Suamiku Presdir Kejam

Suamiku Presdir Kejam
LOL


__ADS_3

 


Gedung yang menjulang tinggi tampak begitu bersinar dengan kegagahan dari bagunan tersebut, namun bukan hanya itu yang memiliki arti dari sebauh gedung besar karna sebuah tempat akan memiliki sejarah dan arti pentingnya dari sisi lain itu karna apa yang ada didalamnya.


 


Gedung tinggi dan besar itu mereka menyebutnya rumah sakit, dimana mereka saling memberi pengertian didalamnya. Disana mereka akan mengetahui kesedihan bahwa mereka sakit dan mereka akan senang juga setelah tau mereka sembuh.


Di Rumah sakit itu juga gadis bernama kalisa harus terjebak dengan segala kesulitan yang dirasanya aneh. Keanehan dari kata lain karna dia terus bersama dengan pria yang menurutnya menyebalkan, entah apa rencana dibalik takdir untuk gadis itu sungguh dia tidak mengerti.


" Ambil minum! ." Kata pria itu.


Siapa lagi kalau bukan Arian yang tempo lalu terkena kesialan yang berujung pada rasa sakit,dengan tingkahnya yang bahkan tidak melirik sekalipun dan hanya fokus pada layar handphone nya untuk tidak melepaskan pada game yang dia mainkan.


Sementara yang menjadi pesuruhnya adalah kalisa ,yang merupakan adik dari orang yang membuatnya merasakan kesialan tersebut. Mata kalisa sungguh tajam dan tidak terima menjadi pesuruh dari pria tersebut, dengan telinganya yang dia buat agar tampak tidak mendengar kata kata yang arian katakan.


Arian meletakkan sesuatu yang dia pegang tadi kemeja yang ada disampingnya, " apa aku perlu panggil dokter THT supaya gendang telingamu di perbaiki? ." Kata arian dengan lantang.


" emang aku babu kamu apa? kamu kan punya kaki, punya tangan bisa ambil sendiri kan? ,aku lihat sekarang kamu udah sembuh! ."


" kalau sudah sembuah aku tidak disini lagi, kamu yang harus tanggung jawab ini semua karna kakak kamu. "


" itu karna kamu yang lebay, kakak aku hanya mukul sedikit kamu langsung pingsan " tungkas kalisa.


" Hahaha... hanya mukul sedikit, sini biar aku beritahu seperti apa memukul sedikit! "


Arian menjambak kecil rambut kalisa ,membuat gadis itu mendesis kesal.


" oh mau pukul ya? ayo pukul! aku tidak takut, ayo pukul kalau kamu berani. Kalau kamu lakukan itu berarti kamu bukan seorang pria sejati karna hanya berani sama wanita saja.


Degan mata menantang dan ekspresi tanpa takut pada arian ternyata memiliki arti tersendiri didalamnya.


" gadis aneh." kata arian sambil memainkan kembali handphone nya.


" Aneh? dari mana yang aneh ? aku normal dan kau bisa lihat sendiri " mata kalisa semakin melebar dan entah aura apa yang dimiliki arian hingga membuat emosinya memuncak bila dekat dengannya.


Ampun sekali kalau punya pacar seperti makhluk ini ,sungguh pasti berbahaya.


Arian memgang lehernya agar membuat gadis itu sadar kalau dirinya memang membutuhkan air,namun masih dengan tingkah cueknya gadis itu sama sekali tidak peduli.


Hemm... aku tidak akan tergoyahkan ,aku tidak akan...


" mati! mati kau! aku akan membunuhmu! mencekikmu hingga kau kehabisan nafas dan darah. " Dia tersenyum Smirk pada kegiatan yang dia kerjakan saat ini, bermain game dengan sangat rusuh.


Mau ngancam ya? itu tidak mempan !


Gadis itu merogoh isi dalam tasnya yang berwarna coklat muda, mengambil sesuatu untuk mendukung pembalasannya. Dia memutar lagu KPOP kesayangnnya dengan nada yang sangat bersemangat yang membuat semangatnya seketika memuncak.

__ADS_1


" Aku tidak peduli, aku akan menghabisi mu!."


pria itu mengetuk keras jari jarinya dengan bermain liar pada gamenya, sesekali melirik gadis yang kini memakai handset lada telinganya dan dengan lincahnya mengerakkan badannya.


Gadis itu berteriak sangat kencang seperti sedang kesurupan, bernyanyi dengan nada tidak jelas sambil melonpat dan berputar dengan gerakan yang tidak dimengerti.


" Michin salamdeul woy woy woy " sambil mengoyangkan pantatnya dan menunjuk nunjuk pada arian.


" Setres! " kata arian karna tidak mengerti tentang arti dari kata kata yang dinyanyikan kalisa.


