Suamiku Seorang Pembalap

Suamiku Seorang Pembalap
Episode 15


__ADS_3

Vano menjemput Dina di tempat biasa. Dina baru keluar dari gerbang dan sudah melihat Vano berada disana. Dina mendekati Vano dan masuk ke mobil


"Aku sudah memesankan tiket untuk kamu dan temen mu", ucap Vano sambil menatap ke depan


"Makasih ya mas", ucap Dina sambil menatap Vano.


Vano menoleh ke arah Dina sambil tersenyum.


Vano melajukan mobilnya ke apart.


Saat di jalan mereka berdua hanya diam sampai di apart. Vano dan Dina langsung masuk ke kamarnya, Dina duduk di sofa sambil main Hp. Sedangkan Vano masuk ke kamar mandi dan tak butuh waktu lama Vano selesai mandi dan keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk di pinggangnya. Dina melihat hal tersebut cepat-cepat memalingkan wajahnya. Dina langsung berlari ke kamar mandi. Vano mengetahui bahwa Dina malu melihat tubuh nya.


Setelah Dina mandi dan ganti pakaian, Dina keluar kamar menuju dapur untuk membantu bi Minah memasak untuk makan malam. Setelah selesai semua masakan sudah siap diatas meja. Dina memanggil suaminya di kamar


"Mas ayo cepat turun, makan malam sudah siap", ucap Dina di balik pintu kamar


"Iya", jawab Vano.


Vano keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Seperti biasa Dina melayani suaminya mengambilkan nasi dan lauknya. Saat makan malam berlangsung

__ADS_1


"Kamu besok jadi ke acara fanmeet aku kan?", tanya Vano


"Jadi kok mas, temen aku juga pada mau, malah seneng", jawab Dina


"Oh ya sudah kalau jadi, takutnya nanti kamu gk jadi tiketnya mubazir", Vano


Mereka terdiam lagi, terlihat sedikit canggung. Setelah makan malam mereka berdua masuk ke kamar untuk tidur. Saat berbaring tiba-tiba Vano menghadap ke Dina


"Bolehkah aku mencium mu?", tanya Vano


Dina hanya mengangguk berarti dia mau dicium Vano.


Vano langsung mencium bibir Dina dengan lembut dan semakin panas, mereka saling memanggut bibir mereka. Tangan Vano semakin nakal masuk ke dalam bajunya Dina. Sebelum Vano melanjutkan aksinya "Bolehkah?" tanya Vano kepada Dina untuk minta persetujuan dari Dina. Dina hanya mengangguk lagi berarti dia setuju. Vano mulai membuka bajunya Dina dan dirinya, mereka sudah bertelanjang. Vano menciumi bibir Dina dan melanjutkan ke lehernya Dina, Vano meninggalkan jejak kepemilikannya dan tangannya sambil bermain di gunung kembar milik Dina, saat Vano akan memasukkan juniornya


"Aku akan melakukannya dengan lembut", jawab Vano


Akhirnya tubuh mereka sudah bersatu, mereka kelelahan olahraga malam. Vano menyudahi permainannya, dia memeluk Dina.


"Tidur lah, besok hari minggu, kamu bisa bangun semaumu", ucap Vano sambil memeluk Dina

__ADS_1


"Iya", Dina


"Mas bolehkah aku tanya sesuatu?", ucap Dina


"Hmm boleh", jawab Vano


"Apakah mas Vano sudah mulai membuka hatimu untukku?", tanya Dina


"Hmm..", jawab Vano


"Kok jawabnya hmm sih? aku kan jadi bingung, nanti aku tanya lagi aku malu. Mas sebenarnya aku sudah mencintaimu lho", ucap Dina dalam hati.


Saat Dina menatap Vano sudah terlihat tidur


"Mas aku mencintaimu", ucap Dina.


Saat Dina mengucapkan hal itu Vano mendengarnya, Vano hanya memejamkan matanya tapi belum tidur.


Dina kembali memeluk Vano dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang milik suaminya. Vano membalas pelukan dari Dina dan tersenyum.

__ADS_1


Malam yang panjang akhirnya mereka berdua tertidur.


Maaf ya kalau ceritanya kurang menarik dan gk nyambung. Saya seorang pemula 🙏


__ADS_2