
Pukul 16.00 sore hari di ruang tamu Dina bersama adeknya sedang nonton TV.
"Kayaknya makan bakso enak deh". gumamnya.
"Dek,, Aku mau beli bakso dulu, kamu mau gk?". tawar Dina kepada adeknya.
"Iya kak, aku mau". kata adeknya
Dina berjalan keluar rumah untuk membeli bakso yang tak jauh dari rumah, ketika Dina mau nyebrang tiba-tiba ...
Bruukk
"Auww". Dina kesakitan
"Aah sial". kata pemuda itu sambil berdiri jatuh dari motornya
Dina tertabrak oleh pemuda itu yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
"Kamu gila ya?". kata Dina marah
"Kamu yang gila, nyebrang gk nengok kanan kiri dulu". kata pemuda itu Giovano Abraham Putra panggilannya Vano, seorang pembalap dan penerus pemegang saham AP Group milik orang tuanya. Perusahaan terbesar di Negara Indonesia yang paling berkuasa dan disegani banyak orang.
"Eh malah nyalahin aku", Dina sambil menatap tajam kearah Vano.
__ADS_1
"Kaumu kan yang menabrak aku, lagian kamu naik motor dengan kecepatan tinggi", Dina sambil ngelus lututnya yang tergores aspal.
Vano melihat lututnya Dina berdarah merasa bersalah
"Maaf, iya aku salah maafin aku".
"Ini jalan raya untuk semua orang, bukan circuit tau gk?", ucap Dina dengan masih marah.
"Iya maaf, aku akan bertanggung jawab. Ayo ke rumah sakit", ajak Vano
"Gk usah, Gk butuh", Dina berjalan dengan masih tertatih meninggalkan Vano.
Vano hanya diam saja dan menaiki motornya lagi langsung pulang.
.
"Kamu kenapa nak?", tanya ibunya Dina yang khawatir.
"Dina gk apa-apa kok bu, cuma kesandung tadi di jalan", Dina berbohong kepada ibunya agar tidak semakin khawatir.
"Ya sudah kalau tidak apa-apa, sana istirahat masuk kamar, jangan lupa mandi dulu.
----
__ADS_1
Keesokan Pagi
"Nak bangun, nanti kamu telat sekolahnya", ibunya membangunkan Dina yang masih tidur.
"Bentar bu 5 menit lagi", kata Dina yang masih merem.
"Dina.. Kamu kan sudah kelas 3 SMA, kenapa males malesan? nanti nilai kamu jelek gara gara telat, ayo cepat bangun!".
Dina langsung melek dan bangun, dengan sedikit malas Dina berjalan masuk ke kamar mandi, cukup 15 menit Dina selesai mandi dan memakai seragam sekolah. Dina keluar dari kamarnya langsung menuju ke meja makan untuk sarapan. Di meja makan sudah ada orang tuanya dan adeknya yang menunggu Dina untuk sarapan bareng. Dina selesai makan
"Dina berangkat dulu ya bu yah", Dina menyalami tangan orang tuanya.
Dina dari orang biasa bukan orang kaya yang pergi ke sekolah di antar jemput oleh sopir naik mobil. Dina setiap hari pergi ke sekolah naik angkot, yang harus berpanas-panasan dan berdesak desakan. Dan terkadang Dina harus berjalan kaki karena ketinggalan angkot.
"Huuff... akhirnya sampai juga", Dina menghela nafas sambil keluar dari angkot.
Temen nya Dina sudah sampai duluan, yang menunggu Dina di depan kelas.
Dina mempunyai 2 teman baik, namanya Mila dan Fina yang selalu menemani Dina.
Dina di sekolah termasuk cewek tercantik di sekolahnya, Dina mempunyai wajah yang cantik hidung mancung, rambut yang panjang, dan berkulit putih. Banyak cowok yang naksir Dina tapi dia menolak karena ingin fokus belajar sekolah dulu, Dina belum memikirkan untuk mempunyai pacar.
Bersambung
__ADS_1
Maaf ya kalau ceritanya kurang menarik, saya seorang pemula 🙏
Lanjut..?