Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 19


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dina telah membuka matanya, dia merasa bingung.


"bukankah aku ketiduran di ruang tamu?, seingat ku terakhir kali aku sedang menonton TV. Ini kenapa aku bisa sampai disini?. Apakah dia menggendong ku?", ucap Dina dalam hati bingung.


Dina turun dari ranjang langsung pergi ke kamar mandi dan tak butuh waktu lama Dina selesai mandi. Dina sudah berpakaian seragam dengan rapi.



Dina ingin membangunkan Vano yang masih tidur dengan pulas, Dina tidak jadi membangunkan Vano, karena Vano terlihat sangat lelah. Jadi Dina membiarkannya.


Dina sarapan pagi sendirian.


"Bi aku berangkat sekolah dulu. Kalau mas Vano sudah bangun dan menanyakan aku dimana, tolong kasih tahu ya", ucap Dina pada bi Minah


"Iya non, nanti akan saya kasih tahu", jawab bi Minah.


Dina berangkat sekolah diantar pak ijan dan diturunkan di tempat biasa. Dina keluar dari mobil dan berjalan kaki menuju sekolahnya.


-----


Di apart


Vano baru bangun, dia sadar Dina sudah tidak ada dikamar. Vano langsung turun dan mencari Dina


"Bi.. Dina mana?", tanya Vano pada Bi Minah


"Non Dina sudah berangkat sekolah den", jawab Bi Minah


Vano kembali lagi ke kamarnya untuk mandi. Setelah mandi, Vano langsung pergi tanpa sarapan terlebih dahulu.


Vano sampai di kampusnya. Vano langsung pergi ke kelasnya. Disana sudah ada Jessica yang menunggunya, tapi Vano mengabaikannya. Vano duduk paling belakang Jessica malah mengikutinya duduk di samping Vano.


"Van, gue mau balikan sama loe. Dan maafin gue dulu pergi tanpa pamit", ucap Jessica sambil memegang tangannya Vano


"Tapi gue gk mau, gue sudah gk suka lagi sama loe. Mending loe nyerah, gue sudah punya orang yang aku suka", jawab Vano


"Tidak.. tidak Vano, loe gk boleh sama yang lain, loe cuma milik ku", ucap Jessica


"Gue bukan milik loe, gue sudah jadi milik orang", jawab tegas Vano


Vano meninggalkan kelas pergi ke kantin. Vano menelfon Riyan


"Yan loe dimana?", Vano


"Gue baru sampai di parkiran, ada apa", Riyan


"Gk usah pergi ke kelas, temenin gue di kantin sekarang", Vano menutup panggilan.


Riyan sampai di kantin.

__ADS_1


"Ada apa bro?", Riyan datang dari belakang Vano dan langsung ikut duduk disamping Vano.


"Gue malas saja ketemu dia, dia makin hari makin jadi", ucap Vano


"Hahaha...", Riyan tertawa sampai terpingkal


Mereka berdua berbincang bincang di kantin tidak mengikuti kelas.


-----


Di sekolah


Dina tidak seperti biasanya, dia sejak tadi bawaannya bengong mulu.


"Loe kenapa sih?", tanya Fina


"Gk apa-apa kok, cuma gk semangat saja hari ini", jawab Dina


"Gimana kalau nanti jalan-jalan ke mall cuci mata", Mila


"Enak tuh ayo gue setuju", ucap Fina


"Emm gimana ya.. Ya sudah deh gue ikut", Dina


"Nah gitu dong. Nanti naik mobil gue biar diantar sama sopir gue", Mila


Dina langsung mengeluarkan Hp nya untuk mengirimkan pesan untuk sopirnya, agar nanti pulang sekolah tidak usah dijemput. Dina ingin minta izin ke Vano tapi dia lupa tidak punya nomornya Vano.


Dina mengirimkan pesan ke pak ijan


"Pak nanti gk usah jemput, dan kalau mas Vano menanyakan aku dimana tolong kasih tahu kalau aku ikut temen ku ke mall"


Pak ijan :


"Iya non siap**"


Bel pulang telah berbunyi.


Mereka bertiga masuk ke mobil


"Pak antar ke mall C ya", ucap Mila kepada sopirnya


"Iya non", jawab sopirnya.


Mereka bertiga telah sampai ke mall C. Saat mereka berjalan mengelilingi mall tiba-tiba ada cowok berlari dan menarik tangannya Dina. Dina pun ikut lari karena tangannya dipegang cowok itu. Mila dan Fina gk tahu kalau Dina pergi ngilang, karena Mila dan Fina sibuk memilih baju.


Cowok itu memakai topi dan masker, wajahnya tidak terlihat.


"Tolong lepaskan aku, kalau tidak aku akan melaporkan kamu ke polisi", ucap Dina


Cowok itu menurunkan maskernya sedikit, ternyata dia Vano, dia berlari karena dikejar oleh fansnya. Dina ikut saja.

__ADS_1


Vano dan Dina berlari ke toko baju dan masuk ke ruang ganti, mereka bersembunyi disana.


Saat sudah aman, Vano ganti pakaian agar tidak dikenali fansnya tadi yang mengejarnya.


"Mas Vano ngapain disini?", tanya Dina


"Aku tadi kesini niatnya mau beli sesuatu", jawab Vano


"Mau beli apa?", tanya Dina lagi


"Rahasia. Eh kamu tadi kesini sama siapa? mau beli apa?", Vano


"Aku tadi kesini sama temen dan cuma jalan-jalan cuci mata. Sekarang aku disini sama kamu, pasti mereka nyariin aku", jawab Dina


Di tempat lain


"Dina kemana?" Mila baru sadar kalau Dina tidak ada


"Tadi dia berdiri disana, kenapa gk ada?", Fina


"Apa dia diculik orang?", Mila


Mila dan Fina panik dan khawatir tapi mereka tetap menunggu disana, kalau saja Dina pergi ke toilet dan akan kembali lagi.


Dina menghampiri mereka berdua yang masih disana, Mila dan Fina memeluk Dina.


"Loe kemana saja?", tanya Mila khawatir


"Iya loe tadi pergi kemana? loe pergi tanpa bilang-bilang", Fina


Mila dan Fina melepas pelukannya dan menyadari ada Vano dibelakang Dina.


"I .. ini kak Vano", Mila gagap


"Sstt.. jangan keras-keras ngomongnya", ucap Dina


"Loe tadi pergi sama kak Vano Din?", tanya Fina


"Iya maafin gue ya", ucap Dina memelas


Vano hanya diam saja melihat mereka bertiga sambil tersenyum dibalik masker.


"Kalian berdua punya hubungan apa?", tanya Fina


"Emm.. anu...", Dina tidak bisa menjawab


"Dina istri aku", jawab Vano


"Hah apa", ucap Mila dan Fina bersamaan karena kaget


"Loe gk ngasih tau ke kita?", ucap Dina

__ADS_1


"Iya maaf, nanti gue jelasin ke kalian, kita ke cafe dulu", ucap Dina


Mereka bertiga dan juga Vano akhirnya ke Cafe dan memesan makanan dan minuman.


__ADS_2