
Tubuh shiera belum pulih, tapi dia harus mengerjakan pekerjaan rumah. Dia taubitu merupakan tugasnya sebagai seorang istri, tapi kalau suminya adalah rendra dia tidak ikhlas.
uhgg ini masih saja sakit, dia itu monter atau apaan sih. Dan dia bilang lain kali emmm jangan harap, sepertinya aku harus membawa tongkat deh kalau dia mau berbuat tinggal aku pukul kepalanya. hehehhe kamu memang pintar shiera.......
Shiera menatap atap tempat dia tinggal, betapa luasnya rumah itu semua tampak mewah mungkin rumah mewah dan lengkap ini menjadi impian tempat tinggal semua pasangan tapi tidak dengannya sunyi......
aku selalu dalam kesunyian... dari kecil kesepian... mungkin memang takdirku merasakan hal ini.....
shiera memutar lagu yg ada di handphone lagu enie marie mungkin bisa menghilangkan kegabutannya saat ini...
sirendra kejam itu sangat tidak asik, untuk menyapa nya saja aku takut.aku ngak suka dia.
Shiera duduk di kursi santai ruang tamu, Mengahyati lagu yg di dengar. Tak sengaja matanya tertuju Pada foto seorang pria yg sangat dia kenal.
" kamu tau kamu itu ********, Kamu seekor monyet liar, sombong, angkuh, dan kamu sok ganteng, "
" kamu tau kamu itu jelek, jangan sok keren deh jadi orang, rendra gila aku benci kamuuu "
shiera memukul mukul Foto rendra, mengungkapkan isi hatinya yg sangat kesal pada lelaki itu.
"apa aku seburuk itu? "
Duggh
__ADS_1
Shiera merasa kenal dengan suara itu, dia merasa nyawanya sekarang telah dinanti oleh malaikat maut.
Matilah dirimu shiera, apa yg kau lakukan.
Shiera mmeberanikan diri menoleh kebelakang mencari sumber suara yg kini menakutinya.
" rendra!!! "
bagaikan petir yg menyambar shiera ketika melihat rendra berdiri di belakangnya.padahal dia tau itu suarannya tapi dia lebih kaget melihat wajahnya. sampai shiera tak sengaja menjatuhkan dirinya dari kursi sofa yg didudukinya.
" wanita kau ini memang bodoh ya "
" Tuan rendra maafkan aku "
Rendra mengampiri shiera, mengendongnya dengan lembut membuat Shiera benar bingung.
" sudah sembuhkah??? sampai kau ingin melukai dirimu lagi "
Dia masih mengendong istrinya itu, menatap dengan tatapan yg belum pernah shiera lihat sebelumnya. Membuat shiera seperti ingin melayang.
" mengapa kau melamun? apa kau sangat menikmati saat aku mengendongmu "
" Tidak tidak, kau bisa menurunkan aku sekarang. aku sangat berat nanti tanganmu pegal. "
Rumah itu benar sunyi karna hanya mereka berdua disitu,seperti kebisuan itu meminta agar adanya kebahagiaan kelak mengisi ruamh itu.
" kau ini sangat suka melawanku ya, apa mukut mu itu memang suka menentangku?? "
__ADS_1
" tidak tuan, mana berani aku menentangmu. "
" kalau begitu, kalau aku menyuruhmu menyukai ku apa kau akan Melakukannya "
Shiera tidak bisa menjawab pertanyaan itu ,dia tertunduk malu dan memilih untuk memebisu.
Pria tampan ,dan berkuasa yg memiliki segalanya hingga memang pantas baginya untuk sekedar benunjukkan keangkuhannya. Sekarang meminta seorang wanita yg kini telah menjadi istrinya untuk Mencintainya .
Rendra masih memegang tubuh shiera dalam Gendongannya. Berjalan menaiki tangga dengan pelan. Hanya suara langkah kaki yg terdengar, sedangkan kedua insan itu memilih untuk membisu.
Apa yg akan di lakukannya, Mengapa dia membawaku kekamar ini?? .
pikiran shiera kini entah kemana dia masih takut rendra akan marah dan membalasnya dengan cara menyiksanya dengan kejam seperti kemarin.
Kini suara ensel pintu yg digerakkan oleh rendra untuk membuka kamar itu benar membuat shiera ingin memilih mati saja ketimbang masuk kedalam bersama presdir kejam ini.
***jangan lupa :
*vote
* like
* komen
ok 👌👌🙏🙏
__ADS_1
salam dari shiera 😍😍😘😘***