Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 26


__ADS_3

Keesokan harinya


Vano bangun terlebih dahulu, terus pergi mandi dan tak butuh waktu lama Vano selesai mandi dan ganti pakaian. Setelah itu Vano membangunkan Dina


"Din .. Bangun", ucap Vano sambil menggoyangkan badannya Dina


"Emmh.. Iya. Ini jam berapa?", tanya Dina


"Baru jam 6 kok, cepat mandi ini hari Senin, kamu di sekolah ada upacara kan?", Vano


"Oh ya lupa", Dina langsung berlari masuk ke kamar mandi. Sedangkan Vano keluar dari kamar dan menunggu Dina di ruang makan.


Dina selesai mandi dan sudah berpakaian seragam sekolah dengan rapi.



Dina keluar dari kamarnya menghampiri Vano di ruang makan. Mereka berdua sarapan pagi bersama.


Saat sarapan ...


"Kamu nanti jangan lupa izin cuti ke guru kamu, kalau gk dapat izin sebut saja nama ku dan kasih tahu kalau kamu dan aku sudah nikah, dan kalau masih gk percaya telpon aku ya", ucap Vano


"Oke siap", Dina senang


"Ambil cuti seminggu, kita disana sekalian honeymoon. Sejak kita menikah tidak pernah kencan berdua", ucap Vano


"Sumpah demi apa aku ingin menjerit sekarang tapi aku malu, akan aku tahan", ucap Dina dalam hati


"Iya mas hehe", Dina cengar-cengir karena senang sekali.


Setelah mereka berdua sarapan, Dina sekolah diantar sopir, dan Vano naik motor seperti biasa.


_____


Di sekolah


Setelah upacara, Dina dkk masuk ke kelas.


"Bentar ya guys, gue mau ke kantor dulu", ucap Dina beranjak dari tempat duduknya


"Mau apa?", tanya Fina


"Mau izin cuti, gue kan mau ikut mas Vano ke negara S, dan berangkatnya nanti sore", Dina


Dina keluar dari kelasnya pergi ke kantor Wali kelasnya.


Tok tok tok...


"Ya masuk", ucap Wali kelas nya Dina

__ADS_1


"Permisi", Dina


"Silahkan duduk", Wali kelasnya Dina


"Anu pak emm.. Saya mau ...", Dina sedikit takut sama Wali kelasnya itu.


"Saya sudah tahu kamu kesini mau apa, tadi Vano sudah menelpon bapak, dan saya akan mengizinkan kamu cuti seminggu", ucap Wali kelasnya Dina.


"Beneran pak? waahh.. ", ucap Dina tersenyum lebar


"Kalau gitu aku pamit kembali ke kelas pak, terima kasih banyak pak", Dina


"Iya sama-sama", jawab Wali kelasnya Dina


Dina keluar dari kantor dan berjalan menuju kelasnya. "Bagaimana mas Vano tahu kalau itu wali kelasku? dan lagi dia tahu nomornya. Ah gk usah dipikirin lah, yang penting sudah dapat izin', ucap Dina dalam hati.


Dina masuk ke kelas


"Gimana Din, loe dapet izin kan?", tanya Mila


"Iya dapet donk", jawab Dina


Bel pelajaran selanjutnya telah berbunyi, gurunya masuk ke dalam kelas mereka.


_____


Di kampus


"Nanti gue ikut berangkat dari apart loe ya, jangan tinggalin gue", ucap Riyan


"Hmm", jawab Vano cuek


Semenjak ada Jessica, Puput sudah tidak berani mendekati Vano. Jessica berniat akan pergi ke negara S juga untuk menonton Vano secara langsung di circuit.


Vano dan Riyan setelah berbicara sebentar di halaman, mereka pulang.


_____


Di apart


Vano dan Dina sudah menyiapkan baju dan keperluan lainnya yang akan dibawa.


Vano dan Dina sudah mandi dan berpakaian rapi.


Tin tin tin.. (Suara klakson mobil)


Vano dan Dina keluar dari apartnya. Mereka melihat Riyan sudah ada di depan dan langsung keluar. Riyan ikut ke mobil Vano dan mobilnya Riyan ditinggal di tempatnya Vano. Semua koper sudah di masukkan oleh pak ijan.


Di bandara sudah ada manager, asisten, dan ada bodyguard yang sudah disiapkan managernya untuk menjaga Vano. Mereka naik pesawat pribadi milik keluarga Vano.

__ADS_1



*fotonya Vano di bandara


Mereka masuk ke dalam pesawat. Mereka ada yang tidur ada yang masih main hp. Mereka akan menempuh perjalanan 5 jam. Vano dan Dina tidur nyenyak sambil berpegangan tangan.


"Gini nih nasib seorang jomblo, duduk sendirian, tidur aja gk ada yang megangin tangan gue", gumam Riyan melihat Vano dan Dina. Riyan memejamkan matanya langsung tertidur.


Mereka telah sampai di bandara internasional negara S. Mereka sudah memesan mobil 2, karena kalau satu gk akan muat. Mobil yang dipesan sudah menunggunya. Asisten Vano dan para bodyguard masuk ke dalam mobil yang belakang. Sedangkan Vano, Dina, Riyan, dan managernya masuk ke dalam mobil yang depan.


Mereka berangkat menuju ke hotel untuk beristirahat. Manager sudah memesankan kamar. Vano dan Dina satu kamar, Riyan sendirian.


Vano dan Dina masuk ke kamar, langsung membaringkan tubuhnya.


"Mas aku lapar", ucap Dina


"Ayo ke restoran", Vano


Vano dan Dina bangun keluar dari kamar pergi ke restoran hotel itu. Tidak lupa Riyan juga diajak untuk makan.


Mereka bertiga duduk dan memesan makanan.


Dari kejauhan ada seorang wanita yang melihat mereka bertiga, Jessica.


"Cewek yang disamping Vano siapa tuh, berani-beraninya mendekati Vano ku", Jessica berjalan mendekati mereka.


"Hai Vano, akhirnya menemukan mu sayang", Jessica duduk disampingnya Vano


"Idih gatel amat luu.. yang elo panggil siapa?", Dina berdiri dari tempat duduknya.


Vano dan Riyan hanya diam saja menahan tawa.


"Gue panggil pacar gue lah, emangnya loe siapa?", Jessica juga ikut berdiri lagi setelah duduk di samping Vano.


Posisi Vano duduk di tengahnya, Riyan di depan Vano.


"Gue ...", Dina tidak bisa menjawab, karena pernikahan mereka masih dirahasiakan.


Vano langsung berdiri juga menghadap Jessica.


"Mending loe pergi dari sini, selera makan gue ilang gara-gara ada elo. Dan ingat, gue bukan pacar loe", Vano


Jessica pergi meninggalkan mereka.


"Sudah duduk lagi sayang, gk usah dipikirin", Vano.


Vano dan Dina duduk lagi dan melanjutkan makannya. Riyan hanya bisa diam saja, dia tidak ingin mencampuri urusan orang. Setelah mereka bertiga makan malam, Vano dan Dina masuk ke kamar, dan Riyan masuk ke kamarnya sendiri.


Vano dan Dina membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya langsung tertidur.

__ADS_1


Selamat malam


__ADS_2