Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 38


__ADS_3

Dina masuk ke kelas dan duduk di tempatnya. Tiba-tiba Chika menghampiri Dina dan melemparkan beberapa foto ke meja Dina. Foto itu adalah Dina dan Vano sedang bersama.


"Woy j*l*ng, apa semua ini benar?", ucap Chika


Dina melihat foto-foto itu


"Kalau benar kenapa? kalau gk kenapa? ada masalah?", Dina juga gk kalah dengan Chika


"Iya ya lah.. Vano kan milik gue, lebih baik loe gk usah deket deket lagi deh sama Vano, dia sudah jadi milik gue seorang",


"Pfft hahaha", Tawa Dina pecah


"Secara loe kan sudah punya om-om yang sering antar loe ke sekolah naik mobil, masa' iya sama Vano sih, gatel amat jadi orang", ucap Chika sambil memutar mutar rambutnya dengan jarinya


"Hahaha", kini Mila dan Fina ikut tertawa


"Ada yang lucu hah", Chika


"Gk kok", jawab Mila dan Fina barengan


"Kalau emang Vano itu milik loe buktiin dong, jangan omong kosong doang", ucap Mila


"Iya bener tuh", Fina menambahkan


Dina hanya diam saja mengabaikan Chika, dan akhirnya Chika pergi mencari orang itu yang sudah memberikan foto itu. Chika menghampiri orang itu dan menjambak nya.


"Apa foto-foto yang kamu berikan ini palsu?", ucap Chika sambil menjambak rambutnya


"Bener kok Cik, kalau kamu gk percaya lihat saja nanti pulang sekolah", jawab orang itu


Orang itu adalah Ela, masih sekelas sama Dina. Ela sering di bully oleh Chika. Sering di suruh ini itu. Saat Ela berjalan pergi ke sekolah dia tidak sengaja melihat Dina dan Vano. Dia memfoto Dina yang akan diberikan kepada Chika, agar Chika fokus ke Dina. Agar dia tidak di bully lagi oleh Chika.


"Apa loe yakin hem?", Chika semakin menjambaknya

__ADS_1


"Aku gk ya-yakin Cik, kelihatannya yang nganter Dina naik mobil itu juga Vano. Gimana nanti pastiin aja", Ela semakin takut kepada Chika


"Oke, kalau elo salah akan gue robek mulut loe", Chika mengancam Ela, setelah itu Chika melepaskan jambakan nya dan meninggalkan Ela sendirian.


*Dikampus tepatnya di dalam kelas


"Kapan loe kasih gue motor?", tanya Riyan kepada Vano


"Terserah loe maunya kapan, kalau loe nunggu loe nikah juga gk apa-apa baru ambil motor gue", ledek Vano


"Issh.. jahat loe. Kalau nanti gimana?", Riyan memelas


"Gue nanti habis jemput Dina ke sekolah langsung ke cirkuit untuk latihan", jawab Vano


"Kalau gitu gue ikut dong", Riyan


"Terserah", jawab Vano


*Disekolah


Dina berjalan merasa seperti ada yang mengikuti dari belakang. Tanpa melihat ke belakang Dina berlari secepat mungkin dan langsung naik mobil.


"Ada apa?", tanya Vano pada Dina


"Sepertinya ada yang ngikutin aku seperti kemarin", jawab Dina


"Ya sudah yang penting gk apa-apa, nanti aku akan nyuruh seseorang untuk menyelidiki ini", ucap Vano agar Dina tidak takut lagi.


Vano langsung melajukan mobilnya untuk pergi ke tempat cirkuit.


Masih di tempat itu


"Kacanya terlalu gelap", ucap Ela

__ADS_1


"Apa loe yakin itu Vano?", tanya Chika pada Ela


"Ga-gk tahu Cik", Ela takut


"Akan gue robek mulut loe", Chika sudah mulai maju mendekati Ela


"Ma-maaf Cik, baru aku satu kesempatan untuk membuktikan", Ela memohon kepada Chika


"Oke, dalam 2 hari loe harus berhasil", ucap Chika


"I-iya Cik", Ela langsung berlari karena takut


"Dasar anak kurang ajar", Chika mengepalkan tangannya


*Di Cirkuit


Vano dan Dina masih di depan Cirkuit menunggu Riyan.


"Si kunyuk katanya mau ikut kesini tapi lemot", ucap Vano


"Itu kayaknya kak Riyan", Dina menunjukkan mobil Riyan datang


Riyan lama datangnya karena menjemput Nathalia.


"Lama amat loe", ucap Vano


"Hehe maaf, gue jemput Nathalia buat ikut kesini", Riyan cengengesan


"Nih kenalin teman baru gue Nathalia", sambung Riyan


Nathalia bersalaman dan memperkenalkan dirinya kepada Vano dan Dina.


Nathalia saat mendengar ucapan Riyan "Teman Baru" hatinya sedikit sakit, tapi dia sadar, emang dia baru kenal sama Riyan dan dianggap sebagai teman.

__ADS_1


Happy reading🙏


__ADS_2