" Michin... is arian " kata kalisa keras.


Hati arian tersentak ketika namanya ada dalam lagunya, dan kalisa terkekeh dengan kebodohan orang itu.


Suasana ruangan yang mereka gunakan ini mungkin satu satunya ruangan rumah sakit dengan kericuhan yang paling banyak.


"Ampun kalisa! tolong berhenti! lama lama aku akan pindah penyakit menjadi gila " Arian mendukkan kepalanya membuat bentuk tangannya memohon.


Seketika gadis itu berhenti dari konser tunggalnya, wajahnya senang penuh kemenangan.


" Ya baiklah, ratu menerima sujudmu pelayanku! " Senyuman jahil gadis itu sungguh sangat mematikan.


" Kau ratunya dan ampunilah orang seperti saya ini! "


Mungkin gadis ini diciptakan untuk selalu menang, tapi aku tidak peduli yang penting telinga ku aman dari suara kenalpot suaranya.


" Tidak usah ,aku hanya perlu racun tikus se karang " mulut arian tanpa semangatnya berbicara.


" jadi kamu suka jus racun tikus ya? jadi ini rahasia kamu untuk sukses dibagian desaign " dengan polosnya sambil memegang dagunya sendiri.


" iya karna aku rajin minum obat racun nyamuk, racun tikus, dan sering mimpi kasih orang bernama kalisa semua racun. " kata arian mengoceh dengan bibirnya yang berbicara dengan cepat.


Kalisa tertawa dengan senang hingga tidak terasa sampai tersedak dengan suara tawanya sendiri.


" Mau aku bantuin mimpi kamu itu " kata kalisa berbisik ketelinga arian.


" Tidak perlu, karna impian ku itu akan aku lakukan dengan tanganku sendiri " arian mengesekkan kedua tangannya bersamaan dengan wajah yang menatap ngeri pada kalisa.


" Itu mustahil karna apa? " kalisa tidak melanjutkan ucapannya dan dengan bodohnya pria itu menantikan kelanjutannya.


" karna? " Kelpala arian menjadi miring sendiri saat gadis itu mendekatkan wajahnya sambil memiringkan kepalanya juga.


" karna kamu MICHIN !" tawa kalisa dengan girang.


" Michin? maksudnya aku penyedap? aku memang sedap dan memikat. Tidak perlu sungkan. "


Gemas dengan pria itu dan tanpa sadar mencubit pipih mulus itu dengan tangannya sambil dengan imutnya memanyunkan bibir kecilnya.

__ADS_1


KREKK


Tidak sadar suara ensel pintu berbunyi dan terlihat ternyata seorang pria muda lain dengan mengunakan seragam medis tersenyum manis kearah mereka.


" permisi menganggu kemeseraannya, tapi ini sungguh kelewatan. Bagaimana rasa gemas ini hanya kalian yang merasakan " kata orang itu tak lain adalah dokter yang menangani arian tadinya.


Sepertinya dokter ini juga memiliki kekurangan karna sudah lama menyendiri.


"bagaimana perasaan tuan arian sekarang? apa membaik? " kata dokter itu sambil menempelkan alatnya pada dada bidang itu dengan detail.


" Sepertinya aku makin sakit parah " lenguh ariian pasrah.


"kenapa apa nona kalisa itu kurang perhatian?" katanya tetap fokus memeriksa tubuh arian.


" Dokter apa kamu tahu apa arti michin? " katanya kebingungan.


" MiCHIN ?" pekik dokter itu bingung.


" tapi kamu sudah tau Artinya kenapa tanya lagi? " saut kalisa.


" Tenang saja tuan Artinya baik " cetus dokter itu.


" Ya sudah dokter, intinya kita Sam Sama tidak tahu " kata arian Banga memiliki teman senasib dengannya.


Kamu sendirian arian, aku tahu artinya jadi maafkan aku.


Dokter itu hanya tersenyum kecil pada pasiennya.


" Apa anda sudah merasa cukup baik untuk pulang? atau anda masih ingin tetap disini karan mungkin nona kalisa pasti akan membantu anda " katanya tersenyum oada kalisa.


Arian langsung loncat dari tempat tidurnya, membuat reaksi dokter dan kalisa kaget hingga mereka melompat .


" saya sudah sehat, lihat saya sudah sembuh. Jadi tolong izinkan saya pulang " kata arian memohon.


" Wah nona kalisa memang hebat mengurus tuan arian dengan baik. "


Kalau aku disini terus maka aku akan terkena stroke karna terus bersama gadis aneh ini.


Tingkah arian saat ini begitu lucu dimata kalisa.


LIKE


***VOTE


KOMENTAR


salam dari saya😁😍😉😘***

__ADS_1


__ADS_2