
Keesokan harinya
Vano dan Dina sudah selesai mandi dan ganti pakaian. Mereka keluar dari kamar menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama. Setelah sarapan Dina diantar Vano pergi sekolah. Vano menurunkan Dina di depan gerbang sekolah lagi.
"Kok diturunin di depan lagi?", Dina
"Lupa sayang, gk sengaja nyampe sini", Vano
Dina keluar dari mobil dengan wajah sedikit cemberut. Dia tidak ingin jadi pusat perhatian. Vano dengan sengaja menurunkan Dina di depan gerbang. Padahal kemarin Dina sudah bilang minta diturunkan di tempat biasa.
Dina berjalan masuk ke kelas, disana sudah ada kedua temannya.
_____
Di kampus
Vano sangat malas masuk ke kelas karena ada Jessica, dengan berat hati Vano memaksakan masuk kelas dan duduk di samping Riyan.
Jessica merasa Vano semakin jauh dan sulit digapai, Jessica mempunyai rencana licik nanti saat perayaan Vano di club. Jessica punya kenalan orang yang ada didalam team balapnya Vano. Kalau nanti malam team balapnya Vano akan merayakan kemenangan nya Vano saat di negara S. Baru bisa merayakannya sekarang, karena Vano juga baru pulang dari negara S. Dia honeymoon dulu sama istrinya.
"Kau akan jadi milik ku!", ucap Jessica sambil menatap Vano dari belakang.
Setelah kelas mereka selesai, Vano dan Riyan nongkrong di halaman kampus itu sudah seperti jadi basecamp nya mereka berdua.
"Loe nanti malam ikut ke perayaan gue yaa", ucap Vano sambil menepuk pundaknya Riyan.
"Oke!, eh tapi loe gk ngjak Dina?", tanya Riyan
"Pengennya sih gitu yan, tapi perayaan nya di club, Dina masih anak SMA gk boleh masuk", jawab Vano
"Kenapa gk restoran aja?", tanya Riyan
"Anak-anak lebih setuju di club katanya lebih seru", jawab Vano
"Hmm.. gue ngerti", ucap Riyan sambil mengangguk paham
__ADS_1
_____
Di sekolah
Dina dkk di kantin, saat mereka asik makan dan ghibah, Chika dkk menghampiri mereka.
"Woy loe simpanan om-om", yang dimaksud Chika adalah Dina.
Dina dkk diam saja mengabaikan Chika dan langsung pergi meninggalkan Chika.
"Dasar kurang ajar! gue diabaikan", Chika mengepalkan tangannya
Setelah jam pelajaran terakhir berbunyi waktunya pulang. Vano dengan sengaja lagi jemput Dina di depan gerbang. Anak-anak masih heran, siapa yang mengantar jemput Dina?. Chika sangat penasaran, dia celingukan fokus ke tempat sopir mobil mewah itu, tapi tetap saja gk bisa dilihat dari luar, karena kalau dari luar kaca mobil nya sangat gelap.
Dina baru sampai di depan gerbang dan langsung masuk ke dalam mobil. Dina tidak cemberut lagi karena inilah kelakuan suaminya. Dina mengalah saja daripada nanti bertengkar.
Mereka berdua sampai di rumah langsung masuk ke kamar. Mereka berdua gantian mandinya dan ganti pakaian juga.
"Nanti malam aku mau ada acara", ucap Vano
"Acara perayaan kemenangan ku kemarin pas di negara S, baru bisa mengadakan perayaannya sekarang", jawab Vano
"Aku ikut ya mas", ucap Dina sambil tersenyum dan memegang tangannya
"Aku gk bisa ngajak kamu, karena acaranya di club sayang, kamu di rumah aja ya, kamu harus belajar besok kamu katanya mau ujian?", Vano
"Hmm ya sudah kalau gitu, tapi kamu harus janji satu hal", Dina
"Apa itu?", Vano
"Kamu gk boleh minum", Dina
"Iya sayang aku janji", jawab Vano terus mengecup kening Dina
Setelah mereka berbicara, Vano pergi keluar naik mobil jemput Riyan dirumahnya.
__ADS_1
Di ruang makan, keluarga Dina sedang makan malam.
"Suami mu kemana nak", tanya ibu
"Mas Vano lagi acara Bu", jawab Dina
"Ibu sudah siapkan makan malamnya Vano, ibu taruh di kulkas, kalau Vano sudah pulang kasihkan ke dia", ucap Ibu
"Iya Bu", jawab Dina
Ayah, ibu dan adeknya sudah selesai makan pergi ke kamar untuk tidur. Dina juga masuk ke kamar, sebelum tidur Dina belajar dulu karena besok akan ujian.
_____
Di club
"Malam ini kita bersenang-senang, minum sampai puas", ucap manager Vano
"Maaf kak aku gk minum, gk dibolehin sama seseorang", Vano.
Manager paham siapa seseorang yang dimaksud Vano.
"Iya tidak apa-apa", jawab managernya
"Ada suami-suami takut istri (dengan nada pelan)", ucap Riyan sambil tertawa
"Awas loe, kalau sampai loe punya istri dan loe takut sama istri loe, gue akan ngetawain loe", Vano
Vano memanggil pelayan "Mas ambilkan air putih satu ya", ucap Vano
"Baik mas", jawab pelayan itu.
Dari tadi di kejauhan ada Jessica yang sedang memantau untuk mengambil kesempatan, dan kebetulan Vano memanggil pelayan untuk mengambilkan dia minuman.
Jessica bertindak menghampiri pelayan itu dan membayar untuk melakukan sesuatu. Pelayan itu diberi obat untuk menaruhnya di minuman Vano.
__ADS_1