siapapun. Dan kamu berhentilah mengataiku bodoh "
" Shiera ! aku tidak mengizinkanmu pergi "
" Aku sudah selesai makan "
Mata shiera menantang suaminya namun dengan perasaan yang waspada.
" Duduk! "
Belum lagi kata kedua keluar dari mulut rendra, tubuhnya seakan langsung gemetar dan mengikuti perintah sang suami.
Rendra melotot kearah shiera dan mematahkan pandangan kobaran istrinya.
" makan! "
" Rendra aku sudah kenyang "
" Makan! "
" ohh baiklah "
Shiera selalu saja mengalah karna tidak mau
membuat suaminya itu kesal, kata katanya seakan wajib dia kerjakan, dan dia tidak punya nyali untuk membantah.
Shiera hanya bisa mengaduk makanannya dengan sendok yang dia pegang, bahkan tak sedikitpun lagi nafsu makannya ada, namun dia tetap saja memaksakan agar makanan itu masuk dengan perlahan kemulut nya.
Shiera hanya menatap kosong, dan sungguh kesal dengan suaminya.
" kamu ya! "
Rendra bangkit dari tempat duduknya, bergerak mendekati shiera. Wajahnya benar serius, dia langsung mengangkat dagu istrinya sehingga mata mereka saling beradu.
__ADS_1
Bibir itu akhirnya menunjukkan senyumnya, sungguh sangat manis dan wajah datar itu langsung berubah sangat damai saat bibir itu menunjukkan kebahagiaannya.
" Istriku yang cantik namun agak bodoh, biar aku jelaskan kalau aku tidak ingin kau kelelahan. Pelayan pelayan itu akan mengurus rumah ini dan kamu hanya bisa fokus dengan suamimu. Okey? "
" Okey "
Shiera bagaikan tersihir dengan senyum dan kata manis suaminya, hingga ia tak sadar langsung mengiyakan saja.
" pintar "
Rendra mengecup kening istrinya dan langsung kembali melanjutkan makannya.
Sadar shiera sadar, ini tipuan kau harus berhati hati.
Shiera mencoba menyatukan lagi kesadarannya.
" Sayang suap dong! "
Pria yang makan dengan shiera itu membuka mulutnya dengan manja, sungguh benar aneh dengan sumainya saat ini. Jiwanya benar benar kaget dengan wujud itu, seakan belum percaya akan suaminya yang bersikap manja padanya.
******
Akhirnya tugas shiera menyuapi suami manjanya kini sudah selesai, sungguh sangat aneh baginya karna makanan dipiringnya telah pindah kedalam perut suaminya dan dia hanya dapat sedikit. Sedangkan makanan yang di sajikan untuk rendra sendiri hanya terusik sendikit.
" Wah sayang kau memang tukang makan, makanan mu habis tak tersisa. Tapi aku sangat senag ketika kau makan dengan lahap, dan sayang cobalah sedikit memperhatikan suamimu ini. Kau lihat aku tidak makan dengan baik. "
Rendra tersenyum dan mengarahkan pandangannya kearah makanannya mencoba menunjukkan keaeah istrinya.
" Rendra kau tau, aku akan semakin kurus. Kau bahkan tidak membuat ku tenang saat makan dan kau lihat rendra, semua makanan ini sudah masuk kedalam perut buncitmu "
Sungguh tiada kata kata lagi untuk mengekspresikan hatinya saat ini, melihat rendra yang tersenyum santai bahkan sungguh sangat membuatnya tidak bergairah melawan.
" Kau bilang suamimu ini buncit? ayolah sayang kau bahkan sudah melihatnya berapa kali, dan kau taukan perutku ini sangat seksi. "
Rendra spontan berdiri dan membuka baju kaus yang dia gunakan, membuat bukan hanya shiera yang kaget bahkan pelayan yang dari tadi berdiri disudut dinding juga turut memperhatikan pemandangan itu.
" Rendra apa kau tidak malu? mereka juga melihatmu "
Shiera menutup matanya, mencoba menahan malu karna tindakan aneh suaminya dirumahnya sendiri.
" Lihat sayang seksi bukan?"
" Pakai bajumu rendra gila "
" ini rumahku, terserahku mau lakukan apa saja. "
" Rendra mereka memperhatikanmu "
Rendra melirik kearah beberapa pelayan wanita yang melihatnya dengan tatapan takjub.
" apa kau cemburu sayang? "
" Ayolah rendra, sangat tidak masuk akal. "
Shiera mencoba menyembunyikkan perasaannya yang sebenarnya jujur tidak suka ada wanita lain yang menatap suaminya.
" Kau dengar ya shiera ! aku tidak memperbolehkan ada orang lain yang menatap tubuhku tanpa izin, siapa yang melanggarnya akan tau akibatnya. "
Rendra dengan tegasnya berbicara dengan kuat penuh wibawa, hingga membuat para pelayan itu mengalihkan pandangannya karna tidak mau ambil resiko.
" Jadi kau harus mengakui kalau suamimu ini seksi, ayo katakan! "
" ya kau selalu menang rendra, kau menang "
Shiera mengacungkan kedua jempolnya kearah rendra, membuat pria yang tidak pernah mau kalah ini akhirnya meraih kemenangannya kembali.
Jangan lupa ya :🙏🙏🙏
__ADS_1