
Hujan terus beradu dengan petir di langit seperti memberitahukan bahwa ada kekuasaan yang lebih besar disana.
" Shiera! bangun! "
seperti suara petir yang menjadi alaram mematikan di pagi hari, gendang telinganya sangat akrab dengan suara itu.
Shiera masih dengan posisinya saat melirik ternyata rendra sudah ada dibekangnya.
" shiera! kau mau tidur samapai jam berapa? apa kau tidak lihat suamimu kelaparan .kalau kau tidak bangun aku akan cari istri baru "
" ngak peduli! "
kata itu sontak terucap dari mulut shiera yang masih kesal.
" ahh tidak mau bangun ya "
Rendra menciumi leher shiera, membuat wanita itu kegelian.
" Kau harus dengar ini! "
Rendra membuat shiera terduduk, entah apa kini posisi laki laki itu seperti menunduk pada shiera .
matanya seakan tak percara, hatinya masih ragu dan rasa sakit dihatinya belum pulih.
" Teach me hwo dont know love, and love me! "
Rendra meneteskan air matanya, abaru kali ini dia sepertinya melihat pria menangis untuknya.
Dia tidak tau itu tulus atau tidak, setengah hatinya masih belum percaya pada suaminya. pria itu menundukkan kepalanya seperti pelayan yang meminta maaf saja, terlihat sangat memelas.
" Rendra apa yang kau lakukan, aku tidak mengerti? "
" Shiera aku tau kau membenciku, dan sangat sulit untuk dirimu disisiku. Dulu aku dibutakan oleh dendam untuk membencimu, tapi sepertinya istriku ini bisa mengalahkannya. Shiera dulu aku pernah bilangkan kalau setelah kau mencintaiku aku akan mencintaimu,tapi kenyataannya aku lah yang diluan mencintaimu.jadi selanjutnya kau harus mencintaimu. "
Rendra memeluk istrinya, pengakuannya benar benar di ucapkan dengan tulus. pengakuan yang harus benar dipertimbangkan oleh shiera.
" shiera ayo katakan sesuatu! "
" Rendra aku belum bisa memastikannya "
shiera tidak berani menatap mata suaminya, dia benar bingung dan takut.
" istriku sayang perlahan saja untuk mencintaiku "
Rendra mencium kening shiera, membuat ada perasaan yang aneh dihatinya.
" Tapi.... "
belum lagi shiera berbicara, rendra dengan cepatnya mengecup bibirnya.
" Tidak ada tapi , kau tau kan aku tidak suka dibantah "
Rendra memulai lagi sifat angkuhnya, yang benar benar tidak bisa di tebak. Baru saja menangis sekarang wajahnya sudah membuat shiera kesal.
" aku beritahu ya rendra, sekarang kau mengemis cinta padaku. Jadi sekarang aku lah tuanmu "
Shiera menolehkan pandangannya dan memejamkan matanya, sungguh nekat rasanya dia berkata bahwa rendra adalah pengemis.
Mungkin aku akan di cekik nanti.
" sesuai perintah tuan putri! "
Rendra mencim tangan kanan shiera yang bahkan sangat lembut dengan perkataannya tadi.
Wahhh apa benar dia ini Orang bernama Rendra? dia tidak marah? ini keajaiban
shiera menatap takjub dengan pemandangan didepan matanya itu
" Sayang jangan menatapku seperti itu! nanti aku bisa memakanmu loh "
__ADS_1
Mulai lagi deh narsisnya
" Hey aku masih marah !"
" Shiera kenapa lama sekali marahnya, aku bisa merasa kesal! "
Rendra kini menakuti shiera dengan tatapan angkuhnya yang tidak pernah mau kalah.
" Rendra aku tidak mau memaafkan mu, karna kau sudah mebunuh Arian "
mendadak ingatan shiera kembali lagi, membayangkan arian yang terbaring menahanya pergi.
Bagaimana keadaannya, apa dia selamat?
" sayang dia itu laki laki, sangat payah kalau dia mati. dan kau wanita keras kepala, aku mengajakmu kau malah tidak mau. Apa kau tidak kasihan dengan tubuhmu ?"
Rendra mencuit hidung istrinya, sangat gemas persaanya kala itu.
Rendra kau tidak paham, saat dimana kau dipaksa untuk mencintai orang yang kau sama sekali tidak pahami. Dan kau tidak tau rasanya ketika kita harus terpaksa pergi dari orang yang kita sayang.
Sudah kesekian kalinya shiera menangis lagi, perasaannya ceoat berubah.
" Shiera aku berjanji ini terakhir kalinya aku mengecewakanmu, kau harus yakin kalau kebahagiaan yang ku dapat semuanya hanya milikmu. "
Pria itu menyapu air mata yang mengalir dipipih istrinya dengan lembut dan sangat tenang.
" Rendra bisa kah kau jangan memaksaku? "
perkataan shiera benar mendalam artinya, tatapannya benar tulus mengahar jawaban rendra.
" emm okey ,aku akan menunggu "
Rendra memeluk istrinya, mencium kening sang istri. pengakuannya benar benar sangat tidak bisa diduga, padahal tadi ada perasaan marah dan geram pada sang istri. Namun memang cinta yang tulus dapat melelehkan es yang keras umpama gunung es yang mencair .
Rendra aku tidak paham lagi, aku harus percaya atau tidak? karna kau sudah benar melukai hatiku. Rendra kau harus terima nanti dimana aku akan pergi jauh dan tidak kembali kesisimu.
" Istriku yang keras kepala, suamimu lapar "
wajahnya rendra benar benar lucu, seperti anak kecil yang meminta makan pada ibunya.
" siapa bilang? "
rendra mengendong tubuh shiera dengan tiba tiba, membawanya dengan berjalan cepat membuat jantung wanita itu tak karuan rasanya.
masih dengan posisinya mengendong sang istri dan menuruni tangga dengan perlahan dan hati hati.
Bukan main perasaan wanita itu, ketika melihat makanan yang sudah tersaji di meja yang kini rendra membuat dia duduk di kursi makan.
" Rendra apa kau yang memasak ini? "
tidak percaya dan sampai tak sadar mulut shiera termangap dan dilihat oleh suaminya.
" menurutmu? "
rendra melipat tangannya, merasa bangga akan dirinya. dan sangat puas melihat ekspresi sang istri.
" jadi benar ini kau yang memasak? "
masih dengan pertanyaan yang sama tidak percaya .
" shiera aku kan sudah bilang kalau menurutmu siapa? "
rendra memasang wajah jengkelnya karna shiera menanyakan hal yang sama dua kali.
" aku tidak tau kau berbakat "
shiera kembali keposisi duduknya, mencoba untuk menahan rasa kagumnya dan tidak mau dilihat suaminya takut dia tambah sombong.
" sayang suamimu memang berbakat "
pujian istrinya seakan membuat dia melayang rasanya, tapi mencoba untuk tetap cool didepan istrinya.
" emm ini sangat enak rendra, aku tidak tau kau hebat dalam melakukannya "
__ADS_1
shiera terpana saat merasakan makan suaminya, benar benar enak dilidahnya. Seakan dia belum pernah makan makan enak ini, atau mungkin karna suaminya yang masak jadi terasa berbeda.
" shiera berhentilah memujiku, aku sudah sering menerima banyak pujian. Jadi sangat terasa bosan bagiku "
Terserah deh rendra, yang penting aku makan. ini dia orang tidak tau terimakasih saat dipuji.
" apa kau tidak makan? "
" sayang melihat mu makan saja sudah membuatku kenyang, tapi kalau kau memaksa kau bisa suapi aku "
Ucapan shiera yang hanya sontak terucap saja, kini malah menjadi beban tersendiri baginya.
" Emm apa aku boleh menolak ?"
" tidak "
jawaban singkat rendra benar menusuk shiera, rendra memang terasa sifat kelembutannya. Namun tetaplah rendra yang tidak bisa dibantah ucapannya.
Akhirnya shiera mengalah karna tidak mau memperpanjang hal yang akn mepersulit hidupnya. Dia menyendoki nasi yang ada dipiringnya dengan membuat saus tiram yang sangat enak dia rasa, tapi dengan nakalnya menyelipkan cabai rawit dan memasukkannya kedalam mulut rendra yang tak henti dari tadi tersenyum padanya.
Hahaha makan tuh cabe rendra, tebakar deh tuh mulut sadis.
" enak sayang ?"
shiera memasang senyum jahatnya, ingin segera melihat reaksi rendra ketika mengunyah makanan yang dia suapi tadi.
" enak sayang, kau tau aku sangat suka makan pedas seperti ini. Dan aku suka dengan cabai rawit. "
Bukannya malah kepedasan rendra malah mengambil lagi cabai yang ada dipiring shiera dan mengunyahhnya dengan gaya coolnya.
***Kau bodoh shiera, seharusnya kau bisa lihat mulut orang ini sangatlah pedas. jadi bagaimana bisa kalah dengan cabai yang tidak seberapa dengan ucapannya***.
" hehehe, rendra kau harus kasih tau aku caranya bisa melakukan hal yang keren ini disetiap rasanya "
shiera mencoba mengalihkan pembicaraannya setelah dia mencoba cari masalah dengan rendra suaminya.
" maksudmu semua ini "
Rendra menunjuk semua makanan di meja, memastikan apa maksud shiera adalh masakan yang dimakannya.
" iya, kau harus ajari aku ya !. tolong katakan caranya "
shiera tersenyum penuh arti
" tinggal suruh pelayan masak dan sajikan dimeja apa perlu aku ajari shiera "
shiera sampai tersedak dengan ucapan rendra yang sangat mulus terucap.
" jadi bukan kau yang memasak ?"
" jangan bodoh shiera, apa mungkin aku yang masak "
Rendra malah menatap istrinya dengan binggung.
" hehhehe iya sayang aku bodoh, hehehe bagaimana mungkin iya kan. Aku bodoh sayang "
shiera tersenyum kesal persaan dan dengan bodohnya dia mengira suaminya menjadi koki di dapur.
__ADS_1
hehehe kau bodoh shiera